cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 260 Documents
Dehidrasi dan Pengaturan Cairan pada Atlet: Sonya Hayu Indraswari, Ines Ratni Pravitasari, Vadira Rahma Sari, Eka Putri Rahmadhani Indraswari, Sonya Hayu; Ratni Pravitasari, Ines; Rahma Sari, Vadira; Putri Rahmadhani, Eka
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 1 (2025): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i1.pp44-49

Abstract

Abstrak Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang dirangkai atau direncanakan secara teratur dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dengan tujuan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hidup serta mencapai kebugaran jasmani. Tubuh membutuhkan energi yang berasal dari makanan yang kemudian akan diubah menjadi sumber energi bagi otot untuk berkontraksi saat berolahraga. Air merupakan komponen yang sering terabaikan jika dibandingkan dengan zat gizi makro dan mikro lainnya. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sebagian besar atlet mengalami dehidrasi, baik saat periode latihan ataupun saat periode pertandingan. Dehidrasi pada atlet akan menyebabkan berbagai masalah, yaitu sulit untuk berkonsentrasi, meningkatkan resiko cedera, suhu tubuh meningkat, mudah mengalami kelelahan, kejang otot dan koordinasi gerak melambat. Masalah dehidrasi yang terjadi pada atlet tersebut pada akhirnya akan menyebabkan penurunan performa, yang akan berpengaruh pada prestasi atlet Artikel ini akan membahas tentang gambaran dehidrasi pada atlet di berbagai macam cabang olahraga dan bagaimana pengaturan cairan yang benar untuk menjaga status hidrasi atlet. Kata Kunci: Atlet, Dehidrasi, Cairan
Akselerasi Penanggulangan Tuberkulosis melalui Pendekatan Public-Private Mix di Indonesia: Sebuah Tinjauan Pustaka: Nanda Fitri Wardani Wardani, Nanda Fitri
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 1 (2025): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i1.pp50-56

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan tantangan utama berupa rendahnya angkadeteksi kasus dan kurangnya pelaporan dari sektor swasta. Artikel inimenyajikan tinjauan pustaka terhadap implementasi pendekatan Public-Private Mix (PPM) dalam penanggulangan TB, baik secara global maupun di Indonesia. Pendekatan PPM bertujuan mengintegrasikanseluruh penyedia layanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta kedalam sistem pengendalian TB nasional untuk memperkuat notifikasikasus, menjamin tata laksana yang sesuai standar, dan meningkatkancapaian pengobatan. Studi dari berbagai negara seperti India, Korea Selatan, dan Filipina menunjukkan bahwa pelibatan aktif sektor swastamelalui insentif, sistem pelaporan digital, dan akreditasi fasilitaskesehatan dapat meningkatkan angka keberhasilan pengobatan sertamengurangi pasien putus berobat. Di Indonesia, pelaksanaan PPM melalui strategi District-based PPM telah menunjukkan hasil positifnamun masih menghadapi tantangan dalam koordinasi, pendanaan, dan kapasitas daerah. Dengan mengadopsi praktik terbaik global dan menyesuaikannya dengan konteks lokal, PPM memiliki potensi besaruntuk mempercepat eliminasi TB di Indonesia pada 2030. Tinjauan inimenekankan perlunya dukungan politik, penguatan regulasi, dan kolaborasi multisektoral sebagai fondasi keberhasilan implementasi PPM di masa mendatang. Kata kunci: Tuberkulosis, Public-Private Mix, Eliminasi TB, SistemKesehatan
Principles and Strategies for Providing Complementary Foods to Infants and Children Aged 6-23 Months: Ines Ratni Pravitasari, Sonya Hayu Indraswari Pravitasari, Ines; Hayu Indraswari, Sonya
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 1 (2025): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i1.pp56-60

Abstract

Providing complementary foods (MPASI) is the provision of additional food when breast milk or formula milk alone is no longer sufficient to meet nutritional needs. Infants and toddlers who are in the growth and development period require sufficient and varied nutritional intake to optimize their growth and development. This period is very important for children to accept healthy food and drinks and to implement long-term eating patterns. Inadequate nutrition in the early stages of life will result in growth faltering so that children become shorter than the normal size of children their age. Providing appropriate complementary foods is very important because it can have an impact on various aspects of a child's life.
Pemanfaatan Jantung Pisang sebagai Lactagogue Alami untuk Optimalisasi Produksi ASI: Wiwi Febriani, Ramadhana Komala Febriani, Wiwi Febriani; Komala, Ramadhana
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 1 (2025): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i1.pp61-66

Abstract

Produksi ASI yang optimal sangat penting untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi. Namun, berbagai faktor seperti stres, kurangnya stimulasi menyusui, serta pola makan yang kurang mendukung sering kali menghambat produksi ASI. Salah satu pendekatan yang potensial dan semakin banyak diteliti adalah penggunaan lactagogue alami, termasuk jantung pisang (banana blossom), yang kaya akan zat gizi dan senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan fitoestrogen. Artikel ini meninjau literatur mengenai potensi jantung pisang sebagai lactagogue alami melalui mekanisme peningkatan hormon prolaktin dan oksitosin. Selain itu, jantung pisang dinilai memiliki prospek besar sebagai bahan pangan fungsional yang mudah diolah dan berdaya guna, serta mendukung ketahanan pangan lokal. Bukti ilmiah dari studi in vitro dan in vivo menunjukkan potensi positif, meskipun masih diperlukan uji klinis lebih lanjut untuk konfirmasi. Pemanfaatan jantung pisang tidak hanya menjanjikan manfaat kesehatan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui inovasi pangan lokal yang berkelanjutan. Kata kunci: jantung pisang, lactagogue alami, produksi ASI, fitoestrogen, pangan fungsional
VO₂max sebagai Prediktor Kebugaran Kardiorespirasi: Studi Literatur: Ramadhana Komala, Wiwi Febriani Komala, Ramadhana; Febriani, Wiwi
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 1 (2025): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i1.pp67-73

Abstract

VO₂max or maximal oxygen uptake is the main indicator of cardiorespiratory fitness that describes the body's maximum capacity to consume oxygen during physical activity. In the last decade, VO₂max has not only been used to assess physical performance, but has also been recognized as a strong predictor of morbidity and mortality from chronic diseases such as heart disease, diabetes, and cancer. Its value is greatly influenced by various factors such as age, gender, body composition, nutritional status, and physical activity. As a measure of the effectiveness of an exercise program, an increase in VO₂max reflects positive physiological adaptations, especially through structured aerobic exercise. Along with technological advances, VO₂max measurement methods are now not only limited to laboratories, but can also be done practically through field tests, non-exercise estimation models, and wearable devices based on sensors and artificial intelligence algorithms. This study concludes that VO₂max is an essential parameter in assessing fitness and health, and has great potential as a screening and monitoring tool for public health in general.
SILICOSIS, A WORK-RELATED DISEASE IN CONSTRUCTION WORKERS AND MINERS EXPOSED TO SILICA DUST Mustofa, Syazili
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 1 (2025): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Silicosis is a fibrotic lung disease caused by the inhalation, retention, and reaction to crystalline silica. The primary factors contributing to the pathogenesis of silicosis are dust particles and the body's response, particularly the respiratory tract's reaction to these dust particles. Silica is a naturally occurring substance found in some types of rocks, sand, and clay. Silicosis primarily affects workers exposed to silica dust in occupations such as construction and mining. The mediators that play the most significant role in the pathogenesis of silicosis are Tumor Necrosis Factor (TNF)-α, Interleukin (IL)-6, IL-8, the activity of platelet-derived growth factor (PDGF), and transforming growth factor (TGF)-β. The major criteria for diagnosing silicosis include a significant history of silica dust exposure, characteristic radiological abnormalities (such as pulmonary nodules on chest X-rays or CT scans), and sometimes clinical symptoms, including a progressive cough and shortness of breath. The management of silicosis is symptomatic, meaning it is only aimed at reducing symptoms. It is very important to eliminate the source of exposure to prevent the disease from worsening. Keywords: silicosis, pathogenesis, diagnosis, treatment
Case Report : Suspected Sexual Intercourse Involving A 9 Years Old Child: Septia Eva Lusina, Putu Ika Widyasari, Haikal Nirfandi, M Nabil Sulthoni Eralsyah, Rangga Sakti Budi Putra, Sulthan Alam Yasyfa, Syafira Alifia Audiani Widyasari, Putu Ika; Lusina, Septia Eva
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 1 (2025): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i1.pp81-86

Abstract

Sexual intercourse involving a child is a serious issue that can have detrimental effects on the physical, psychological, and social well-being of victims. One of the commonly used forensic evaluation methods is the examination of the genitalia to assess indications of penetration. However, this examination has limitations, as not all cases of suspected sexual intercourse leave clear physical signs. This case report discusses the forensic examination of a 9-year-old girl suspected of experiencing sexual intercourse. The examination results revealed abrasions and tear on the genitalia. Based on these findings, genital examination can serve as part of forensic evidence in proving cases of sexual violence. A more comprehensive approach, including a thorough clinical examination and forensic interview, is essential to ensure the accuracy of diagnoses in a case of suspected sexual intercourse involving a child. Keywords: suspected sexual intercourse involving a child, genitalia, forensic, visum et repertum
Peran Protein dalam Mendukung Pemulihan Klinis Penderita Tuberkulosis: Muhamad Rizky Setiawan, Muhammad Akbar Magistra, Alvinka Ladia Galaska Putri, Gadilla A.P, Ghina Sabila Fenty. PNR, Lariza Serafina, Mayang Syifa Cania, Wiwi Febriani, Linda Septiani Febriani, Wiwi Febriani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 1 (2025): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i1.pp87-90

Abstract

Abstrak Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan global, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Pemulihan pasien TBC memerlukan pengobatan jangka panjang dan dukungan gizi yang memadai. Protein merupakan komponen gizi makro yang berperan penting dalam proses penyembuhan melalui perbaikan jaringan, fungsi imun, serta mendukung efektivitas pengobatan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran protein dalam mendukung pemulihan klinis penderita TBC melalui telaah literatur dari berbagai jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa asupan protein yang adekuat berhubungan erat dengan percepatan konversi BTA negatif, peningkatan kadar albumin, dan perbaikan gejala klinis pada pasien TBC. Penambahan sumber protein, seperti putih telur, juga terbukti bermanfaat dalam mengurangi peradangan dan meningkatkan transportasi obat. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi intervensi gizi, khususnya protein, dalam penanganan TBC perlu menjadi bagian dari strategi pengobatan komprehensif untuk mendukung pemulihan optimal pasien. Kata kunci: tuberkulosis, protein, pemulihan klinis, gizi, konversi BTA
Potensi Daun Kemangi (Ocimum sanctum) sebagai Insektisida Mat Elektrik untuk Pengendalian Vektor Demam Berdarah: Linda Septiani, Intan Kusumaningtyas, Terza Aflika Happy, Wiwi Febriani, Primasari Pertiwi, Endah Setyaningrum Septiani, Linda; Kusumaningtyas, Intan; Happy, Terza Aflika; Febriani, Wiwi; Pertiwi, Primasari; Setyaningrum, Endah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 1 (2025): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i1.pp112-116

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat gobal dan khususnya di Indonesia. DBD ditularkan oleh vektor nyamuk Aedes aegypti sebagai vektornya. Penggunaan insektisida sintetis dalam jangka panjang dapat menimbulkan resistensi dan dampak lingkungan, sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alami. Daun kemangi (Ocimum sanctum) diketahui mengandung senyawa aktif seperti eugenol yang memiliki potensi sebagai insektisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekstrak daun kemangi dari berbagai literatur sebagai bahan aktif dalam formulasi mat elektrik, yaitu pad pemanas penguap senyawa volatil yang bekerja sebagai pembunuh atau pengusir nyamuk. Berdasarkan kajian literatur dari berbagai studi eksperimental, penggunaan ekstrak kemangi dalam electric mat menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam menurunkan populasi nyamuk Aedes aegypti, dengan tingkat mortalitas hingga 100% pada konsentrasi tertentu. Selain itu, metode aplikasi melalui mat elektrik terbukti mampu mengoptimalkan penguapan senyawa aktif, meningkatkan daya bunuh dan daya tolak terhadap nyamuk. Hasil ini menunjukkan bahwa daun kemangi berpotensi dikembangkan sebagai insektisida alami yang ramah lingkungan untuk pengendalian vektor DBD secara berkelanjutan. Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, daun kemangi, Insektisida, Mat Elektrik, Nyamuk Aedes aegypti
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan sebagai Alat Bantu Diagnosis di Bidang Kesehatan : Literatur Review: Mohamad Idris, Angga Wijaya, Linda Septiani, Terza Aflika Happy, Risti Graharti Idris, Mohamad; Wijaya, Angga; Septiani, Linda; Happy, Terza Aflika; Graharti, Risti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 1 (2025): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i1.pp117-121

Abstract

Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memberikan dampak besar dalam sektor kesehatan, khususnya dalam membantu proses diagnosis penyakit. AI mampu mengolah data medis dalam jumlah besar, seperti gambar radiologi, rekam medis elektronik, hingga data genomik, dengan tingkat efisiensi dan akurasi yang tinggi. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa penggunaan algoritma machine learning dan deep learning dalam diagnosis mampu mengidentifikasi penyakit kronis seperti COVID-19, kulit, dan periodontal dengan akurasi yang sangat tinggi. Beberapa kondisi dapat melampaui kinerja tenaga medis manusia dari segi kecepatan dan akurasi. Selain mempercepat proses penegakan diagnosis, AI dapat meminimalkan risiko kesalahan manusia serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Di bidang radiologi, teknologi seperti convolutional neural networks (CNN) telah digunakan secara efektif untuk mendeteksi kelainan jaringan melalui CT scan dan MRI dengan hasil yang lebih presisi. AI juga berperan penting dalam sistem pendukung keputusan klinis (Clinical Decision Support System/CDSS), yang mendorong implementasi pengobatan berbasis data dan pendekatan yang dipersonalisasi. Namun, penerapan AI di negara berkembang seperti Indonesia masih dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain terbatasnya data lokal, ketimpangan infrastruktur digital, serta permasalahan etika dan regulasi. Kajian literatur ini bertujuan untuk meninjau manfaat AI dalam bidang diagnosis medis, serta mengidentifikasi hambatan yang perlu diatasi agar teknologi ini dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan dalam sistem layanan kesehatan yang beragam. Kata kunci: Clinical Decision Support System, Deep Learning, Diagnosis Medis, Kecerdasan Buatan, Machine Learning