cover
Contact Name
Fakultas Teknik
Contact Email
mesajurnal@gmail.com
Phone
+6285314481300
Journal Mail Official
teknik@unsub.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim No.8, Cigadung, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41211
Location
Kab. subang,
Jawa barat
INDONESIA
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Published by Universitas Subang
ISSN : 23559241     EISSN : 2714884X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MESA merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala dua kali per tahun, Bulan Oktober dan Maret oleh Fakultas Teknik Universitas Subang. Makalah yang dapat dimuat dalam jurnal ini meliputi bidang keilmuan Teknik Mesin, Teknik Elektronika, Teknik Sipil, dan Arsitektur. Makalah dapat berupa ringkasan laporan hasil penelitian atau kajian pustaka ilmiah. Makalah yang akan dimuat hendaknya memenuhi format yang telah ditentukan. Bahasa yang digunakan pada jurnal ini adalah bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.
Articles 88 Documents
Analisis Material Isolator Busi Panas Dengan Busi Dingin Menggunakan Perangkat Lunak Match Powder Diffraction Kosasih, Deny Poniman
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 2 No. 2 (2018): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur kristal serbuk material isolator busi komersial (busi panas dengan merk NGK tipe BP7HS dan busi dingin dengan merk NGK Iridium Power) dengan cara ditembak menggunakan sinar-X X-Ray Diffraction) dan dianalisa menggunakan perangkat lunak Match Powder Diffraction, tujuannya untuk mengetahui struktur kristal material yang paling tinggi intensitas cahayanya dari serbuk isolator busi tersebut .Dalam penelitian ini terdapat fasa kristalin dan fasa Amorphous. Fasa kristalin yaitu fasa yang memiliki kandungan kristal murni yang tinggi yang dapat memantulkan sinar-X, sedangkan fasa Amorphous yaitu fasa yang tidak memiliki kandungan kristal yang tinggi, sehingga ketika ditumbuk sinar-X tidak akan memantulkan sinar-X.Difraksi sinar-X merupakan suatu teknik karakterisasi yang dapat digunakan untuk identifikasi fasa kristalin yang tidak diketahui dari suatu material. Sinar-X dihasilkan akibat tumbukan antara elektron dengan material target. Saat sinar-X monokhromatik menumbuk sampel kristalin, maka akan berlaku hukum Bragg. Pada sampel akan terjadi difraksi sinar-X, dimana berkas-berkas sinar-X yang datang akan dibelokkan lalu berinterferensi maksimum sehingga diperoleh peak pada sudut dengan nilai 2θ tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian yang pertama kali dilakukan di Fakultas Teknik Universitas Subang.
Pengaruh Proses Brazing Terhadap Struktur Mikrodan Nilai Kekerasan Pahat Bubut Karbida Kosasih, Deny Poniman
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 3 No. 1 (2018): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu proses pemesinan yang biasa dilakukan adalah pembubutan. Proses bubut adalah proses membuang sebagian material dari benda kerja oleh pahat atau tools. Jenis pahat bubut banyak macamnya dan juga dengan berbagai jenis material yang digunakan. Penggunaan pahat bubut yang sering digunakan adalah HSS dan pahat Karbida (widia). Proses penyambungan mata pahat terhadap holder, biasanya digunakan proses las brazing, yaitu dengan menggunakan las las oxy acetylene dan logam kuningan sebagai filler metal. Pada penelitian ini dilakukan pengujian pada daeraha sambungan las untuk mengetahui struktur mikro yang terjadi serta mengetahui nilai kekerasan dari logam induk dan daerah lasan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui perubahan sifat mekanik yang terjadi akibat proses brazing tersebut. Metoda Metalografi dilakukan untuk mengetahui struktur mikro yang terjadi, sedangkan untuk pengujian kekerasan digunakan alat uji keras metoda Vickers.
Pengaruh Variasi Larutan Elektrolite Pada Accumulator Terhadap Arus Dan Tegangan Kosasih, Deny Poniman
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 2 No. 2 (2018): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komponen yang merupakan sumber energy listrik pada kendaraan adalah Accumulator atau yang sering disebut aki (Accu). Accumulator adalah suatu jenis battery yang banyak digunakan untuk kendaraan bermotor. Pada sel aki, baik anoda ataupun katodanya sama-sama terbuat dari timbal bahan (Pb) berpori. Namun yang digunakan sebagai kutub negatif adalah logam Pb murni dan kutub positif adalah logam Pb yang dilapisi PbO2, dan elektrolitnya adalah larutan asam sulfat dengan air sulingan. Berat jenis elektrolite pada baterai yang terisi penuh ialah 1.260 atau 1.280 (pada temperatur 200C) perbedaan ini disebabkan perbandingan antara air sulingan dengan asam sulfat pada masing-masing tipe berbeda.
Analisis Distribusi Tegangan Pada Dinding Tangki Penyimpan Akibat Cacat Ketidakbulatan (Out of roundness) Kasda, Kasda
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 1 No. 1 (2014): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada suatu kasus rekonstruksi tangki berkapasitas 3000 kL dengan rancangan atap kubah ditopang sendiri (self-supported dome roof), ditemukan cacat geometri dalam bentuk ketidakbulatan yang melebihi toleransi standar. Salah satu alternatif penanganan, yaitu perbaikan terhadap cacat, dianggap memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit, dan dikhawatirkan justru akan menurunkan sifat mekanik material pelat akibat perlakukan panas yang berlebih. Sebagaimana disarankan dalam API 579 Fitness for Service, evaluasi yang lebih rinci dapat dilakukan untuk memperkirakan dampak dari cacat tersebut pada integritas tangki saat beroperasi. Untuk itu, analisis tegangan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak elemen hingga dilakukan, dengan tujuan memperkirakan dampak ketidaksempurnaan geometri terhadap integritas tangki. Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan tingkat tegangan tangki yang memiliki cacat geometri dengan geometri tangki sempurna. Analisis elemen hingga melibatkan pemodelan tangki dengan geometri yang tidak sempurna, yang diperoleh dari pengukuran geometri akurat menggunakan Theodolit T16 Wild terhadap 336 titik pada dinding tangki, dan dimodelkan dengan bantuan perangkat lunak CAD, untuk digunakan dalam analisis elemen hingga. Dengan beban utama tekanan hidrostatik, diperoleh hasil tegangan sirkumferensial 117 MPa, yang meskipun lebih tinggi dibandingkan tangki dengan geometri sempurna, namun tetap lebih rendah dibandingkan tegangan ijin material (137,9 MPa). Dari observasi radius akhir setelah pembebanan tekanan hidrostatik, diperoleh hasil deformasi yang menyebabkan geometri yang cenderung lebih bulat dibandingkan geometri sebelumnya, meskipun tetap masih tidak sesempurna jika geometri tangki sempurna. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tangki dengan kondisi ketidakbulatan geometri sebagaimana terukur dinilai masih aman untuk dioperasikan secara normal sesuai rancangannya.
Penerapan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Pada Keandalan Turbin Air Jenis Cross Flow Kasda, Kasda
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 1 No. 1 (2014): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbin cross flow merupakan jenis turbin air yang banyak digunakan dalam Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).karena dapat beroperasi pada beda ketinggian yang rendah (low head) dengan debit yang kecil, konstruksinya yang sederhana memungkinkan dapat dibuat oleh bengkel-bengkel yang memiliki peralatan standar dan mesin konvensional sederhana. Dalam PLTMH, keandalan sistem turbin air berperan penting dalam kelangsungan operasi. Berdasarkan hasil observasi, beberapa komponen turbin cross flow mengalami kegagalan komponen yang berulang-ulang maupun penurunan kualitas komponen yang menyebabkan penurunan performa PLTMH. Pada penelitian ini,metodologiFailure Mode and Effect Analysis(FMEA)diterapkan untuk menentukan modus kegagalan pada sistem turbin cross flowsecara kualitatif dan kuantitatif, untuk kemudian dapat disusunrekomendasi perbaikan dalam rangka peningkatan keandalan turbin. Sebagai tahap awal, dalam makalah ini akan dilaporkan proses identifikasi modus kegagalan, efek beserta penyebabnya, hingga diperoleh angka prioritas resiko,atau yang disebut sebagai Risk Priority Number(RPN) dari setiapmodus kegagalan komponen turbin. Dari analisis kualitatif dan kuantitatif, diperoleh hasil bahwa dari ke-28 modus kegagalan, modus kegagalan bearing macet dan poros runner patah memiliki harga RPN tertinggi, yang diakibatkan oleh ketidaksegarisan pada saat pemasangan poros turbin dengan poros puli transmisi ke generator. Berdasarkan hasil FMEA terhadap kondisi aktual turbin di atas, perbaikan dapat dilakukan terutama pada tahap instalasi turbin sehingga lebih memperhatikan kesegarisan antara poros turbin dan puli transmisiserta pemeliharaan rutin dengan melakukan pemeriksaan kondisi getaran turbin secara berkala menggunakan alat vibration meter, sehingga diharapkan keandalan PLTMH dapat meningkat.
Analisis Struktur Sambungan Lengan Rotary Crane Berkapasitas 35 Ton Kasda, Kasda
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 2 No. 1 (2017): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crane merupakan salah satu alat berat yang berfungsi untuk mengangkat dan mengangkut beban yang berat. Bentuk dan ukuran crane bervariasiberdasarkan fungsinya. Crane sebagai alat bantu di industri sangat berperan dalam kelancaran proses produksi. Jenis Rotary crane dirancang dan dibuat agar dapat diputar 360 derajat untuk keperluan produksi pada salah satu perusahaan produksi kertas. Karena adanya perubahan ukuranproduksi kertas,sehingga ukuran jumbo roll bertambah panjang dan tentunya harus diikuti adanya penambahan/modifikasi panjang lengan rotarycrane agar dapat mengangkat dan memindahkan jumbo roll,. Metoda elemen hingga digunakan untuk menganalisis kekuatan konstruksi hasil modifikasi lengan rotary crane. Pemodelan rotary crane menggunakan software AUTODESK AUTOCAD 2017 yang selanjutnya simulasimenggunakan Software ANSYS Workbench 14.5 trial version untuk menganalisis distribusi tegangannya. Hasil dari simulasi modifikasipanjang lengan rotarycraneini didapatkan bahwa ditribusi tegangan von mises maskimumsebesar 143 MPa dan jika dibandingkan dengan Yield Strength material sebesar 250 MPa maka safety factornya hanya 1,7 dan hal ini dinyatakan masih kurang aman. Beberapa upaya dan saran dilakukan untuk menurunkan tegangan maksimum von mises yaitu dengan cara menambahkan pelat penguat (reinforcement) pada bagian atas lengan rotary crane dengan ketebalan pelat 5 mm dan 10 mm. Hasil simulasi penambahan reinforcement memperlihatkan adanya penurunan tegangan maksimumvon mises yaitu menjadi 119 MPa untuk penambahan pelat 5 mm dan 112 MPa untuk penambahan pelat 10 mm. Dengan demikian Safety factor meningkat menjadi 2,1 dan 2,2.
ANALISIS TEGANGAN NOZZLE A1 KO DRUM VENT/FLARE 43-VZ-3601 AKIBAT CACAT PRODUKSI MENGGUNAKAN FINITE ELEMEN ANALYSIS (FEA) Kasda, Kasda
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 2 No. 2 (2018): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama fabrikasi, ada ketidak sempurnaan geometri pada KO Drum Vent/Flare 43-VZ-3601 dalam bentuk ketidakbulatan (out of roundness). Analisis tegangan diperlukan untuk memastikan bahwa ketidaksempurnaan geometri ini tidak mengarah pada kegagalan waktu operasi. Analisis tegangan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ABAQUS, dengan pemodelan menggunakan Autodesk Inventor2012 dengan solid model. Nozzle A1 dipilih untuk kasus dianalisis karena akibat beban tekanan dalam dan beban ekternal mengakibatkan ketidakbulatan pada wilayah sekitar nozzle A1 paling besar. Analisis didasarkan pada ASME Bagian VIII divisi 2 dan sifat mekanik bahan berdasarkan ASME Bagian II. Efek ketidakbulatan dievaluasi dengan membandingkan hasil analisis antara geometri sempurna dengan geometri cacat yang dikenai dua kasus beban, yaitu beban tekanan internal saja dan beban gabungan (tekanan internal danbebaneksternal nozzle). Tekanan ditentukan berdasarkan tekanan desain dan beban eksternal nozzle berdasarkan GS EP PVV 211. Analisis elemen hingga difokuskan pada area nozzle, dengan beberapa penyederhanaan model bejana dengan tetap mempertimbangkan kearutan hasil analisis. Berdasarkan hasil analisis elemen hingga untuk kasus beban tekanan internal, terdapat peningkatan tegangan yang signifikan, khususnya di area kritis, hingga 14,3%, Namun untuk kasus beban gabungan (tekanan internal dan beban external pada nozzle), terjadi penurunan tegangan pada daerah nozlle A1. Namun demikian, hasil akhir analisis, tegangan untuk semua kasus masih di bawah batas tegangan 1,5 Tegangan yang diijinkan. Hal ini menggambarkan bahwa kondisi operasi bejana pada kondisiyang aman.
ANALISIS TEGANGAN NOZZLE X1 PADA RS-04020 HF REACTOR Kasda, Kasda
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 3 No. 1 (2018): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk keperluan teknik perencanaan komponen RS-04020 HF Reactor, analisis tegangan perlu dilakukan. Analisis difokuskan pada area sekitar Nozzle X1,tempat fluid agitator tipe EM 04020 di letakan. Analisis tegangan bertujuan untuk menemukan besarnya tegangan pada top head dekat Nozzle X1 yang diakibatkan oleh dua jenis pembebanan statis, yaitu beban hidrostatiktes dan beban rencana. Pemodelan “surface model” dengan menggunakan Autodesk Inventor Versi 2012 dilakukan berdasarkan informasi dari gambar teknik. Dengan data dan informasi tentang dua kasus pembebanan statis, maka simulasi analisis elemen hingga dilakukan menggunakan software ANSYS Workbench Versi 13. Beban hidrostatik tes berupa tekanan internal sebesar 8,31 barg pada temperature ruang, sementara beban rencana, berupa tekanan internal sebesar 6 barg pada temperature rencana 225oC serta beban pada nozel akibat operasi Fluid Agitator, momen torsi sebesar 62 Nm, momen lentur sebesar 241 Nm , dan beban akibat berat sebesar 193 kgf. Hasil simulasi analisis elemen hingga menunjukkan bahwa akibat beban hidrostatik tes dan beban rencana, distribusi tegangan yang terjadi berada dalam batas yang dapat diterima. Tegangan maksimum sebesar 149 Mpa masih rendah dibandingkan dengan 197 MPa untuk kasus beban hidrostatites dan Tegangan maksimum sebesar 107 MPa masih rendah dibandingkan dengan 183 MPa untuk beban rencana. Tegangan maksimum pada kedua kasus pembebanan didominasi oleh beban tekanan internal dan bukan oleh beban nozel. Oleh karena itu, berdasarkan hasil analisis tegangan, desain Nozzle X1 Reaktor RS-04020 HF akibat simulasi pembebanan statis dianggap aman.
Analisis Rangka Penyiang Gulma Menggunakan Metoda Elemen Hingga Kasda, Kasda; Albayan, Bayu
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 3 No. 1 (2018): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyiang adalah alat bantu petani dalam proses produksi bercocok tanam padi yang digunakan untuk membersihkan gulma di area pesawahan. Sebagaimana umumnya alat bantu pertanian, penyiang gulma memiliki kontruksi mirip mesin tractor, sehingga beban akibat komponen yang lain sebagian besar di tempelkan dibagian rangka. Oleh karena itu rangka harus memiliki konstruksi yang kokoh agar penyiang dapat berfungsi dengan baik. Simulasi elemen hingga menggunakan software Ansys Workbench 15.0 dilakukan guna merancang dan menganalisis model serta kekuatan dari konstruksi rangka. Dengan beban total pada rangka sebesar 467 N yang dirempatkan terdistribusi merata disekitar lengan rangka, maka hasil simulasi analisis metode elemen hingga memperlihatkan tegangan maksimum Von Misses sebesar 96.18 MPa yang terletak disekitar percabangan lengan rangka bagian atas . Tegangan maksimum ini lebih kecil dibandingkan dengan kekuatan luluh material sebesar 366 MPa. Safety factor yang terdistribusi diseluruh kontruksi rangka memiliki nilai paling kecil sekitar 2,6. Sementara itu defleksi masksmium sebesar 7,54 mm terjadi pada bagian pegangan rangka dengan tegangan rata rata sebesar 18 MPa. Dengan demikian berdasarkan analisis simulasi metoda elemen hingga, rangka penyiang gulma dapat dinyatakan dalam kondisi aman.
Perancangan Dan Pengujian Sistem Penggerak Penyiang Gulma Kasda, Kasda; Wijaya, Asep Kurnia
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 3 No. 1 (2018): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam satu kali musim bercocok tanam padi, proses produksi mulai dari tahapan persiapan sampai dengan panen raya cukup banyak menyerap tenaga kerja. Mulai dari proses pembajakan tanah, penyemaian, tandur, penyiangan dan panen raya,. Proses penyiangan merupakan suatu kegiatan pembersihan gulma pada dapuran padi yang secara rutin dilakukan minimal dua kali dalam satu kali musim bercocok tanam yaitu pada saat umur padi 15 hari dan 40 hari. Karena proses penyiangan gulma memerlukan waktu serta biaya yang tidak murah, serta ketersediaan angkatan tenaga kerja yang semakin langka, maka perancngan, pembuatan dan pengujian mesin penyiang gulma merupakan satu alternatif untuk mengatasi permasalahan di atas, agar proses penyiangan berjalan lebih efektif dan efisien. Tahapan perancangan penggerak mesin penyiang meliputi komponen utama penggerak seperti torsi roda, rasio dan jenis gear box, ukuran dan rasio gear sprocket, poros dan bearing. Dengan spesifikasi daya motor penggerak yang dipilih sebesar 1,6 Hp dan 7000 rpm, serta rasio gear box 15:1, maka dari pengujian mesin penyiang menghasilkan kerja efektif rata-rata 0,055 ha/jam, kerja teoritis 0,04, kecepatan penyiangan 0,78 m/s, efesiensi 66%, gulma yang tidak tersiang 4,5%, waktu belok 20%, kerusakan tanaman padi 2,5%, bahan bakar membutuhkan 13liter/ha dan biaya penyiangan Rp.335.000 /ha.

Filter by Year

2014 2024