cover
Contact Name
Sukardin
Contact Email
jurnalprima8@gmail.com
Phone
+6887765978484
Journal Mail Official
jurnalprima8@gmail.com
Editorial Address
Sukardin MNS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram Jln. Asri VI no.136 BTN Perum Elit Kota Mataram Phone: +6287765978484 Email: jurnalprima8@gmail.com
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 24770604     EISSN : 26215152     DOI : -
Core Subject : Health,
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan is a journal that publishes research results from the health field. This journal can publish research articles from various fields of health. However, the scope of the type of articles submitted is research articles in the field of health professions The Focus and Scope of Your Healthy Journal are as follows: - Basic nursing - Health care - Health Knowledge - Midwifery - Public health - Health education if the articles out of the listed scope will be automatically rejected by the editorial team before going into the review stage.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2021)" : 26 Documents clear
Pengaruh Pijat Refleksi Telapak Tangan Terhadap Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Lingkungan GEDUR Baru Kota Mataram I Made Eka Santosa
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.224

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi dikenal sebagai heterogeneus group of disease karena dapat menyerang siapa saja, namun akan meningkat seiring bertambahnya usia. Hipertensi merupakan faktor risiko ketiga terbesar yang memicu terjadinya gagal jantung kongestif serta penyakit kardiovaskuler. Jumlah penderita hipertensi di Propinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2017 sebanyak 100.115 jiwa (12,2%) dan sebagian besar adalah lansia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kepala Lingkungan Gedur Abian Tubuh Mataram, terdapat 63 lansia yang yang ada diwilayah lingkungan tersebut dan dari data Posyandu Lansia teridentifikasi sebanyak 45 lansia menderita hipertensi. Selama ini hipertensi pada lansia tersebut ditangani dengan obat dan beberapa lansia tidak mendapatkan penanganan. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologi untuk hipertensi adalah dengan pijat refleksi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pijat refleksi tangan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensiMetode: Merupakan penelitian Quasi-Experiment dengan pendekatan One Group Pretest-postest Design. Dalam penelian ini yang menjadi populasi adalah semua lansia yang menderita hipertensi yang ada di lingkungan Gedur Baru Abiantubuh pada bulan September sampai dengan Desember 2020. Dalam pengambilan sampel peneliti menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 lansia yang semuanya mendapatkan perlakuan pijat refleksi telapak tangan.Hasil : Setelah dilakukan pengolahan data, berdasarkan uji paired sample t-test diperoleh nilai p = 0.000 sehingga p < 0.05 (0.00<0.05), H0 ditolak, Ha diterimaKesimpulan ; ada pengaruh pemberian pijat refleksi telapak tangan terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di lingkungan Gedur Baru Mataram
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN GADGET DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA SISWA-SISWI KELAS X DAN XI DI SMKN 1 PRINGGABAYA LOMBOK TIMUR NTB TAHUN 2021 humaediah lestari
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.191

Abstract

      Mudahnya arus informasi memberikan dampak positif dan negatif seiring hadirnya teknologi di tengah masyarakat, terutama anak-anak. Namun di sisi lain, penggunaan teknologi dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti mempengaruhi kesehatan mata anak, masalah tidur, kesulitan konsentrasi, menurunnya prestasi belajar, perkembangan fisik, perkembangan sosial, serta perkembangan otak. Dewasa ini, seiring dengan mudahnya mengakses informasi melalui teknologi digital membuat remaja banyak mengalami insomnia karena mengakses sosial media secara berlebihan.  Tujuan dari penelitian ini untuk melihat ada tidaknya hubungan antara penggunaan sosial media dengan kejadia insomnia pada siswa-siswi kelas X dan XI SMKN 1 Pringgabaya Lombok Timur. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif analitik cross sectional dengan jumlah 280 sampel. Uji analisis yang digunakan adalah menggunakan uji stsistik Chi Square dengan tingkat kesalahan 5% dan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami insomnia berat sebanyak 134 orang (47.9%), dan sebanyak 157 orang (56.1%) aktif menggunakan sosial media. Bnayaknya remaja yang mengalami insomnia salah satunya disebabkan oleh screen-time yang tinggi saat mengakses sosial media. Dari penelitan ini diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan sosial media dengan kejadian insomnia pada siswa-siswi kelas X dan XI di SMKN 1 Pringgabaya Lombok Timur (p=0.004). …………………………………………………………………………Kata Kunci: Sosial media, insomnia, remaja
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN HOSPITALISASI BERULANG PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI IRNA 3C RSUD KOTA MATARAM Citra Sepriana
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.208

Abstract

ABSTRAKTerdapat 4 (empat) pilar  penatalaksanaan agar dapat mempertahankan kadar gula darah dalam keadaan stabil pada penderita diabetes mellitus tipe 2 yaitu penatalaksanaan diet, aktivitas fisik, edukasi melalui penyuluhan dan intervensi farmakologis. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah penatalaksanaan non farmakologi, salah satunya adalah  aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap kejadian hospitalisasi berulang pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di IRNA 3C RSUD Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus tipe 2 di IRNA 3C RSUD Kota Mataram, sebanyak 47 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan analisa data yang digunakan adalah chi-square.Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar responden melakukan aktivitas fisik sedang dan melakukan hospitalisasi tidak berulang di RSUD Kota Mataram.                                                                                                                                           Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap kejadian hospitalisasi berulang pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di IRNA 3C RSUD Kota Mataram. Kata kunci : aktifitas fisik, hospitalisasi berulang
Pemberian Air Rebusan Daun Salam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Dusun Muer Wilayah Kerja Puskesmas Plampang Ageng Abdi Putra; Suhartiningsih Suhartiningsih; Hikma Ilmul yaqin; Robiatul Adawiyah
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.220

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi sebagai penyakit degeneratif pada lansia karena kehilangan elastisitas pembuluh darah. Data dari seksi pengendalian penyakit tahun 2018 Kabupaten Sumbawa berada pada angka 32.802 kasus dan yang mendapatkan pelayanan kesehatan 10.131 kasus (31,4%) yang berarti lebih dari setengah penderita hipertensi belum mendapatkan pelayanan kesehatan. Ada beberapa cara penatalaksanaan hipertensi salah satunya dengan ramuan tradisional yaitu air rebusan daun salam.Tujuan: Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di dusun Muer wilayah kerja puskesmas PlampangMetode: Penelitian ini adalah pre-eksperimental design dengan one grup pre-test & post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di dusun Muer sebanyak 65 orang. Kemudian digunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan didapatkan 20 orang responden. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon signed test dengan taraf signifikan 0,05..Hasil: Berdasarkan hasil uji Wilcoxon signed test, didapatkan Pvalue sebesar 0,000 yang berarti P value < α (0,05). Hasil ini menunjukkan ada perbedaan tingkat tekanan darah yang signifikan antara sebelum dan setelah pemberian air rebusan daun salam.Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di dusunu Muer wilayah kerja Puskesmas Plampang.
HUBUNGAN DISABILITAS FUNGSIONAL DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA LANJUT USIA DI BSLU MANDALIKA MATARAM I Gusti Ayu Mirah Adhi
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.197

Abstract

ABSTRAKDisabilitas adalah beberapa keterbatasan atau ketiadaan kemampuan untuk melakukan aktivitas secara benar-benar normal sebagai manusia yang sering dialami oleh lanjut usia akibat proses penuaan, cedera, atau perjalanan penyakit. Ketidakmampuan tersebut memicu masalah baru terkait gangguan suasana perasaan, yang paling sering yaitu depresi yang merupakan suatu perasaan pesimis atau sedih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan disabilitas fungsional dengan kejadian depresi pada lansia di Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika Mataram.Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah 36 sampel dengan teknik sampling purposive sampling. Intrumen wawancara menggunakan lembar kuesioner GARS untuk disabilitas dan GDS-15 untuk depresi, analisa data menggunakan Uji statistik Pearson Product Moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami depresi yaitu 21 (58,33%) orang lansia, dan responden yang tidak depresi berjumlah 15 (41,67%) orang lansia. Hasil uji statistik pearson product moment dengan bantuan spss versi 21 dihasilkan p value =0,013 < 0,05.Simpulan dari penelitian ini, terdapat hubungan antara disabilitas fungsional dengan kejadian depresi pada lansia, sehingga diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan kerjasama dalam menurunkan faktor pencetus yang menyebabkan depresi pada lansia yang mengalami disabilitas.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hospitalisasi Berulang pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di IRNA 3C RSUD Kota Mataram Citra Sepriana; Laili Fathianty; Nia Firdianty; Robiatul Adawiyah
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.225

Abstract

Pendahuluan: Terdapat 4 (empat) pilar penatalaksanaan agar dapat mempertahankan kadar gula darah dalam keadaan stabil pada penderita diabetes mellitus tipe 2 yaitu penatalaksanaan diet, aktivitas fisik, edukasi melalui penyuluhan dan intervensi farmakologis. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah penatalaksanaan non farmakologi, salah satunya adalah aktivitas fisik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap kejadian hospitalisasi berulang pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di IRNA 3C RSUD Kota Mataram.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional.Hasil: ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap kejadian hospitalisasi berulang pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di IRNA 3C RSUD Kota Mataram.Kesimpulan: terdapat hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hospitalisasi berulang pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di IRNA 3C RSUD Kota Mataram.
Relaksasi Otot Progresif Kombinasi Terapi Musik Klasik Terhadap Perubahan Tingkat Depresi Lansia. Ni Made Sumartyawati; Erwin Made Septiana; Dina Fithriana
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.215

Abstract

Pendahuluan: Depresi merupakan gangguan emosional dimana salah satu kelompok yang sering mengalami depresi adalah lansia. 6 dari 10 lanjut usia di BSLU Mandalika Mataram mengatakan bahwa sering merasakan kesepian, kurang dapat melaksanakan peran yang diinginkan.Tujuan: Penelitian ini untuk melihat pengaruh pemberian relaksasi otot progresif kombinasi terapi music klasik terhadap perubahan tingkat depresi.Metode: Merupakan penelitian Pre-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-postest Design. Populasi penelitian adalah semua lansia yang tinggal di BSLU Mandalika Mataram sebanyak 82 lansia. Sampel ditentukan dengan purposive sampling berdasarkan kriteria yang ditetapkan dan mendapatkan sebanyak 27 sampel. Data depresi pada lansia dikumpulkan menggunakan Geriatric Depresion Scale-15, sedangkan untuk melihat pengaruh pemberian perlakuan digunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test.Hasil: Sebelum diberikan perlakuan depresi lansia berada pada kategori ringan sebanyak 18 lansia. (66,7%), depresi sedang 9 lansia (33,3%), dan normal 0 responden. Setelah diberikan perlakuan sebagian besar berada pada katerogi normal sebanyak 11 lansia (40,7%), depresi ringan 10 lansia (37,1%) dan depresi sedang 6 lansia (22,2%). Nilai sig (2-tailed) = 0.000 dan α = 0.05 maka nilai sig (2-tailed) < α sehingga Ha diterima dan H0 ditolak.Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh relaksasi otot progresif kombinasi terapi musik klasik terhadap perubahan tingkat depresi pada lanjut usia di BSLU Mandalika Mataram.
Relaksasasi Otot Progresif Kombinasi Terapi Musik Klasik Terhadap Perubahan Tingkat Depresi Lansia Made Sumartyawati
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.190

Abstract

Pendahuluan: Depresi merupakan gangguan emosional dimana salah satu kelompok yang sering mengalami depresi adalah lansia. 6 dari 10 lanjut usia di BSLU Mandalika Mataram mengatakan bahwa sering  merasakan kesepian, kurang dapat melaksanakan peran yang diinginkan.Tujuan: Penelitian ini untuk melihat pengaruh pemberian relaksasi otot progresif kombinasi terapi music klasik terhadap perubahan tingkat depresi.Metode: Merupakan penelitian Pre-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-postest Design. Populasi penelitian adalah semua lansia yang tinggal di BSLU Mandalika Mataram sebanyak 82 lansia. Sampel ditentukan dengan purposive sampling berdasarkan kriteria yang ditetapkan dan mendapatkan sebanyak 27 sampel. Data depresi pada lansia dikumpulkan menggunakan  Geriatric Depresion Scale-15, sedangkan untuk melihat pengaruh pemberian perlakuan digunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test.Hasil: Sebelum diberikan perlakuan depresi lansia berada pada kategori ringan sebanyak 18 lansia.  (66,7%), depresi sedang 9 lansia (33,3%), dan normal 0 responden. Setelah diberikan perlakuan sebagian besar berada pada katerogi normal sebanyak 11 lansia (40,7%), depresi ringan 10 lansia (37,1%) dan depresi sedang 6 lansia (22,2%). Nilai sig (2-tailed) = 0.000 dan α = 0.05 maka nilai sig (2-tailed) < α sehingga Ha diterima dan H0 ditolak.Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh relaksasi otot progresif kombinasi terapi musik klasik terhadap perubahan tingkat depresi pada lanjut usia di BSLU Mandalika Mataram. 
Pengaruh Pijat Refleksi Telapak Tangan Terhadap Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi di Lingkungan Gedur Baru Mataram I Made Eka Santosa
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.201

Abstract

Hipertensi dikenal sebagai heterogeneus group of disease karena dapat menyerang siapa saja, namun akan meningkat seiring bertambahnya usia. Hipertensi merupakan faktor risiko ketiga terbesar yang memicu terjadinya gagal jantung kongestif serta penyakit kardiovaskuler. Jumlah penderita hipertensi di Propinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2017 sebanyak 100.115 jiwa (12,2%) dan sebagian besar adalah lansia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kepala Lingkungan Gedur Abian Tubuh Mataram, terdapat 63 lansia yang yang ada diwilayah lingkungan tersebut dan dari data Posyandu Lansia teridentifikasi sebanyak 45 lansia menderita hipertensi. Selama ini hipertensi pada lansia tersebut ditangani dengan obat dan beberapa lansia tidak mendapatkan penanganan. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologi untuk hipertensi adalah dengan pijat refleksi. Peneliti tertarik melakukan penelitian tentang pijat refleksi tangan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi.Penelitian ini dilaksanakan di Lingkungan Gedur Baru Kelurahan Abiantubuh Mataram NTB dan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah lansia. Dalam penelian ini yang menjadi populasi adalah semua lansia yang menderita hipertensi yang ada di lingkungan Gedur Baru Abiantubuh pada bulan September sampai dengan Desember 2020. Dalam pengambilan sampel peneliti menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 lansia yang semuanya mendapatkan perlakuan pijat refleksi telapak tangan.  Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Quasi-experiment dengan pendekatan one group pre test post test design Setelah dilakukan pengolahan data, berdasarkan uji paired sample t-test diperoleh nilai p = 0.000 sehingga p < 0.05 (0.00<0.05), yang berarti ada pengaruh pemberian pijat refleksi telapak tangan terhadap tekanan darah pada lansia. Hal ini berarti hipotesis diterima yaitu ada pengaruh pijat refleksi tangan terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Lingkungan Gedur Baru Mataram. Dengan adanya penurunan tekanan darah yang bermakna, maka dapat disimpulkan bahwa pijat refleksi telapak tangan dapat menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.Kata kunci : pijat refleksi telapak tangan, hipertensi
Hubungan Disabilitas Fungsional dengan Kejadian Depresi pada Lanjut Usia di Balai Sosial Lanjut Usia (BSLU) Mandalika Mataram I Gusti Ayu Mirah Adhi; I Made Eka Santosa; Musthofa Kamal
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.221

Abstract

Pendahuluan: Disabilitas adalah beberapa keterbatasan atau ketiadaan kemampuan untuk melakukan aktivitas secara benar-benar normal sebagai manusia yang sering dialami oleh lanjut usia akibat proses penuaan, cedera, atau perjalanan penyakit. Ketidakmampuan tersebut memicu masalah baru terkait gangguan suasana perasaan, yang paling sering yaitu depresi yang merupakan suatu perasaan pesimis atau sedih.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan disabilitas fungsional dengan kejadian depresi pada lansia di Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika Mataram.Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah 36 sampel dengan teknik sampling purposive sampling. Intrumen wawancara menggunakan lembar kuesioner GARS untuk disabilitas dan GDS-15 untuk depresi, analisa data menggunakan Uji statistik Pearson Product Moment.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami depresi yaitu 21 (58,33%) orang lansia, dan responden yang tidak depresi berjumlah 15 (41,67%) orang lansia. Hasil uji statistik pearson product moment dengan bantuan spss versi 21 dihasilkan p value =0,013 < 0,05.Kesimpulan: Simpulan dari penelitian ini, terdapat hubungan antara disabilitas fungsional dengan kejadian depresi pada lansia, sehingga diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan kerjasama dalam menurunkan faktor pencetus yang menyebabkan depresi pada lansia yang mengalami disabilitas.

Page 2 of 3 | Total Record : 26