cover
Contact Name
M. Farkhan
Contact Email
farkhan@dosen.umaha.ac.id
Phone
+6231-7884034
Journal Mail Official
among.pengmas@umaha.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Ngelom Megare No. 30 Taman Sidoarjo
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Among : Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 26225328     EISSN : 26227738     DOI : -
Among Jurnal Pengabdian Masyarakat (AJPM) adalah publikasi layanan publik secara berkala untuk mengakomodasi layanan masyarakat bagi dosen di Universitas Maarif Hasyim Latif dan dari universitas lain dalam bentuk literatur, penelitian dan pengembangan yang mencakup berbagai topik yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat lokal atau topik lain yang terkait dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 6 Documents clear
PEMANFAATAN PERALATAN RUMAH TANGGA SEBAGAI ALAT PENJERNIH AIR DI DESA JOGOSATRU KECAMATAN SUKODONO KABUPATEN SIDOARJO Nurul Aziza; Siti Rahayu Utami; Ratna Ekasari; Dony Perdana
Among : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ajpm.v1i1.316

Abstract

Semakin beratnya kondisi pencemaran lingkungan kita khususnya pencemaran terhadap air bersih kini bukanlah milik masyarakat perkotaan saja, beberapa lokasi di pedesaan pun kini merasakannya. Pencemaran tersebut baik yang berasal dari limbah rumah tangga maupun limbah industri. Sementara kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk limbah air minum, memasak, mencuci dan sebagainya semakin meningkat. Menyadari kondisi ironis ini telah menggugah kesadaran untuk dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berdasar pada masalah di atas. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di desa Jogosatru Kecamatan Sukodono. Kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai prodi yang ada di Universitas Maarif Hasyim Latif, berhasil memberikan sebuah kontribusi berupa peralatan penjernihan air yang memanfaatkan dari peralatan-peralatan rumah tangga yang tidak terpakai ditambah dengan bahan-bahan tambahan lainnya yang secara mudah bisa didapatkan oleh masyarakat, seperti : kaleng bekas, cat, pipa paralon, pasir, arang, sponge, sabut kelapa, dll. Dari hasil pembuatan peralatan penjernihan air sederhana masyarakat bisa mendapatkan air bersih sebanyak 3 liter untuk satu kali penggunaan dan peralatan masih bisa digunakan kembali.
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN TEKNO PRODUK SUVENIR KESEHATAN DI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA Ika Nur Pratiwi
Among : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ajpm.v1i1.321

Abstract

Data Evaluasi diri Universitas Airlangga setiap tahunnya sekitar 17% lulusan yang masih kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan sampai lebih dari 12 bulan karena keterbatasan informasi dari berbagai lowongan pekerjaan yang diharapkan dan sedikit sekali kualifikasi yang dibutuhkan. Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) dikembangkan bertujuan menghasilkan peluang usaha baru senantiasa yang memanfaatkan langsung keilmuwan yang mereka miliki dengan promosi kesehatan yang membumi melalui suvenir kesehatan. Pelaksanaan program PPK ini akan melibatkan serangkaian proses interaksi kelas kewirausahaan, penerjunan magang, dan pendampingan pengembangan usaha yang terstruktur. Pada tahap penerjunan praktik magang, peserta akan dibimbing langsung oleh kolaborator dalam program ini (CV dan perusahaan). Sebanyak 20 mahasiswa dan alumni mendaftarkan diri sebagai peserta program ini. Para tenant dan wirausaha baru ini telah mengikuti rangkaian kegiatan di kelas kewirausahaan. Sebanyak 3 kelompok tenant telah mampu melaporkan perkembangan usaha dan telah mengikuti pameran kewirausahaan. Adapun usaha produk suvenir yang dihasilkan berupa goody bag, mug, kaos/t-shirt dan aneka bros. Program pengembangan kewirausahaan (PPK) mampu menghasilkan peluang usaha baru yang senantiasa memanfaatkan langsung keilmuwan yang mereka miliki dengan promosi kesehatan yang membumi melalui suvenir edukasi kesehatan. Keberlanjutan PPK akan diupayakan dengan berfokus pada pengembangan jenis usaha yang tidak terbatas pada suvenir kesehatan namun tetap berorientasi pada pengaplikasian ilmu keperawatan yang dimiliki.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLAHAN ES KRIM KULIT PISANG DI DESA JOGOSATRU Setiawan Setiawan; Andita Ayu Mandasari; Asri Dwi Puspitasari; Agung Supangkat
Among : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ajpm.v1i1.317

Abstract

 Kulit pisang, selama ini oleh sebagian besar masyarakat kalau tidak dibuang pemanfaatannya baru sekedar untuk makanan ternak seperti kambing, sapi, dan kerbau. Para pengusaha olahan pisang seringkali tidak memanfaatkan kulitnya, dan menjadikan kulit pisang tersebut sebagai limbah yang tidak memiliki nilai jual. Kulit pisang hanya digunakan oleh masyarakat sebagai makanan ternak. Produksi pisang terus meningkat, secara otomatis produksi limbah dari kulit pisang juga meningkat. Maka dari itu terciptalah sebuah pemikiran baru tentang bagaimana cara agar limbah kulit pisang tersebut tidak terabaikan keberadaannya. Kulit pisang juga memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh kita. Sebuah terobosan baru dilakukan dengan menggunakan kulit pisang sebagai bahan dasar es krim yang diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari kulit pisang, dan menjadikannya sebagai produk makanan yang lezat dan bernilai gizi tinggi. Es krim merupakan makanan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Pada produk yang akan dibuat ini adalah pemanfaatan kulit pisang raja yang diolah menjadi es krim, es krim sendiri adalah salah satu camilan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia untuk berbagai usia dan kelas ekonomi. Metode yang dipakai dalam mempromosikan produk dilakukan secara langsung kepada calon pembeli dengan cara memberi sampel/tester produk yang dihasilkan agar calon pembeli mengenal dan dapat merasakan rasa produk, sehingga calon pembeli tertarik untuk membeli produk es krim kulit pisang. Pemasarannya dilakukan dengan cara dititipkan pada warung-warung di sekitas tempat produksi dan dijual di sekitar sekolah. Hasil yang dicapai dalam kegiatan yang dilaksanakan di desa Jogosatru Kecamatan Sukodono di 4 dusun yakni Dusun Jogosatru, Dusun Balong Pandan, Dusun Balongsari, dan Dusun Ketawang ini dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus sampai 30 Agustus 2015. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat desa tentang pembuatan es krim kulit pisang, mengangkat potensi desa agar lebih berdaya guna dan daya beli masyarakat, memberi alternatif makanan yang ekonomis dan memiliki kandungan gizi yang diperlukan oleh tubuh dan masyarakat diharapkan dapat mengenal produk olahan kulit pisang berupa es krim yang dapat meningkatkan konsumsi protein dalam tubuh.
PELATIHAN INTERNET UNTUK USAHA KECIL MENENGAH DI DESA NGARESREJO KECAMATAN SUKODONO KABUPATEN SIDOARJO Mochammad Hatta; Mitha Otik Wiraswati; Erni Mawar Lisa; Rista Afrida
Among : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ajpm.v1i1.318

Abstract

Pemanfaatan internet oleh para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di pedesaan masih sangat rendah sehingga butuh pemancing untuk bisa mengoptimalkan keunggulan teknologi dunia maya. Keterbatasan untuk mengakses internet, kurangnya selling skill masyarakat pemilik usaha rumahan sehingga kesulitan memasarkan produknya, menjadi permasalahan yang terjadi di desa Ngaresrejo Kecamatan Sukodono. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan marketing, desain kemasan dan manajemen kepada para pihak pemilik usaha kecil dan rumahan, sehingga para pemilik usaha kecil mampu mendesain kemasan produk menjadi menarik dan mempunyai keterampilan menjual produk. Kegiatan yang dilaksanakan di desa Ngaresrejo Kecamatan Sukodono ini dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus sampai 29 Agustus 2015. Beberapa warga desa Ngaresrejo memiliki jenis industri dan pengolahan mandiri yang masih tergolong usaha kecil dan menengah. Pelatihan internet UKM terbukti bisa menjadi solusi untuk berbagai masalah dalam pengembangan usaha karena pada dasarnya para pelaku UKM di pedesaan sangat membutuhkan perluasan jaringan. Kesadaran warga desa untuk mengembangkan pasar baru yang lebih luas masih belum dilakukan maksimal, mereka masih fokus pada produksi. Peluang untuk mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan secara maksimal internet untuk UKM pedesaan perlu terus ditingkatkan. Keuntungan yang bisa diraih oleh pelaku UKM melalui perluasan jaringan  via internet sudah dibuktikan banyak pihak. Peluang untuk mendorong penggunaan internet bagi bisnis UKM di pedesaan masih terbuka lebar, terlebih kepemilikan smartphone berinternet di warga pedesaan juga sudah meningkat, hanya saja warga desa masih mengaplikasikannya secara sederhana belum untuk bisnis. Pelatihan dilakukan dengan memberikan kursus gratis selama satu bulan kepada para pemilik usaha. Mulai membuat blog, web, dan merambah ke dunia aplikasi. Harapan dari kegiatan ini, para pelaku usaha pedesaan lebih tertantang untuk mengembangkan usahanya dan mampu bersaing dengan produk-produk sejenis di daerah lain sehingga dapat meningkatkan kemakmuran dari penghasilan wirausaha mereka.
PEMBUATAN SARANA DESA UNTUK PAPAN PETUNJUK JALAN DESA DAN LINGKUNGAN DESA JOGOSATRU Dewi Agustya Ningrum; Bayu Charisma Putra; Ika Widya Ardhyati; Wiji Lestariningsih
Among : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ajpm.v1i1.319

Abstract

Permasalahan yang terjadi di beberapa titik jalan yang melewati jalan Desa Jogosatru terdapat beberapa kerusakan jalan yang perlu diperbaiki dan dibutuhkan  beberapa plakat atau papan penunjuk jalan keluar masuk desa, plakat petunjuk kantor dan kediaman RT/RW, serta kelurahan serta papan petunjuk tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya, plakat batas kecepatan pengendara jalan, dan peta atau denah desa perlu juga dibuat untuk mempermudah warga pendatang ketika masuk ke Desa Jogosatru. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan mengadakan survey lapangan atau tempat-tempat yang akan dipasang papan petunjuk. Setelah menemukan lokasi yang akan dipasang papan maka langkah selanjutnya adalah membuat plakat atau papan dengan membeli alat serta bahan yang diperlukan. Setelah selesai pembuatan plakat maka dilanjutkan dengan pengecatan yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan plakat yang dilakukan oleh mahasiswa dibantu oleh masyarakat setempat. Papan atau plakat dibuat berjumlah 15 buah meliputi papan penunjuk rumah perangkat desa, papan penunjuk arah ke tempat-tempat penting, plakat/papan himbauan area bebas sampah serta plakat/papan penunjuk batas wilayah RT dan RW di Desa Jogosatru. Kegiatan dilaksanakan di desa Jogosatru Kecamatan Sukodono di 4 dusun yakni Dusun Jogosatru, Dusun Balong Pandan, Dusun Balongsari, dan Dusun Ketawang ini terlaksana dengan baik atas dukungan dan bantuan warga desa karena hal ini menyangkut kepentingan orang banyak. Tidak ada hambatan yang cukup berarti dalam proses persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi kegiatan ini hanya saja proses pengerjaannya membutuhkan waktu yang lama. Pembuatan dan pemasangan papan atau plakat penunjuk jalan ini adalah sebagai bentuk partisipasi, koordinasi dan keterlibatan aktif baik mahasiswa, dosen  dan warga desa sekitar.
PEMBUATAN BAK SAMPAH UNTUK PEDULI LINGKUNGAN DI DESA NGARESREJO KECAMATAN SUKODONO KABUPATEN SIDOARJO M. Farkhan; Mohammad Zamroni; Gusti Ardiansyah; Moch Hatta
Among : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ajpm.v1i1.320

Abstract

Hidup bersih, sehat, bahagia dan sejahtera lahir batin adalah dambaan setiap orang. Hidup berkecukupan materi bukan jaminan bagi seseorang bisa hidup sehat dan bahagia. Mereka yang kurang dari sisi materi juga bisa menikmati hidup sehat dan bahagia. Sebab, kesehatan terkait erat dengan perilaku atau budaya. Perubahan perilaku atau budaya membutuhkan edukasi yang terus-menerus. Dalam hal ini sikap kepedulian lingkungan harus dipupuk terus menerus supaya nantinya menjadi manusia yang mempunyai kepedulian lingkungan yang tinggi sehingga tidak lagi terjadi kerusakan lingkungan akibat ulah manusia di kemudian hari. Selama ini anggapan hidup bersih dan sehat adalah tanggung jawab dokter atau bidang kesehatan. Padahal anggapan seperti itu tidak dibenarkan, karena hidup bersih dan sehat adalah hak dan kewajiban semua orang. Ketika sikap manusia mengenai lingkungan dan dampak dari kegiatan manusia sangat tidak terurus dan terpikirkan, saat lingkungan rusak dan ekosistem hancur maka keseimbangan antara kehidupan dengan kehidupan lainnya akan berubah, hal ini memberikan dampak negatif bagi setiap makhluk hidup yang ada disekitarnya. Maka dengan demikian dibutuhkan sikap peduli terhadap lingkungan. Dengan adanya sikap peduli terhadap lingkungan akan menjadikan suasana yang nyaman, tentram, bebas dari kerusakan lingkungan. Sikap peduli terhadap lingkungan bisa ditunjukkan dengan adanya sikap yang positif terhadap lingkungan. Seperti menjaga keseimbangan lingkungan memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sampai menjaga lingkungan dari polusi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong masyarakat lebih peka terhadap rasa kepedulian terhadap lingkungan, pelaksanaan kegiatan pembuatan bak sampah ini direalisasikan pada lingkungan RT 06 RW 01 Desa Ngaresrejo. Meskipun masih pada scope yang masih kecil diharapkan kegiatan ini memberikan reaksi pada lingkungan RT yang lain untuk lebih peduli pada kebersihan dan sampah. Kegiatan dilaksanakan selama bulan Agustus 2015. Melibatkan mahasiswa dan masyarakat setempat. Sambutan yang sangat baik dari masyarakat setempat dengan bergotong-royong membangun bak sampah, 3 buah bak sampah dibangun dengan penempatan lokasi : 2 pada batas-batas lingkungan RT 06 dan 1 pada wilayah pertengahan RT 06. Harapan telah dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini kondisi lingkungan lebih bersih dan masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan serta dapat merawat fasilitas bak sampah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6