cover
Contact Name
Anang Setyo Budi
Contact Email
zooindonesia@gmail.com
Phone
+6282233362977
Journal Mail Official
zooindonesia@gmail.com
Editorial Address
Gedung Widyasatwaloka, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 46 Cibinong, Bogor, Jawa Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Zoo Indonesia
ISSN : 0215191x     EISSN : 25278703     DOI : -
Zoo Indonesia adalah sebuah jurnal ilmiah dibidang fauna tropika yang diterbitkan oleh organisasi profesi keilmiahan Masyarakat Zoologi Indonesia (MZI) sejak tahun 1983. Terbit satu tahun satu volume dengan dua nomor (Juli dan Desember). Memuat tulisan hasil penelitian yang berhubungan dengan aspek fauna, khususnya wilayah Indonesia dan Asia. Publikasi ilmiah lain adalah Monografi.
Articles 264 Documents
OBSERVASI VARIASI CORAK DAN WARNA Philautus aurifasciatus (Schlegel, 1837) Di POPULASI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI YOGYAKARTA Tony Febri Qurniawan
ZOO INDONESIA Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v23i2.403

Abstract

Corak dan warna merupakan ciri visual pertama kali yang mudah diamati sebagai karakter dalam identifikasi jenis katak. Selama ini, deskripsi variasi corak dan warna Philautus aurifasciatus yang beragam hanya sekedar dituliskan dalam bentuk kata-kata tanpa ada keterangan tambahan berupa gambar atau foto. Hal ini menyebabkan subyektifitas pembaca dalam berimajinasi untuk memahami deskripsi tersebut. Informasi beru-pa foto variasi corak dan warna Philautus aurifasciatus akan sangat membantu mempermudah peneliti dalam mendeskripsikan variasi corak dan warna yang ada pada jenis ini dengan benar. Oleh karena belum adanya penelitian yang mengkaji variasi corak dan warna Philautus aurifasciatus di alam dengan menggunakan metode foto, maka dilakukanlah observasi variasi corak dan warna Philautus aurifasciatus populasi dari Ta-man Nasional Gunung Merapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan variasi corak dan warna pada Philautus aurifasciatus di Taman Nasional Gunung Merapi. Observasi variasi corak dan warna Philau-tus aurifasciatus (n=23 individu dewasa) dilakukan menggunakan metode non invasive dengan teknik ana-lisis Red Green Blue (RGB) digital image dalam mengukur kuantitas warna sebagai dasar mengelompokkan variasi warna yang ada. Diperoleh hasil bahwa terdapat 12 variasi corak dan warna Philautus aurifasciatus yang dapat dibagi menjadi 3 tipe kelompok variasi utama yaitu kelompok bergaris, bercorak (menyerupai huruf H,X,V& L) dan abstrak (tidak memiliki corak menyerupai huruf). Dari analisis nilai RGB maka ter-dapat 4 variasi warna aktual yaitu ungu, hijau, coklat dan abu-abu. 
GEOGRAPHIC DIFFERENTIATION IN THE BROWNED THROATED SUNBIRDS, ANTHREPTES MALACENSIS (AYES: NECT ARINIIDAE) Asep S Adhikerana; Alwin Marakarmah
ZOO INDONESIA No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v0i26.2428

Abstract

Abstrak
PERBEDAAN RELUNG DUA JENIS KADAL SIMPATRIK Emoia ASAL DATARAN TINGGI JAYAWIJAYA, IRIAN JAYA : DITINJAU DARI VARIASI MORFOMETRIK (LACERTILIA: SCINCIDAE) Hellen Kurniati; Gono Semiadi
ZOO INDONESIA No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v0i31.2382

Abstract

Niche diferences
KOMPOSISI PARASIT MALARIA DI DAERAH LOMBOK BARAT BERDASARKAN MALARIOMETRIC SURVEY (MS) Wigati Wigati; Sukowati Sukowati; Enny W Lestari; Herry Andries
ZOO INDONESIA Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v20i2.2345

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Ba rat merupakan salah satu daerah endemis malaria. Kabupaten Lombok Barat tergolong daerah mesoen-demis malaria dengan angka “Annual Malaria Incidence” (AMI) pada tahun 2000 mencapai 43,6‰. Kom-posisi spesies parasit malaria adalah faktor yang menentukan dalam epidemiologi dan pengobatan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi parasit malaria. Daerah penelitian adalah Dusun Sayong dan Longlongan, Desa Sekotong Tengah, Lombok Barat. Penelitian dilakukan dengan Malariometric Survey (MS), dimana pemeriksaan darah tepi dilakukan terhadap 200 orang penduduk di masing-masing daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan sediaan darah dari Sayong, Slide Positive Rate (SPR)nya 2,0%, sedangkan pemeriksaan sediaan darah dari Longlongan SPR-nya 9,0%. Komposisi parasit malaria (parasit formula) di daerah Sayong untuk Plasmodium falciparum sebesar 100,0% sedangkan untuk daerah Longlongan parasit formula untuk P. falciparum dan P. vivax masing-masing 38.8 % dan 61.2 %. 
HUBUNGAN ANTARA KONDISI CUACA DENGAN DINAMIKA POPULASI NYAMUK DI KOTA YOGYAKARTA Iva Fitriana; Desy Liana; Sigit Setyawan; Sri Yuliani Dewi; Inggrid Ernesia; Defriana LC.; Rifqi ZJ.; Dwi Satria Wardana; Nina Budiwati P.; Indah Nurhayati; Warsito Tantowijoyo
ZOO INDONESIA Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v27i2.4043

Abstract

Keanekaragaman jenis ikan di Teluk Arguni, Kaimana, Papua Barat Renny K. Hadiaty; Gerald R. Allen; Mark V. Erdman
ZOO INDONESIA Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v21i2.345

Abstract

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah melakukan penelitian di wilayah Papua dengan nama ekspedisi Wilayah Nusantara (EWIN). Penelitian dilakukan selama dua tahun di wilayah Raja Ampat, Papua Barat. Pada tahun 2007 penelitian dilakukan di Pulau Waigeo, sedangkan tahun 2008 di Pulau Batanta. Hasil penelitian di kedua pulau tersebut mengindikasikan tingginya tingkat endemisitas dan beberapa diantaranya merupakan jenis baru. Sekalipun penelitian di wilayah Papua banyak mendapatkan hasil yang menarik, namun sayangnya tidak dapat dilanjutkan. Beranjak dari hasil tersebut berhasil dijalin kerjasama penelitian dengan Conservation International (CI) Indonesia Marine Program. Penelitian dilakukan di 24 stasiun penelitian di wilayah perairan Kaimana, Papua Barat. Hasilnya sangat menarik, diperoleh 55 jenis ikan dari 20 familia, tujuh jenis diantaranya diperkirakan merupakan jenis baru yaitu: Melanotaenia sp., Glossamia sp., Pseudomugil sp1, Pseudomugil sp2, Mogurnda sp., Glossogobius sp. dan Gobiopterus sp. Dua jenis pertama telah dideskripsi pada tahun 2011 yaitu Melanotaenia mairasi Allen & Hadiaty, 2011 dan Glossamia arguni Hadiaty & Allen, 2011. Jenis lainnya masih perlu diteliti lebih lanjut.
Hubungan Filogenetik Phrynella pulchra Boulenger, 1887 Berdasarkan Gen 16S rRNA Farid Akhsani; Amir Hamidy; Achmad Farajallah; Eric N. Smith
ZOO INDONESIA Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v26i2.3721

Abstract

Phrynella merupakan marga monotipik yang sejauh ini hanya terdiri dari satu jenis, yakni Phrynella pulchra. Jenis ini terdistribusi di Semenanjung Malaysia, Sumatra dan Pulau Mentawai. Kami mengevaluasi status taksonomi populasi yang berasal dari Sumatra menggunakan data sekuen dari gen 16S rRNA mitokondria. Hubungan filogenetik dianalisis menggunakan Neighbour Joining (NJ), Maximum Likelihood (ML), Bayesian Inference Analisys (BI) dan Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Means (UPGMA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa P. pulchra adalah kelompok monofiletik terhadap anggota luar (Metaphrynella, Kaloula dan Micryletta). Kelompok monofiletik P. pulchra terbagi menjadi dua kelompok besar: Sumatra dan Semenanjung Malaysia. Kelompok Sumatra terdiri dari dua subkelompok: Aceh dan Sumatra Utara- Bengkulu. Jarak genetik (uncorrected p-distance) antara populasi Semenanjung Malaysia dan Sumatra berkisar antara 1,1 sampai 2,0%, sedangkan di dalam populasi Sumatra berkisar antara 0,0 sampai 1,1%. Rendahnya jarak genetik populasi Semenanjung Malaysia dengan Sumatra secara taksonomi menunjukkan populasi tersebut masih berada pada tingkat Jenis yang sama.
KEANEKARAGAMAN MAMALIA KECIL DI HUTAN LINDUNG GUNUNG LUMUT, KABUPATEN PASIR, KALIMANTAN TIMUR Agustinus - Suyanto
ZOO INDONESIA Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v17i1.119

Abstract

Suyanto, A. 2008. Biodiversity of small mammals in Gunung Lumut protectedforest, Pasir District, East Kalimantan. Zoo Indonesia 17(1): 1-6. Survey on thesmall mammals biodiversity was conducted by trapping, mistnetting, harp trapping,and interview in the Protected Forest of Gunung Lumut, District of Pasir, EastKalimantan Province for three weeks on November-December 2005. The surveyresulted 110 specimens representing 18 species, and from the interview resultedadditional information of six species, bringing the total number of observed smallmammals was 20.5 % of the total small mammals known lived in Kalimantan. Fourspecies of small mammals were endemic to Kalimantan and three species wereprotected by Indonesian Law. The result of survey was expected to support thechange of status from protected forest to national park.
A NEW RECORD OF THE MALAYAN MOUNTAIN KEELBACK Amphiesma inas Laidlaw, 1901 (OPHIDIA: COLUBRIDAE; NATRICINAE) FROM SUMATRA Mumpuni Mumpuni
ZOO INDONESIA No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v0i28.2371

Abstract

PERBANDINGAN KARAKTER MERISTIK PADA Varanus salvator macromaculatus Deraniyagala, 1944 DARI POPULASI WILAYAH SUMATERA Sri Catur Setyawatiningsih; Evy Ayu Arida; Dedy Duryadi Solihin; Arief Boediono; Wasmen Manalu
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i2.680

Abstract

Karakter meristik (hitung sisik) merupakan karakter pendiagnosa dalam mencandra biawak, termasuk Varanus salvator complex. V. s. macromaculatus tersebar paling luas di antara anak jenis Biawak Air sehingga diduga memiliki variasi morfologi. Hal tersebut ditunjukkan adanya ketumpangtindihan hitung sisik V.s. macromaculatus dengan anak jenis lainnya. Maka hitung sisik bukan sebagai karakter pendiagnosa yang mandiri. Oleh karenya digunakan pola warna sebagai karakter pendiagnosa lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakter hitung sisik dan pola warna tubuh V.s. macromaculatus asal Pulau Sumatera dan pulau-pulau satelitnya serta Pulau Jawa untuk melihat kekonsistenan dan kemandirian karakter meristik pada anak jenis tersebut. Kami juga mengidentifikasi karakter hitung sisik yang membedakan dua anak jenis, yaitu V.s. macromaculatus dan V.s. bivittatus. Karakter hitung sisik di bagian tengah tubuh (karakter S) dan pola warna tubuh dapat digunakan untuk membedakan populasi Biawak Air asal Pulau Simeulue dengan setiap populasi yang diteliti (populasi asal Pulau Sumatera, Pulau Batam, Pulau Kundur, dan Pulau Jawa). Karakter S bersifat konsisten dan bukan sebagai karakter pendiagnosa mandiri. Hitung sisik di sekitar pangkal ekor (karakter Q) dapat membedakan anak jenis Biawak Air, yaitu V.s. macromaculatus dan V.s. bivittatus dalam penelitian ini.

Page 4 of 27 | Total Record : 264


Filter by Year

1983 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 33, No 1 (2024): Juli 2024 Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023 Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 31, No 1 (2022): Juli 2022 Vol 30, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021 Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 29, No 1 (2020): Juli 2020 Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 28, No 1 (2019): Juli 2019 Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 27, No 1 (2018): Juli 2018 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 More Issue