cover
Contact Name
Dr. Juniawan, S.P., M.Si
Contact Email
juniawanwi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sugiartosumas@kemnaker.go.id
Editorial Address
Sekterariat DPP Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia: Gedung Atmodarminto, BPPK Kemenkeu Jl. Purnawarman No. 99, Kebayoran Baru, Jakarta
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Widyaiswara Indonesia
ISSN : 27227464     EISSN : 27212440     DOI : -
Jurnal Widyaiswara Indonesia (JWI) menerima naskah Karya Tulis Ilmiah (KTI) dari para widyaiswara se-Indonesia, pejabat fungsional tertentu, serta dari penulis umum lainnya, termasuk mahasiswa sarjana dan pascasarjana. Naskah KTI yang dapat diterbitkan pada Jurnal Widyaiswara Indonesia adalah naskah KTI berjenis kajian (research) dan berjenis ulasan (review), serta untuk naskah orasi calon widyaiswara ahli utama. JWI terbit secara berkala pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 02 (2024): Juni 2024" : 5 Documents clear
Model Pengelolaan Bentang Alam Terpadu Sebagai Solusi Pengendalian Karhutla Panjaitan, Raffles
Jurnal Widyaiswara Indonesia Vol. 5 No. 02 (2024): Juni 2024
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56259/jwi.v5i02.252

Abstract

Pengendalian karhutla (intergrated landscape management) merupakan metode yang paling efektif dalam mengurangi jumlah kejadian karhutla. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang mengintegrasikan peran pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemegang izin konsesi pengelola lahan gambut, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan pengelola gambut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu upaya pencegahan karhutla adalah dengan mempertahankan tinggi muka air tanah maksimum 40 centimeter, membuat kanal dan sekat kanal yang mengikuti kontur, melakukan sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar, serta memberikan insentif pemanfaatan kayu dari lahan masyarakat untuk diversifikasi produk pertanian. Diversifikasi produk berupa pembuatan cuka kayu, budidaya jamur, pupuk kompos, usaha perikanan, dan peternakan akan dapat mengurangi pembukaan lahan dengan cara membakar. Dengan upaya tersebut, luas karhutla tahun 2019 yang mencapai 13.56,00 ha, menurun drastis pada tahun 2020 menjadi 292,79 ha. Model pengelolaan terpadu ini menjadi solusi permanen dalkarhutla. Selain itu dapat juga digunakan untuk bahan diseminasi kepada masyarakat luas dan para pemilik konsesi serta dapat juga digunakan sebagai bahan penyusunan kurikulum pelatihan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu pejabat Pengendali Ekosistem Hutan, Polisi Hutan, Penyuluh Kehutanan dan non ASN terutama anggota Manggala Agni.
Analisis Implementasi Materi Pelatihan Nusantara Sehat Berbasis Tim Pada Puskesmas Daerah Terpencil Perbatasan Kepulauan (DTPK) Gahayu, Sri Asih
Jurnal Widyaiswara Indonesia Vol. 5 No. 02 (2024): Juni 2024
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56259/jwi.v5i02.262

Abstract

Pelatihan Nusantara Sehat berbasis tim langkah lanjut dari Program Nusantara Sehat yang merupakan Program Unggulan dari Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan atau menguatkan pelayanan Kesehatan primer di daerah terpencil perbatasan kepulauan (DTPK). Peserta program Nusantara Sehat adalah para tenaga profesional kesehatan yang terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian yang merupakan tim dalam pelayanan kesehatan primer untuk ditempatkan di Puskesmas selama 2 tahun. Evaluasi Pasca pelatihan pada Desember 2019 ditemukan beberapa poin penting untuk pertimbangan lebih lanjut yang terkait materi Pelatihan yaitu materi belum optimal menunjang kompetensi Tenaga Kesehatan, waktu pelatihan yang terlalu lama, modul pelatihan tidak tersedia, dan pelaksanaan evaluasi pelatihan yang belum optimal. Untuk itu perlu dilakukan kajian mendalam secara akademis dengan metode kualitatif terhadap data evaluasi pasca Pelatihan tentang kesesuaian materi yang diberikan pada saat pelatihan dengan kebutuhan aplikatif di Puskesmas, implementasi materi yang diperoleh saat pelatihan, implementasi Rencana Usulan Kegiatan Nusantara Sehat (RUKUNS), faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi materi pelatihan di Puskesmas dan .gambaran manfaat keberadaan tim Nusantara Sehat terhadap performa Puskesmas. Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar materi pelatihan sudah sesuai dan dapat diimplementasikan di Puskesmas, RUKUNS: sebagian besar 19 Puskesmas belum melaksanakan, sementara 12 Puskesmas sudah melaksanakan dgn variasi 20% s.d 72%, ada faktor pendukung dan penghambat, yaitu Puskesmas mendapatkan materi pelatihan yang uptodate, dan hanya Sebagian kecil yg menemukan hambatan dalam implementasi Materi Pelatihan,dan Tim Nusantara Sehat dinilai membawa kontribusi positif terhadap performa dan sangat membantu Puskesmas. Saran untuk penelitian ini diharapkanBalai Besar pelatihan Kesehatan Ciloto bersama program terkait dari Kementerian Kesehatan yang merencanakan Program Pelatihan Nusantara Sehat Tim ini dapat memperbaharui struktur program Pelatihan dengan memprioritaskan materi yang sudah sesuai dan dapat diaplikasikan di Puskesmas DTPK. Untuk materi Pelatihan yang kurang diimplementasikan di Puskesmas, dapat dipertimbangkan untuk di kurangi jam pelajarannya dan ditelaah kembali untuk kemanfaatannya. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas untuk bisa mempertimbangkan dan membantu pelaksanaan Rencana Usulan Kegiatan Nusantara Sehat RUKUNS yang sudah dibuat oleh Tim Nusantara Sehat, dengan cara melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan pembuatan petunjuk teknis pelaksanaan RUKUNS. Kementerian Kesehatan dapat memfasilitasi Tim Nusantara Sehat ini di setiap Puskesmasnya sejak di mulai saat Pelatihan berlangsung sampai dengan penghantaran ke Lokasi penempatan Puskesmas DTPK oleh pendamping yang berasal dari Tim Fasilitator dan Widyaiswara, sehingga dapat terus memotivasi para individu dalam tim untuk bisa nantinya beradaptasi di lokasi Puskesmas DTPK
Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pada Alumni Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Taruh, Ferdinatus
Jurnal Widyaiswara Indonesia Vol. 5 No. 02 (2024): Juni 2024
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56259/jwi.v5i02.250

Abstract

Tujuan dari penelitian ini : 1) mengeksplorasi dan memaparkan implikasi dari kompetensi lulusan pelatihan PIM IV terhadap kinerja, 2) menganalisis dan menjelaskan dampak kemampuan lulusan pelatihan PIM IV terhadap motivasi kerja, 3) mengevaluasi dan menjelaskan efek motivasi kerja terhadap kinerja lulusan pelatihan PIM IV, dan 4) menganalisis serta menjelaskan secara bersamaan pengaruh kemampuan dan motivasi kerja terhadap kinerja lulusan pelatihan PIM IV dalam konteks organisasi pemerintahan. Metode penelitian ini melibatkan survei dengan populasi sebanyak 99 individu, dengan menggunakan metode convenience sampling untuk sampel penelitian sebanyak 92 orang. Temuan dari penelitian ini menyatakan kompetensi memiliki efek positif terhadap performa, dan juga memiliki imbas efektif pada motivasi kerja. Selain itu, motivasi kerja juga memiliki efek positif terhadap performa dan kemampuan. Rekomendasi dari penelitian ini kiranya bisa memberikan kontribusi bagi manajer - manajer dalam merumuskan kebijakan untuk meningkatkan kinerja ASN di masa Mendatang.
Implementasi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah pada Entitas Pelatihan Aparatur Pemerintah Kahfi, Muhammad
Jurnal Widyaiswara Indonesia Vol. 5 No. 02 (2024): Juni 2024
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56259/jwi.v5i02.270

Abstract

Beberapa masalah yang dihadapi BPSDM secara umum termasuk kurangnya sinkronisasi perencanaan pengembangan kompetensi ASN dan mekanisme proses pengadaan barang dan jasa yang tidak efisien. Oleh karena itu, perlu upaya untuk menjawab tantangan tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan kesiapan BPSDM dalam berbagai hal, termasuk teknis pembentukan BLUD; peran BPSDM dalam pengelolaan pendapatan, belanja, dan pembiayaan BLUD dan cara yang fleksibel dalam pengelolaan keuangan BLUD. Penelitian ini menggunakan sumber data berupa observasi dan wawancara dengan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan studi kasus. Kemudian, analisis data yang digunakan adalah dengan mereduksi data, kemudian disajikan dan terakhir disimpulkan. Sebagai hasil analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa proses teknis yang diperlukan untuk mendirikan BLUD harus memenuhi beberapa persyaratan administratif, substantif, dan teknis. Selanjutnya, pasal 209 PP Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah membahas peran BPSDM dalam pengelolaan pendapatan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang BLUD adalah dasar untuk menjalankan pengelolaan keuangan BLUD. Peraturan ini memberikan BLUD fleksibilitas dalam pengelolaan keuangannya, termasuk pengelolaan pendapatan dan belanja, kas, utang, piutang, investasi, barang, SDM, dan remuneran.
Evaluasi Reaksi Peserta Pelatihan Teknis pada Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah III Jakarta Tambunan, Parlin; Nurcahya , Abbima Indra; Putranto , Kristo; Muhammad Rizky Illahi
Jurnal Widyaiswara Indonesia Vol. 5 No. 02 (2024): Juni 2024
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56259/jwi.v5i02.323

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis reaksi peserta pada penyelenggaraan pelatihan teknis di Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah III Jakarta, mulai bulan Januari sampai dengan Desember 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan model evaluasi Kirkpatrick. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner data yang diinput ke sibangkoman. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi pengajar dan evaluasi manajemen pada penyelenggaraan pelatihan Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah III Jakarta sudah Tinggi atau Baik tetapi masih perlu ditingkatkan untuk kedua aspek tersebut karena belum mencapai kategori Sangat Baik. Pada aspek materi pelatihan dan penyelenggaraan pelatihan masih dalam kategori Tinggi atau Baik. Kepuasan peserta pelatihan menjadi penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pelatihan karena peserta akan termotivasi apabila proses pelatihan berjalan sangat memuaskan yang pada akhirnya akan memunculkan reaksi dari peserta yang menyenangkan. Sebaliknya, apabila peserta tidak merasa puas terhadap proses pelatihan yang diikutinya maka peserta tidak akan termotivasi untuk mengikuti kegiatan pelatihan lebih lanjut. The purpose of this study was to analyze the participants' reactions to the implementation of Technical Training at the PUPR Competency Development Center Region III Jakarta, from January to December 2022. The method used in this research is a quantitative descriptive method using the Kirkpatrick evaluation model. Data collection was carried out using a data questionnaire which was inputted to Sibangkoman. The results showed that the Teacher Evaluation and Management Evaluation in the implementation of the PUPR Competency Development Center Region III Jakarta training were High or Good but still needed to be improved for these two aspects because they had not yet reached the Very Good category. In the aspect of training material and training implementation it is still in the High or Good category. The satisfaction of the training participants is important in determining the success of the training because the participants will be motivated if the training process runs very satisfactorily which in the end will elicit pleasant reactions from the participants. Conversely, if the participants are not satisfied with the training process they are participating in, then the participants will not be motivated to take part in further training activities.

Page 1 of 1 | Total Record : 5