cover
Contact Name
Erna Yovi Kurniawati
Contact Email
jurnal.ilmukebidanan@gmail.com
Phone
+6287739122352
Journal Mail Official
jurnal.ilmukebidanan@gmail.com
Editorial Address
Kampus Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Jl Pemuda Gandekan Bantul Yogykarta 55711
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JIK (Jurnal Ilmu Kebidanan)
ISSN : 24076872     EISSN : 25794027     DOI : 10.48092
Core Subject : Health,
JIK terbit pertama kali pada tahun 2014 dalam versi cetak, dan dipublikasikam secara online pada tahun 2015. Tujuan Jurnal Ilmu Kebidanan adalah menyebarluaskan hasil penelitian dan meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah melalui pendekatan interdisipliner dan multidisiplin. Proses pengiriman manuscript terbuka sepanjang tahun. Semua manuscript yang dikirimkan akan melalui peer review dan editorial blind review sebelum disetujui untuk diterbitkan. Terbit pertama kali pada tahun 2014, JIK telah menggunakan Open Journal System yang mewajibkan semua penulis untuk mendaftar terlebih dahulu sebelum diperbolehkan mengupload manuscript yang mereka tulis secara online. Setelah itu, editor, peer reviewer, dan penulis dapat memantau proses pembuatan manuscript. Jurnal Ilmu Kebidanan (JIK) merupakan jurnal yang dikembangkan untuk menyebarluaskan dan membahas literatur ilmiah dan penelitian lainnya tentang perkembangan kesehatan khususnya kebidanan. JIK dimaksudkan sebagai media komunikasi antar stakeholders penelitian kesehatan seperti peneliti, pendidik, mahasiswa, praktisi serta masyarakat umum yang memiliki kepentingan terhadap hal tersebut. Jurnal Ilmu Kebidanan memuat manuscript Ilmu Kesehatan yang meliputi: Kebidanan Kesehatan Reproduksi Kesehatan Ibu dan Anak Kebidanan Komunitas Keluarga Berencana Kebijakan Kesehatan (Kebidanan) Pendidikan Kebidanan Teknologi Kesehatan (Kebidanan)
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Juni" : 12 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN WAKTU PENYAPIHAN PADA ANAK DI BAWAH DUA TAHUN Esti Nugraheny; Rizka Putri Amalia
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data diketahui bahwa 50% kelompok anak di bawah dua tahun di Indonesia disapih pada usia 19 bulan sehingga perlu diketahui faktor apa saja yang berhubungan dengan waktu penyapihan lebih awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu penyapihan pada anak di bawah dua tahun di Dusun Gumulan Desa Caturharjo Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 56 orang ibu yang memiliki anak di bawah usia dua tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2015- Mei 2016 dengan menggunakan instrumen ceklist dan kuesioner. Kuesioner tentang pengetahuan telah dilakukan uji reliabilitas dengan hasil 0,931 reliabel dan kuesioner tentang informasi dengan hasil 0,938 reliabel. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu bekerja lebih dini dalam melakukan penyapihan (67,9%) dengan p value 0,01, sebagian besar ibu dengan pengetahuan cukup melakukan penyapihan lebih dini (47,5%) dengan p value 0,00, sebagian besar ibu dengan pendidikan rendah lebih dini dalam melakukan penyapihan (64,3%) dengan p value 0,00, namun pada faktor informasi tidak mempengaruhi waktu penyapihan dengan p value 0,83. Disimpulkan bahwa ada pengaruh antara faktor pekerjaan, pengetahuan yang cukup, dan pendidikan yang rendah dengan waktu penyapihan, namun pada faktor informasi tidak signifikan mempengaruhi penyapihan. Perlu upaya peningkatan pengetahuan pada ibu menyusui melalui program kelompok pendamping ASI dengan monitoring evaluasi yang berkesinambungan.
GAMBARAN POLA ASUH ORANG TUA PADA SISWA SMA N 1 PAJANGAN BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2015 Arifah Istiqomah; Ade Ristha Dharma Putri
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk Indonesia 19% adalah remaja, yang mengakses teknologi seperti internet terbanyak adalah remaja. Perkembanganjaman yang diikuti semakin canggihnya teknologi namun tidak diiringi oleh pengawasan orang tua yang baik menyebabkan remaja dengan mudah mendapatkan berbagai macam informasi, menyebabkan tingginya kasus penyimpangan pada anak seperti tawuran, minum-minuman keras, pencurian, hingga hamil di luar nikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik responden dan gambaran pola asuh orang tua pada siswa SMAN 1 Pajangan Bantul. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 63 orang dengan menggunakan teknik sampling Cluster Random Sampling. Lokasi pembagian checklist penelitian di SMA N 1 Pajangan Bantul pada bulan April 2015 dan instrumen yang digunakan adalah checklist. Hasil Penelitian yang diperoleh yaitu karakteristik responden didominasi oleh umur 40-50 tahun sebanyak 48 orang (76,2%), berpendidikan terakhir SMA sebanyak 37 orang (58,87%), berasal dari suku jawa sebanyak 59 orang (93,65%), berpenghasilan diatas 1,1 juta atau diatas UMR sebanyak 24 orang (38,10%), beragama Islam sebanyak 58 orang(92,06%). Gambaran pola asuh orang tua pada siswa SMA N 1 Pajangan yaitu orang tua menggunakan pola asuh otoriter sebanyak satu orang (1,59%), demokratis 24 orang (38,10%), permisif tiga orang (4,76%), dan campuran sebanyak 35 orang (55,55%). Disimpulkan bahwa gambaran pola asuh orang tua pada siswa SMA N 1 Pajangan lebih banyak menggunakan pola asuh campuran.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG METODE MEMPERLANCAR PENGELUARAN AIR SUSU IBU (ASI) Eva Restu Wijayanti; Elvika Fit Ari Shanti
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI penting bagi bayi. Riskesdas (2010) melaporkan jumlah bayi yang menyusui sampai enam bulan (ASI Eksklusif) hanya 15,3%, sedangkan target Indonesia sehat tahun 2010 adalah sebanyak 80%. Dengan adanya metode memperlancar pengeluaran ASI diharapkan dapat meningkatkan pemberian ASI Eksklusif. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Banguntapan 1 Bantul Yogyakarta terhadap sepuluh (27,5%) ibu nifas, delapan (22%) ibu nifas belum mengetahui tentang metode memperlancar pengeluaran ASI, dan dua (5,50%) sudah mengetahui metode memperlancar pengeluaran ASI seperti perawatan payudara dan pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu nifas tentang metode memperlancar pengeluaran ASI di Puskesmas Banguntapan l Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross secsional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 orang ibu nifas. Teknik pengambilan sampel yaitudengan total sampling, dengan jumlah sampel adalah 30 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan analisis univariate, variabel penelitian menggunakan satu variabel. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa gambaran tingkat pengetahuan tentang metode memperlancar pengeluaran ASI di Puskesmas Banguntapan 1 Bantul, Yogyakarta dalam kategori cukup yaitu 18 responden (60,0%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan ibu nifas tentang metode memperlancar pengeluaran ASI di Puskesmas Banguntapan 1 Bantul Yogyakarta dalam kategori cukup sebanyak 18 (60,0%), kurang sebanyak delapan (26,7%), dan baik sebanyak empat (13,3%).
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Devillya Puspita D; Selty Tingubun
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah status gizi. Status gizi dipengaruhi secara langsung oleh asupan makanan gizi seimbang untuk remaja dan penyakit infeksi. Asupan gizi yang sangat mempengaruhi pertumbuhan, fungsi organ tubuh yang menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi dan akan berdampak pada gangguan siklus menstruasi. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan terhadap lima belas siswi. Sebanyak delapan (85,75%) remaja putri dengan status gizi kurang dengan siklus menstruasi normal dan yang tidak normal 12,5%. Sebanyak enam (66,66%) remaja putri dengan status gizi normal dengan menstruasi normal dan yang tidak normal 33,33%. Sebanyak satu orang remaja putri dengan status gizi lebih yang mengalami siklus mesntruasi tidak normal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan siklus menstruasi remaja putri di SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 118 siswi. Teknik pengambilan sampel mengunakan proportionalrandom dengan jumlah sampel 91 siswi. Analisis data Bivariate menggunakan uji Chi Square menunjukkan ada hubungan antara status gizi dan siklus menstruasi di SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta dengan p value < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara status gizi dan siklus menstruasi di SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta.
HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA TENTANG MENARCHE DENGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI SEKOLAH DASAR Sri Sundari; Naomi P.H. Panjaitan
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja putri usia 10-13 tahun telah mengalami menarche (haid pertama), namun remaja putri belum siap menghadapi perubahan fisik dan merasa takut dengan keluarnya darah dari kemaluan. Hal ini membuat remaja putri merasa takut dan atau cemas menghadapi menarche, sehingga menimbulkan fobia atau hypochondria terhadap menstruasi terjadi karena kurangnya pengetahuan atau tidak adanya dukungan dari orang tua yang menjelaskan tentang menarche, karena itu dukungan orang tua sangat diperlukan dalam persiapan menghadapi menarche agar siswi tidak merasa cemas menghadapi menarche. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua tentang menarche dengan tingkat kecemasan menghadapi menarche pada siswi SD Negeri 2 Kadipiro Kasihan Bantul Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian analitik korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian semua siswi SD Negeri 2 Kadipiro Kasihan Bantul Yogyakarta yang berusia 10-13 tahun. Teknik sampling menggunakan total sampling, jumlah sampel sebanyak 34 siswi. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik sperman rank. Berdasarkan hasil analisis diketahui sebagian besar dukungan orang tua dalam kategori cukup sebanyak 14 responden (41,2%), sebagian besar tingkat kecemasan siswi dalam kategori sedang sebanyak 12 responden (35,3%). Uji sperman rank diperoleh p = 0,002 lebih kecil dari 0,005 (p<0,05). Ada hubungan dukungan orang tua tentang menarche dengan tingkat kecemasan menghadapi menarche pada siswi SD Negeri 2 Kadipiro Kasihan Bantul Yogyakarta. Diperlukan komunikasi orang tua yang lebih sering untuk memberikan informasi tentang menarche agar anak menjadi lebih siap menerima perubahan fisik yang terjadi selama menarche.
HUBUNGAN INDUKSI PERSALINAN PERVAGINAM DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Margiyati; Uni Kurniawati
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi dengan rincian asfiksia 37%, prematur 34%, sepsis 12%, dan kelainan bawaan 17% (Kemenkes RI 2013). A K B di Yogyakarta tahun 2013 adalah 9,38 per 1000 kelahiran hidup dengan jumlah kasus kematian sebesar 116 kasus, penyebab antara lain asfiksia neonatorum 47 kasus (40,5%), dehidrasi satu kasus (0,8%), pneumonia 5 kasus (4,3%), kelainan bawaan 29 kasus (25 %), BBLR 18 kasus (15,5%), lainnya 16 kasus (13, 7%) (profil Dinkes DIY 2013). asfiksia merupakan urutan pertama dari kasus bayi yang dirawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul dan pada tahun 2015 terdapat 145 induksi persalinan pervaginam dengan kejadian asfiksia 47 kasus. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan induksi persalinan pervaginam dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2015. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian case control dan menggunakan pendekatan waktu retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin pervaginam dengan tindakan induksi di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2015. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 145 subjek penelitian. Pengumpulan data menggunakan rekam medik. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi Chi square hasil penelitian menunjukkan x2 Hitung (6.203) > x2 tabel (5. 991) dengan P value yaitu 0.045 (p value < 0,05), maka HO ditolak, sehingga ada hubungan antara persalinan induksi dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Kesimpulan yaitu ada hubungan induksi persalinan pervaginam dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2015.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KEPUTIHAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI Anggit Eka Ratnawati; Dewi Utami
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Yogyakarta (2009), jumlah remaja putri yang terinfeksi alat reproduksi sebanyak 12 orang (0,013%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang keputihan dengan upaya pencegahan keputihan pada remaja putri di SMP N 3 Jetis Bantul Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas VIII dari SMP N 3 Jetis Bantul Yogyakarta dengan jumlah 100 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportionnate random sampling, sampel berjumlah 80 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang sebelumnya telah dilakukan uji validitas dengan hasil 30 soal valid tentang keputihan dan 16 soal valid tentang upaya pencegahan dan uji reliabilitas dengan hasil 0,755. Data dianalisis dengan menggunakan Spearman Rho. Hasil dari penelitian ini yaitu remaja memiliki pengetahuan tentang keputihan cukup sebanyak 63 siswi (78%), dan upaya pencegahan tentang keputihan dalam kategori cukup sebanyak 58 siswi (72%). Hubungan pengetahuan tentang keputihan dengan upaya pencegahan keputihan pada remaja putri, dengan nilai signifikansi pada hasil menunjukkan (p=0,000<0,05), dengan nilai r sebesar 0,413 sehingga masuk kategori sedang. Ada hubungan pengetahuan tentang keputihan dengan upaya pencegahan keputihan pada remaja putri di SMP N 3 Jetis, Bantul, Yogyakarta dengan kategori sedang. Diharapkan remaja dapat selalu menjaga kebersihan diri terutama daerah kewanitaan dengan benar sehingga dapat mencegah terjadinya masalah gangguan reproduksi.
HUBUNGAN TINGKAT LUKA PERINEUM DENGAN KECEMASAN DALAM MELAKUKAN ELIMINASI PADA IBU NIFAS Yuni Uswatun Khasanah; Ayu Widati
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka perineum mempunyai pengaruh terhadap kesehatan, gangguan kesehatan tersebut meliputi gangguan libido 38,2%, orgasme 56,4% dan yang terbanyak adalah gangguan nyeri yang mencapai 70,9%. Dampak nyeri yang ditimbulkan antara lain pada psikologis adalah kecemasan, stres, bahkan traumatik, takut terluka dan depresi. Salah satu kecemasan yang sering munculpada ibu nifas adalah kecemasan dalam melakukan eliminasi. Untuk mengetahui hubungan tingkat luka perineum dengan kecemasan dalam melakukan eliminasi pada ibu nifas di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas dengan luka perineum yang dirawat di ruang Alamanda Dua dan Alamanda Tiga di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Pengumpulan data menggunakan rekam medik dan kuesioner. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji analisa data menunjukkan bahwa nilai p = 0,002 < 0,05, yang artinya jika p < 0.05 berarti Ho ditolak Ha diterima berarti menyatakann bahwa ada hubungan Luka Tingkat Perineum dengan Kecemasan dalam Melakukan Eliminasi pada Ibu Nifas di RSUD Panembahan Senopati Bantultahun 2016, dengan nilai signifikansi dengan r senilai 0,552 sehingga keeratan hubungan dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat luka perineum mempengaruhi kecemasan dalam melakukan eliminasi pada ibu nifas.
PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP SUHU BADAN BAYI BARU LAHIR Tuti Rohani
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi, ASI eksklusif dapat menurunkan angka kematian bayi, berdasarkan penelitian bahwa inisiasi menyusu dini merupakan faktor keberhasilan ASI eksklusif. Inisiasi belum banyak dilakukan karena anggapanbayi akan kedinginan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap suhu badan bayi satu jam setelah lahir. Jenis penelitian eksperimen dengan desain Postest-Only Control Group Design. Lokasi penelitian di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta. Subjek penelitian adalah semua bayi lahir normal dan cukup bulan (aterm). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel 30, yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 15 bayi sebagai kelompok perlakuan dan 15 bayi sebagai kelompok kontrol. Teknik analisis data menggunakan independent t-test. Inisiasi menyusu dini pada kelompok perlakuan mempengaruhi peningkatan suhu badan bayi satu jam setelah lahir dengan angka perbedaan 0,74667 dan p=0,000 yang berarti menunjukkan perbedaan yang signifikan. Inisisasi Menyusui Dini meningkatkan suhu badan bayi yang akan berpengaruh terhadap kemampuan bayi dalam mempertahankan suhu normal. Diperlukan komitmen yang baik dari petugas kesehatan khususnya penolong persalinan dalam mengimplementasikan IMD karena terbukti signifikan dapat menjaga kestabilan suhu tubuh bayi.
PENGARUH PEMBERIAN FERRO SULFAT BERBAGAI DOSIS TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS BUNTING (Rattus Norvegicus) Mustika Pramestiyani; Siti Fadhilah
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO, 2014) 40% kematian ibu di negara berkembang berhubungan dengan anemia pada kehamilan, sebagian besar disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut atau interaksi antar keduanya. Program Pemerintah sebagai upaya pencegahan dengan pemberian tablet besi kepada ibu hamil minimal 90 tablet selama kehamilan. Hiperglikemia selama kehamilan dapat menyebabkan komplikasi kehamilan, bagi ibu maupun janin. Penelitian Guariguata (2014) menunjukkan bahwa 16,9% wanita hamil di dunia mengalami hiperglikemi. Kelebihan zat besi merupakan salah satu faktor risikopotensial sebagai penyebab diabetes tipe dua (Rajpathak, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ferro sulfat berbagai dosis terhadap kadar glukosa darah pada tikus bunting (Rattus norvegicus). Desain penelitian adalah eksperimental dengan pendekatan posttest only control group design. Sampel adalah 24 ekor tikus yang dibagi menjadi empat kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok satu diberikan ferro sulfat dosis 30 mg/hari, kelompok dua diberi ferro sulfat dosis 60 mg/hari, kelompok tiga diberi ferro sulfat dosis 120 mg/hari. Perlakuan diberikan selama 21 hari. Pengambilan sampel darah pada vena ekor tikus bunting. Hasil penelitian ini yaitu pemeriksaan kadar glukosa darah tikus bunting menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signfikan kadar gula darah sewaktu/GDS (p < 0,05). Rerata kadar glukosa darah pada kelompok kontrol dan kelompok pemberian dosis 30 mg, 60 g dan 120 mg berturut-turut (150.67±31.07a,175.33±22.9b ,191.50±8.11c dan 215.5±18.59d) ditemukan peningkatan kadar glukosa darah seiring dengan bertambahnya dosis pemberian ferro sulfat. Kesimpulannya semakin tinggi dosis pemberian ferro sulfat dapat meningkatkan kadar glukosa darah pada tikus bunting.

Page 1 of 2 | Total Record : 12