cover
Contact Name
Ilham Wira Aristy
Contact Email
jurnalpromotor@uika-bogor.ac.id
Phone
+6282244870305
Journal Mail Official
jurnalpromotor@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Universitas Ibn Khaldun Jl. KH. Sholeh Iskandar KM. 2 Bogor 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26547899     EISSN : 26548127     DOI : http://dx.doi.org/10.32832/pro
Core Subject : Health,
Jurnal ini adalah wadah mahasiswa untuk Meningkatkan ketrampilan dan wadah informasi penelitian kesehatan bagi akademisi. Praktisi masyakarakt dan pemamgku kebijakan. Selain itu jurnal ini merupakan karya tulis ilmiah mahasiswa yang diharapkan dapat memeberikan masukan dan manfaat untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat
Articles 257 Documents
Hubungan Shift Kerja dengan Kelelahan Pekerja pada Bagian Produksi di PT. Heavenly Nutrition Indonesia Sonia Ariestiani
PROMOTOR Vol 5 No 6 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v5i6.8753

Abstract

PT. Heavenly Nutrition Indonesia merupakan industri manufaktur dibidang minuman dan makanan yang mengandung nutrisi yang baik untuk pencernaan. PT. Heavenly Nutrition Indonesia menerapkan 3 sistem kerja shift yaitu shift pagi, shift siang dan shift malam pada sub bagian produksi. Penelitian ini menggunakan pengambilan data melalui kuisioner untuk mengetahui apakah ada hubungan shift kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi. Dengan populasi 40 orang pekerja, sampel diambil total populasi pada tiga shift kerja yaitu shift pagi 16 orang, shift siang 12 orang dan shift malam 12 orang. Kelelahan kerja diukur dengan menggunakan kuesioner kelelahan secara subyektif skala Industrial Fatique Research Comitte (IFRC) yang dikategorikan menjadi 4 tingkat yaitu rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Hasil penelitian pada shift pagi (06.00-14.30WIB) bekerja selama 9 jam waktu kerja sebanyak 14 orang (87.5%) tingkat rendah, 2 orang (12.5%) tingkat sedang, dan tidak ada untuk tingkat tinggi. Hasil penelitian pada shift siang (14.00-22.30WIB) bekerja selama 9 jam waktu kerja sebanyak 11 orang (91.67%) tingkat rendah, 1 orang (8.33%) tingkat sedang, dan tidak ada untuk tingkat tinggi dan shift malam (22.00-06.00) WIB bekerja selama 9 jam waktu kerja sebanyak 8 orang (66.67%) tingkat rendah, 4 orang (33.33%) tingkat sedang, dan tidak ada untuk tingkat tinggi. Hasil uji Chi- Square menunjukan hasil (p=0,217) sehingga bisa disimpulkan tidak ada hubungan shift kerja dengan kelelahan pekerja produksi di PT. Heavenly Nutrition Indonesia.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Merokok pada Mahasiswa di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibn Khaldun Bogor Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 Novas Meriyadi
PROMOTOR Vol 5 No 6 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v5i6.8749

Abstract

Merokok merupakan suatu kebiasaan yang merugikan bagi kesehatan. Berdasarkan persentase prevalensi merokok tembakau tahun 2018, Penggunaan tembakau di Indonesia masih tergolong tinggi di kalangan dewasa dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok pada mahasiswa di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibn Khaldun Bogor Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibn Khaldun Bogor sebanyak 98 populasi. Teknik pengambilan sampel dari penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 53 responden. Analisis data yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian diperoleh variabel yang berhubungan dengan perilaku merokok variabel pengetahuan (p-value = 0,048), variabel sikap (p-value = 0,030) dan variabel teman sebaya (p-value = 0,04). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan anatara pengetahuan, sikap dan teman sebaya dengan perilaku merokok pada mahasiswa di fakultas ilmu kesehatan universitas ibn khaldun bogor tahun 2021.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Asi Ekslusif pada Balita Usia 6-24 Bulan di Puskesmas Gunung Sindur Tahun 2020 Suci Lestari Suryadi; Tika Noor Prastia; Ade Saputra Nasution
PROMOTOR Vol 5 No 6 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v5i6.8754

Abstract

ASI Eklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan atau minuman lain hingga balita berusia 6 bulan untuk meningkatkan pemeliharaan kesehatan anak. Pemberian ASI Ekslusif yang kurang sesuai dapat menyebabkan balita menderita gizi kurang dan gizi buruk yang akan berdampak pada gangguan psikomotor, kognitif, dan sosial serta gangguan pertumbuhan secara klinis. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada balita usia 6-24 bulan di Desa Pabuaran Kecamtan Gunung Sindur. Pendekatan penelitian dengan rancangan Cross Sectional. Sampel adalah ibu yang memiliki balita usia 6-24 bulan di Desa   Pabuaran Kecamatan Gunung Sindur berjumlah 75 orang yang diambil dengan teknik sampling proportional sampling. Variabel dependen adalah pemberian ASI eksklusif, sedangkan variabel independen meliputi pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan sikap, dukungan tenaga kesehatan dan dukungan suami. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui uji univariat dan bivariat. Hasil penelitian menggambarkan bahwa sebagian besar responden tidak memberikan ASI eksklusif pada balitanya (56,0%), tingkat pendidikan yang masih rendah (61,3%), tidak bekerja (77,3%), tingkat pengetahuan tentang ASI eksklusif yang masih rendah (58,7%), memiliki sikap yang positif tentang ASI eksklusif (73,3%), memiliki dukungan dari tenaga kesehatan yang baik (78,7%) dan memiliki dukungan dari suami yang baik (86,7%). pendidikan (p-value=0,043), pekerjaan (p-value=0,013), pengetahuan (p-value=0,039), dukungan tenaga kesehatan (p-value=0,022), dan dukungan suami (p-value=0,020) berhubungan signifikan dengan pemberian ASI eksklusif, sedangkan sikap (p-value=0,344) tidak berhubungan dengan pemberian ASI esklusif. Kesimpulan penelitian ini yaitu faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI ekslusif adalah pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dukungan tenaga kesehatan dan dukungan suami. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah sikap. Saran untuk Ibu menyusui agar diupayakan memberikan ASI esklusif.
Gambaran Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Rumah Sakit Semen Padang Hospital Tahun 2021 Andres Derryl Martin; Ruby Ginanjar; Ratih Fatimah
PROMOTOR Vol 5 No 6 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v5i6.8745

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit yang selanjutnya disingkat K3RS adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan rumah sakit melalui upaya pencegahan kecelakan kerja dan penyakit akibat kerja di rumah sakit. Tujuan Penelitian Mengetahui Gambaran penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Semen Padang Hospital. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskritif. Dengan Input Manajemen K3 menurut Permenkes no 66 tahun 2016, Proses berupa Manajemen risiko K3RS, pelayanan kesehatan kerja, pengelolahan bahan berbahaya dan beracun, pengelolahan prasarana dan pengelolahan peralatan medis, pengendalian kebakaran dan tangggap darurat, Dan Output Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja sesuai Permenkes no 66 tahun 2016. Dari penelitian ini menunjukan K3RS yang telah diterapkan di Rumah Sakit Semen Padang Hospital penilaian sebanyak 5 elemen dan 47 poin kriteria penilaian, setelah dilakukan penilaian Ceklis telah terpenuhi sebanyak 44 poin dari 47 poin kriteria penilaian bila dipersentasekan sebesar 93,6% dengan kategori yang memuaskan, meskipun dalam penerapannya masih ada beberapa kekurangan sebanyak 3 poin kriteria. Berdasarkan PP No.50 Tahun 2012 kategori sebesar (80-100%) merupakan kategori yang memuaskan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dalam penerapan K3RS di Semen Padang Hospital terbilang sudah memuaskan,akan tetapi di lapangan masih harus melakukan beberapa upaya peningkatan terutama dalam penyediaan APD sesuai dengan kebutuhan dibidangnya terutama bagian yang berhubungan langsung dengan B3 guna mengurangi potensi kecelakaan kerja maupun mencegah PAK (Penyakit Akibat Kerja) akibat dari proses kerja.
Hubungan antara Pengetahuan, Persepsi, dan Lingkungan Tempat Tinggal dengan Pelaksanaan 5M di Masa Pandemi Covid-19 pada Mahasiswa Fikes UIKA Bogor Tahun 2021 Nur Farhatul Fuadiyah; Eny Dwimawati; Wirda Syari
PROMOTOR Vol 5 No 6 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v5i6.8750

Abstract

WHO telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global yang ditularkan lewat transmisi dari manusia ke manusia. Pencegahan COVID-19 dengan cara mematuhi protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, persepsi, dan lingkungan tempat tinggal dengan pelaksanaan 5M di masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa FIKES, UIKA Bogor, tahun 2021. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner, dengan populasi 480 mahasiswa dan 91 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling. Cara pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan penentuan jumlah sampel menggunakan perhitungan rumus Lemeshow. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil dari 91 sampel, yaitu hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan 5M, nilai p-value = 0,077 (p >0,05) berarti tidak ada hubungan antara dua variabel tersebut. Hubungan persepsi dengan 5M, nilai p value = 0,357 berarti tidak ada hubungan antara dua variabel tersebut. Hubungan lingkungan tempat tinggal dengan 5M, nilai p value = 0,386 berarti tidak ada hubungan antara dua variabel tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku seperti faktor predisposisi lainnya, faktor pendukung dan faktor pendorong. Kesimpulannya bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan, persepsi dan lingkungan tempat tinggal dengan pelaksanaan 5M di masa pandemi COVID-19. Saran dari penulis yaitu masyarakat atau mahasiswa FIKES harus bisa menerapkan protokol kesehatan dengan optimal dan bisa menjadi contoh bagi orang lain.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Potensi Tertular Virus Sars-Cov-2 pada Petugas Kebersihan di Ruang Isolasi Covid-19 RS Medika Dramaga Kota Bogor Arini Ulfa Hidayatin
PROMOTOR Vol 5 No 6 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v5i6.8746

Abstract

COVID-19 dapat dengan mudah menular dari satu orang ke orang lain. Penularan dapat terjadi di mana saja termasuk petugas kebersihan. Petugas kebersihan yang bertugas di rumah sakit termasuk dalam kategori risiko paparan tinggi tertular COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penularan virus SARS- CoV-2 pada petugas kebersihan. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Variabel dependen penularan virus SARS-CoV-2 dan variabel independen berupa kepatuhan protokol kesehatan, sikap pekerja, penggunaan APD, dan kepatuhan terhadap peraturan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Chi-Square. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling   sebanyak 41 responden. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, maka diperoleh hasil variabel hubungan yang signifikan antara variabel kepatuhan protokol kesehatan, sikap pekerja, kesesuaian APD dengan penularan virus SARS-CoV-2. Hal ini dapat dilihat berdasarkan nilai p-value (p=0,000)<0,05. Diharapkan bagi petugas kebersihan dapat mematuhi protokol kesehatan demi membantu memutus rantai penularan COVID-19.
Gambaran Kepuasan Pasien Laboratorium di Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor Tahun 2020 Nur Fitri Julianti; Indira Chotimah; Siti Kholidjah Parinduri
PROMOTOR Vol 5 No 6 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v5i6.8751

Abstract

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi- tingginya di wilayah kerjanya. Sampai saat ini implementasi kegiatan puskesmas belum menunjukan hasil yang optimal, hal ini tercermin dari minat kunjungan pasien laboratorium dalam pelayanan puskesmas kemang yang sangat tinggi yaitu 72,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mutu pelayanan kesehatan terhadap minat kunjungan pasien laboratorium di puskesmas kemang kabupaten bogor tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 5562 responden dengan sempel 120 responden, teknik pengambilan sempel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling.. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan proposi terbanyak pada rentang umur 26- 35 tahun yaitu sebanyak 26,7%, responden yang jenis kelamin tinggi yaitu laki laki sebanyak 51,7%, tingkat kepuasan pasien laboratorium pelayanan kesehatan puskesmas sebanyak 72,5%, ada beberapa tingkat kepuasan pasien laboratorium dapat dilihat dari dimensi-dimensi yang dikaji berdasarkan teori SERVQUAL, responden yang menyatakan tangibles (wujud nyata) yaitu 75,0% dengan kategori memuaskan, responden yang menyatakan dimensi kehandalan (reliability) yaitu 77,5% dengan kategori memuaskan, responden yang menyatakan dimensi Responsiveness (daya tanggap) yaitu 91,7% dengan kategori memuaskan, responden yang menyatakan dimensi assurance yaitu 96,7% dengan kategori tidak memuaskan, dan responden yang menyatakan dimensi empathy yaitu 93,3% dengan kategori memuaskan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepuasan pasien laboratorium berdasarkan pelayanan laboratorium yang diberikan, lebih banyak yang menyatakan puas daripada tidak puas. Saran bagi puskesmas yaitu hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dan informasi bagi pengelolaan puskesmas untuk meningkatkan kunjungan pasien laboratorium pelayanan puskesmas maka perlu dilakukan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yaitu kompetensi dan motivasi kerja, mempromosikan puskesmas sebagai pusat kesehatan masyarakat yang bukan hanya melayani kuratif dan rehabilitatif tapi melayani promotif dan preventif juga, mempromosikan program-program puskesmas, membangun kedekatan dengan masyarakat sehingga menimbulkan perasaan positif terhadap puskesmas.