cover
Contact Name
Machrozi Alfian
Contact Email
machrozialfian@student.ub.ac.id
Phone
+6282280000315
Journal Mail Official
machrozialfian@student.ub.ac.id
Editorial Address
Tata Surya Malang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Hubungan Tingkat Pengetahuan Petugas Pengelola Obat dengan Tingkat Ketersediaan Obat Di Puskesmas Kota Malang
ISSN : -     EISSN : 2461114X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan petugas pengelola obat dengan tingkat ketersediaan obat di beberapa Puskesmas Kota Malang. Penelitian yang dilakukan merupakan observasional analitik cross sectional. Teknik pengambilan sampel responden adalah dengan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan petugas pengelola obat dan lembar pengumpul data tingkat ketersediaan yang dilihat dari data LPLPO
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017)" : 5 Documents clear
Hubungan Tingkat Pendidikan Formal Masyarakat terhadap Pengetahuan dalam Penggunaan Antibiotika Oral di Apotek Kecamatan Klojen Ivoryanto, Evelyne; Illahi, Ratna Kurnia
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotika merupakan obat yang paling banyak digunakan pada infeksi bakteri. Sekitar 40-62% antibiotika digunakan secara tidak tepat dan dapat menyebabkan resistensi. Perilaku kesehatan seseorang dipengaruhi oleh pengetahuannya, sedangkan pendidikan merupakan faktor prediktor kuat terhadap pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan formal (jenjang sekolah) masyarakat terhadap pengetahuan dalam penggunaan antibiotika oral di Apotek Kecamatan Klojen Kota Malang, di antaranya pada karakteristik gender dan usia. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah konsumen yang mengunjungi apotek di wilayah Kecamatan Klojen Kota Malang sebanyak 110 responden yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret hingga April 2016 dengan cara pengisian kuesioner dan wawancara. Penelitian ini telah disetujui oleh Komisi Etik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Data tingkat pendidikan formal dan tingkat pengetahuan selanjutnya dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai korelasi tingkat pendidikan formal terhadap tingkat pengetahuan dalam penggunaan antibiotika oral adalah 0,716. Nilai korelasi tingkat pendidikan formal terhadap tingkat pengetahuan pada gender perempuan adalah 0,783, sedangkan pada laki-laki adalah 0,616. Nilai korelasi tingkat pendidikan formal terhadap tingkat pengetahuan pada usia 18-28 tahun didapatkan sebesar 0,918, pada usia 29-39 tahun didapatkan sebesar 0,698, dan pada usia 40-50 tahun didapatkan sebesar 0,669. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan formal masyarakat berkorelasi positif terhadap tingkat pengetahuan dalam penggunaan antibiotika oral. Korelasi positif antara pendidikan formal dan tingkat pengetahuan dalam penggunaan antibiotika oral ditemukan tertinggi pada perempuan dan responden berusia 18-28 tahun.
PENGARUH SUHU DAN LAMA STERILISASI METODE PANAS KERING TERHADAP VISKOSITAS DAN DAYA SEBAR BASIS GEL ALGINAT Putri, Dina Christin Ayuning; Dwiastuti, Rini; Yuliani, Sri Hartati
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alginat merupakan polimer alami yang dapat digunakan dalam sediaan penutup luka. Penutup luka harus steril, sehingga tidak menimbulkan infeksi tambahan pada luka, sehingga perlu dilakukan sterilisasi. Proses sterilisasi dapat mempengaruhi sifat fisik sediaan yang terkait dengan penerimaan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama sterilisasi metode panas kering, terhadap viskositas dan daya sebar basis gel alginat. Gel alginat yang telah disterilisasi dengan variasi suhu dan durasi, diuji sterilitas, viskositas, dan daya sebarnya, Selisih (∆) nilai viskositas dan daya sebar basis alginat, dengan dan tanpa sterilisasi dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis test (∆ viskositas) dan ANAVA (∆ daya sebar). Data yang diperoleh menunjukkan bahwa suhu dan lama sterilisasi mempengaruhi penampilan, viskositas dan daya sebar basis gel algiant. Semakin tinggi suhu dan lama sterilisasi akan menyebabkan perubahan warna menjadi lebih gelap, menurunkan viskositas dan meningkatkan daya sebar basis gel alginat, yang ditunjukkan dengan meningkatnya nilai ∆ viskositas dan ∆ daya sebar. Proses sterilisasi dengan suhu terendah dan durasi terpendek yang tidak terlalu mempengaruhi sifat fisik basis gel alginat adalah pada suhu 130oC selama 120 menit.
Formulasi dan Evaluasi Sistem Dispersi Padat Ibuprofen dengan Polimer Dekstrosa dalam Sediaan Suppositoria permatsari, dahlia
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan klasifikasi BCS, ibuprofen tergolong ke dalam BCS kelas II yang memiliki kelarutan rendah dalam air. Metode dispersi padat telah banyak digunakan untuk meningkatkan laju disolusi obat dengan kelarutan rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kelarutan ibuprofen menggunakan metode dispersi padat dengan polimer dekstrosa pada sediaan suppositoria. Penelitian dilakukan dengan membuat suppositoria yang mengandung ibuprofen murni, dispersi padat ibuprofen: dekstrosa 1:1 dan 1:2. Pembuatan dispersi padat dilakukan dengan metode pelelehan. Karakterisasi yang dilakukan meliputi uji disolusi, XRD, waktu leleh dan keseragaman bobot suppositoria. Hasil uji difraksi sinar X menunjukkan bahwa terjadi penurunan intensitas pola difraksi ibuprofen pada dispersi padat dibandingkan dengan ibuprofen murni yang menunjukkan terjadinya penurunan derajat kristalinitas. Pengujian disolusi menunjukkan bahwa jumlah ibuprofen yang terdisolusi selama 120 menit dan efisiensi disolusi pada menit ke-120 meningkat pada suppositoria dengan sistem dispersi padat. Analisa statistik dengan Oneway Anova menunjukkan bahwa terdapat peningkatan persen terdisolusi dan efisiensi disolusi yang signifikan dari suppositoria yang mengandung dispersi padat dibandingkan dengan ibuprofen murni. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan dekstrosa sebagai polimer hidrofilik dalam dispersi padat dapat meningkatkan profil disolusi pada sediaan suppositoria berbasis lemak coklat. Formula dispersi padat yang optimum dalam meningkatkan profil disolusi adalah pada perbandingan ibuprofen dan dekstrosa sebesar 1:2.Kata Kunci: dekstrosa, dispersi padat, efisiensi disolusi, ibuprofenABSTRACTBased on Biopharmaceutical Classification System (BCS), ibuprofen belongs to class II which has a poor water solubility. Solid dispersion technique is widely used to improve dissolution rate of drugs with poor solubility. The aim of this study was to increase the solubility of ibuprofen by solid dispersion method in suppositories. Suppositories were prepared containing pure ibuprofen, solid dispersion of ibuprofen: dextrose in the ratio of 1:1 and 1:2. Solid dispersions were prepared by melting method. Suppositories were characterized by dissolution testing, X-ray diffraction, melting time and weight uniformity. The X-ray diffraction test results indicated that there is a decrease in intensity of peak diffraction of solid dispersion compared to pure ibuprofen which shows a decrease of degree of crystallinity. The dissolution test results showed that the amount of the ibuprofen dissolved during 120 minutes and dissolution efficiency in 120 minutes from suppositories were improved using solid dispersion technique. Statistical analysis by Oneway Anova showed a significant increases in percentage of dissolution and dissolution efficiency of suppositories containing solid dispersion compared to pure ibuprofen. The resulst of this study indicated that solid dispersion technique using dextrose as a hidrophylic polymers could improve dissolution properties of ibuprofen from cocoa butter based suppositories. The optimum solid dispersion formula containing ibuprofen and dextrose in the ratio of 1:2.Keywords: dextrose, dissolution efficiency, ibuprofen, solid dispersion.
Kejadian Efek Samping Potensial Terapi Obat Anti Diabetes Pada Pasien Diabetes Melitus Berdasarkan Algoritme Naranjo Achmad, Anisyah
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian Efek Samping Potensial Terapi Obat Anti Diabetes Pada Pasien Diabetes Melitus Berdasarkan Algoritme Naranjo  Oleh :Raden Joddy Sutama Putra, Anisyah Achmad, Hananditia Rachma PProgram Studi Farmasi, Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya MalangEmail : achmadanisyah@gmail.com Meningkatnya prevalensi penyakit diabetes melitus di Indonesia menyebabkan peningkatan penggunaan obat anti diabetes yang berpengaruh pada prevalensi kejadian efek samping. Untuk mengkaji efek samping pada penggunaan obat, digunakan Algoritme Naranjo, yang merupakan skala resmi di Indonesia untuk mengukur  potensi efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi efek samping terapi obat anti diabetes pada pasien diabetes melitus rawat jalan di Puskesmas Kota Malang. Penelitian ini sudah lolos kode etik dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Penelitian merupakan observasional dengan metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan menggunakan Algoritme Naranjo sebagai alat bantu pengukuran potensi efek samping. Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dan pengisian kuesioner oleh responden sebanyak 69 pasien. Dilakukan penghitungan jumlah skor Algoritme Naranjo dan pencocokan terhadap skala potensi efek samping. Pada hasil penelitian ditemukan efek samping potensial mual pada penggunaan Metformin 18,525 (Definite) dan Glimepiride 13,33% (Definite). Glibenklamid berpotensi menimbulkan efek samping hipoglikemia 15,79% (Definite). Kesimpulan penelitian adalah penggunaan obat anti diabetes dapat menimbulkan efek samping potensial berdasarkan pengukuran Algoritme Naranjo. Kata Kunci: Algoritma Naranjo, efek samping, diabetes melitus.
Pengaruh Mikrosfer Kitosan Minyak Kelapa Sawit pada Ginjal Mus musculus Diinduksi NTA Natalia, Maria Catur; Yunita, Ema Pristi; Triastuti, Efta
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NTA (Nekrosis Tubular Akut) merupakan sindrom GGA (Gagal Ginjal Akut) intrinsik karena kondisi iskemia atau paparan agen nefrotoksik. Hal tersebut menyebabkan banyak sel tubulus mengalami kematian dan menurunkan fungsi tubulus sehingga berakibat GGA. Proses peroksidasi lipid dapat menyebabkan NTA dan dihasilkan radikal bebas malondialdehida (MDA) yang dapat merusak fungsi sel. Minyak kelapa sawit dengan kandungan senyawa antioksidan mampu memperbaiki kondisi NTA dengan menghambat proses peroksidasi lipid sehingga kadar MDA menurun. Minyak kelapa sawit dengan pembawa kitosan dalam bentuk mikrosfer memungkinkan peningkatan bioavaibilitas minyak kelapa sawit sehingga dapat menembus ginjal. Studi experimental post-test only controlled group design dilakukan pada 24 Mus musculus yang terbagi dalam 6 kelompok yaitu kontrol positif (KP), kontrol negatif (KN), kelompok mikrosfer kitosan minyak kelapa sawit dosis 0,072 mg/gBB (P1) dan dosis 0,107 mg/gBB (P2), serta kelompok minyak kelapa sawit dosis 0,14 mg/gBB (P3) dan dosis 0,21 mg/gBB (P4). Variabel yang diukur adalah kadar  MDA menggunakan metode spektrofotometri (Na-TBA). Hasil menunjukkan kadar MDA dari yang tertinggi sampai yang terendah berturut-turut adalah KP, P1, P2, P3, P4, dan KN. Kelompok KN, P2, P3, dan P4 memiliki perbedaan yang signifikan dengan KP (p < 0,001) sementara kelompok KP, P1, P2, P3, dan P4 memiliki perbedaan yang signifikan dengan KN (p < 0,001). Penelitian ini menunjukkan bahwa  mikrosfer kitosan minyak kelapa sawit dapat menurunkan kadar MDA Mus musculus yang mengalami NTA pada dosis mikrosfer minyak kelapa sawit sebesar 0,107 mg/gBB.Kata kunci: LMWC, Malondialdehida, Mikrosfer, Minyak Kelapa Sawit, Nekrosis Tubular Akut, Peroksidasi Lipid

Page 1 of 1 | Total Record : 5