cover
Contact Name
Mukhamad Faeshol Umam
Contact Email
mukhamad.umam@esdm.go.id
Phone
+62296421888
Journal Mail Official
jurnal.ppsdmmigas@esdm.go.id
Editorial Address
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi Jl. Sorogo No.1 Cepu Blora Jawa Tengah 58315
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas
ISSN : 20899572     EISSN : 26555859     DOI : https://doi.org/10.37525/sp
Majalah Ilmiah Swara Patra merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi Widyaiswara, Instruktur, Dosen, Peneliti dan civitas academika yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, latihan penelitian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Scope Majalah Ilmiah Swara Patra meliputi energi terbarukan, minyak dan gas bumi, konservasi energi dan ekonomi energi.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2015): Swara Patra" : 8 Documents clear
LAPANGAN GEOLOGI SEBAGAI SARANA DIKLAT BIDANG MIGAS FX YUDI TRYONO
Swara Patra Vol 5 No 2 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cepu dan sekitarnya selama ini dikenal sebagai penghasil minyak dan gas bumi bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka sampai dengan sekarang terlebih sejak dioperasikannya lapangan migas blok Cepu oleh perusahaan minyak Mobile Oil Ltd. (MCl). Pusdiklat Migas sebagai salah satu lembaga penyelenggara diklat di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai peranan penting dalam memberikan bekal pengetahuan maupun peningkatan kompetensi bagi pegawai baik di lingkungan Kementerian ESDM sendiri maupun mereka yang berkerja di Industri migas. Secara geologi daerah Cepu dan sekitarnya amatlah menarik untuk dijadikan sebagai obyek pembelajaran khususnya tentang geologi minyak dan gas bumi karena geologi Cepu dan sekitarnya mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan daerah lain penghasil migas. Lapangan geologi sebagai sarana pelatihan sangat dibutuhkan untuk membekali peserta diklat tentang pengetahuan geologi lapangan serta memberikan pengalaman lapangan secara langsung kepada para peserta diklat.
KEGIATAN USAHA INDUSTRI MIGAS HUBUNGANNYA DENGAN DAMPAK DAN TANGGUNG JAWAB KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP Sulistyono Sulistyono
Swara Patra Vol 5 No 2 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kegiatan pembangunan dan industri terutama industri minyak dan gas bumi (migas) diberbagai sektor di Indonesia dapat mendorong peningkatan penggunaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Keberadaan B3 tersebut dapat berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri (impor), sehingga perlu dilakukan pengelolaan yang baik agar tidak berbahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Kegiatan pembangunan dan industri bertujuan meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat yang dilaksanakan melalui rencana pembangunan jangka panjang yang bertumpu pada pembangunan di bidang industri. Pembangunan di bidang industri termasuk industri migas disatu pihak menghasilkan barang yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat, tetapi dipihak lain juga menghasilkan limbah. Diantara limbah yang dihasilkan oleh kegiatan usaha industri migas adalah limbah B3. Melihat adanya fakta tetap adanya sektor industri migas yang mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup, maka pemerintah memberikan aturan yang tegas terhadap kewajiban industri sektor migas untuk menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, untuk menjamin agar sektor industri migas benar-benar melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Perusahaan, UU Perseroan Terbatas (PT) juga telah mengatur mengenai mekanisme pemberian sanksi. Kelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab seluruh umat manusia, termasuk di antaranya pemerintah dan badan usaha. Industri sektor migas sebagai salah satu industri penyumbang terbesar devisa negara, yang juga banyak terkait dengan aspek lingkungan hidup, memiliki kewajiban untuk turut menjaga kelestarian lingkungan hidup. Hukum Indonesia telah memberikan pengaturan yang cukup jelas dan tegas bagi industri sektor migas terkait dengan kewajibannya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Berbagai kasus kerusakan lingkungan hidup yang terjadi, yang disebabkan oleh industri sektor migas, merupakan bukti bahwa aturan yang ada belum terlaksana secara maksimal.
ANALISIS KETELITIAN DATA PENGUKURAN MENGGUNAKAN GPS DENGAN METODE DIFERENSIAL STATIK DALAM MODA JARING DAN RADIAL Syafril Ramadhon
Swara Patra Vol 5 No 2 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketelitian data Global Positioning Systems (GPS) dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Kebutuhan pengguna dalam hal ini adalah terkait dengan ketelitian posisi yang diinginkan, apakah teliti, sedang, atau untuk keperluan navigasi. Ketelitian posisi GPS tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor dan parameter yang antara lain adalah ketelitian data, geometri satelit, metode penentuan posisi, dan strategi pemrosesan data. Metode yang umum digunakan untuk mendapatkan ketelitian data yang tinggi adalah metode diferensial statik. Survei penentuan posisi secara diferensial dengan metode GPS statik dapat dilaksanakan dalam moda jaring dan moda radial. Pemilihan kedua moda tersebut akan mempengaruhi ketelitian posisi titik yang diperoleh, waktu penyelesaian survei, serta biaya operasional survei. Permasalahan yang muncul adalah berapakah perbedaan ketelitian posisi, jumlah baseline, sesi dan waktu pengukuran dalam penentuan posisi menggunakan GPS dengan metode diferensial statik dalam moda jaring dan radial. Dari hasil pengukuran didapat perbandingan ketelitian rata-rata koordinat tiga dimensi antara moda jaring dan radial dalam penentuan posisi menggunakan GPS dengan metode statik adalah 9.1 mm untuk sumbu easting, 2.7 mm untuk sumbu northing, 2.3 cm untuk tinggi dan 1 cm untuk beda jarak setiap titik. Perbandingan jumlah baseline, sesi dan waktu pengukuran antara moda jaring dan radial dalam penentuan posisi menggunakan GPS dengan metode statik adalah moda radial lebih membutuhkan jumlah baseline, sesi dan waktu pengukuran yang lebih sedikit (56%) apabila dibandingkan dengan moda jaring.
SISTEM LOAD SHEDDING PADA GENERATOR Ahmad Nawawi
Swara Patra Vol 5 No 2 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya penurunan frekuensi pada sistem tenaga listrik adalah terjadinya gangguan (trip) satu unit pembangkit dari beberapa pembangkit yang dioperasikan secara parallel. Hal ini mengakibatkan perbandingan daya terpasang dengan beban yang ditanggung tidak seimbang, sehingga bila tidak diantisipasi, system pengaman akan bekerja dan terjadi black out.Salah satu strategi untuk mengantisipasi terhadap kemungkinan turunnya frekuensi adalah dengan system load shedding. Sistem load shedding dapat dilakukan oleh Programmable Logic Controller. Dengan melepas sebagian beban yang tidak vital, pembangkit yang masih bekerja dapat terhindar dari kerusakan dan juga pelayanan terhadap beban yang tinggal masih dapat dilayani. Sistem load sheding ini diasumsikan bekerja, bila satu unit generator mengalami gangguan (trip), sehingga sesuai dengan perhitungan, sistem akan mengalami penurunan frekuensi sebesar 0,367 Hz/dtk, setelah PLC bekerja pada step I, frekuensi kembali naik dengan laju 0,667 Hz/dtk.
METODE STARTING MOTOR INDUKSI 3 FASA ROTOR SANGKAR TUPAI (SQUIRREL-CAGE ROTOR 3 PHASE INDUCTION MOTOR) Ali Supriyadi
Swara Patra Vol 5 No 2 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi tiga fasa rotor sangkar tupai (squirrel cage rotor 3 phase induction motor) merupakan motor arus bolak-balik yang paling banyak digunakan di perindustrian karena memiliki beberapa keuntungan antara lain motor ini sederhana, murah dan mudah pemeliharaannya. Selain itu motor induksi mempunyai efisiensi yang baik dan putaran konstan untuk setiap perubahan beban. Starting motor induksi tiga fasa tidak memiliki permasalahan yang cukup besar seperti pada motor sinkron. Pada dasarnya motor induksi daya kecil dapat distart langsung hanya dengan menghubungkan dengan sumber tegangan. Namun untuk motor induksi yang besar hal ini tidak dapat dilakukan, karena arus start yang relatif besar yaitu 2 sampai 7 kali arus nominal. Pada saat motor induksi dalam keadaan start, frekuensi rotor dan reaktansinya tinggi yaitu dengan slip 100%, jadi dalam rangkaian rotor yang sangat reaktif, arus rotor tertinggal ggl rotor dengan sudut yang besar, ini akan menghasilkan arus start yang tinggi pada faktor daya rendah. Pada keadaan tertentu, kelebihan arus start ini bisa menyebabkan gangguan pada saluran instalasi yang nantinya bias mempengaruhi operasi kerja motor motor lain. Secara umum motor induksi tinggi tiga fasa rotor sangkar tupai dapat distart dengan cara menghubungkan motor secara langsung ke sumber tegangan, akan tetapi untuk mengurangi arus start yang tinggi dapat dilakukan dengan cara mengatur tegangan yang masuk ke motor selama periode start. Pengendalian yang digunakan untuk menstart motor pada kedua metode starting di atas dapat dioperasikan baik secara manual ataupun secara magnetik.
BAHAN BAKAR GAS (BBG) SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) UNTUK SEKTOR TRANSPORTASI Risdyanta Risdyanta
Swara Patra Vol 5 No 2 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat maka jumlah kendaraan melintas di jalanan yang meningkat sangat pesat sehingga menyebabkan dampak pemakaian volume bahan bakar minyak (BBM) yang bertambah besar, sementara produksi minyak nasional terus mengalami penurunan sehingga Bahan Bakar Minyak yang diperlukan juga harus diimpor dengan harga yang terus meningkat selain konsumsi bahan bakar minyak yang meningkat ada dampak negatif yang perlu diwaspadai yaitu emisi atau gas buang yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar minyak itu sendiri. Padahal Indonesia mempunyai cadangan gas yang relatif besar yang belum termanfaatkan secara maksimal, untuk mengatasi melonjaknya konsumsi bahan bakar minyak dan mengurangi polusi maka gas sebagai bahan bakar atau biasa disebut BBG dapat digunakan sebagai salah satu bahan bakar alternatif selain harganya lebih ekonomis emisi yang dihasilkan juga lebih ramah lingkungan dibanding bahan bakar minyak sehingga BBG dapat menjadi salah satu solusi untuk masa depan energi nasional
FENOMENA GAS RUMAH KACA Martono Martono
Swara Patra Vol 5 No 2 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya. Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah , Dinitrogenoksida (N2O) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH4) dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca yang berakibat meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan kenaikan tinggi muka air laut, perubahan pola angin, meningkatnya badai atmosferik, perubahan pola hujan dan siklus hidrologi dan lain-lain dan akhirnya berdampak pada ekosistem hutan, daratan, dan ekosistem alam lainnya.
OTOMASI SISTEM PENGISIAN CRUDE OIL PADA TANGKI T101 DAN 102 DI PUSDIKLAT MIGAS MENGGUNAKAN PLC Nurpadmi Nurpadmi
Swara Patra Vol 5 No 2 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otomasi merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk melaksanakan proses industri dengan meminimalkan campur tangan manusia. Teknologi otomasi telah banyak digunakan di dunia industri untuk meningkatkan produktivitas dan mempermudah kerja dari operator.Sistem pengisian crude oil pada tangki T101 dan T102 di Pusdiklat Migas selama ini masih dilakukan secara manual. Apabila akan dilakukan pengisian crude oil pada tangki tersebut, operator harus membuka valve secara manual di lapangan. Begitu juga untuk mengukur level tangki tersebut, operator harus mengecek langsung ke tangki, baik melalui side glass yang ada di samping tangki ataupun dengan cara mengukur manual dengan menggunakan roll meter atau deep stick.Hal ini menyebabkan proses pengisian menjadi lama, disamping itu volume crude oil kadang kurang akurat akibat adanya kesalahan operator dalam membaca level tangki. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dibuatlah system otomasi untuk system pengisian tersebut dengan menggunakan PLC, dengan menggantikan system manual dan mampu mempermudah pekerjaan operator.Programmable Logic Contoller (PLC) merupakan salah satu jenis sistem kontrol yang banyak digunakan pada system otomasi. Pada system otomasi pada makalah ini, digunakan PLC Allan Bradley MicroLogic, dengan software RS Logix 5000. Dari hasil desain program yang telah dilakukan, diperoleh hasil sequence program pengisian tangki T101 dan T102 secara berurutan dimana system bukaan valve dilakukan secara otomatis dan level tangki dapat di baca secara jarak jauh dari control room dengan menggunakan Level Transmitter.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 15 No 1 (2025): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 14 No 2 (2024): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 14 No 1 (2024): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 13 No 2 (2023): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 13 No 1 (2023): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 12 No 2 (2022): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 12 No 1 (2022): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 11 No 2 (2021): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 11 No 1 (2021): Perbaikan Berkelanjutan untuk Konservasi Energi Vol 10 No 2 (2020): Pendekatan Baru untuk Konservasi Energi Vol 10 No 1 (2020): Kebangkitan Energi Terbarukan Vol 9 No 2 (2019): Inovasi untuk Nilai Tambah Energi Vol 9 No 1 (2019): Konservasi Energi Tak Sekedar Hemat Energi Vol 8 No 4 (2018): Swara Patra Vol 8 No 3 (2018): Swara Patra Vol 8 No 2 (2018): Swara Patra Vol 8 No 1 (2018): Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra Vol 6 No 4 (2016): Swara Patra Vol 6 No 3 (2016): Swara Patra Vol 6 No 2 (2016): Swara Patra Vol 6 No 1 (2016): Swara Patra Vol 5 No 4 (2015): Swara Patra Vol 5 No 3 (2015): Swara Patra Vol 5 No 2 (2015): Swara Patra Vol 5 No 1 (2015): Swara Patra Vol 4 No 4 (2014): Swara Patra Vol 4 No 3 (2014): Swara Patra Vol 4 No 2 (2014): Swara Patra Vol 3 No 4 (2013): Swara Patra Vol 3 No 3 (2013): Swara Patra Vol 3 No 1 (2013): Swara Patra Vol 2 No 3 (2012): Swara Patra Vol 2 No 2 (2012): Swara Patra Vol 2 No 1 (2012): Swara Patra Vol 1 No 2 (2011): Swara Patra More Issue