cover
Contact Name
Abd Karim
Contact Email
jurnalalthiqah@gmail.com
Phone
+6285235776365
Journal Mail Official
jurnalalthiqah@gmail.com
Editorial Address
http://ejurnal.stiuda.ac.id/index.php/althiqah/about/editorialTeam
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AL-THIQAH: Jurnal Ilmu Keislaman
ISSN : 26857529     EISSN : 26857529     DOI : https://doi.org/10.36835/althiqah
Core Subject : Religion, Social,
Al-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman published by Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Bangkalan. This journal contains many variants of Islamic studies, among others: Islamic education, Ushuluddin, the Shariah, Islamic thought, economics, and other Islamic studies. This journal is published twice a year in April and October. Editors invite academics, professors, and researchers to contribute to write in this journal. The journal can be accessed publicly, which means that all content is provided freely accessible without charge to either the user or the institution. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or cite to the full text of the article did not have to ask permission from the publisher or author.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 02 (2020): Oktober" : 7 Documents clear
Upacara Pernikahan Adat Jawa (Kajian Akulturasi Nilai-Nilai Islam dalam Pernikahan Adat Jawa di Desa Jatirembe Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik) Fatichatus Sa’diyah Sa’diyah
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 3 No 02 (2020): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya, adat pernikahan Jawa berkiblat pada adat Yogyakarta atau Solo. Masing-masing dari keduanya memiliki karakteristik, dan perbedaan antara satu dengan lainnya. Berdasarkan deskripsi terkait kiblat pernikahan Jawa adat Yogyakarta dan Surakarta, penulis menemukan beberapa perbedaan pelaksanaan pernikahan antara kiblat adat pernikahan Yogyakarta dan Surakarta dengan adat pernikahan yang disaksikan penulis di desa Jatirembe Kecamatan Benjeng kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Berdasarkan tempatnya dan sumbernya, penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau field research. Dalam penelitian ini, penulis akan meneliti tentang bagaimana pelaksaan pernikahan adat Jawa di Desa Jatirembe, nilai-nilai apa yag terkandung dalam upacara tersebut dan apa perbedaan antara pernikahan adat di Jatirembe dengan kiblat pernikahan adat (Yogyakarta dan Surakarta). Berdasarkan hasil penelitian ini, upacara pernikahan adat Jawa di Desa Jatirembe lebih berkiblat pada Mazhab Surakarta, meski terdapat beberapa perbedaan. Adapun akulturasi nilai-nilai Islam yang terdapat dalam upacara pernikahan adat tersebut berhubungan dengan akhlak seorang istri terhadap suaminya yang tercerminkan dalam beberapa upacara, juga akhlak seorang anak kepada kedua orang tuanya. Di mana kedua perintah tersebut sesuai dengan apa yang ada dalam al-Qur’an dan Hadis.
Mufassar dan Mujmal dalam Tafsir Al-Munir Islamiyah Islamiyah
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 3 No 02 (2020): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir adalah hal yang sangat penting untuk memhami kandungan isi al-Qur’an bagi kita sebagai umat Islam. Hal ini tak lain karna al-Qur’an adalah salah satu pedoman hidup umat Islam. Instrumen dalam menafsirkan al-Qur’an juga sangat banyak dan semuanya itu adalah penting. Salah satu dari instrumen itu adalah ilmu tafsir. Di dalamnya membahas tentang bagaimana menghasilkan tafsiran yang mendekati pada isi kandungan al-Qur’an. Diantaranya adalah tentang mufassar dan mujmal. Instrumen tersebut banyak kita temukan dalam berbagai kitab tafsir, diantaranya nya adalah kitab Tafsir al-Munir karangan Syeikh Wahbah al-Zuhaili.
Corak Penafsiran Al-Quran Harun Nasution: Studi Terhadap Penafsiran Al-Quran dalan Karya-karyanya Ulumuddin, Ihya'
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 3 No 02 (2020): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harun Nasution telah berhasil menancapkan tonggak pembaharuan pemikiran Islam di Indonesia. Masuknya ide-ide pembaharuan tersebut membawa alam pemikiran Islam ke arah kebebasan berfikir dan penghargaan yang tinggi terhadap kekuatan akal manusia. Seluruh ide pembaharuan Harun Nasution tidak terlepas dari pemahaman beliau terhadap ayat-ayat al Qur’an. Oleh sebab itu adalah satu kajian yang sangat penting guna melihat bagaimana Harun menafsirkan ayat-ayat al Qur’an yang dikutipnya. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Harun memberikan kepercayaan yang penuh kepada akal untuk menafsirkan al Qur’an, sehingga akan muncul satu penafsiran yang kontekstual yang sesuai dengan kekinian kita. Bagi Harun apapun bentuk penafsiran terhadap al Qur’an yang telah dilakukan oleh para mufassir tidak ada yang sakral. Kesakralan hanya terdapat pada ayat-ayat al Qur’an saja.
Kepemimpinan Keluarga Perspektif Feminisme Islam (Penafsiran Fatimah Mernissi dan Riffat Hassan terhadap Qs. An-nisa: 34) Achmad Ghufron
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 3 No 02 (2020): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ayat al-Qur’an yang menjelaskan tentang kepemimpinan dalam keluarga terdapat dalam QS. an-Nisa’: 34. Mayoritas mufassir menganggap bahwa kepemimpinan dalam keluarga mutlak berada di tangan laki-laki (suami), baik dia mampu memenuhi kewajibannya memberikan nafkah maupun tidak. Realitas yang seolah-olah menempatkan laki-laki lebih tinggi kedudukannya dan lebih dominan dari perempuan kemudian mendorong sebagian intelektual Islam untuk menafsirkan kembali teks-teks religius untuk menderivasikan nilai-nilai moral yang mengafirmasi kesetaraan manusia, yang bisa dijadikan sebagai basis teologis praktis dalam membebaskan perempuan dari berbagai subordinasi tersebut, sebagaimana dilakukan oleh Fatimah Mernissi dan Riffat Hassan. Fatimah Mernissi berpandangan bahwa ayat tersebut menunjukkan kepemimpinan secara fungsional, bukan secara hakiki, meskipun dalam buku-buku yang ia tulis belum ditemukan secara tegas pengertian kata qawwam. . Fatima Mernissi berpendapat bahwa kepemimpinan laki-laki dalam keluarga bersifat fungsional. Laki-laki menjadi pemimpin dalam keluarga karena laki-laki memiliki keunggulan dalam mencari nafkah. Namun jika suami tidak dapat memenuhi kebutuhan istri dan keluarganya, maka laki-laki tidak dapat menjadi pemimpin dalam keluarga, sehingga bisa saja beralih kepada wanita (istrinya). Sedangkan Riffat Hassan berpandangan bahwa semestinya ayat tersebut tidak dijadikan sebagai legitimasi dan justifikasi bahwa perempuan subordinat dibawah laki-laki, tetapi lebih merupakan pernyataan normatif bahwa hal itu berkenaan tentang konsep Islam tentang pembagian kerja dalam sebuah struktur keluarga dan dalam kehidupan masyarakat. Idealnya, sebagai laki-laki mampu mencari nafkah dan bertanggungjawab atas keluarganya.
Anjuran Membunuh Cicak Melalui Pendekatan Sains Sama’un Sama’un
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 3 No 02 (2020): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu karya ilmiah yang membahas tentang anjuran membunuh cicak, dimana masyarakat saat ini kurang mengenal adanya kesunahan dalam membunuh cicak, hadis anjuran membunuh cicak seakan-akan bertentangan dengan hadis lainnya yang menganjurkan untuk menyayangi semua makhluk termasuk hewan dan begitu juga seakan-akan bertentangan dengan keseharian Rasulullah yang menyayangi hewan. Oleh karena itu muncul pertanyaan kenapa membunuh cicak dianjurkan, adakah direlevansinya dengan kajian-kajian sains modern, banyak sekali penyakit yang berkembang disebabkan oleh kotoran cicak, dimana populasi cicak saat ini yang semakin banyak sehingga perlunya penelitian ini dilakukan, guna mengetahui seberapa jauh bahaya bakteri pada kotoran cicak. Dalam penelitian ini, penulis mengemukakan problemakademik, Bagaimana Kuwalitas, Kehujjahan dan Pemaknaan Hadis Abu> Da>wu>d tentang Anjuran Membunuh Cicak? Apakah Rahasia Anjuran Membunuh Cicak dalam Prespektif Sains?. Untuk menjawab pemasalahan tersebut digunakan metode penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bersifat menggambarkan dan menguraikan sesuatu hal menurut apa adanya atau karangan yang melukiskan sesuatu. Serta menggunakan jenis penelitian library research (penelitian kepustakaan), yaitu mengambil pada semua jenis data yang berhubungan dengan penelitian baik berupa buku, jurnal, dan bahan-bahan tertulis lainnya. Pada akhirnya, penelitian ini memberikan jawaban bahwa: Pertama, Hadis anjuran membunuh cicak berstatus Sah}ih lighairihi, dimana keshihannya dikuatkan oleh masuknya sanad yang lain. Kedua, membunuh cicak dalam kehidupan sehari hari dihukumi sunah (Pendapat imam Al-Nawawi). Ketiga, Membunuh cicak memang dianjurakan, diperkuat dengan kata امر pada hadis yang menjadi rujukan. Keempat, Dalam kotoran cicak memiliki banyak bakteri , e-coli merupakan bakteri yang ada pada kotoran cicak yang berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia, sehingga manusia harus tau dan menghindarinya.
Cinta dalam Perspektif Psikologi Qur’ani Bambang Subahri
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 3 No 02 (2020): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menuntut ilmu merupakan media kultural untuk membentuk manusia dan proses untuk membimbing manusia muda menjadi dewasa. Perkembangan teknologi melaju semakin cepat. Saat ini teknologi mampu menjadi teman setia manusia. Hal itu menunjukkan bahwa teknologi membawa dampak positif yang dapat membantu untuk mempermudah dan mempercepat mobilitas kegiatan manusia dalam kesehariannya. Namun, teknologi juga telah membawa dampak negatif yang menyebabkan munculnya degradasi moral. Peristiwa ini banyak terjadi di kalangan para pelajar. Banyak sekali penyebab munculnya degradasi moral, diantaranya adalah kesalahan dalam memperoleh informasi melewati aplikasi media sosial, terpengaruh oleh kebiasaan masyarakat yang dapat menjerumuskan pada keburukan, dan kurangnya bimbingan dari guru dan orang tua untuk selalu menuntut ilmu dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan menuntut ilmu menurut Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam kitab Risalatul Mu’awanah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer adalah kitab Risalatul Mu’awanah dan sumber skundernya adalah terjemah dan buku pendukung yang relevan. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep menuntut ilmu yang ada dalam kitab Risalatul Mu’awanah adalah model pemikiran Sayyid Alwi Al-Haddad tentang ilmu terhadap Allah Swt, ilmu terhadap diri sendiri, dan ilmu terhadap lingkungan baik lingkungan keluarga, sekolah, atau masyarakat. Kitab ini sangat cocok untuk dijadikan pedoman guna memperbaiki akhlak sebagai relevansi sikap pelajar dalam kehidupan sehari-hari
Kajian Konseptual dalam Kitab Risalatul Mu’awanah Karya Sayyid Abdullah Bin Alwi Al Haddad Firda Surayyah; Moch. Shohib; Moch. Mahsun
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 3 No 02 (2020): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menuntut ilmu merupakan media kultural untuk membentuk manusia dan proses untuk membimbing manusia muda menjadi dewasa. Perkembangan teknologi melaju semakin cepat. Saat ini teknologi mampu menjadi teman setia manusia. Hal itu menunjukkan bahwa teknologi membawa dampak positif yang dapat membantu untuk mempermudah dan mempercepat mobilitas kegiatan manusia dalam kesehariannya. Namun, teknologi juga telah membawa dampak negatif yang menyebabkan munculnya degradasi moral. Peristiwa ini banyak terjadi di kalangan para pelajar. Banyak sekali penyebab munculnya degradasi moral, diantaranya adalah kesalahan dalam memperoleh informasi melewati aplikasi media sosial, terpengaruh oleh kebiasaan masyarakat yang dapat menjerumuskan pada keburukan, dan kurangnya bimbingan dari guru dan orang tua untuk selalu menuntut ilmu dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan menuntut ilmu menurut Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam kitab Risalatul Mu’awanah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer adalah kitab Risalatul Mu’awanah dan sumber skundernya adalah terjemah dan buku pendukung yang relevan. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep menuntut ilmu yang ada dalam kitab Risalatul Mu’awanah adalah model pemikiran Sayyid Alwi Al-Haddad tentang ilmu terhadap Allah Swt, ilmu terhadap diri sendiri, dan ilmu terhadap lingkungan baik lingkungan keluarga, sekolah, atau masyarakat. Kitab ini sangat cocok untuk dijadikan pedoman guna memperbaiki akhlak sebagai relevansi sikap pelajar dalam kehidupan sehari-hari

Page 1 of 1 | Total Record : 7