Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika berisi artikel-artikel mengenai pendidikan matematika yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah berupa diseminasi hasil penelitian yang dihasilkan oleh ahli, ilmuwan, praktisi, dan mahasiswa dalam bidang Pendidikan Matematika dengan lingkup: Desain Pembelajaran Matematika Pengembangan Bahan Ajar ataupun Model Pembelajaran Media Pembelajaran Matematika Alat Peraga Pembelajaran Matematika Analisis Kesulitan Siswa dalam Pembelajaran Evaluasi Pembelajaran Matematika Kurikulum Pendidikan Matematika Teori Belajar Matematika Sejarah dan Filsafat Matematika Analisis Penerapan Model/Pendekatan/Metode/Strategi Pembelajaran Media Pembelajaran berbasis IT Penelitian Tindakan Kelas Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Matematika Lesson Study Pembelajaran Matematika
Articles
193 Documents
Penugasan Intervensi Pembelajaran Matematika Berbasis Learning Analytics dengan Kendala Klaster: Pendekatan Benders Decomposition
Rizki Habibi;
Muhammad Hafiz;
Meilina Juwita Andini
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/zb7nkr16
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model optimasi penugasan intervensi pembelajaran matematika berbasis learning analytics dengan kendala klaster, agar keputusan intervensi tidak berhenti pada prediksi risiko, tetapi menjadi alokasi layanan yang terukur, auditabel, dan adil. Metode yang digunakan adalah studi komputasional dengan memodelkan skor kebutuhan siswa, kapasitas intervensi, kelayakan layanan, dan pemerataan antarklaster dalam kerangka mixed integer linear programming, kemudian diselesaikan melalui Bender’s decomposition dan dibandingkan dengan direct solve serta greedy heuristic. Hasil menunjukkan bahwa model mampu menghasilkan solusi layak pada seluruh skenario pengujian, menjaga struktur penugasan sesuai kapasitas layanan, dan menurunkan deviasi pemerataan ketika kendala klaster diperketat. Dibandingkan heuristik sederhana, pendekatan optimasi formal lebih kuat dalam menjaga distribusi layanan antarklaster. Temuan ini memberi kontribusi bagi pendidikan matematika dengan menyediakan dasar pengambilan keputusan intervensi yang lebih transparan, berbasis data, dan responsif terhadap variasi kebutuhan belajar siswa.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Ditinjau dari Self-Efficacy Mahasiswa
Sella Veronika;
Syarifa Anggraini;
Mesi Oktafia
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/pdm8x585
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif matematis mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika nonrutin yang dipengaruhi oleh faktor psikologis, salah satunya self-efficacy, yaitu keyakinan terhadap kemampuan diri dalam menyelesaikan tugas matematika. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis mahasiswa berdasarkan tingkat self-efficacy serta mengidentifikasi karakteristik kemampuan berpikir kreatif pada setiap kategorinya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 14 mahasiswa semester VI Program Studi Tadris Matematika IAIN Kerinci yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi angket self-efficacy berskala Likert empat poin dan tes kemampuan berpikir kreatif matematis berupa empat soal uraian yang mengukur indikator fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi metode dengan membandingkan hasil angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 mahasiswa berkategori self-efficacy tinggi, 7 sedang, dan 4 rendah. Mahasiswa dengan self-efficacy tinggi mampu memenuhi seluruh indikator berpikir kreatif, sedangkan kategori sedang belum konsisten pada aspek flexibility dan originality. Mahasiswa dengan self-efficacy rendah mengalami kesulitan mengembangkan ide dan memilih strategi penyelesaian. Temuan ini menunjukkan bahwa self-efficacy berperan penting dalam mendukung kemampuan berpikir kreatif matematis mahasiswa
Resiliensi Matematis Siswa Sekolah Dasar Kelas Tinggi Kota Medan
Suwanto Suwanto;
Wiwik Lestari;
Yulia Anita Siregar
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/9hya5142
Rendahnya hasil belajar matematika dipengaruhi oleh banyak faktor baik dari internal maupun eksternal siswa. Resiliensi matematis merupakan salah satu faktor internal siswa yang secara meyakinkan mempengaruhi hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. Penelitian ingin mendeskripsikan lebih dalam kondisi resiliensi matematis siswa SD di Kota Medan dengan melihat apa yang menghambat dan apa yang mendukung kemampuan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini berupa penelitian deskriptif dan menggunakan instrumen test serta wawancara untuk mengumpulkan data penelitian. Empat puluh empat siswa SD kelas 5 yang menjadi sampel yang tersebar pada lima sekolah di wilayah kota Medan. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan resiliensi matematis masih sedang, dan sebagian rendah. Faktor yang dominan adalah dukungan dari orang-orang sekitar dan dan media belajar yang digunakan untuk belajar matematika. Reward dan tuntunan orang tua/guru ketika belajar matematika memberikan dorongan siswa untuk ingin belajar matematika, namun karena tidak dibarengi dengan media belajar/bahan ajar yang sesuai, struggle dan kebermaknaan terhadap matematika matematika tidak begitu nampak pengaruhnya. Sehingga perlu menjadi ketika anak belajar matematika perlu memperhatikan kesiapan mental siswa dan media yang akan digunakan.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN DARING DITINJAU DARI MODEL REGRESINYA
Hana Hutabarat
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jfi.v1i1.18821
Abstract: Analysis of students satisfaction level at Univertas Negeri Medan of the online learning process in terms of the regression model. The learning process in the university environment is no longer focused on the learning process face to face. Many types of online learning are used by lecturers in communicating and providing learning material in many applications. Student satisfaction in accepting learning also varies. The level of satisfaction of students' acceptance of the learning process is influenced by supporting factors and constraints on the learning process. The research subjects were 40 different students from mathematics majors and bilingual chemistry at Univertas Negeri Medan, selected randomly. The format used is Whatsapp Group, Google Classroom, Cisco Webex, and Sipda Unimed. The data collection method is done by questionnaire, observation and interview. Shown from the regression model of the relationship between the use of online platforms and the involvement of lecturers stated that the platform that met the indicators and involvement of lecturers during online learning took a significant effect on the level of student satisfaction in online learning using the online platform. Keywords: Level of Satisfaction, Regression Model, Online Learning Abstrak : Analisis tingkat kepuasaan mahasiswa Universitas Negeri Medan terhadap proses pembelajaran daring ditinjau dari model regresinya. Proses pembelajaran di lingkungan universitas tidak lagi berfokus pada proses pembelajaran secara tatap muka. Banyak jenis pembelajaran online yang dipakai dosen dalam berkomunikasi dan memberikan materi pembelajaran dalam banyak aplikasi. Kepuasan mahasiswa dalam menerima pembelajaran juga bervariasi. Tingkat kepuasan penerimaan mahasiswa terhadap proses pembelajaran dipengaruhi oleh faktor pendukung dan faktor kendala atas proses pembelajaran tersebut. Subjek penelitian adalah mahasiswa dua jurusan yang berbeda yaitu matematika dan bilingual kimia Universitas Negeri Medan sebanyak 40 orang yang dipilh secara acak. Plarform yang dipakai adalah Whatsapp Grup, Google Classroom, Cisco Webex, dan Sipda Unimed. Metode pengumpulan data dilakukan dengan angket, observasi dan wawancara. Ditunjukkan dari model regresi dari hubungan antara pemakaian platform daring dan keterlibatan dosen menyatakan bahwa platform yang memenuhi indicator dan keterlibatan dosen selama pembelajaran daring berlangsung berpengaruh secara signfikan terhadap tingkat kepuasan mahasiswa dalam belajar online menggunakan platform daring tersebut. Kata kunci : Tingkat Kepuasan, Model Regresi, Pembelajaran Daring
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PENDEKATAN METAKOGNITIF PADA MATERI POLA BILANGAN
Demita A.Y. Nainggolan;
Simanjuntak Erlinawaty
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jfi.v1i1.19064
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menghasilkan LKPD berbasis pendekatan metakognitif, secara khusus bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan kevalidan produk pengembangan LKPD berbasis pendekatan metakognitif pada materi pola bilangan; 2) Mendeskripsikan kepraktisan produk pengembangan LKPD berbasis pendekatan metakognitif pada materi pola bilangan; 3) Mendeskripsikan keefektifan produk pengembangan LKPD berbasis pendekatan metakognitif pada materi pola bilangan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan, dengan menggunakan model ADDIE (analysis, design, development, implementation, and evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perangkat pembelajaran berbasis pendekatan metakognitif yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan berdasarkan hasil validasi oleh validator dengan rata-rata validitas RPP adalah 4,19 dengan kategori valid dan rata-rata validitas LKPD adalah 4,43 dengan kategori valid; (2) Perangkat pembelajaran berbasis pendekatan metakognitif pada materi pola bilangan yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kepraktisan melalui: a) para ahli/validator menyatakan layak diuji cobakan dengan revisi sesuai saran atau tanpa revisi; b) observer menyatakan bahwa keterlaksanaan pembelajaran rata-rata 84,61% dengan kategori baik; (3) Perangkat pembelajaran berbasis pendekatan metakognitif pada materi pola bilangan yang dikembangkan telah memenuhi kriteria keefektifan. (4) Peningkatan pretest dan postest diketahui melalui Gain antara pretest dan posttest yang diperoleh sebesar 0,745 dengan kategori tinggi.
PERBEDAAN KEMAMPUAN SPASIAL DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA ANTARA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN PEMBELAJARAN BIASA
Muhammad Rizky Mazaly;
Nuraini Sri Bina;
Siti Fatimah Sihotang
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jfi.v1i1.19065
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui perbedaan signifikan antara kemampuan spasial siswa yang diajar dengan pembelajaran kontekstual dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa, (2) Mengetahui perbedaan signifikan antara disposisi matematis siswa yang diajar dengan model kontekstual dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa, (3) Mengetahui apakah terdapat interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan spasial siswa, (4) Mengetahui apakah terdapat interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap disposisi matematis siswa, (5) Proses jawaban siswa pada masing-masing pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh siswa kelas VIII SMP Swasta Budi Agung Medan yang berjumlah 345 siswa, dengan mengambil sampel dua kelas berjumlah 60 siswa. Analisis data dilakukan dengan Anava dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kemampuan spasial siswa yang diajar dengan pembelajaran kontekstual lebih tinggi dari siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa, (2) Disposisi matematis siswa yang diajar dengan pembelajaran kontekstual lebih tinggi dari siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa, (3) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan spasial siswa, (4) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap disposisi matematis siswa, dan (5) Proses jawaban siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran kontekstual lebih lengkap dibandingkan dengan siswa yang menggunakan pembelajaran biasa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA BERBASIS PENDEKATAN METAKOGNITIF DENGAN STRATEGI KONFLIK KOGNITIF DI SMA KATOLIK KABANJAHE
1Hermanto Waruwu;
Kms. M. Amin Fauzi
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jfi.v1i1.19151
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilaksanakan di SMA Katolik Kabanjahe T.A 2016/2017. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 SMA Katolik Kabanjahe yang berjumlah 35 orang .Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan test, observasi dan angket. Dari penelitian diperoleh hasil sebagai berikut : 1) Siswa mengalami peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yaitu persentase kemampuan memahami masalah meningkat 12,5%; kemampuan merencanakan penyelesaian masalah meningkat 55,47%; kemampuan menyelesaikan perencanaan masalah meningkat meningkat 47,86%; dan kemampuan memberikan kesimpulan meningkat 17,86% dengan kriteria peningkatan sedang. 2) Pembelajaran berbasis pendekatan metakognitif dengan strategi konflik kognitif merupakan suatu pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa
PENERAPAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 TANJUNG MORAWAT.A. 2019/2020
Irfan Hilmi;
Izwita Dewi
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jfi.v1i1.19152
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan pendidikan matemati karealistik yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, (2) peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XII SMA Negeri 1 Tanjung Morawa melalui pendekatan pendidikan matematika realistik. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XII MIA 3 SMA Negeri 1 TanjungMorawa T.A. 2019/2020 yang berjumlah 30 orang. Objek penelitian adalah penerapan pendidikan matematika realistic untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Berdasarkan hasil tes awal didapatkan tingkat kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa sangat kurang dengan nilai rata-rata kelas 30 dan hanya 1 siswa atau 3,33% yang mencapai ketuntasan belajar secara individu. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, tingkat kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa adalah cukup yaitu dengan nilai 61,94 dan terdapat 10 siswa atau 33,33% yang mencapai ketuntasan belajar dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran adalah 2,68 dengan kategori baik. Selanjutnya, setelah pelaksanaan tindakan siklus II, tingkat kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa adalah tinggi dengan nilai rata-rata kelas yaitu 86,39 dengan 26 orang atau 86,66% siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran adalah 3,37 dengan kategori baik. Nilai n-gain juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 0,42dalam kategori sedang, sedangkan pada siklus II 0,70 dalam kategori tinggi. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi matematika siswa meningkat dengan menerapkan pendekatan pendidikan matematika realistik di SMA Negeri 1 TanjungMorawa T.A. 2019/2020.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA PELAJARAN MATEMATIKA
Bayu Sugiarti;
Edi Irawan
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jfi.v1i1.19509
Pada kegiatan pembelajaran Matematika kelas V Salahudin Al-Ayubi MIN 1 Ponorogo menggunakan model pembelajaran yang masih berpusat pada guru dengan menggunakan metode ceramah. Penggunaan model pembelajaran kurang tepat mengakibatkan rendahnya pemahaman siswa, terbukti saat siswa diberi tes hanya 22,23% siswa yang tuntas KKM. Oleh sebab itu perlu adanya perubahan model pembelajaran guna meningkatkan pemahaman siswa yaitu dengan penerapkan model pembelajaranProject Based Learning (PjBL) Kelas V Salahudin Al-Ayubi MIN 1 Ponorogo Tahun ajaran 2019/2020. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan tiap pertemuan terdiri dari 2 sampai 3 jam pelajaran. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) mampu meningkatkan pemahaman siswa. pencapaian tes yang di peroleh pada siklus I sebesar 70, 37% siswa mencapai nilai KKM dan meningkat pada siklus II sebesar 92,59% siswa mencapai nilai KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas V Salahudin Al-Ayubi pada mata pelajaran Matematika pokok bahasan volume bangun ruang kubus dan balok MIN 1 Ponorogo.
ANALISIS BERPIKIR ALJABAR DAN KESALAHAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI SPLDV
Nadia Zulfa Kosasih
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jfi.v1i2.20534
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan berpikir aljabar dan kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi dengan pemberian soal tes, wawancara secara tidak terstruktur dan menulis catatan lapangan. Instrumen utamanya peneliti sendiri dengan instrumen bantuan soal tes dan catatan lapangan. Sumber data penelitian peserta didik kelas 8 SMP Negeri 6 Tasikmalaya yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah pada materi aljabar. Teknik analisis data yang dilakukan dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini dikemukakan bahwa pada kemampuan berpikir aljabar peserta didik tidak memenuhi indikator generasional, diakibatkan oleh kesalahan prosedural, dan pada indikator transformasional peserta didik dinilai memenuhi karena mampu melakukan kedua aktivitas yang ada, untuk indikator level-meta global peserta didik tidak memenuhi karena tidak mampu melakukan aktivitas pemecahan masalah menemukan konsep penyelesaian, hal ini diakibatkan oleh kesalahan konseptual