cover
Contact Name
Mikha Agus Widiyanto
Contact Email
jurnalteologipraktika@gmail.com
Phone
+628115422254
Journal Mail Official
jurnalteologipraktika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Stadion RT. 12 Kel. Loa Ipuh, Kec. Tenggarong, Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Location
Kab. kutai kartanegara,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Teologi Praktika
ISSN : 27228908     EISSN : 27228916     DOI : 10.51465
Jurnal Teologi Praktika adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh STT Tenggarong. Jurnal Teologi Praktika mempublikasikan artikel ilmiah dalam bidang praktika baik hasil penelitian lapangan maupun kajian konseptual yang berkaitan dengan teologi praktika. Jurnal ini terbuka untuk penulis dari akademisi, praktisi, mahasiswa yang relevan dengan lingkup jurnal ini dengan rasio minimum 60% eksternal dan maksimum 40% internal STT Tenggarong. Jurnal ini terbit dua kali dalam 1 tahun yaitu bulan Juni dan Desember. Lingkup jurnal ini adalah: 1. Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) 2. Pastoral (Pastoral umum, pastoral pemuda, pastoral konseling) 3. Kepemimpinan Kristen 4. Manajemen Gereja 5. Misi dan Penginjilan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020): Desember" : 12 Documents clear
Pandangan Teologis Live Streaming Atau Zoom Sebagai Sarana Ibadah Bersama Di Masa Pandemi Covid 19 Surna, Suriawan; Suseno, Aji
Jurnal Teologi Praktika Vol 1, No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51465/jtp.v1i2.18

Abstract

Covid 19 menyentuh natur dasar dari gereja yaitu persekutuan dan ibadah bersama yang dilaksanakan di bangunan gereja. Tidak dapat dipungkiri di Indonesia gereja identik dengan bangunan gereja dalam kehidupan beragama umat Kristen, namun di masa pandemi Covid 19 pertemuan ibadah bersama di bangunan gereja tidak dapat dilaksanakan khususnya di daerah zona merah Covid 19. Tujuan penelitian ini yang adalah mengetahui padangan teologis penggunaan media komunikasi sebagai sarana ibadah bersama sebagai pengganti sementara penggunaan bangunan gereja guna menghindari penularan Covid 19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan metode penelitian survey yang melibatkan 110 orang Kristen termasuk Katolik yang tersebar di wilayah DKI Jakarta dan di luar DKI Jakarta selama 31 Agustus sampai 5 September 2020.  AbstractCovid 19 touches the basic nature of the church, namely fellowship and collective worship held in church buildings. It is undeniable that in Indonesia, churches are identical to church buildings in Christian religious life, but during the Covid 19 pandemic, group worship meetings in church buildings could not be held, especially in the red zone of Covid 19. The purpose of this study is to find out the theological view of the use of communication media as a means of shared worship as a temporary substitute for the use of church buildings to avoid the spread of Covid 19. This study used qualitative methods and survey research methods involving 110 Christians including Catholics who were spread across the DKI Jakarta and outside DKI Jakarta from 31 August to 5 September 2020 
Pengaruh Sikap Istri dan Suami Berdasarkan Kolose 3:18-19 Terhadap Kebahagiaan Keluarga Siregar, Hesekiel
Jurnal Teologi Praktika Vol 1, No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51465/jtp.v1i2.3

Abstract

Abstract:Family happiness is something longed for every husband and wife couple. The attitude shown by each wife or husband greatly influenced the realization of family happiness. This study aimed to determine the attitudes of wives and husbands based on Colossians 3: 18-19 on family happiness. This research was conducted at the Gereja Bethel Indonesia Keluarga Imamat Rajani Congregation Samarinda. This study used an explanatory - confirmatory method. The sample of this study were 73 married people. The results showed that: First, there was a significant influence on the wife's attitude towards her husband on family happiness. Second, there is no significant influence on the husband's attitude towards his wife on family happiness. Guidance for husbands and wives needs to be improved through teaching and sermons, so that husbands and wives can understand their respective roles as stated in Colossians 3: 18-19, so that the implementation of the program may increase family happiness. Abstrak:Kebahagiaan keluarga menjadi dambaan bagi setiap pasangan suami dan istri. Sikap yang ditunjukkan masing-masing sitri atau suami sangat berpengaruh terhadap perwujudan kebahagiaan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap istri dan suami berdasarkan kolose 3:18-19 terhadap kebahagiaan keluarga. Penelitian ini dilakukan di gereja Bethel Indonesia jemaat Keluarga Imamat Rajani Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode eksplanatori – konfirmatori. Sampel penelitian ini sebanyak 73 orang yang telah berkeluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, terdapat pengaruh yang signifikan sikap istri kepada suami terhadap kebahagiaan keluarga. Kedua, tidak terdapat pengaruh yang signifikan sikap suami kepada istri terhadap kebahagiaan keluarga. Pembinaan terhadap suami dan istri perlu ditaingkatkan melalui pengajaran maupun kotbah-kotbah, sehingga suami dan sistri dapat memahami peranannya masing-masing sebagaimana yang terdapat dalam Kolose 3:18-19, sehingga implementasi dari program tersebut dapat meningkatkan kebahagiaan keluarga. 
Peranan Gembala Sidang Dalam Pertumbuhan Iman Kaum Muda Despri, Despri; Usat, Yahya
Jurnal Teologi Praktika Vol 1, No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51465/jtp.v1i2.13

Abstract

The shepherd has a duty that must be accountable to God. The pastor is a leader who guides and guides the church so that the church experiences faith growth. In this effort the pastor needs to teach the stages of achieving it, and provide a correct understanding of faith. Thus the shepherd must play a full role in shepherding. The pastor's leadership is leadership based on the love of Christ not based on intimidation and oppression. Shepherds must be careful in applying the principles of leadership not to get caught up in the principles of secular leadership. Thus this study aims to examine the role of the pastor in the growth of the faith of young people. This research was conducted at the Indonesian Gospel Camp Long Pejeng Church, East Kutai Regency, East Kalimantan Province.Gembala memiliki tugas yang harus dipertangungjawabkan kepada Allah. Gembala pemimpin yang membimbing dan menuntun jemaat agar jemaat mengalami pertumbuhan iman. Dalam upaya tersebut gembala perlu mengajarakan tahap-tahap mencapainya, dan memberi pemahaman yang benar tentang iman. Sehingga gembala sidang harus bermain penuh dalam penggembalaan. Kepemimpinan gembala merupkan kemimpinan yang berdasar atas kasih Kristus bukan berdasarkan pada pengintimidasian dan penindasan. Gembala harus berhati-hati dalam menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan jangan sampai terjebak dalam prinsip-prinsip kepemimpinan sekuler. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk menguji sidang gembala sidang dalam pertumbuhan iman muda. Penelitian ini dilaksanakan di Gereja Kemah Injil Indonesia Long Pejeng, Kabupaten Kutai Timur.
Kristus dan Krisna: Upaya Menemukan Point of Contact Dalam Mendialogkan Injil Purwoto, Paulus; Setiawan, David Eko; Stevanus, Kalis
Jurnal Teologi Praktika Vol 1, No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51465/jtp.v1i2.17

Abstract

AbstractThe religious comparative dialogue is one of the effective means of carrying out the mission of the church, in the midst of a pluralistic society, especially for followers of the Hindu religion. An interesting concept in Christianity and Hinduism that can be compared is about Krishna and Christ. This study aims to make a comparison about the person of Christ and Krishna, and to interpret the concept of salvation they offer as an effort to find a point of contac in the dialogue of the Gospel to Hindu people in Indonesia. This study uses a library research method where the researcher tries to answer the research problem by looking for literature sources that correlate with the research problem, both textbooks and journals. The conclusion of this study is that there is a meeting point in the concept of salvation between Christ and Krishna which is useful in dialoguing the gospel to Hindu adherents in Indonesia. AbstrakDialog komparasi keagamaan merupakan salah satu sarana yang efektif bagi pelaksanaan misi gereja, ditengah masyarakat mejemuk khususnya terhadap penganut agama Hindu. Konsep yang menarik dalam agama Kristen dan Hindu yang dapat  dilakukan komparasi adalah tentang Krisna dan kristus. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan komparasi tentang pribadi Kristus dan Krishna, serta memaknai konsep keselamatan yang mereka tawarkan sebagai sebuah upaya untuk menemukan point of contac dalam mendialogkan Injil kepada umat Hindu di Indonesia. Penelitian  ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dimana peneliti berusaha menjawab permasalahan penelitian dengan mencari sumber-sumber literatur yang berkorelasi dengan masalah penelitian baik buku teks, maupun  jurnal. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat titik temu di dalam konsep keselamatan  antara Kristus dan Krishna yang berguna dalam mendialogkan Injil kepada penganut Hindu di Indonesia.  
Rumah Tangga Gembala Sidang Menjadi Role Model Bagi Jemaat Sembiring, Lena Anjarsari; Simon, Simon
Jurnal Teologi Praktika Vol 1, No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51465/jtp.v1i2.15

Abstract

ABSTRACTThis paper discusses the congregation pastor household being a role model for the congregation. The method used in this research is descriptive qualitative method with a literature approach. The result of this discussion is shepherd in Greek uses the word ποιμένας (poimenas) which means a feeder, protector and guide. God gives a pastor's ministry to a person for the purpose of carrying out the task of shepherding and educating His people so that they can live more properly and spiritually mature. Through the task God has delegated to the pastor to serve the congregation, his life and household should become a role model for the congregation. The pastor becomes a role model for the congregation starting from his marriage, has a good track record in life, is able to lead all members of his family, and the wife's lifestyle does not become a stumbling block. Why is the congregation pastor's household required to be a role model for the congregation, because the congregation pastor is closely related to the spiritual arrangement and arrangement of the church's household life. ABSTRAK Tulisan ini membahas mengenai Rumah Tangga Gembala Sidang Menjadi Role Model Bagi Jemaat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil dari pembahasan ini adalah gembala dalam bahasa Yunani  menggunakan kata ποιμένας (poimenas) yang diartikan seorang pemberi makan, pelindung dan penuntun. Tuhan mengaruniakan jawatan gembala kepada seseorang tujuannya untuk mengemban tugas menggembalakan dan mendidik jemaat-Nya agar mereka makin hidup benar dan dewasa secara kerohanian. Melalui tugas yang didelegasikan oleh Allah kepada gembala sidang untuk melayani jemaat, maka kehidupan dan rumah tangganyapun sudah sepatutnya menjadi role model bagi jemaat. Gembala sidang menjadi role model bagi jemaat dimulai dari pernikahannya, memiliki track record hidup yang baik, mampu memimpin seluruh anggota keluarganya, serta gaya hidup istri tidak menjadi batu sandungan. Mengapa rumah tangga gembala sidang dituntut menjadi role model bagi jemaat, karena gembala sidang erat kaitannya dalam penataan kerohanian dan penataan kehidupan rumah tangga jemaat.
Pengajaran Mengenai Puasa Menurut Yesaya 58:1-12 Farida, Florence; Ester, Ester
Jurnal Teologi Praktika Vol 1, No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51465/jtp.v1i2.16

Abstract

Abstract:The purpose of the research is to find out the Bible teaching about fasting, especially in the book of Isaiah 58:1-12, and its implications for the practice of Christian fasting today. The research used was a qualitative research method of literature study by analyzing the texts of the Book of Isaiah chapter 58: 1-12 and using descriptive hermeneutics method. The results of the analysis have implications for the fasting life of Christians today. It was found that Isaiah 58: 1-12 talks about the essence of fasting are seeking God, knowing God's way, doing what is right before God, obeying God, approaching God, humbling before God, and stopping from personal matters. Then it was found about the forms of fasting which are not desired and desired by God, and the right attitudes in doing fasting. Key Words: Teaching, Fasting Abstrak:Penelitian ini berujuan untuk menemukan pengajaran Alkitab, terutama di dalam kitab Yesaya    tentang puasa dan implikasinya terhadap praktik puasa kristiani pada masa kini. Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif literatur studi dengan menganalisa teks dari Kitab Yesaya pasal 58:1-12 dan menggunakan prinsip hermeneutik deskriptif. Hasil analisis berimplikasi pada kehidupan puasa orang Kristen pada masa kini. Didapati bahwa Yesaya 58:1-12 membicarakan tentang esensi kesalehan dari tindakan berpuasa adalah mencari Allah, mengenal jalan Allah, melakukan yang benar di hadapan Allah, taat kepada Allah, mendekat kepada Allah, merendahkan diri di hadapan Allah, dan berhenti dari urusan pribadi. Kemudian ditemukan tentang bentuk-bentuk puasa yang tidak dikehendaki dan dikehendaki Allah serta sikap-sikap yang benar dalam melakukan puasa. Didapati bahwa jika umat melakukan puasa sesuai dengan puasa yang Allah kehendaki, maka Allah memberikan berkat-berkatnya bagi umat. Kata Kunci: Pengajaran, Puasa
Pengaruh Sikap Istri dan Suami Berdasarkan Kolose 3:18-19 Terhadap Kebahagiaan Keluarga Hesekiel Siregar
Jurnal Teologi Praktika Vol 1, No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51465/jtp.v1i2.3

Abstract

Abstract:Family happiness is something longed for every husband and wife couple. The attitude shown by each wife or husband greatly influenced the realization of family happiness. This study aimed to determine the attitudes of wives and husbands based on Colossians 3: 18-19 on family happiness. This research was conducted at the Gereja Bethel Indonesia Keluarga Imamat Rajani Congregation Samarinda. This study used an explanatory - confirmatory method. The sample of this study were 73 married people. The results showed that: First, there was a significant influence on the wife's attitude towards her husband on family happiness. Second, there is no significant influence on the husband's attitude towards his wife on family happiness. Guidance for husbands and wives needs to be improved through teaching and sermons, so that husbands and wives can understand their respective roles as stated in Colossians 3: 18-19, so that the implementation of the program may increase family happiness. Abstrak:Kebahagiaan keluarga menjadi dambaan bagi setiap pasangan suami dan istri. Sikap yang ditunjukkan masing-masing sitri atau suami sangat berpengaruh terhadap perwujudan kebahagiaan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap istri dan suami berdasarkan kolose 3:18-19 terhadap kebahagiaan keluarga. Penelitian ini dilakukan di gereja Bethel Indonesia jemaat Keluarga Imamat Rajani Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode eksplanatori – konfirmatori. Sampel penelitian ini sebanyak 73 orang yang telah berkeluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, terdapat pengaruh yang signifikan sikap istri kepada suami terhadap kebahagiaan keluarga. Kedua, tidak terdapat pengaruh yang signifikan sikap suami kepada istri terhadap kebahagiaan keluarga. Pembinaan terhadap suami dan istri perlu ditaingkatkan melalui pengajaran maupun kotbah-kotbah, sehingga suami dan sistri dapat memahami peranannya masing-masing sebagaimana yang terdapat dalam Kolose 3:18-19, sehingga implementasi dari program tersebut dapat meningkatkan kebahagiaan keluarga. 
Peranan Gembala Sidang Dalam Pertumbuhan Iman Kaum Muda Despri Despri; Yahya Usat
Jurnal Teologi Praktika Vol 1, No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51465/jtp.v1i2.13

Abstract

The shepherd has a duty that must be accountable to God. The pastor is a leader who guides and guides the church so that the church experiences faith growth. In this effort the pastor needs to teach the stages of achieving it, and provide a correct understanding of faith. Thus the shepherd must play a full role in shepherding. The pastor's leadership is leadership based on the love of Christ not based on intimidation and oppression. Shepherds must be careful in applying the principles of leadership not to get caught up in the principles of secular leadership. Thus this study aims to examine the role of the pastor in the growth of the faith of young people. This research was conducted at the Indonesian Gospel Camp Long Pejeng Church, East Kutai Regency, East Kalimantan Province.Gembala memiliki tugas yang harus dipertangungjawabkan kepada Allah. Gembala pemimpin yang membimbing dan menuntun jemaat agar jemaat mengalami pertumbuhan iman. Dalam upaya tersebut gembala perlu mengajarakan tahap-tahap mencapainya, dan memberi pemahaman yang benar tentang iman. Sehingga gembala sidang harus bermain penuh dalam penggembalaan. Kepemimpinan gembala merupkan kemimpinan yang berdasar atas kasih Kristus bukan berdasarkan pada pengintimidasian dan penindasan. Gembala harus berhati-hati dalam menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan jangan sampai terjebak dalam prinsip-prinsip kepemimpinan sekuler. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk menguji sidang gembala sidang dalam pertumbuhan iman muda. Penelitian ini dilaksanakan di Gereja Kemah Injil Indonesia Long Pejeng, Kabupaten Kutai Timur.
Kristus dan Krisna: Upaya Menemukan Point of Contact Dalam Mendialogkan Injil Paulus Purwoto; David Eko Setiawan; Kalis Stevanus
Jurnal Teologi Praktika Vol 1, No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51465/jtp.v1i2.17

Abstract

AbstractThe religious comparative dialogue is one of the effective means of carrying out the mission of the church, in the midst of a pluralistic society, especially for followers of the Hindu religion. An interesting concept in Christianity and Hinduism that can be compared is about Krishna and Christ. This study aims to make a comparison about the person of Christ and Krishna, and to interpret the concept of salvation they offer as an effort to find a point of contac in the dialogue of the Gospel to Hindu people in Indonesia. This study uses a library research method where the researcher tries to answer the research problem by looking for literature sources that correlate with the research problem, both textbooks and journals. The conclusion of this study is that there is a meeting point in the concept of salvation between Christ and Krishna which is useful in dialoguing the gospel to Hindu adherents in Indonesia. AbstrakDialog komparasi keagamaan merupakan salah satu sarana yang efektif bagi pelaksanaan misi gereja, ditengah masyarakat mejemuk khususnya terhadap penganut agama Hindu. Konsep yang menarik dalam agama Kristen dan Hindu yang dapat  dilakukan komparasi adalah tentang Krisna dan kristus. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan komparasi tentang pribadi Kristus dan Krishna, serta memaknai konsep keselamatan yang mereka tawarkan sebagai sebuah upaya untuk menemukan point of contac dalam mendialogkan Injil kepada umat Hindu di Indonesia. Penelitian  ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dimana peneliti berusaha menjawab permasalahan penelitian dengan mencari sumber-sumber literatur yang berkorelasi dengan masalah penelitian baik buku teks, maupun  jurnal. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat titik temu di dalam konsep keselamatan  antara Kristus dan Krishna yang berguna dalam mendialogkan Injil kepada penganut Hindu di Indonesia.  
Rumah Tangga Gembala Sidang Menjadi Role Model Bagi Jemaat Lena Anjarsari Sembiring; Simon Simon
Jurnal Teologi Praktika Vol 1, No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51465/jtp.v1i2.15

Abstract

ABSTRACTThis paper discusses the congregation pastor household being a role model for the congregation. The method used in this research is descriptive qualitative method with a literature approach. The result of this discussion is shepherd in Greek uses the word ποιμένας (poimenas) which means a feeder, protector and guide. God gives a pastor's ministry to a person for the purpose of carrying out the task of shepherding and educating His people so that they can live more properly and spiritually mature. Through the task God has delegated to the pastor to serve the congregation, his life and household should become a role model for the congregation. The pastor becomes a role model for the congregation starting from his marriage, has a good track record in life, is able to lead all members of his family, and the wife's lifestyle does not become a stumbling block. Why is the congregation pastor's household required to be a role model for the congregation, because the congregation pastor is closely related to the spiritual arrangement and arrangement of the church's household life. ABSTRAK Tulisan ini membahas mengenai Rumah Tangga Gembala Sidang Menjadi Role Model Bagi Jemaat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil dari pembahasan ini adalah gembala dalam bahasa Yunani  menggunakan kata ποιμένας (poimenas) yang diartikan seorang pemberi makan, pelindung dan penuntun. Tuhan mengaruniakan jawatan gembala kepada seseorang tujuannya untuk mengemban tugas menggembalakan dan mendidik jemaat-Nya agar mereka makin hidup benar dan dewasa secara kerohanian. Melalui tugas yang didelegasikan oleh Allah kepada gembala sidang untuk melayani jemaat, maka kehidupan dan rumah tangganyapun sudah sepatutnya menjadi role model bagi jemaat. Gembala sidang menjadi role model bagi jemaat dimulai dari pernikahannya, memiliki track record hidup yang baik, mampu memimpin seluruh anggota keluarganya, serta gaya hidup istri tidak menjadi batu sandungan. Mengapa rumah tangga gembala sidang dituntut menjadi role model bagi jemaat, karena gembala sidang erat kaitannya dalam penataan kerohanian dan penataan kehidupan rumah tangga jemaat.

Page 1 of 2 | Total Record : 12