cover
Contact Name
Dwi Wahyuni
Contact Email
dwiwahyuni@uinib.ac.id
Phone
+6281272162942
Journal Mail Official
al-adyan@uinib.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Mahmud Yunus Padang Kode Pos 25153
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Al-Adyan: Journal of Religious Studies
ISSN : 2745519X     EISSN : 2723682X     DOI : -
Al-Adyan: Journal of Religious Studies adalah jurnal ilmiah akademis yang diterbitkan oleh Program Studi (Prodi) Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang. Jurnal ini terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember yang mempublikasikan artikel berbasis hasil penelitian studi agama dalam ragam perspektif;perbandingan, sejarah, sosiologi, antropologi, fenomenologi, hubungan antar agama, multikulturalisme, serta isu-isu kontemporer lainnya. Al-Adyan: Journal of Religious Studies mengundang para penulis dan peneliti untuk menyumbangkan karya terbaik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2021)" : 7 Documents clear
Pancasila Sebagai Titik Temu Agama-Agama Dan Kemanusiaan: Diskursus Nurcholish Madjid Dan Yudi Latif Sulbi, Sulbi; Siregar, Salmanul Hakim
Al-Adyan: Journal of Religious Studies Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-adyan.v2i1.1999

Abstract

Recently, exclusive religious attitudes and disharmony of the humanitarian and political order in differences are getting stronger in Indonesia. This paper aims to analyze the position of Pancasila as the melting pot of religions and the future of humanity. Through literature review; encyclopedias, books, journals, magazines, papers, and media, this paper starts from the data collection, data processing, and data analysis stage. The results of the study show that Indonesia as a pluralist country must create an atmosphere of open dialogue in the spirit of humanity. Therefore, the existence of Pancasila is placed as a bridge meeting point. Not the other way around, understanding the nation and Pancasila in exclusive actions to encourage the behavior to reject the truth of other religions and other people's thoughts. This study concludes that accepting differences gracefully, or acknowledging the existence of other religions is creating the same human order.Akhir-akhir ini, sikap keagamaan eksklusif dan ketidakharmonisan tatanan kemanusiaan maupun politik di tengah perbedaan semakin menguat di Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis posisi Pancasila sebagai titik temu agama-agama dan masa depan kemanusiaan. Melalui kajian kepustakaan; ensiklopedi, buku, jurnal, majalah, makalah  dan media-media, tulisan ini dimulai dari pengumpulan data, pengelohan data dan  tahap menganalisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Indonesia sebagai negara yang pluralis harus menciptakan suasana dialog yang terbuka dalam spirit kemanusiaan. Oleh sebab itu keberadaan Pancasila diletakan sebagai jembatan titik temu. Bukan sebaliknya, memahami bangsa dan Pancasila pada tindakan eksklusif sehingga mendorong pada perilaku menolak kebenaran dari agama-agama lain dan pikiran orang lain. Kajian ini sampai pada kesimpulan bahwa menerima perbedaan dengan lapang dada, atau mengakui keberadaan agama-agama lain adalah menciptakan tatanan kemanusiaan yang sama.
Nilai Dan Fungsi Tradisi Ziarah Di Dusun Kawangan Syaifullah, Syaifullah; Safitri, Eqlima Dwiana
Al-Adyan: Journal of Religious Studies Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-adyan.v2i1.2520

Abstract

This paper is entitled Values and Functions of the Pilgrimage Tradition in Kawangan Hamlet, precisely in Ngadirejo, Temanggung, Central Java.  The aims of this study are: (1) Describing the factors of the perpetuation of the pilgrimage tradition in the village of Kawangan.  (2) Knowing the value and function of the pilgrimage tradition in the village of Kawangan in Bronislow Malinowski's theory of functionalism.  This study uses a qualitative method, described descriptively. Collecting data has done through field studies: interviews, observations, participant observers and literature studies.  The pilgrimage ritual in the village of Kawangan is still sustainable until now because of the local community trust, the loyalty to the ancestral heritage and the integrative needs.  While the values and functions of pilgrimage ritual are: (1) Religious Functions, (2) Social Functions, (3) Economic Functions and (4) Entertainment Functions.Tulisan ini berjudul Nilai dan Fungsi Tradisi Ziarah di Dusun Kawangan, tepatnya di Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini yaitu; (1) memaparkan faktor-faktor langgengnya tradisi ziarah di dusun Kawangan; (2) mengetahui nilai dan fungsi tradisi ziarah di dusun Kawangan dalam teori fungsionalisme Bronislow Malinowski. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dipaparkan secara deskriptif. Pengumpulan data melalui studi lapangan: wawancara, observasi, pengamatan terlibat (participant observer) dan studi pustaka. Ritual ziarah di dusun Kawangan tetap lestari sampai sekarang dikarenakan; kepercayaan masyarakat lokal, kesetiaan memegang teguh warisan leluhur dan kebutuhan integratif. Sementara nilai dan fungsinya adalah, (1) fungsi keagamaan, (2) fungsi sosial, (3) fungsi ekonomi dan (4) fungsi hiburan.
Fungsi Anak Dalam Yadnya Sebagai Basis Pembentukan Karakter Rusli, Ayu Rustriana
Al-Adyan: Journal of Religious Studies Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-adyan.v2i1.2644

Abstract

The purpose of this paper is to describe the function of children in Hinduism with the obligation to carry out yadnya and the formation of children's character. In the discussion, the method used is library research. There are two understandings related to the function of the child, first, the child should respect, repay the services of parents and ancestors which is implemented in the implementation of pitra yadnya. Second, when children carry out their obligations to carry out their pitra yadnya, children indirectly learn to shape their character. Characters formed in yadnya include religiosity, responsibility, and communication skills.Tujuan penulisan ini adalah  untuk mengambarkan fungsi anak dalam agama Hindu dalam kaitannya dengan kewajiban melaksanakan yadnya serta pembentukan karakter anak. Dalam pembahasannya, metode yang digunakan adalah library research.  Ada dua pemahaman yang terkait dengan fungsi anak, pertama, anak memiliki kewajiban untuk menghormati, membalas jasa orang tua dan leluhur yang diimplementasikan dalam pelaksanaan pitra yadnya. Kedua, ketika anak menjalankan kewajibannya untuk melaksanakan pitra yadnya, secara tidak langsung anak belajar untuk membentuk karakternya. Karakter yang dibentuk dalam yadnya antara lain, adalah religiusitas, tanggungjawab dan kemampuan komunikasi. 
Peran Harnojoyo dalam Gerakan Sholat Subuh Berjamaah di Kota Palembang Amin, Muhammad; Hendro, Beko
Al-Adyan: Journal of Religious Studies Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-adyan.v2i1.1930

Abstract

The purpose of this research is to examine the role of Harnojoyo as The Mayor of Palembang City (2018-2023) in the implementation of Peraturan Walikota Nomor 69 Tahun 2018 Tentang Gerakan Sholat Subuh Berjamaah. This research is a qualitative research using data collection techniques in the form of observation and documentation. Researchers focus more on observing photos of the activities of the Subuh prayer movement that have been carried out from social media and online news sites. Documentation method was used to obtain data on research demographics. The researcher limits the research from 2018 to February 2020. Meanwhile, to analyze the data that has been collected, a critical discourse analysis approach is used. This analysis aims to gain an understanding of the discourse that exists in online media and online news sites about the implementation of the Subuh prayer movement in congregation which then gets answers about Harnojoyo's role in the implementation of the Subuh prayer movement in congregation. The conclusion of this research is that Harnojoyo as the Mayor of Palembang has a significant role in the implementation of the congregational Subuh prayer movement.Tujuan penelitian ini yakni mengkaji tentang peran Harnojoyo Wali Kota Palembang (2018-2023) dalam pelaksanaan Peraruran Walikota Nomor 69 Tahun 2018 Tentang Gerakan Sholat Subuh Berjamaah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Peneliti lebih memfokuskan observasi pada foto-foto kegiatan gerakan shalat Subuh bejamaah yang telah dilaksanakan dari media sosial dan situs berita online.  Metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data mengenai demografi penelitian. Peneliti membatasi penelitian dari tahun 2018 hingga Februari 2020. Sedangkan untuk menganalisis data yang telah terkumpul digunakan pendekatan analisis wacana kritis. Analisis ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman mengenai wacana yang ada di media online dan situs berita online tentang pelaksanaan gerakan sholat Subuh berjamaah yang kemudian didapatkan jawaban tentang peran Harnojoyo dalam pelaksanaan gerakan sholat Subuh berjamaah. Simpulan dari penelitian ini yakni Harnojoyo sebagai Wali Kota Palembang mempunyai peran yang signifikan dalam pelaksanaan gerakan sholat subuh berjamaah.
Implementasi Ajaran Konfusius Dalam Barongsai: Telaah Grup Satya Dharma Kelenteng Hok Hien Bio Di Kudus Jawa Tengah Rosyid, Moh; Kushidayati, Lina
Al-Adyan: Journal of Religious Studies Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-adyan.v2i1.2312

Abstract

The purpose of this paper is to find a correlation between the teachings of Confucius and the lion dance group Satya Dharma at the Hok Hien Bio Temple in Kudus. The importance of research to provide understanding to the public that lion dance is not only a game or sport but Confucian values characterize the actors. Research data obtained by interviews and observations were analyzed descriptively qualitatively. The results showed that the lion dance group practiced regularly twice a week for free, followed by young people of all religions and ethnicities. This group was invited by residents in Kudus to the cultural carnival and people's party. The behavior of players and coaches follows the teachings of Confucius in the Si Shu Bible. First, it contains 8 confessions of faith (ba chen gui), realizing taboos, namely that what is immoral should not be seen (Hwi Lee But Si), heard (Hwi Lee But Thing), spoken (Hwi Lee But Gan), done (Hwi Lee But Tong), uphold the four pillars, understand the word (Ti Bing), receive the word (Siu Bing), uphold the word (Liep Bing), perfect the word (SingBing). Both behave in a friendly, gentle, honest, capable, obedient, sincere, simple, steady, and mighty manner, do tripusaka, are wise (Ti), loving (Jien), and brave (Yong). Third, abandon the 3 behaviors of arrogant, lazy, and extravagant, friendly, honest, and knowledgeable, have good relations with others (Ren Dao) and God (Tian/Shang Di) (Tian Dao).Tujuan tulisan ini adalah untuk mencari korelasi antara ajaran Konfusius  dan kelompok barongsai Satya Dharma di Kelenteng Hok Hien Bio di Kudus. Pentingnya riset untuk memberi pemahaman pada publik bahwa barongsai tidak hanya permainan atau olahraga tetapi nilai konfusius mewarnai para pelakunya. Data riset diperoleh dengan interviu dan observasi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil riset memperlihatkan bahwa kelompok barongsai berlatih rutin seminggu dua kali secara gratis, diikuti oleh anak muda lintas agama dan etnis. Kelompok ini diundang warga di Kudus pada acara kirab budaya dan pesta rakyat. Perilaku pemain dan pelatih menaati ajaran Konfusius dalam Kitab Suci Si Shu. Pertama, memuat 8 pengakuan iman (ba chen gui), mewujudkan pantangan yakni yang tak susila jangan dilihat (Hwi Lee But Si), didengar (Hwi Lee But Thing), diucapkan (Hwi Lee But Gan), dilakukan (Hwi Lee But Tong), menjunjung empat pilar, mengerti firman (Ti Bing), menerima firman (Siu Bing), menegakan firman (Liep Bing), menyempurnakan firman (SingBing). Kedua berperilaku 9 dengan ramah, lemah-lembut, jujur, cakap, patuh, tulus hati, sederhana, mantap, dan perkasa, melakukan tripusaka, bijaksana (Ti), cinta kasih (Jien), dan berani (Yong). Ketiga, meninggalkan 3 perilaku sombong, pemalas, dan foya-foya, bersahabat dengan lurus, jujur, dan berpengetahuan luas, berhubungan baik dengan sesama (Ren Dao) dan Tuhan (Tian/Shang Di) (Tian Dao).
Tradisi Pembacaan Maulid Barzanji Dalam Perspektif Fenomenologi-Dekonstruksi Derrida Mukarom, Ahmad Soheh; Furqon, Syihabul; Busro, Busro
Al-Adyan: Journal of Religious Studies Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-adyan.v2i1.1978

Abstract

This paper examines the text of Maulid Al-Barzanji. The sacred text contains the personality of the Prophet Muhammad, which implies one side of the myth of the Prophet, as an idol through the text and what the implications are when the text is deconstructed. The writing uses Derrida's phenomenological approach through deconstruction operations to uncover the camouflage aspects of the text on the one hand and the field of sacredness on the other. Meanwhile, Derrida's theory of deconstruction will operate sequentially looking for the roots where religion has become mere rites and myths. Because, it is clear that the root of religious myth is the text, in addition to the crystallization of idols. Research shows that in the text of Maulid al-Barzanji found fields of the sacredness of the text, about how the text preaches the divine side of the Prophet, as well as its significance as an ordinary human being (basyar). In addition, it was found that in the barzanji tradition, there was no crystallization of the Prophet's idol.Tulisan ini mengkaji teks Maulid Al-Barzanji. Teks sakral tersebut berisi personalitas Nabi Muhammad SAW yang mengimplikasikan satu sisi pemitosan Nabi Muhammad SAW sebagai idol melalui teks dan bagaimana implikasinya ketika teks didekonstruksi. Tulisan ini menggunakan pendekatan fenomenologi Derrida melalui operasi dekonstruksi untuk membongkar aspek kamuflatif teks di satu sisi dan medan sakralitas di sisi lainnya. Sementara teori dekonstruksi Derrida akan beroperasi secara sekuensial mencari akar-akar di mana agama telah jadi sekadar ritus dan mitos. Sebab, jelas bahwa akar dari pemitosan agama adalah teks, di samping pengkristalan idol. Penelitian  menunjukan bahwa dalam teks Maulid al-Barzanji ditemukan medan-medan sakralitas teks, ihwal bagaimana teks mengabarkan sisi Ilahiah Nabi SAW, sekaligus signifikansinya sebagai insan biasa (basyar). Di samping itu ditemukan fakta bahwa dalam tradisi barzanji, tidak terjadi pengkristalan idol Nabi.
Dari Intoleransi Menuju Kerjasama Lintas Agama: Studi Kasus Masyarakat Muslim Hidayat, Thaufiq
Al-Adyan: Journal of Religious Studies Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-adyan.v2i1.1985

Abstract

The phenomenon of religious intolerance has raised a number of problems that are not beneficial for the preservation of Bhinneka Tunggal Ika. Not only destroying the joints of unity, intolerance is also very sensitive when it comes to religious issues. However, if it refers to the social aspect, it is evident that there are several interfaith collaborations that have helped build the spirit of unity. According to the aforementioned, this paper aims to describe theoretically the portrait of intolerance transformed into interfaith cooperation, especially for Muslims. This research is a literature research using description and interpretation methods in analyzing the problem so that a conclusion can be drawn. The results of this study reveal that the transformation of intolerance into cooperation starts from intolerance to dialogue, arises from the awareness that Islam also emphasizes tolerance towards other groups so as to allow dialogue between religious adherents. Furthermore, the author places the social work dialogue model as the basis for building interfaith cooperation, as was practiced by prophet Muhammad and friends. In the last process, the dialogue continues into cooperation involving all religious adherents, such as preventing drugs, eradicating gambling, fighting alcohol, handling crime, and social support.Fenomena intoleransi agama telah banyak memunculkan sejumlah persoalan yang tidak menguntungkan bagi kelestarian bhineka tunggal ika. Tidak hanya merusak sendi persatuan, intoleransi sangat sensitif terjadi bila bersinggungan dengan masalah agama. Namun jika merujuk pada aspek sosial, maka akan terlihat beberapa kerjasama lintas agama yang turut mengkontruksi semangat persatuan. Berangkat dari hal tersebut, tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara teoritis potret intoleransi bertransformasi menjadi kerjasama lintas agama khususnya bagi umat Islam. Penelitian ini merupakan riset kepustakaan dengan menggunakan metode deskripsi dan interprestasi dalam menganalisis masalah sehingga ditarik suatu kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini mengungkap bahwa transfomasi intoleransi menuju kerjasama dimulai dari intoleransi ke dialog, muncul dari kesadaran bahwa Islam juga menekankan toleransi terhadap golongan lain sehingga memungkinkan terjadinya dialog antar penganut agama. Selanjutnya penulis menempatkan model dialog kerja sosial sebagai landasan membangun kerjasama lintas agama, seperti yang pernah dipraktikan oleh Rasulullah saw. dan para sahabat. Pada proses yang terakhir, dialog berlanjut ke kerjasama yang melibatkan seluruh penganut agama seperti penangkalan narkoba, pemberantasan judi, memerangi minuman keras, penanganan kriminal, dan penyantunan sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 7