cover
Contact Name
Ansari Saleh Ahmar
Contact Email
mattawang@ahmar.id
Phone
+6281258594207
Journal Mail Official
mattawang@ahmar.id
Editorial Address
Jalan Karaeng Bontomarannu No. 57 Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27465233     DOI : https://doi.org/10.35877/454RI.mattawangv2i2
The mission of Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and engagement. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, engagement, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community service. As our commitment to the advancement of science and technology, the Mattawang follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol. 7 no. 1 (2026)" : 6 Documents clear
Introducing Unplugged Coding to Teachers to Support Coding and Artificial Intelligence (AI) Learning at SD Negeri 27 Paukiri: Pengenalan Koding Unplugged Kepada Guru untuk Mendukung Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di SD Negeri 27 Ilman Indra Ansyari; A. Zam Immmawan Alam; Firdha Razak; Dideng Kadir; Ramli Ely
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang4618

Abstract

Digital education transformation requires elementary school teachers to possess digital literacy and computational thinking skills; however, teachers in remote areas are generally unfamiliar with the concept of unplugged coding. This community service (PKM) project aims to enhance teachers' understanding and skills in designing simple learning media without digital devices at SD Negeri 27 Paukiri, Pangkajene, and Kepulauan Regency. The method employed is a participatory approach involving training, demonstrations, practice, and mentoring, with qualitative descriptive data analysis. The results indicate a significant shift in teachers' perception that coding can be taught without computers, alongside an improvement in their skills in creating media from local materials. Implementation among students in grades I–VI also demonstrated high learning enthusiasm. It is concluded that unplugged coding is an effective and contextual solution for enhancing digital literacy in schools with limited facilities.
Empowering Sociopreneurs through Community-Based Waste Banks: Business Opportunities with Social Impact: Memberdayakan Wirausahawan Sosial Melalui Bank Sampah Berbasis Komunitas: Peluang Bisnis dengan Dampak Sosial Wahyuningsih Santosa; Dwi Hartini Rahayu; Andreas Wahyu Gunawan; Masagus Asaari; Sanita Nurfadilah
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang4603

Abstract

This community service program aims to develop the capacity of local communities to manage waste banks using a sociopreneurship approach, through participatory and educational strategies. The program was implemented in Tambun Selatan District, an area with significant potential for community-based waste management. The methods included public education, hands-on simulations, and intensive mentoring designed to enhance knowledge, skills, and community awareness about the economic value of waste. Results show an increase in participants’ understanding of waste bank management and social entrepreneurship, along with the emergence of new community-based recycling initiatives. This activity contributed to strengthening the waste bank ecosystem, building social capital, and establishing a replicable model for environment-based social enterprises. Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas komunitas lokal dalam mengelola bank sampah melalui pendekatan sociopreneurship, dengan strategi partisipatif dan edukatif. Program ini dilaksanakan di Kecamatan Tambun Selatan, sebuah wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Metode yang digunakan mencakup edukasi publik, simulasi langsung, dan pendampingan intensif yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat terhadap nilai ekonomi dari sampah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai manajemen bank sampah dan kewirausahaan sosial, serta munculnya inisiatif daur ulang berbasis komunitas yang baru. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat ekosistem bank sampah, membangun modal sosial, dan membentuk model usaha sosial berbasis lingkungan yang dapat direplikasi.
Empowering Children at the Baiti Jannati Orphanage through Literacy, Eco-Literacy, and Halal Product Education Programs: Pemberdayaan Anak di Rumah Asuh Baiti Jannati melalui Program Literasi, Ekoliterasi, dan Edukasi Produk Halal Santhy Hawanti; Watemin Watemin; Pri Iswati Utami; Nur Aisyah; Dinar Abdul Rozak
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang4606

Abstract

Low literacy rates among children, lack of environmental awareness, and inadequate understanding of halal products among foster children pose significant challenges to their holistic development. This community service program aimed to improve literacy, eco-literacy, and halal awareness at Rumah Asuh Baiti Jannati in Purwokerto. The intervention used interactive mentoring, including a reading corner, a three-bin waste sorting system, and halal education through posters and discussions. Effectiveness was assessed using pretests, posttests, and behavioural observation. Results showed notable improvement in reading engagement, waste-sorting skills, and recognition of halal product criteria. Posttest scores increased by 22% compared to pretest results, indicating substantial knowledge gains. Caregivers also observed positive changes in the children’s behavior, including increased interest in reading and more responsible environmental habits. Overall, the program fostered holistic intelligence, ecological responsibility, and religious awareness and is recommended for sustained implementation. Abstrak Rendahnya literasi anak, minimnya kesadaran lingkungan, serta kurangnya pemahaman mengenai produk halal merupakan persoalan penting bagi anak-anak di rumah asuh. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi, ekoliterasi, dan kesadaran halal melalui pendampingan di Rumah Asuh Baiti Jannati, Purwokerto. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan pendamping dan anak dengan pendekatan interaktif, yakni penyediaan pojok baca, praktik pemilahan sampah dengan konsep 3 warna, serta penyuluhan halal education berbasis poster dan diskusi. Evaluasi dilakukan melalui pretest–posttest serta observasi perilaku anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat baca, keterampilan memilah sampah, dan pemahaman kriteria produk halal. Nilai posttest meningkat 22% dibandingkan pretest. Pendamping juga melaporkan perubahan positif dalam perilaku anak terkait kebiasaan membaca, kepedulian lingkungan, dan pemilihan konsumsi makanan. Dengan demikian, kegiatan ini efektif membentuk kecerdasan holistik, kesadaran ekologis, serta nilai religius anak, dan diharapkan dapat dilanjutkan secara berkelanjutan.
Teacher Empowerment Through Digital Literacy: Canva Training as Interactive Educational Media: Pemberdayaan Guru Melalui Literasi Digital: Pelatihan Canva Sebagai Media Edukatif Interaktif Ruri Muhammad PD; Firdha Razak; Rustinah; A Zam Immawan Alam; Herman Alimuddin
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang4619

Abstract

In today’s digital era, teachers are required to be creative and adaptive to technological developments in order to support interesting and meaningful learning for students. Therefore, a hands-on practice-based training was conducted designed to improve teachers' competencies in designing teaching media using the Canva application, including visual materials, infographics, and interactive worksheets. The training method was carried out through a participatory workshop approach that actively involved teachers in the digital teaching media design process. This community service activity showed an increase in teachers' skills in creating Canva-based learning media. Canva training can improve teachers' skills in creating Canva-based learning media at SDN 32 Pulau Balang Caddi. Abstrak Di era digital saat ini, guru dituntut untuk kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi guna menunjang pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswa. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan berbasis praktik langsung yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mendesain media ajar menggunakan aplikasi Canva, baik materi visual, infografis, maupun lembar kerja interaktif. Metode pelatihan dilakukan melalui pendekatan workshop partisipatif yang melibatkan guru secara aktif dalam proses perancangan media ajar digital. Melalui kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan terhadap keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran berbasis Canva. Pelatihan Canva dapat meningkatkan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran berbasis Canva di SDN 32 Pulau Balang Caddi. 
Empowerment of Chili Business Groups through Processing Centers and Digital Marketing in Banggae Village, Takalar Regency: Pemberdayaan Kelompok Usaha Cabai melalui Pusat Pengolahan dan Digital Marketing di Desa Banggae Kabupaten Takalar Ahyani Mirah Liani; Asmaul Husnah; Mar Athul Wazithah T; Norma Nasir; Khadijah Khadijah; Abd Hakim
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang4713

Abstract

Banggae Village, located in Takalar Regency, has considerable natural resource potential, particularly in chili commodities. Chili is one of the agricultural products widely cultivated by the local community and has the potential to be developed into various value-added processed products. However, the utilization of this commodity has not been optimal, as most farmers still sell their harvest in fresh form without further processing. This condition results in relatively low product value and limits the development of community-based businesses related to chili commodities. This community service program aims to enhance the capacity of the community in developing chili-based businesses through the establishment of business groups, the development of a chili processing center, and digital marketing training. The implementation of the program was carried out through several stages, including program socialization, formation of business groups, establishment of a chili processing center as a shared production facility, product packaging training, and digital marketing training using social media and online marketplaces. The results of the program indicate an improvement in the community’s capacity to develop chili-based enterprises. The program successfully established four chili business groups across four hamlets in Banggae Village, namely Jarannika, Banggae, Bolo, and Garassi, with a total of 20 active members. In addition, one chili processing center was established and utilized as a facility for the production and packaging of processed chili products. The training activities were attended by 23 participants, with an average level of understanding reaching approximately 85% based on the evaluation results. Following the program, more than 80% of the participants were able to utilize digital platforms such as TikTok, Instagram, Facebook, Shopee, and WhatsApp as media for product promotion and marketing. This program contributes to improving community entrepreneurial skills and encourages the use of digital technology to expand the market reach of chili-based products derived from local village resources. Abstrak Desa Banggae yang terletak di Kabupaten Takalar memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, khususnya pada komoditas cabai. Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi. Namun, pemanfaatan komoditas tersebut masih belum optimal karena sebagian besar petani menjual hasil panen dalam bentuk segar tanpa melalui proses pengolahan lebih lanjut. Kondisi ini menyebabkan nilai tambah produk menjadi relatif rendah serta peluang pengembangan usaha masyarakat berbasis komoditas cabai belum berkembang secara maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis cabai melalui pembentukan kelompok usaha, pendirian pusat pengolahan cabai, serta pelatihan digital marketing. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi program, pembentukan kelompok pelaku usaha, pendirian pusat pengolahan cabai sebagai fasilitas produksi bersama, pelatihan pengemasan produk, serta pelatihan pemasaran digital berbasis media sosial dan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengembangan usaha cabai. Program ini berhasil membentuk 4 kelompok usaha cabai yang tersebar di empat dusun di Desa Banggae, yaitu Dusun Jarannika, Banggae, Bolo, dan Garassi, dengan jumlah 20 anggota aktif. Selain itu, telah dibentuk 1 pusat pengolahan cabai yang dimanfaatkan sebagai tempat produksi dan pengemasan produk olahan cabai. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 23 peserta, dengan tingkat pemahaman materi mencapai sekitar 85% berdasarkan hasil evaluasi kegiatan. Setelah kegiatan berlangsung, lebih dari 80% peserta mampu memanfaatkan platform digital seperti TikTok, Instagram, Facebook, Shopee, dan WhatsApp sebagai media promosi dan pemasaran produk. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan keterampilan kewirausahaan masyarakat serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam memperluas jangkauan pemasaran produk olahan cabai berbasis potensi lokal desa.
Strengthening Digital Marketing of Ajakkang Local Products through the LESTARI System to Support Community Empowerment: Penguatan Pemasaran Digital Produk Lokal Ajakkang Berbasis Sistem LESTARI untuk Mendukung Pemberdayaan Masyarakat Nurwati Djam'an; Suradi Tahmir; Andi Ihsan; Heri Tahir; Fitriwati Djam'an
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang4839

Abstract

This community service program aims to strengthen the digital marketing of local products through the implementation of the LESTARI System as a community-based digital marketing platform. The program was conducted during the odd semester of the 2025/2026 Academic Year through a collaborative initiative involving lecturers and students from Universitas Negeri Makassar and Universitas Hasanuddin. The program was implemented in Ajakkang Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency, involving the Fish Processing Group (POKLAHSAR) Berkah, local MSME actors, and the village government. The implementation method employed a Participatory Action Research (PAR) approach through stages of problem identification, needs analysis, system development, community training and mentoring, system implementation, and program evaluation. The results demonstrated an improvement in community capacity in digital marketing, business management, product branding, and the utilization of social media and marketplaces as promotional media. The implementation of the LESTARI System also encouraged increased community participation, the emergence of local leaders, and greater public awareness regarding the importance of digital transformation and mangrove environmental conservation as part of sustainable economic development. Therefore, the LESTARI System has proven effective as a medium for strengthening the digital marketing of local products while supporting technology-based empowerment of coastal communities. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemasaran digital produk lokal melalui implementasi Sistem LESTARI sebagai platform pemasaran digital berbasis komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026 dengan melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar dan Universitas Hasanuddin. Program dilaksanakan di Desa Ajakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, dengan melibatkan Kelompok Pengolah Hasil Perikanan (POKLAHSAR) Berkah, pelaku UMKM lokal, dan pemerintah desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi masalah, analisis kebutuhan, pengembangan sistem, pelatihan dan pendampingan masyarakat, implementasi sistem, serta evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat dalam pemasaran digital, pengelolaan usaha, branding produk, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi. Implementasi Sistem LESTARI juga mendorong peningkatan partisipasi masyarakat, tumbuhnya penggerak lokal (local leader), serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya transformasi digital dan pelestarian lingkungan mangrove sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dengan demikian, Sistem LESTARI terbukti efektif sebagai media penguatan pemasaran digital produk lokal sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis teknologi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6