cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Fitopatologi Indonesia
ISSN : 02157950     EISSN : 23392479     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Fitopatologi Indonesia (JFI) is an official publication owned by the Indonesian Phytopathology Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia). In 2010, JFI management was given to PFI Komda Bogor. Since then, JFI has been published 6 times (January, March, May, July, September, and November).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 1 (2021)" : 6 Documents clear
Potensi Beberapa Isolat Bakteri Endofit untuk Pengendalian Biologi Meloidogyne graminicola pada Tanaman Padi abdul munif; Mohammad Yadi Nurjayadi
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.17.1.28-34

Abstract

Meloidogyne graminicola merupakan salah satu nematoda parasit penting pada tanaman padi. M. graminicola menyebabkan gejala puru pada akar sehingga pertumbuhan tanaman terhambat dan terganggu. Pengendalian M. graminicola sangat penting dilakukan agar kerusakan pada tanaman padi dan penyebarannya dapat ditekan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi bakteri endofit dalam mengendalikan nematoda puru akar (NPA) M. graminicola pada tanaman padi. Empat isolat bakteri endofit asal tanaman padi, yaitu isolat Si33, Si2, Sp24, GH1, dan satu isolat asal tanaman kentang G053 diuji untuk melihat pengaruhnya terhadap mortalitas M. gramincola secara in vitro dan kemampuannya dalam menekan serangan M. graminicola pada tanaman padi di rumah kaca. Hasil uji kultur filtrat bakteri endofit secara in vitro terbukti efektif meningkatkan kematian juvenil 2 M. graminicola sebesar 99.5% hingga 100%. Isolat bakteri endofit juga mampu menekan jumlah puru akar pada tanaman padi dengan kisaran 42.2%–49.3% pada percobaan di rumah kaca. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa isolat bakteri endofit yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai potensi yang baik sebagai agens biokontrol untuk mengendalikan M. graminicola pada tanaman padi.
Pathogenicity of Endophytic Fusarium oxysporum Isolated from Weeds in Banana Plantations against Bananas Seedlings var. Raja Bulu Vinsen Willi Wardhana; Suryo Wiyono; Sri Hendrastuti Hidayat; Widodo Widodo
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.17.1.1-8

Abstract

Fusarium oxysporum merupakan penyebab penyakit layu dan banyak mematikan tanaman pisang. Cendawan ini diketahui mampu hidup dan bertahan sebagai endofit pada gulma dan menjadi sumber inokulum yang nantinya menyebabkan penyakit pada tanaman pisang. Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi F. oxysporum dari akar gulma yang tumbuh di sekitar pertanaman pisang di Bogor, Jawa Barat, kemudian menguji sifat patogenisitasnya. Identifikasi morfologi dilakukan dengan mengamati koloni, konidium, dan klamidosporanya. Uji patogenisitas isolat endofit dilakukan di laboratorium menggunakan bibit pisang var. Raja Bulu. Sebanyak 9 isolat F. oxysporum berhasil diisolasi dari gulma yang tumbuh di sekitar pertanaman pisang. Semua isolat menunjukkan ciri morfologi sebagai F. oxysporum, yaitu koloni berwarna ungu, makrokonidium berbentuk kano dengan tiga sekat false head pendek, mikrokonidium berbentuk silindris atau ginjal, dan klamidospora umumnya tersusun tunggal. Semua isolat menyebabkan insidensi penyakit sebesar 100% pada bibit pisang var. Raja Bulu dengan keparahan gejala layu pada daun antara 58.33% sampai 77.78% dan nekrosis pada bonggolnya antara 50.00% sampai 69.44%.
Keparahan Penyakit Blas Pyricularia oryzae dan Analisis Gen Virulensi Menggunakan Metode Sequence Characterized Amplified Region Gilang Kurrata; Tutik Kuswinanti; Andi Nasruddin
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.17.1.19-27

Abstract

Penyakit blas padi yang disebabkan oleh cendawan Pyricularia oryzae (teleomorph: Magnaporthe oryzae) merupakan salah satu penyakit penting pada pertanaman padi di dunia, termasuk di Indonesia. Penggunaan varietas tahan merupakan cara penanggulangan penyakit blas yang murah, efisien dan aman dari risiko pencemaran pestisida. Namun ketahanan suatu varietas padi terhadap penyakit blas hanya dapat dimanfaatkan beberapa tahun saja disebabkan oleh kompleksitas patogen yang dengan mudah dapat mematahkan ketahanan varietas terutama bila ketahanan varietas ditentukan oleh hanya satu gen dominan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keparahan penyakit blas dan variasi genetik dari isolat-isolat P. oryzae dari Kabupaten Maros serta hubungan tingkat keparahan penyakit dengan ragam haplotipe yang diperoleh sebagai dasar rekomendasi pengendalian dengan varietas tahan yang sifatnya spesifik lokasi. Pengamatan keparahan penyakit blas menggunakan standard evaluation system for rice dilakukan di 8 lokasi lahan petani di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan pada bulan Juni sampai September 2019. Analisis keragaman genetik dilakukan menggunakan primer spesifik penyandi gen virulensi (Pwl2, Erg2 dan Cut1). Tingkat keparahan blas tertinggi diamati pada var. Mekongga sebesar 42.12% di Kecamatan Simbang dan 23.33% di Kecamatan Maros Baru. Di Kecamatan Tanralili (var. Inpari-7) dan Kecamatan Mandai (var. Ciherang) tingkat keparahan hanya 7.6% dan 7.88%. Sebanyak 15 isolat P. oryzae diperoleh dari 8 kecamatan di Kabupaten Maros. Analisis keragaman genetik menggunakan 3 primer menunjukkan adanya 5 haplotipe yang berbeda, yaitu haplotipe A-000 (4 isolat), C-011 (3 isolat), D-111 (2 isolat), F-110 (3 isolat) dan G-100 (3 isolat).
Metode Single Image-NDVI untuk Deteksi Dini Gejala Mosaik pada Capsicum annuum Asmar Hasan; Widodo; Kikin Hamzah Mutaqin; Muhammad Taufik; Sri Hendrastuti Hidayat
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.17.1.9-18

Abstract

Mosaik adalah gejala penyakit yang sering ditemukan pada tanaman cabai merah (Capsicum annuum) dan umumnya disebabkan oleh infeksi virus seperti Tobacco mosaic virus. Infeksi yang berat bahkan dapat mengakibatkan tanaman menjadi kerdil dan mengalami kehilangan hasil yang nyata. Metode serologi dan molekuler sudah banyak digunakan untuk mendeteksi virus tetapi pengerjaannya cukup menyita waktu, relatif kurang efisien untuk sampel yang banyak, dan bersifat destruktif pada tanaman. Di sisi lain, pengamatan gejala secara langsung terkendala oleh kemampuan visual manusia dan gejala laten pada tahap awal infeksi. Oleh karena itu, metode deteksi berdasarkan kemampuan tanaman menyerap dan merefleksikan berbagai spektrum cahaya matahari, seperti normalized difference vegetation index (NDVI) berpotensi untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi single image-NDVI sebagai varian NDVI untuk pengembangan deteksi dini gejala mosaik pada cabai merah. Tahapan utama penelitian ialah perekaman citra tanaman cabai merah yang tidak diinokulasi virus (V0), diinokulasi (V1), dan minim hara (M) menggunakan kamera RGB tanpa modifikasi dan filter lensa untuk menangkap reflektansi cahaya biru dan Near-Infrared. Selanjutnya dilakukan pengolahan citra menggunakan plugin Photo Monitoring pada aplikasi Fiji-ImageJ. Perekaman dilakukan mulai 1 hari setelah inokulasi (HSI) sampai gejala terlihat kasat mata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi tendensi peningkatan nilai NDVI terintegrasi pada semua perlakuan. Namun, tendensi peningkatan pada V1 tidak nyata dibandingkan dengan V0 dan M. Selisih rata-rata nilai NDVI terintegrasi antara V1 terlihat sangat nyata dibandingkan dengan V0 (pada 5 HSI) dan M (pada 1 HSI). Tingkat sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi metode ini berkisar antara 80–90 % pada 5 HSI.
Potensi Pengusulan Jenis Baru Peronosclerospora sorghi Asal Nusa Tenggara Timur Ummu Salamah Rustiani; Meity Suradji Sinaga; Sri Hendrastuti Hidayat; Suryo Wiyono; Darni Rambu D. Siala
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.17.1.35-40

Abstract

Potential Proposal for A New Type of Peronosclerospora Sorghi from East Nusa Tenggara Downy mildew of corn caused by Peronosclerospra can cause real economic damage. In Indonesia, it is known that there are three species of Peronosclerospora, namely P. maydis, P. phillippinenis, and P. sorghi. Peronosclerospora maydis is the dominant species found in Indonesia. The three species can be identified from their morphological and molecular characters. However, the results of monitoring by the Kupang Agricultural Quarantine Station during 2016-2019 showed that the morphological characteristics of P. sorghi from NTT are different from the morphology from Java and Sulawesi in terms of the number of sterigmata formed from conidiophores. The number of P. sorghi sterigmata from NTT is less than in other locations. This will lead to a smaller number of conidia produced by P. sorghi from NTT. Based on the molecular analysis, the character of P. sorghi isolate from NTT is in a separated family tree from Java and Sulawesi isolates but is included in one group with P. sorghi isolates from USA. The results of morphological and molecular studies showed further study on host ranges, genetic diversity of the fungal isolates as well as shorgum should be considered in the future. Sorghum as the primary host of P. sorghi has been gathered for the genetic data of sorghum originating from NTT and then comparing to the data from Texas, USA. That information will be contributing to determine the identity of P. sorghi from NTT.
Cover Jurnal Fitopatologi Vol. 17 No. 1, Januari 2021 Sri Hendrastuti Hidayat
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.17.1.i

Abstract

This editorial contains the front cover, editorial page and back cover of the Indonesian Journal of Phytopathology, Volume 17, No. 1, January 2021.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2025): Maret 2025 - IN PROGRESS Vol. 20 No. 6 (2024): November 2024 - IN PROGRESS Vol. 20 No. 5 (2024): September 2024 Vol. 20 No. 4 (2024): Juli 2024 Vol. 20 No. 3 (2024): Mei 2024 Vol. 20 No. 2 (2024): Maret 2024 Vol. 20 No. 1 (2024): Januari 2024 Vol 19 No 6 (2023): November 2023 Vol 19 No 5 (2023): September 2023 Vol. 19 No. 4 (2023): Juli 2023 Vol 19 No 4 (2023): Juli 2023 Vol 19 No 3 (2023): Mei 2023 Vol 19 No 2 (2023): Maret 2023 Vol. 19 No. 2 (2023): Maret 2023 Vol 19 No 1 (2023): Januari 2023 Vol. 18 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 18 No. 5 (2022): September 2022 Vol. 18 No. 4 (2022): Juli 2022 Vol. 18 No. 3 (2022): Mei 2022 Vol. 18 No. 2 (2022): Maret 2022 Vol. 18 No. 1 (2022): Januari 2022 Vol 17 No 6 (2021) Vol 17 No 5 (2021) Vol 17 No 4 (2021) Vol 17 No 3 (2021) Vol 17 No 2 (2021) Vol 17 No 1 (2021) Vol 16 No 6 (2020) Vol. 16 No. 5 (2020) Vol 16 No 4 (2020) Vol. 16 No. 3 (2020) Vol 16 No 2 (2020) Vol 16 No 1 (2020) Vol 15 No 6 (2019) Vol 15 No 2 (2019) Vol 15 No 1 (2019) Vol 14 No 6 (2018) Vol 14 No 5 (2018) Vol 14 No 4 (2018) Vol. 14 No. 3 (2018) Vol. 14 No. 2 (2018) Vol 14 No 1 (2018) Vol. 14 No. 1 (2018) Vol. 13 No. 6 (2017) Vol 13 No 5 (2017) Vol. 13 No. 5 (2017) Vol 13 No 4 (2017) Vol. 13 No. 3 (2017) Vol. 13 No. 2 (2017) Vol. 13 No. 1 (2017) Vol 12 No 6 (2016) Vol 12 No 5 (2016) Vol 12 No 4 (2016) Vol 12 No 3 (2016) Vol 12 No 2 (2016) Vol 12 No 1 (2016) Vol 11 No 6 (2015) Vol 11 No 5 (2015) Vol 11 No 4 (2015) Vol 11 No 3 (2015) Vol 11 No 2 (2015) Vol 11 No 1 (2015) Vol 10 No 6 (2014) Vol 10 No 5 (2014) Vol 10 No 4 (2014) Vol 10 No 3 (2014) Vol 10 No 2 (2014) Vol 10 No 1 (2014) Vol 9 No 6 (2013) Vol 9 No 5 (2013) Vol 9 No 4 (2013) Vol 9 No 3 (2013) Vol 9 No 2 (2013) Vol 9 No 1 (2013) Vol 8 No 6 (2012) Vol 8 No 5 (2012) Vol 8 No 4 (2012) Vol. 8 No. 3 (2012) Vol. 8 No. 2 (2012) Vol. 8 No. 1 (2012) More Issue