cover
Contact Name
Dr. Kaswanto, SP, MSi
Contact Email
kaswanto@apps.ipb.ac.id
Phone
+628121939739
Journal Mail Official
jkebijakan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranangsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, Bogor 16129, Jawa Barat
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan
ISSN : 23556226     EISSN : 24770299     DOI : https://doi.org/10.29244/jkebijakan
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan merupakan jurnal terbitan kerjasama antara Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB) dan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Alamat Penerbit Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranagsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, RT.02/RW.05, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129 P: +62 251 8345 724 F: +62 251 8344 113 E: psp3@apps.ipb.ac.id
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2022): Agustus" : 5 Documents clear
SIGNIFIKANSI PENGEMBANGAN INDIKATOR PERTANIAN BERKELANJUTAN UNTUK MENGEVALUASI KINERJA PEMBANGUNAN PERTANIAN INDONESIA Iim Mucharam; Ernan Rustiadi; Akhmad Fauzi; Harianto
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v9i2.28038

Abstract

Pertanian berkelanjutan merupakan komponen penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pengukuran keberlanjutan pertanian mutlak dilakukan untuk lebih memahami kondisi saat ini, mengidentifikasi tren, menetapkan target, memantau kemajuan, dan membandingkan kinerja antar wilayah. Penelitian tentang keberlanjutan pertanian di Indonesia lebih banyak dilakukan pada level usaha tani atau lokal. Indonesia belum memiliki indikator pertanian berkelanjutan yang menjadi tolok ukur penilaian pertanian berkelanjutan pada level regional/provinsi/nasional. Hal ini disebabkan karena begitu kompleksnya penilaian yang perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang baik untuk penilaian pada level regional dan nasional. Indikator yang dapat diukur mengenai kelestarian lingkungan pertanian, dengan tujuan meminimalkan dampak lingkungan dari pertanian, merupakan alat penting untuk membantu menggerakkan dunia menuju masa depan pangan yang berkelanjutan. Indikator memungkinkan pembuat kebijakan, petani, bisnis, dan masyarakat sipil untuk lebih memahami kondisi saat ini, mengidentifikasi trend, menetapkan target, memantau kemajuan, dan membandingkan kinerja antar wilayah dan negara.
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KENAIKAN MUKA AIR LAUT DI WILAYAH PESISIR PANGANDARAN Bambang Dwi Dasanto; Sulistiyanti Sulistiyanti; Andria Anria; Rizaldi Boer
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v9i2.28039

Abstract

Salah satu dampak paling signifikan dari perubahan iklim adalah kenaikan permukaan laut. Wilayah pesisir Pangandaran yang terletak di Selatan Jawa Samudra Hindia secara langsung memiliki risiko banjir lebih tinggi akibat kenaikan permukaan laut (SLR) dibandingkan dengan wilayah pesisir di Utara Jawa. Dampak langsung dari kenaikan muka laut, pada umumnya, diukur berdasarkan besarnya kerusakan fisik maupun kerugian ekonomi. Dalam kajian ini, kerusakan fisik dinotasikan sebagai persentase penyusutan atau perubahan penggunaan/tutupan lahan yang terpapar oleh banjir air laut. Kerugian ekonomi didekati dengan biaya kerusakan tiap jenis penggunaan lahan yang terpapar oleh banjir air laut. Satuan biaya (unit cost) tiap jenis penggunaan/tutupan lahan yang terusakkan dapat diperoleh dari hasil survei kuesioner, diskusi kelompok mendalam (focus group discussion, FGD), dan riset terdahulu. Hasil analisis SLR menunjukkan bahwa sementara penurunan tanah mencapai lebih dari 85 ha. Sementara itu, kerugian permanen akibat SLR pada 2025 dan 2050 hampir sama yaitu sekitar 40 ha, meskipun SLR meningkat lebih dari 0,24 meter menjadi 0,50 meter (skenario rendah) atau dari 0,30 meter hingga 0,64 meter (skenario tinggi). Ini bisa dimengerti karena elevasi Pantai Pangandaran cukup tinggi. Selain kerugian fisik, jenis kerugian lain yang disebabkan oleh SLR rusak atau hilang sebagian dari penggunaan lahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerugian tertinggi terjadi di sektor permukiman dibandingkan dengan sektor pertanian, dan permukiman yang terkena dampak SLR lebih luas dengan meningkatnya periode proyeksi.
PENYUSUNAN KEBIJAKAN UNTUK MENDORONG MOTIVASI GENERASI MUDA BERWIRAUSAHA DI BIDANG PERTANIAN Mariyah; Rita Mariati; Agung Enggal Nugroho
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v9i2.32810

Abstract

Regenerasi petani dengan penguatan jiwa kewirausahaan dibutuhkan untuk menghadapi tantangan usaha yang semakin kompetitif. Penurunan jumlah generasi muda yang masuk ke dunia pertanian perlu diantisipasi melalui pendidikan formal bidang pertanian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan minat generasi muda ke bidang pertanian dan faktor-faktor yang memengaruhi motivasinya berwirausaha dibidang pertanian. Penelitian dilakukan melalui survei terhadap mahasiswa baru Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dengan pertimbangan salah satu capaian pembelajaran yang direncanakan adalah wirausaha pertanian. Hasil penelitian menunjukkan minat ke bidang pertanian masih menunjukkan peningkatan berdasarkan trend jumlah mahasiswa, motivasi berasal dari keinginan sendiri, dan sebagian besar merupakan pilihan pertama program studi, serta memiliki keinginan untuk berwirausaha dibidang pertanian. Faktor yang dan memengaruhi motivasinya adalah pendidikan sebelumnya, latar belakang orangtua (jenis pekerjaan, usaha, kepemilikan lahan), serta pengalaman ke lokasi pertanian. Implikasi penelitian ini adalah perlunya penetapan prioritas pendidikan wirausaha pertanian, dukungan, dan komitmen dalam pendampingan dan pembinaan generasi muda agar mampu berwirausaha.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PETANI MENGIKUTI ASURANSI USAHATANI PADI (AUTP) DI KECAMATAN KALIORI, REMBANG Indah Sayugyaningsih; Suprehatin; Naufal Nur Mahdi
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v9i2.33746

Abstract

Pelaksanaan Asuransi Usahatani Padi (AUTP) merupakan program yang relatif baru di Indonesia yaitu sekitar tahun 2015. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan partisipasi petani dalam program asuransi pertanian ini, akan tetapi sampai saat ini keikutsertaan petani dalam AUTP masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan AUTP dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi petani mengikuti AUTP di Kecamatan Kaliori, Rembang. Penelitian ini menggunakan data primer dari 70 petani (35 peserta mengikuti AUTP dan 35 tidak mengikuti AUTP) di tiga desa di Kecamatan Kaliori, Rembang. Analisis data menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal maupun eksternal yang berpengaruh terhadap keikutsertaan petani dalam program AUTP adalah umur, jumlah tanggungan keluarga, pengalaman usahatani, pengalaman gagal panen, informasi AUTP dan kehadiran petani dalam sosialisasi AUTP.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI TUMPANG SARI KENTANG DI KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG Santi Sulistya Nugraheni; Netti Tinaprilla
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v9i2.34843

Abstract

Pertanian menggunakan berbagai sistem untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas tanaman. Efisiensi lahan dapat ditingkatkan dengan teknologi dan pola tanam. Polikultur merupakan salah satu sistem tanam untuk meningkatkan produktivitas buah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani kentang dengan sistem monokultur dan tumpang sari yang berlokasi di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kentang dengan pola tanam tumpang sari memiliki pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan budidaya monokultur. Pendapatan total biaya yang diperoleh pada pola monokultur adalah Rp 105.563.346 dengan nilai R/C total biaya sebesar 2.24/ha dalam satu musim tanam. Sedangkan pada pola tanam tumpang sari dengan tanaman cabai total biaya yang diperoleh sebesar Rp 135.345.150 dengan nilai R/C dari total biaya sebesar 2.55/ha dalam satu musim tanam. Kesimpulannya adalah penanaman kentang dengan pola tanam tumpang sari lebih menguntungkan dari pada monokultur di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.

Page 1 of 1 | Total Record : 5