cover
Contact Name
Delfiyan Widiyanto
Contact Email
jurnalkalacakra@untidar.ac.id
Phone
+6287838875519
Journal Mail Official
jurnalkalacakra@untidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Suparman No.39, Tuguran, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kalacakra
Published by Universitas Tidar
Core Subject : Education, Social,
We publish origin article research, review article, and case study Sosial Sciences and education. The scope of Journal Kalacakra are : Social Sciences; Culture; Citizenship; Character; Pancasila; Defending the Country; Education; (learning strategies, assessment, and evaluation of learning)
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2022): Juli" : 6 Documents clear
Urgensi Penguatan Identitas Nasional dalam Menghadapi Society 5.0 di Era Globalisasi Aulia Zulfa; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i2.6267

Abstract

Seiring perkembangan zaman, tentu keadaan suatu negara semakin berubah. Apalagi di tengah era globalisasi yang mana segala arus penyebaran informasi dan kebudayaan dapat dengan mudah diakses. Globalisasi tak akan terlepas dari perkembangan teknologi yang sangat berkaitan erat dengan era society 5.0. Dalam menghadapi society 5.0, Indonesia tentu harus siap dengan segala dampak di masa mendatang. Salah satu cara untuk meminimalisir dampak negative dan mengatasi tantangan ini adalah dengan penguatan Identitas Nasional. Identitas nasional merupakan jati diri bangsa yang penting dalam mencapai tujuan negara. Artikel ini akan membahas Urgensi Penguatan Identitas Nasional dalam Menghadapi Society 5.0 di Era  Globalisasi dengan metode analisis dan kajian literatur dari berbagai sumber
Penekanan Penyebaran Hoax di Media Sosial Sebagai Upaya Meningkatkan Persatuan Negara Indonesia Khoirunnisa Ilmas huroh
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i2.6377

Abstract

Merajalelanya berita palsu atau informasi tidak benar di media sosial seolah-olah benar membuat banyak masyarakat kebingungan bahkan sebagian besar percaya. Adanya berita palsu di media sosial yang tersebar luas menimbulkan banyak spekulasi baru ataupun ujaran kebencian terhadap individu atau lembaga-lembaga tertentu. Hal ini dapat memecah persatuan Negara Indonesia. Oleh sebab itu, harus dilakukan penekanan penyebaran hoax di media sosial sebagai upaya meningkatkan persatuan Negara Indonesia. Penelitian ini akan mengeksplorasi dan menjelaskan penekanan penyebaran hoax di media sosial sebagai upaya dalam meningkatkan keutuhan dan persatuan Negara Indonesia. Metode analisis deskriptif diperlukan dalam pembuatan penelitian ini dengan menyebarkan kuisioner untuk mendapatkan informasi dari responden. Sumber data yang digunakan diperoleh dari artikel berita, jurnal ilmiah, dan hasil kajian. Penelitian ini menunjukkan bahwa upaya penekanan penyebaran hoax di media sosial menjadi salah satu cara agar dapat meningkatkan persatuan Negara Indonesia. 
Analisis Pengaruh Globalisasi Terhadap Eksistensi Bahasa Indonesia Sebagai Unsur Identitas Nasional Adela Ogya Gavrila
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i2.6379

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi yang sangat penting yang berfungsi sebagai penghubung antar individu. Bahasa terlahir sebagai sebuah budaya dari suatu kelompok masyarakat karena biasanya bahasa akan digunakan oleh kelompok tertentu dalam berkomunikasi. Hal ini menunjukkan bahwa salah satu fungsi bahasa yaitu sebagai identitas suatu entitas. Tak terkecuali bahasa Indonesia, bahasa Indonesia termasuk dalam salah satu elemen Identitas nasional selain batas negara, lambang negara, bendera, dan lain-lain. Akhir-akhir ini, eksistensi bahasa Indonesia dalam penggunaannya di media sosial cukup memprihatikan. Adanya globalisasi membuat eksistensi bahasa Indonesia cukup terancam karena tidak adanya batas antara negara dalam transfer budaya. Selain itu, munculnya eksklusivitas dalam penggunaan bahasa asing mengakibatkan banyak generasi muda yang cenderung menggunakan Bahasa ‘campuran’ dalam bersosial media. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi bahasa Indonesia sebagai identitas nasional di era globalisasi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, hasil yang ditemukan oleh penulis adalah eksistensi bahasa Indonesia di era sekarang ini mulai menurun karena adanya pandangan bahwa bahasa asing lebih penting. Hal ini menjadi tugas bagi pemerintah untuk memperhatikan eksistensi bahasa Indonesia supaya generasi muda tidak melupakan identitas nasional bangsanya.
Peran Guru PPKn dalam Sosialisasi Tata Tertib pada Siswa SMPN 03 Teluk Keramat Hardiyanti Hardiyanti; Mashudi Mashudi; Shilmy Purnama
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i2.6403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami mengenai peran Guru PPKn dalam mensosialisasikan tata tertib pada siswa SMPN 03 Teluk Keramat, untuk memahami hambatan Guru PPKn dalam mensosialisasikan tata tertib pada siswa, untuk memahami solusi Guru PPKn didalam mensosialisasikan tata tertib pada siswa. jenis penelitian ini yaitu menggunakan deskriptif kualitatif.pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan tekhnik wawancara, observasi dan teknik dokumentasi. Subjek yang diperoleh berdasarkan data yang didapat dari penelitian ini adalah Guru ppkn, Kepala sekolah dan Siswa yang ditentukan menggunakan teknik purposive dan snawbal. Data yang dikumpulkan akan dianalisis kembali menggunakan data yang bersifat induktif/kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan didapatkan menunjukan bahwa di SMPN 03 Teluk Keramat peran guru yaitu sebagai a. Guru berperan sebagai inisiator, b. Guru berperan sebagai motivator, c. Guru berperan sebagai pembimbing, d. Guru berperan sebagai evaluator. peranan guru ppkn dalam sosialisasi tata tertib selain sebagai pengajar didalam kelas Guru ppkn juga berperan diluar jam pelajaran selesai yang dimana Guru ppkn selalu mengingatkan mengenai sosialisasi tata tertib sekolah, membimbing siswa dan juga mengawasi terhadap tingkah laku yang dilakukan siswa disekolah serta ikut memberikan sanksi ringan, dalam sosialisasi tata tertib Guru PPKn selalu memberikan arahan dan menerapkan  tata tertib yang sudah di tempel di dalam kelas maupun di papan pengumuman. Faktor penghambat peran Guru ppkn dalam sosialisasi tata tertib siswa SMPN 03 Teluk Keramat ialah Faktor Internal dan Faktor Ekternal. Solusi Guru ppkn dalam mensosialisasikan tata tertib pada siswa yaitu dengan cara Pembagian tata tertib sekolah, pengawasan tata tertib sekolah, pemberian sanksi tata tertib sekolah.
DINAMIKA DAN KRISIS TOLERANSI DI INDONESIA DALAM ERA DISRUPSI Filza Marnia Hazwani; Matang Matang
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i2.6153

Abstract

Dengan perkembangan zaman yang memasuki era disrupsi, perubahan yang terjadi lebih cepat dari sebelumnya dan tidak dapat dikendalikan pada akhirnya berdampak pada dinamika toleransi di Indonesia. Memasuki era disrupsi dimana salah satu perubahan terbesar adalah keberadaan media sosial. Namun, meski media sosial bisa menjadi alat pemersatu yang kuat, media sosial juga bisa menjadi penyebab banyaknya isu intoleransi yang beredar dan berdampak pada ideologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana toleransi di Indonesia pada gangguan zaman khususnya di media sosial, menunjukkan bagaimana zaman gangguan sangat berpengaruh pada dinamika toleransi di Indonesia. Penulisan artikel ini menggunakan metode studi literatur yang bersumber dari literatur-literatur yang terkait atau berhubungan dengan toleransi dan era disrupsi yang kemudian dianalisis muatan isinya. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada era disrupsi menjadi penyebab sikap toleransi generasi penerus bangsa serta memudarnya nilai ke-bhinekaan pada masyarakat. Karena dengan perkembangan digitalisasi, informasi apa saja dapat diakses oleh siapa saja. Isu isu hoaks dan provokasi secara mudah bisa di temukan di media sosial dan dapat menjerat para pengguna yang tidak bijak dalam bermedia sosial. Sehingga menyebabkan masyarakat tidak lagi menghargai dan menerima keragaman yang ada di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada era disrupsi menjadi penyebab sikap toleransi generasi penerus bangsa serta memudarnya nilai ke-bhinekaan pada masyarakat. Karena dengan perkembangan digitalisasi, informasi apa saja dapat diakses oleh siapa saja. Isu isu hoaks dan provokasi secara mudah bisa di temukan di media sosial dan dapat menjerat para pengguna yang tidak bijak dalam bermedia sosial. Sehingga menyebabkan masyarakat tidak lagi menghargai dan menerima keragaman yang ada di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada era disrupsi menjadi penyebab sikap toleransi generasi penerus bangsa serta memudarnya nilai ke-bhinekaan pada masyarakat. Karena dengan perkembangan digitalisasi, informasi apa saja dapat diakses oleh siapa saja. Isu isu hoaks dan provokasi secara mudah bisa di temukan di media sosial dan dapat menjerat para pengguna yang tidak bijak dalam bermedia sosial. Sehingga menyebabkan masyarakat tidak lagi menghargai dan menerima keragaman yang ada di Indonesia. Isu isu hoaks dan provokasi secara mudah bisa di temukan di media sosial dan dapat menjerat para pengguna yang tidak bijak dalam bermedia sosial. Sehingga menyebabkan masyarakat tidak lagi menghargai dan menerima keragaman yang ada di Indonesia. Isu isu hoaks dan provokasi secara mudah bisa di temukan di media sosial dan dapat menjerat para pengguna yang tidak bijak dalam bermedia sosial. Sehingga menyebabkan masyarakat tidak lagi menghargai dan menerima keragaman yang ada di Indonesia.  
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN NILAI NASIONALISME MELALUI MEDIA FILM DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKN) esty rahmayanti
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i2.5608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan dampak pelaksanaan  pendidikan nilai nasionalisme melalui media film dalam pembelajaran PPKn di SD Negeri Giwangan Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah; guru kelas; dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian serta kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pendidikan nilai nasionalisme menggunakan film Tanah Surga Katanya dalam proses pembelajaran PPKn dilakukan dengan membuat perencanaan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disupervisi oleh pihak sekolah, telaah media, dan telaah materi pembelajaran. Pelaksanaan pendidikan nilai nasionalisme dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme ke dalam materi PPKn terutama berkaitan dengan materi persatuan dan kesatuan dengan menggunakan film Tanah Surga Katanya yang diterapkan menggunakan metode inkuiri. Pelaksanaan pendidikan nilai nasionalisme melalui media film dalam pembelajaran PPKn berdampak dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih menyenangkan, memotivasi, inspiratif, dan bermakna. Selain itu, siswa terinspirasi untuk menghayati nilai-nilai nasionalisme seperti bangga sebagai bangsa Indonesia, rasa cinta terhadap tanah air, semangat juang dan sikap rela berkorban, serta memiliki rasa bela negara atau patriotisme.Kata Kunci : Pendidikan Nilai Nasionalisme, Film,  PPKn

Page 1 of 1 | Total Record : 6