cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 2 (2020): NOVEMBER" : 6 Documents clear
ANALISA KOMPARATIF USAHA TANI PADI YANG MENGGUNAKAN PESTISIDA NABATI DAN PESTISIDA KIMIA (STUDI KASUS DI KELOMPOK TANI TIRTODIMULYO III DESA KLAMPOKAN KECAMATAN PANJI KABUPATEN SITUBONDO) Listianah Rahmawati
AGRIBIOS Vol 18 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v18i2.895

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengkaji penerimaan, (2) untuk menganalisis pendapatan dan (3) menganalisis efisiensi usaha tani padi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Klampokan Kecamatan Panji. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara langsung dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji independent sampel t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara penerimaan usahatani yang menggunakan pestisida nabati dan pestisida kimia. Terdapat perbedaan antara pendapatan usahatani yang menggunakan pestisida nabati dan pestisida kimia. Kemudian, tidak terdapat perbedaan antara efisiensi usahatani padi yang menggunakan pestisida nabati dan pestisida kimia.
EFEKTIVITAS PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) DI DESA AWAR-AWAR KECAMATAN ASEMBAGUS Abdi Kuspriyantono
AGRIBIOS Vol 18 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v18i2.891

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis efektivitas Program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari), faktor–faktor yang mempengaruhi implementasi program KRPL, dan efesiensi program KRPL. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Awar-Awar Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara langsung dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisa statistik regresi linier berganda dan diuji menggunakan uji T dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) efektivitas Program KRPL di desa Awar-Awar Kecamatan Asembagus sebesar 40% dan termasuk dalam kategori tidak efektif, (2) berdasarkan uji F, secara simultan variabel X mempengaruhi implementasi program KRPL (Y), (3) berdasarkan uji T, secara parsial hanya variabel pendidikan (X3) dan hobby (X5) yang mempengaruhi faktor implementasi KRPL (Y), dan (4) program KRPL di desa Awar-Awar Kecamatan Asembagus tidak efisien.
ANALISA KELAYAKAN USAHATANI SEMANGKA NON BIJI DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN BANYUPUTIH KABUPATEN SITUBONDO Lukman Lukman; Gema Iftitah Anugerah Yekti
AGRIBIOS Vol 18 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v18i2.896

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besar pendapatan usahatani semangka non biji di Desa Sumberejo, mengetahui tingkat efisiensi usahatani semangka non biji di Desa Sumberejo dan mengetahui tingkat kelayakan usahatani semangka non biji di Desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani semangka non biji di di Desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih yang berjumlah 28 orang, penarikan sampel menggunakan teknik sampel secara sensus atau sampling jenuh, yaitu pengambilan populasi untuk dijadikan sampel sehingga sampel yang diteliti adalah sebanyak 28 petani semangka non biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata usahatani semangka non biji menguntungkan, dimana pendapatan rata-rata mencapai Rp. 56.727.128,-. Efisiensi usahatani semangka non biji rata-rata efisien mencapai 3,93. Kelayakan untuk usahatani semangka non biji rata-rata layak untuk dikembangkan mencapai 3,93. Saran dari peneliti adalah petani harus berusaha mempertahankan bahkan meningkatkan usahatani semangka non biji karena memiliki prospek yang baik dan menguntungkan selama ini, menambah informasi mengenai teknis budidaya yang lebih modern, dan lebih memperhatikan manajemen budidaya semangka non biji
ANALISA PENDAPATAN SAYURAN PADA KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) KAMPUNG HIJAU DESA KLAMPOKAN Ari Krisdiantoro; Sasmita Sari
AGRIBIOS Vol 18 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v18i2.892

Abstract

Kawasan rumah pangan lestari merupakan suatu program dari pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan sebagai pondasi pembangunan dari sektor-sektor lainnya. Sasaran program KRPL adalah warga yang mempunyai pekarangan terlantar (tidak dimanfaatkan) untuk dijadikan tempat tanam. Setiap anggota wajib mengembangkan pemanfaatan pekarangan dengan menanam tanaman sumber pangan (sayur, buah, umbi) ataupun memelihara ternak dan ikan. Tujuannya adalah menncukupi ketersediaan pangan dan gizi ditingkat rumah tangga. Hasil dari usaha pekarangan ini diutamakan untuk dikonsumsi oleh rumah tangga bersangkutan dan apabila berlebih dapat dibagikan/disumbangkan kepada anggota kelompok.Setiap pekarangan rumah anggota kelompok diharapkan dilengkapi dengan sarana pembuatan pupuk kompos dari sisa-sisa tanaman dan kotoran ternak dan sisa-sisa limbah dapur untuk digunakan sendiri. Pembangunan ketahanan pangan di indonesia ditunjukkan untuk menjamin ketersediaan dan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu bergizi dan seimbang pada tingkat rumah tangga, daerah, nasional, sepanjang waktu dan merata. Hal ini dapat di lakukan melalui pemanfaatan sumber daya dan budaya lokal, teknologi inovatif dan peluang pasar. Salah satu contohnya yaitu melalui penanam sayuran di pekarangan rumah, dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumsi setiap harinya. Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kampung Hijau inilah peneliti akan menganalisa bagaimana pendapatan pada KRPL tersebut, apakah menguntungkan atau tidak dalam produksinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan pada Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kampung Hijau Desa Klampokan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo apakah menguntungkan atau tidak untuk diusahakan. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kampung Hijau yang menanam sayuran yaitu berjumlah 15 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan dan R/C Ratio.
PROSPEK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KERUPUK SUKUN (STUDI KASUS DI DESA JAMBUIR KECAMATAN GAYAM KABUPATEN SUMENEP) Wiwik Sri Untari; Mohammad Jakfar Syadik
AGRIBIOS Vol 18 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v18i2.893

Abstract

Makanan adalah kebutuhan dasar bagi setiap individu. Makanan adalah hasil kerja keras banyak orang dalam suatu sistem yang mencakup kegiatan input, produksi, pengolahan, dan pemasaran bahan makanan (faktor output). Agro-processing produk pertanian adalah bagian dari agroindustri, yang mengolah bahan baku yang bersumber dari tanaman, hewan, dan ikan. Pemrosesan meliputi proses transformasi dan pelestarian melalui perubahan fisik atau kimia, penyimpanan, pengemasan, dan distribusi. Dari definisi ini, dapat dilihat bahwa pelaku agroindustri pengolahan agroindustri adalah petani yang berproduksi bersama konsumen atau pengguna produk agroindustri. Dengan demikian, agroindustri pengolahan pertanian memiliki karakteristik sebagai berikut: (a) meningkatkan nilai tambah, (b) menghasilkan produk yang dapat dipasarkan atau digunakan atau dimakan, (c) meningkatkan daya saing, dan (d) meningkatkan pendapatan dan keuntungan bagi produsen. Kecamatan Gayam adalah salah satu sentra produksi sukun. Berdasarkan statistik Sumenep, pada tahun 2015 produksi sukun di Kecamatan Gayam adalah 3.492. Sukun adalah tanaman komoditas yang dipasarkan keluar dari Sepudi dan juga diolah menjadi makanan khas pulau Sepudi, yaitu kerupuk sukun. Beberapa warga Desa Jambuir, Kecamatan Gayam, mengolah sukun menjadi kerupuk sukun. Bisnis industri kerupuk sukun yang berkembang di masyarakat adalah industri rumah tangga dan industri kecil. Mengolah sukun menjadi kerupuk sukun bertujuan untuk meningkatkan daya tahan buah sukun sehingga cocok untuk dikonsumsi dan mendapatkan nilai jual tinggi di pasaran. Kegiatan bisnis pengolahan sukun menjadi kerupuk sukun mengubah bentuk sukun dari produk primer menjadi produk baru dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI LABU KUNING ANTARA PETANI YANG BERMITRA DAN NON MITRA DI KABUPATEN SITUBONDO Kinsai Kinsai; Yohanes Nangameka
AGRIBIOS Vol 18 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v18i2.894

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah ingin menganalisis perbedaan produksi dan perbedaan pendapatan serta efisiensi usahatani labu kuning antara petani yang bermitra dan non mitra di Kabupaten Situbondo. Penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive sampling yang dipilih berdasarkan tujuan tertentu yang dipandang sesuai dengan tujuan penelitian. Metode Slovin dalam penelitian digunakan untuk menentukan jumlah sampel. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 43 sampel terdiri dari 18 usahatani labu kuning sistem kemitraan dan 25 usahatani sistem non kemitraan. Hasil dari penelitian ini adalah : total produksi usahatani labu kuning sistem kemitraan adalah sebanyak 270.720 kg per periode tanam sedangkan sistem non kemitraan adalah sebanyak 11.600 kg per periode tanam dan total pendapatan usahatani labu kuning sistem kemitraan sebesar Rp. 514.053.839 dan non kemitraan sebesar Rp. 27.187.000 dan efisiensi sistem kemitraan sebesar 3,42 dan non kemitraan sebesar 3,94. Hasil uji beda tingkat produksi diperoleh t hitung > t tabel dan tingkat pendapatan diperoleh t hitung > t tabel serta tingkat efisiensi diperoleh t hitung < t tabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan produksi dan perbedaan pendapatan serta perbedaan efisiensi usahatani labu kuning antara sistem kemitraan dan non kemitraan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6