cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 2 (2021): NOVEMBER" : 8 Documents clear
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK DAN DOSIS PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PER HEKTAR TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L) Edy Wibowo
AGRIBIOS Vol 19 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v19i2.1257

Abstract

Tanaman bawang daun merupakan sayuran yang potensial untuk diusahakan. Salah satu usaha untuk peningkatan produksi bawang daun adalah dengan pemberian nutrisi yang tepat yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi per hektar tanaman bawang daun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2021 di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, yaitu: Dosis Pupuk Organik (O) dengan 3 taraf yaitu : O1 (5 Ton/HA), O2 (10 Ton/Ha), dan O3 (15 Ton/Ha) dan dosis pupuk Anorganik (A) dengan 3 taraf yaitu A1 (NPK Mutiara 150 kg/ha dan ZA 150 kg/Ha), A2 (NPK Mutiara 200 kg/ha dan ZA 200 kg/Ha), A3 (NPK Mutiara 250 kg/ha dan ZA 250 kg/Ha) dengan 3 kali pengulangan, sehingga terdapat 27 petak percobaan. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman pada umur 15 dan 45 hst, dan produksi tanaman per hektar pada petak perlakuan mulai panen umur 60 hst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik 15 Ton/Ha (O3) dan dosis pupuk anorganik NPK Mutiara 250 kg/Ha dan ZA 250 kg/Ha (A3) memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun per hektar. Rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman yang paling tinggi didapatkan dari perlakuan dosis pupuk organik 15 Ton/Ha (O3) yaitu 15,09 cm pada umur 15 hst dan 50,15 cm pada umur 45 hst, juga pada perlakuan dosis pupuk anorganik NPK Mutiara 250 kg/Ha dan ZA 250 kg/Ha (A3) yaitu 15,14 cm pada umur 15 hst dan 50,18 cm pada umur 45 hst. Rata-rata produksi per hektar tanaman bawang daun tertinggi dihasilkan oleh perlakuan dosis pupuk organik 15 Ton/Ha (O3) sebesar 27,17 ton dan perlakuan dosis pupuk anorganik NPK Mutiara 250 kg/Ha dan ZA 250 kg/Ha (A3) sebesar 27,18 ton.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI DALAM MELAKUKAN USAHATANI CABAI RAWIT (studi kasus di Desa Bungatan Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo) Amira Fadiliya; Andina Mayangsari; Sasmita Sari
AGRIBIOS Vol 19 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v19i2.1297

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan petani dalam melakukan usahatani cabai rawit di Desa Bungatan Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo. Populasi sebanyak 280 responden dengan jumlah sampel 72 responden yang ditentukan dengan teknik slovin. Data dianalisis menggunakan analisis regresi logistik atau di sebut dengan model logit. Variabel independent Keputusan petanni (Y) dan variabel dependent diantaranya umur, pengallaman, tingkat pendidikan, luas lahan, dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel dependent tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan petani.
PREFERENSI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN RENGGINANG BINTANG KEJORA DI UD. HARIS DESA GELUNG KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO Firdatul Hasanah; Yohanes Nangameka
AGRIBIOS Vol 19 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v19i2.1268

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui minat beli konsumen dalam pembelian rengginang dan mengetahui faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen rengginang pada UD. Haris Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Penelitian dilakukan pada selama 3 bulan (Februari-Juni 2021). Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli rengginang di UD. Haris pada saat penelitian berlangsung berjumlah rata-rata perhari sebanyak 15 orang, jadi populasinya adalah sebanyak 450 konsumen selama 1 bulan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan pengambilan secara acak (simple random sampling) dimana pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak berdasarkan pada perhitungan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 82 konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat beli konsumen berada pada kategori sangat tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen rengginang pada UD. Haris adalah kualitas dan pelayanan, sedangkan harga dan psikologis tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen.
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI MANGGA DI KABUPATEN BONDOWOSO Fadrur Rahman; Puryantoro Puryantoro
AGRIBIOS Vol 19 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v19i2.1349

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani mangga di Kabupaten Bondowoso. Lokasi penelitian di Desa di Desa Batu Salang, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso. Populasi sebanyak 40 responden dan jumlah sampel sebanyak 28 responden yang ditentukan dengan rumus slovin. Data yang dikumpulankan dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Variabel terikat adalah pendapatan dan variabel bebas diantaranya jumlah produksi ,biaya pupuk, biaya tenaga kerja, harga Jual, pengalaman, pendidikan, dan luas lahan. Hasil penelitian menujukkan bahwa faktor yang mempengaruhi secara nyata terhadap pendapatan usahatani mangga adalah jumlah produksi, biaya pupuk, biaya tenaga kerja dan harga jual, sedangkan faktor yang tidak berpengaruh secara nyata terhadapap pendapatan usahatani mangga adalah pengalaman, pendidikan, luas lahan.
ANALISIS TINGKAT PERMINTAAN DAGING AYAM RAS (BROILER) DI MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS DI PASAR PANARUKAN KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO) Puryantoro Puryantoro; Nuril Istiqomah
AGRIBIOS Vol 19 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v19i2.1283

Abstract

Permintaan daging ayam ras broiler cenderung meningkat sepanjang tahun, kebutuhan daging pada masa pandemi Covid-19 saat ini sangatlah dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani untuk menjaga imunitas tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara simultan dan parsial adanya pengaruh pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga, umur, tingkat pendidikan, harga daging ayam broiler, jarak lokasi pembelian, harga daging sapi dan harga ikan laut terhadap permintaan daging ayam broiler di masa pandemi covid-19 di pasar tradisional. Populasi penelitian yang digunakan di Pasar Panarukan Kecamatan Panarukan sebanyak 50 responden dan menggunakan teknik accidental sampling (teknik sampling kebetulan). Hasil uji F menunjukkan bahwa 8 variabel penelitian secara bersama-sama berpengaruh terhadap permintaan daging ayam ras broiler. Sedangkan secara parsial permintaan daging ayam ras broiler hanya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TAPE “TIGA BINTANG” Desi Windasari; Sulistyaningsih Sulistyaningsih
AGRIBIOS Vol 19 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v19i2.1290

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor internal dan faktor eksternal Agroindustri Tape “Tiga Bintang” di Desa Kerang Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso dan mengkaji strategi alternatif pengembangan Agroindustri Tape “Tiga Bintang” di Desa Kerang Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso.Informan dipilih secara porposivesampling. Informan Kunci (Key Informan) Pemilik Usaha Tape “Tiga Bintang” dan iInforman tambahan Tengkulak Tape “Tiga Bintang”.Metode pengolahan analisis data menggunakan analisis SWOT. Pengembangan Agroindustri tape “Tiga Bintang” adalah strategi agresif berada pada kuadran 1 yang berarti dalam kondisi prima sehingga sangat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal.
PENGARUH JUMLAH BIBIT PERLUBANG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PADI HITAM Khoirul Bariyyah
AGRIBIOS Vol 19 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v19i2.1960

Abstract

Tanaman padi hitam memiliki ciri yaitu warna gabah kuning, warna beras hitam, tekstur nasi lebih pulen dengan rasa nasi enak. Tanaman ini berumur genjah yaitu umur panen 120 hari setelah tanam (hst) memiliki anakan produktif 9-13 batang. Beras hitam tergolong pangan fungsional karena mengandung senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan. Beras hitam memiliki kandungan antosianin tinggi yang terletak pada lapisan perikarp, yang memberikan warna ungu gelap. Sayangnya, tingginya kandungan nutrisi yang dimiliki oleh beras hitam tidak diimbangi dengan ketersediaan beras hitam yang cukup di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah bibit perlubang terhadap pertumbuhan tanaman padi hitam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu : L1 ( 1 bibit per lubang) , L2 ( 2 bibit per lubang), L3 ( 3 bibit per lubang). Perlakuan L1 menunjukkan hasil berbeda nyata pada semua variabel yang diamati. Semakin banyak jumlah bibit perlubang memberikan hasil yang kurang bagus terhadap pertumbuhan dan jumlah anakan pada tanaman padi hitam.
EVALUASI KEMAJUAN SELEKSI MASSA SIKLUS KEEMPAT JAGUNG HITAM PADA KARAKTER KUALITATIF DAN KUANTITATIF Ahmad Hadi
AGRIBIOS Vol 19 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v19i2.2050

Abstract

Jagung hitam merupakan jagung yang memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan manusia. Seleksi massa merupakan metode seleksi yang bertujuan untuk memperoleh populasi yang seragam. Seleksi didasarkan pada warna biji jagung sangat tepat dengan menggunakan metode seleksi massa. Dalam perakitan varietas jagung hitam seleksi massa sangat penting untuk memperoleh keseragaman fenotip yang dapat dicapai dengan melakukan seleksi berulang-ulang. Pengulangan ini disebut siklus, setiap akan membentuk populasi siklus. Jagung hitam pada penelitian ini memiliki empat siklus seleksi massa sehingga diperlukan pengujian terhadap kemajuan pada setiap siklusnya. Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan setiap siklus dengan menggunakan rancangan percobaan RAK dengan 4 ulangan kemudian mengambil data terkait karakter kualitatif dan karakter kuantitatif yang merupakan fenotipe dari populasi siklus seleksi massa. Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam menggunakan aplikasi Statistic 8. Hasil menunjukkan karakter kuantitatif tinggi tanaman, berat tongkol, panjang tongkol, diameter tongkol dan produksi per hektar tidak berbeda nyata pada setiap siklus. Hanya karakter berat 1000 biji menunjukan hasil berbeda sangat nyata. Sedangkan karaker kualitatif warna biji dan warna batang menunjukan hasil yang signifikan. Kemajuan seleksi massa pada karakter kualitatif warna batang dan warna biji menunjukan tingkat kemajuan yang tinggi pada siklus keempat dengan karakter warna biji memiliki nilai heritabilitas yang paling tinggi dibanding karakter lain yang diamati.

Page 1 of 1 | Total Record : 8