cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
Perancangan Hotel Resort dengan Pendekatan Arsitektur Vernakular di Kab. Sleman Glanzennia Aulia Syahrin
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merebaknya tempat wisata di kab. Sleman perlu di imbangi dengan pemenuhan akomodasi penginapan. Namun hadirnya pandemi COVID-19 memunculkan persepsi baru terkait tren pasar baru terutama di bagian akomodasi. Pengunjung lebih menyukai akomodasi hotel resort karena sanitasinya yang tinggi dan tersedia sarana rekreasi. Akomodasi ini juga dapat di manfaatkan sebagai sarana pengembangan UMKM agar dapat mendongkrak kembali perekonomian masyarakat pasca pandemi.
Taman Kesenian Berbasis Keseharian Masyarakat Di Pulau Samosir Gabriela Maibana Sinaga
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Samosir merupakan pulau yang terletak di tengah Danau Toba dan memiliki potensi pengembangan pariwisata tinggi. Masyarakat yang menduduki kawasan danau toba didominasi oleh suku batak toba. Suku Batak Toba memiliki ciri tersendiri dari seni tari, seni sastra, seni bangunan & ukiran, dan seni musiknya. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Samosir memanfaatkan potensi kesenian ini untuk meningkatkan pengembangan pariwisata Samosir, yaitu dengan mengadakan wisata budaya. Kabupaten Samosir merasakan dampak positif terutama di bidang ekonomi dengan pembuatan wisata budaya. Namun, disisi lain, terdapat dampak negatif yang perlu diperhatikan. Untuk mengatasi dampak negatif ini, diperlukan apresiasi budaya oleh masyarakat maupun wisatawan agar kesenian dapat dilihat sebagai warisan yang perlu dilestarikan dan bukan hanya sebagai sumber pendapatan. Aktivitas keseharian dan kesenian suku batak toba tidak lepas dari peranan alam dikarenakan tradisi dan adatnya yang menghormati alam. Berdasarkan permasalahan dan potensi tersebut di atas, dibutuhkan rancangan yang mampu mewadahi ragam kesenian dan pola kehidupan keseharian yang dimiliki oleh masyarakat suku batak toba sehingga mampu meningkatkan apresiasi budaya dari pengunjung. Oleh karena itu, dibutuhkan perancangan taman kesenian berbasis kehidupan sehari-hari masyarakat lokal. Kata Kunci: Batak Toba; Kesenian; Apresiasi; Taman
Sekolah Dasar Inklusi Dengan Pendekatan Sensory Design Di Semarang Nadinda Ramadhani Putri
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya pandemi COVID-19 mengakibatkan sistem pendidikan di Indonesia mengalami learning loss karena keterbatasan dalam mendapat pengetahuan. Menanggapi hal tersebut, Kemendikbudristek mengeluarkan kebijakan Merdeka Belajar yang berprinsip pada keunikan dan karakter masing-masing anak yang selaras dengan makna Anak Berkebutuhan Khusus. Kebijakan tersebut mengarahkan ABK untuk belajar di sekolah inklusi bersama anak normal. Namun pada penerapannya, ABK sering menjadi korban bullying karena adanya kelainan baik dari fisik, sensori, maupun perilakunya. Dibalik kelemahannya, ada kelebihan dari indra atau aspek lain mereka yang bisa dirangsang melalui Sensory Design, sehingga dalam penyelenggaraannya, tidak ada terjadi lagi bullying di sekolah inklusi. Kota Semarang yang memiliki rencana untuk mencapai Kota Layak Anak memiliki potensi untuk dibangun sekolah inklusi, didukung dengan kondisi pendidikan inklusif disana yang belum berjalan dengan optimal dari segi tenaga pendidik, sarana prasarana, dan pengetahuan tentang sekolah inklusi sehingga terjadi kesenjangan antara harapan masyarakat dan kondisi yang ada. Selain menggunakan pendekatan Sensory Design dan Universal Design
Redesain Gedung Utama dan Gedung Annex Kantor Pusat Pertamina dengan Pendekatan Green Building Bagus Wicaksono
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Pertamina (Persero) adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang energi dan merupakan hasil penggabungan antara dua perusahaan yaitu Pertamin dan Permina yang diresmikan di tahun 1968. Pertamina memiliki dan mengoperasikan 7 kilang minyak yang memiliki kapasitas 1.051,7 MBSD, pabrik yang bergerak di bidang petrokimia dengan kapasitas 1.507.950 ton per tahun, serta pabrik LPG dengan kapasitas 102,3 juta ton per tahun. Pertamina menempati posisi ke-4 BUMN dengan kepemilikan aset terbanyak yang salah satunya merupakan aset gedung (Idris, 2020). PT Pertamina (Persero) selaku holding company dari seluruh struktur grup pertamina menjalankan pekerjaannya secara terpusat bersama dengan beberapa perwakilan grup subholding di area Kantor Pusat Pertamina yang beralamat di Jl. Medan Merdeka Tim. No.1A, RT.2/RW.1, Gambir, Kota Jakarta Pusat. Saat ini, pada tanggal 28 Juli 2022, Gedung Utama dan Gedung Annex sudah dikosongkan karena menurut kajian Tim Asset Optimalization menyatakan bahwa persyaratan green building dan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) yang tidak lagi memenuhi syarat serta struktur gedung tersebut sudah bergeser. Sedangkan Gedung Perwira di alihfungsikan sebagai kantor utama dewan komisaris pertamina grup. Berdasarkan kondisi terkini dan permasalahan bangunan yang telah dijelaskan di atas, maka redesain Gedung Utama dan Gedung Annex Kantor Pusat Pertamina dengan pendekatan green building menjadi relevan sebagai bentuk perwujudan pemenuhan gedung kantor layak huni yang kontekstual dan bersertifikat green building di Kota Jakarta sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 38 Tahun 2012.
Perancangan Stasiun Muntilan Dengan Pendekatan Way Finding Ivan Valentino
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan stasiun Muntilan ini berangkat dari program pemerintah provinsi Yogyakarta yang hendak menghidupkan kembali lintas Yogyakarta Magelang borobudur. Hal ini yang menjadi latar belakang dari perancangan stasiun Muntilan sebagai salah satu stasiun yang terdapat pada trayek tersebut. Pendekatan Way Finding diambil dari isu yang ditemukan pada saat studi preseden pada Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan dimana akan berfokus pada sistem operasi Tours and Maps yang dijadikan sebagai dasar eksplorasi untuk menghasilkan gubahan massa yang berangkat dari floorplan kemudian fasad. Dengan pendekatan ini stasiun dirancang agar memiliki visual antar ruang yang baik dan tepat untuk kemudahan arah gerak penggunanya.
Kawasan Taman Kesenian Anak Kota Yogyakarta dengan Pendekatan Arsitektur Atraktif Villa Rizqiyyatus
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogyakarta adalah kota dengan seni dan budaya yang semarak. Salah satu daya tarik wisata Yogyakarta adalah berbagai tempat kesenian yang dimilikinya, mulai dari seni pedalangan atau teater, seni musik, seni tari, dan seni rupa. Seiring berjalannya waktu, minat generasi muda di Kota Yogyakarta terhadap seni dan budaya semakin berkurang. Tingkat kunjungan objek wisata kesenian dan budaya di Kota Yogyakarta mengalami penurunan tiap tahunnya. Salah satu tantangan transmisi tradisi seni dan budaya adalah kemerosotan identitas budaya yang melekat dalam masyarakat, terutama pada generasi muda. Tidak hanya dalam pembelajaran formal, edukasi mengenai kesenian lokal perlu dilakukan pada sektor informal. Edukasi kesenian yang diterapkan pada kegiatan rekreatif akan memaksimalkan ketertarikan generasi muda terhadap kesenian lokal. Jadi, sangat penting untuk menemukan solusi yang bisa memacu minat dan keinginan pendidikan seni budaya di Kota Yogyakarta, khususnya di kalangan generasi muda anak muda. Dari permasalahan tersebut, perlu adanya ruang yang menumbuhkan kegiatan belajar, rekreasi, dan apresiasi berupa taman seni kreatif anak. Taman kesenian rekreatif anak akan membantu anak-anak dalam menyelesaikan proyek seni sebagai sarana untuk mengintegrasikan seni budaya, pendidikan budaya, teknik pelatihan seni, mengembangkan daya cipta seni, dan menumbuhkan apresiasi seni melalui bentuk rekreasi. Tidak hanya penyediaan fasilitas, perencanaan Taman Kesenian Anak dirancang untuk meningkatkan ketertarikan anak-anak terhadap kesenian lokal dengan menggunakan pendekatan atraktif. Lingkungan yang dinamis dan menarik untuk belajar akan menumbuhkan kreativitas anak-anak saat mereka tumbuh dan berkembang. Selain itu anak-anak lebih cenderung berpartisipasi dalam acara seni dan budaya ketika perhatian mereka ditangkap oleh desain yang menarik dan interaktif.
UMKM Center Provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang dengan pendekatan Inklusif Thalita Putri
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan kota perkembangan ekonomi nasional bersama dengan Solo dan Jogja dalam segitiga emas pusat pertumbuhan ekonomi JOGLOSEMAR. Kota Semarang juga memiliki angka UMKM yang tinggi dengan urutan ketiga di Jawa Tengah. UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) berperan sangat besar dalam pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Pada masa pandemi COVID-19, terjadi krisis ekonomi sehingga banyak pelaku UMKM terdampak dan mengalami kesusahan. Saat ini Indonesia sedang dalam masa pemulihan pasca COVID-19. Untuk membangkitkan lagi perekonomian nasional, maka diperlukan wadah pengembangan yang baik untuk pelaku UMKM. Wadah yang memungkinkan pelaku UMKM membranding kembali serta mendapat pelatihan untuk meningkatkan skill. Selain itu, pemerintah saat ini mengharapkan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi saja, tetapi juga pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Salah satu kendala pembangunan ekonomi kreatif yang inklusif di Kota Semarang yaitu kurangnya area infrastruktur pendukung seperti ruang terbuka untuk mengembangkan kreatifitas, dan fasilitas penunjang lainnya. Sehingga diharapkan fasilitas UMKM yang inklusif tidak hanya menjangkau dan mewadahi pelaku UMKM saja tetapi juga dari sisi pemenuhan ruang dapat mewadahi ruang rekreasi bagi warga Kota Semarang mulai dari anak-anak hingga orang tua dan juga warga yang memiliki keterbatasan tertentu. Dengan adanya kebutuhan dan isu tersebut maka dibutuhkan UMKM Center Provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang dengan pendekatan inklusif sehingga dapat mewadahi branding produk pelaku UMKM di tengah masyarakat Kota Semarang, fasilitas pelatihan skill dan pelayanan UMKM yang dapat mudah dijangkau masyarakat dan juga wadah rekreasi masyarakat Kota Semarang dari anak-anak hingga orang tua dan juga masyarakat dengan keterbatasan tertentu.
Penataan Kembali Pasar Ikan Muara Angke Nurholis Abdullah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar ikan Muara Angke adalah salah satu pasar ikan terbesar di Indonesia yang memiliki pertumbuhan penjualan ikan yang konsisten dari tahun ke tahun. Dengan pesatnya perkembangan potensi perikanan di Muara Angke, sektor perikanan menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan dan memberikan manfaat ekonomi bagi pedagang lokal. Namun peningkatan angka penjualan ikan tersebut tidak diiringi dengan perbaikan kualitas pasar yang berdampak terhadap turunnya preferensi kunjungan masyarakat dikarenakan ketidaknyamanannya dalam beraktivitas di pasar tersebut. Meskipun telah beroperasi selama 46 tahun, pasar ikan ini belum memenuhi standar kebersihan yang diatur dalam Kepmenkes RI No. 519/Menkes/SK/VI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Pola penataletakkan ruang pada pasar ini juga dinilai belum tepat sehingga mempengaruhi kemudahan dan efesiensi pengguna bangunan dalam menjalankan aktivitasnya. Dalam mengatasi permasalahan ini, perancangan kembali dengan desain baru Pasar Ikan Muara Angke dapat menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan angka kunjungan dan menjamin mutu produk dagangan. Pasar Ikan ini akan dirancang dengan menerapkan prinsip higienitas dan menggunakan pendekatan tata letak ruang sehingga dapat tercipta Pasar Modern Ikan Muara Angke yang higienis, bersih, dan ramah lingkungan.
Resort Hotel Di Kawasan Tanjung Lesung Dengan Pendekatan Arsitektur Kontekstual Nisrina Iffah Aqila
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanjung Lesung yang terletak di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten merupakan salah satu dari 10 Daerah Prioritas Wisata yang ditetapkan oleh Kemenparekraf. Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk pariwisata, Tanjung Lesung memiliki potensi untuk berkontribusi besar pada Provinsi Banten yang menargetkan 23 juta wisatawan pada tahun 2023. Namun, jumlah akomodasi yang tersedia belum memadai. Maka, perancangan resort hotel di Kawasan Tanjung Lesung dengan pendekatan arsitektur kontekstual dapat menjadi solusi untuk menarik wisatawan dan memfasilitasi kebutuhan pengunjung dalam menikmati kekayaan alam, budaya dan hiburan. Tugas Akhir ini memiliki tujuan untuk merencanakan dan merancang sebuah hotel resort di Kawasan Tanjung Lesung dengan pendekatan Arsitektur Kontekstual yang mengaplikasikan unsur fisik nonfisik budaya suku etnis Banten, Suku Baduy, dan menyesuaikan kondisi eksisting tapak. Dalam proses pengumpulan data, penulis melakukan survey lapangan untuk mengamati tapak dan perilaku pengunjung, kemudian menghubungkan teori dan data yang telah didapatkan untuk menjadi pedoman dalam perancangan. Pendekatan arsitektur kontekstual pada resort hotel ini diterapkan dengan memerhatikan kondisi dan keserasian bangunan terhadap tapak, menggunakan konsep ekologi untuk unsur-unsur nonfisik budaya Suku Baduy yang menjaga kelestarian dan keseimbangan alam, serta unsur fisik lokalitas seperti motif batik dan arsitektur rumah tradisional Baduy yang ditransformasikan ke bentuk dan pola yang menyesuaikan konsep dan perkembangan kawasan.
Terminal Bus dan UMKM Center di Penggaron, Semarang Dinar Syaharani
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Penggaron merupakan terminal bus tipe B yang terletak di Kota Semarang. Kota Semarang sebagai ibukota Jawa Tengah memiliki posisi strategis yang didukung dengan perkembangan infrastuktur darat yang semakin berkembang. Dengan begitu, keberadaan Terminal Penggaron sebagai simpul transportasi bus menjadi penting. Terminal Penggaron menjadi terminal pengalihan bus AKDP yang berasal dari penutupan Terminal Terboyo. Potensi lainnya adalah adanya wacana pembangunan LRT di Kota Semarang yang salah satu rutenya melewati wilayah Penggaron. Selain itu, Terminal Penggaron berlokasi dekat dengan pusat kegiatan, seperti bangunan pemerintah, pusat perbelanjaan, mall, dan pasar. Kemudian, bangunan transportasi yang memiliki mobilitas yang tinggi mempunya kelebihan untuk fungsi bangunan komersial, seperti UMKM center. Perencanaan bangunan Terminal dan UMKM center berada di tapak eksisting Terminal Penggaron, tepatnya berada di Jl. Terminal Penggaron, Penggaron Kidul, Pedurungan dengan luas tapak perancangan ±2,6 Ha. Untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki, pada perancangan terminal menggunakan konsep Transit Oriented Development. Dengan demikian, bangunan Terminal dan UMKM center Penggaron dapat menjadi pusat transit serta penunjang fasilitas lain disekitarnya.