cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
PERANCANGAN SHOPPING MALL DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC DESIGN DI CBD KABUPATEN TANGERANG Abhie Saputra, Muhammad Rangga
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shopping Mall dengan pendekatan Biophilic Design di CBD Kabupaten Tangerang khususnya di Kecamatan Pagedangan menjadi tema yang diambil pada tugas akhir penulis. Hal ini di sebabkan Perkembangan kota-kota di sekitar CBD Kabupaten Tangerang telah menciptakan permintaan yang meningkat untuk pusat perbelanjaan modern. Sebagai respons terhadap permintaan ini, perencanaan dan perancangan arsitektur shopping mall menjadi penting untuk memastikan pengembangan yang berkelanjutan dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana dan desain arsitektur untuk Shopping Mall yang sesuai dengan konteks lokal dan memenuhi kebutuhan pasar. Perancangan ini menghasilkan konsep Biophilic Design yang memiliki karakteristik penggabungan antara manusia dengan alam. Desain bangunan yang dihasilkan menggabungkan kesan modern, aktraktif dan juga hijau. Implementasi Biophilic Design di dalam rancangan ini merupakan penambahan unsur-unsur alam ke dalam interior ataupun eksterior bangunan.
THERAPY CENTER EMPOWERS INTELLECTUALLY DISABLED THROUGH ACTIVITY-BASED APPROACH IN BOGOR REGENCY Bisyarah, Intan Safa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of writing this final project is as a basis for planning and designing therapy facilities for the intellectually disabled based on activity scenarios. Mental retardation, also known as intellectually disabled, is a person with special needs who has intellectual, physical, emotional and social retardation who requires special treatment in order to develop optimally. Currently, the number of intellectually disabled people in Indonesia is 1,389,614 people. The level of social awareness for people with special needs in Indonesia is still low. There were 987 cases of violence experienced by children with special needs that occurred in 2021, 264 of which occurred in boys and 764 occurred in girls. Therefore, a therapy center is needed to provide attention or assistance to children with special needs, especially the intellectually disabled, so that they develop a sense of self-confidence and when socializing with society, children do not feel isolated or shunned in society. The discussion method for this final project uses a descriptive method by collecting, describing and analyzing secondary data obtained as a basis for planning and designing, then making decisions from the data that has been collected and studied. The data collection methods used are literature studies, standard studies, field and digital observations, as well as comparative and exploratory studies. The exploration method used is to design scenarios for intellectually disabled therapy activities based on topological space. This design is located in Gunung Putri District, Bogor Regency, precisely in Tlajung Udik. This final project is entitled "Therapy Center Empowers Intellectually Disabled Through Activity-Based Approach in Bogor Regency” is a therapy facility to increase independence, stimulate and develop mental retardation.
BEACHSIDE RESORT DI PANTAI KRAKAL, DIY Putrinnusa, La Tifa Biela
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Gunungkidul mengalami kenaikan wisatawan setiap tahunnya. Hal tersebut terjadi karena tidak bisa dipungkiri bahwa Kabupaten Gunungkidul memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan karena keindahan alamnya, seperti pantai dan pemandangan tebing disekitarnya. Potensi alam tersebut dapat ditingkatkan melalui pengembangan fasilitas pendukung seperti perancangan resort. Perancangan bangunan yang melibatkan potensi alam tidak boleh asal dalam prosesnya. Maka dari itu, pembangunan resort dengan merespon konteks menjadi salah satu hal yang penting supaya tidak ada dampak negatif yang timbul nantinya bagi lingkungan dan masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan melalui beberapa hal, seperti mempertahankan topografi, penataan organisai ruang agar dapat memaksimalkan view, penggunaan material lokal dengan tujuan pemberdayaan masyarakat sekitar sehingga dapat meningkatkan perekonomian sekitar. Kata kunci : beach, resort, pantai krakal, kontekstual, material lokal
KOMUNITAS RAMAH ANAK TUNAGRAHITA DI KOTA CIREBON Anhar, Kautsar
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Cirebon sebagai kota yang kental akan nilai kebudayaan yang menjunjung tinggi tata krama dalam bermasyarakat tidak serta merta terhindar dari penduduknya yang memiliki Intellectual Disability atau anak-anak tunagrahita. Terdapatnya fenomena unik di Kota Cirebon yang dimana anak-anak tunagrahita berkumpul pada satu lokasi yang sama yaitu Kecamatan Kejaksan menandakan adanya faktor kesehatan pada masyarakat yang bermasalah sehingga tingginya angka kelahiran anak-anak tunagrahita di Kecamatan Kejaksan. Fasilitas pendidikan luar biasa di Kota Cirebon seperti sekolah luar biasa bisa dikatakan kurang bisa memadai kebutuhan akan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus termasuk anak-anak penyandang tunagrahita ditandai dengan jumlah sekolah luar biasa yang sedikit jumlahnya. Penyediaan fasilitas pendidikan luar biasa juga menjadi faktor penting guna memberikan fasilitas pendidikan yang tepat guna sesuai dengan karakteristik baik fisik dan psikologis anak-anak tunagrahita. Oleh karena itu, melihat dari fenomena di Kota Cirebon yaitu anak-anak tunagrahita yang berkumpul pada satu lokasi yang sama yaitu Kecamatan Kejaksan dan kebutuhan akan penyediaan pendidikan luar biasa yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak tunagrahita, maka diperlukan perencanaan dan perancangan mengenai Komunitas Ramah Anak Tunagrahita di Kota Cirebon yang lebih tepatnya di Kecamatan Kejaksan yaitu dengan melibatkan tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan agar tercapainya tujuan menekan angka kelahiran anak-anak tunagrahita dan tetap memberikan pendidikan yang baik terhadap anak-anak tunagrahita yang sudah ada dengan cara melihat karakteristik baik fisik dan psikologis dari anak-anak tunagrahita. Dalam proses desain Komunitas Ramah Anak Tunagrahita di Kota Cirebon yang dilandasi permasalahan tersebut, dapat menjadi metode guna memberikan fasilitas kesehatan dan lingkungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan anak-anak tunagrahita.
REDESAIN TAMAN BOJANA SEBAGAI PUSAT KULINER EDUKATIF DI KOTA KUDUS DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Prasetya, Annisa Yita
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pariwisata termasuk salah satu sektor yang dapat mempengaruhi perkembangan ekonomi di Indonesia, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kekayaan alam dan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Kudus merupakan salah satu kota di pulau Jawa yang menjadi destinasi wisata, terutama wisata religi. Adanya sejarah mengenai penyebaran agama islam yang menjadikan Kota Kudus banyak dikunjungi oleh wisatawan untuk berziarah ke makan Sunan. Hal tersebut dapat mempengaruhi perkembangan penunjang pariwisata seperti atraksi, aksesibilitas, dan fasilitas yang ada di Kota Kudus. Salah satu penunjang pariwisata yang ada di Kota Kudus yaitu wisata kuliner khas Kudus. Kota Kudus memiliki pusat kuliner yang dimana pengunjung dari luar kota maupun dalam kota dapat menikmati berbagai ragam masakan dan minuman khas kudus dalam satu bangunan. Pusat kuliner tersebut salah satunya yaitu Taman Bojana yang terletak di kawasan Simpang Tujuh Kudus yang merupakan pusat kota Kudus, sehingga kawasan ini menjadi salah satu titik destinasi wisata di Kudus. Taman Bojana merupakan bangunan tua yang didirikan pada tahun 1976 dan diresmikan menjadi pusat kuliner Taman Bojana pada tahun 1997. Saat ini kondisi Taman Bojana sangat tidak terawat dan mengalami banyak kerusakan pada bangunan ini. Selain itu, fasilitas yang kurang memadai dan desain yang monoton pada Taman Bojana menjadikan kekhawatiran terhadap intensitas minat pengunjung pada masa yang akan datang. Pada tahun 2022, pemerintah mengumumkan bahwa akan adanya rencana untuk redesain Taman Bojana, akan tetapi sampai saat ini masih dilakukan lelang untuk pembangunan kembali Taman Bojana yang belum terlaksana. Dalam hal ini, penulis membuat program perencanaan dan perancangan terhadap redesain pada Taman Bojana sebagai pusat kuliner yang edukatif dengan menerapkan konsep pendekatan pada Neo-Vernakular dengan tujuan agar pusat kuliner tersebut akan menjadi bangunan yang tetap memiliki unsur lokal Kota Kudus dan desain berkelanjutan. Kata kunci: Destinasi Wisata, Kawasan Simpang Tujuh Kudus, Kota Kudus, Pusat Kuliner, Taman Bojana Kudus, Wisata Kuliner
PERPUSTAKAAN UMUM MODERN DI SUKOHARJO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIBRIDA Aryadi, Muhammad Irva
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan kota di Sukoharjo merupakan rancangan untuk mengatasi masalah rendahnya literasi di Sukoharjo serta untuk menanggapi peningkatan minat baca penduduk Sukoharjo. Perancangan Perpustakaan Kota ini menggunakan pendekatan Arsitektur Hibrida untuk menghadirkan ciri budaya indonesia yang dibalut sentuhan Arsitektur Modern untuk memberikan kesadaran budaya Indonesia. LP3A Perpustakaan Kota Sukoharjo dengan Arsitektur Hibrida sebagai pendekatannya ini menggunakan metode deskriptif, studi literatur, dan metode komparatif. Hasil dari LP3A ini menunjukkan bahwa perancangan Perpustakaan Kota Sukoharjo akan dirancang dengan pendekatan Arsitektur Hibrida dan sesuai dengan berbagai aspek yang ada pada pendekatan Arsitektur Hibrida. Oleh karena itu, dengan isu yang sedang terjadi diperlukan perancangan Perpustakaan Kota dengan Pendekatan Arsitektur Hibrida di Sukoharjo
REVITALISASI PASAR BITINGAN KUDUS DENGAN PENDEKATAN KONSEP HIGIENIS Tri Cahyani, Salsabella
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Kudus di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, dikenal karena sejarahnya yang kaya terkait dengan kerajinan tembakau. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, kota ini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya yang penting di Jawa Tengah. Pasar tradisional, seperti Pasar Bitingan, memainkan peran vital dalam ekosistem ekonomi kota. Pasar tradisional ini menawarkan beragam barang kebutuhan sehari-hari dan dikenal sebagai pusat distribusi grosir buah, sayuran, dan hasil pertanian di kawasan eks Karisidenan Pati, serta menjadi satu-satunya pasar di Kabupaten Kudus yang beroperasi siang dan malam. Pasar Bitingan bukan sekadar tempat bertransaksi barang dagangan, melainkan juga menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal. Namun, kondisi pasar saat ini memerlukan perhatian karena telah mengalami penurunan dalam hal kualitas dan pelayanan. Revitalisasi pasar diperlukan guna memperbaharui infrastruktur dan meningkatkan daya tariknya dengan menerapkan konsep higienis. Langkah ini juga bertujuan untuk lebih mengintegrasikan area pasar dengan lingkungan sekitar, sehingga menjadi lebih harmonis dan berdampak positif bagi seluruh komunitas. Dengan demikian, revitalisasi di Pasar Bitingan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Kudus. Kata Kunci: Higienis; Kudus; Pasar Bitingan; Pasar Tradisional.
PERANCANGAN KANTOR SEWA DI KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT KOTA BOGOR Taufan, Thariq
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan kantor sewa merupakan salah satu bentuk pergerakan ekonomi. Kantor Sewa dapat mengakomodasi keperluan ruang kantor bagi perusahahan-perusahan untuk menjalankan usahanya. Dengan kantor sewa para penyewa akan dapat mengeluarkan dana yang lebih murah dan mudah dibandingkan dengan kepemilikan kantor pribadi. Selain kemudahan itu, penyewaan dengan kantor sewa menjadi pilihan dengan alokasi uang sewa yang lebih efektif dan menghindari potensi layoff dari perusahaan karena pemodalan yang tidak sedikit untuk bangunan kantor.
PERANCANGAN BOGOR HOSPITAL EYE CENTRE Maharani Rachmavianti, Riski
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit adalah sebuah institusi pelayanan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Rumah Sakit juga memiliki rumah sakit spesifik atau rumah sakit khusus salah satunya seperti Rumah Sakit Khusus Mata yang menyediakan perawatan khusus untuk penyakit mata Namun, Di Kota Bogor menurut catatan Dinas Kesehatan Kota Bogor tahun 2023 hingga saat ini Kota Bogor masih tergolong kekurangan fasilitas layanan kesehatan khususnya Fasilitas Rumah Sakit khusus Mata. Mayoritas di Kota Bogor adalah Rumah Sakit Umum yang menyediakan poli mata dan poli-poli lainya. Sehingga hal tersebut membuat gagasan untuk membangun Bogor Hospital Eye Centre yang dirancang akan menjadi pusat pelayanan kesehatan Rumah Sakit Khusus Mata di kota Bogor, dan karena masih kurangnya fasilitas untuk pelayanan medis khusus mata yang ada maka, Bogor Hospital Eye Centre diharapkan dapat hadir dengan menunjang fasilitas peralatan medis yang cukup canggih dan pelayanan kesehatan mata yang optimal untuk menunjang kesehatan mata dengan mengusung konsep arsitektur futuristik yang memanfaatkan pekembangan pesat pada teknologi yang ada saat ini. Kata Kunci : Rumah Sakit Khusus Mata, Eye Center , Pelayanan Medis Rumah Sakit Khusus Mata, Arsitektur Futuristik
DESIGN OF AN INTERNATIONAL ELEMENTARY SCHOOL BASED ON A CLASS MOVEMENT SYSTEM IN SEMARANG Wahdania, Nurul Afiqah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan sekolah dasar dengan menggunakan sistem moving class sebagai dasar dalam desain dengan menghadirkan konsep baru dalam pembentukan lingkungan pembelajaran yang adaptif dan dinamis. Moving class sekarang ini menjadi salah satu metode pembelajaran yang digunakan untuk menumbuhkan motivasi belajar para peserta didik. Dalam sistem pembelajaran ini peserta didik berpindah menuju ruang - ruang kelas lainnya di setiap pergantian subjek, memberikan suasana dan pengalaman belajar yang beragam sehingga meningkatkan produktivitas dan mengurangi kejenuhan peserta didik, sistem pembelajaran ini juga membuka peluang besar para peserta didik untuk saling berinteraksi dengan lebih intens. Pada perancangan sekolah dasar internasional ini, pergerakan/perpindahan siswa pada saat “moving class” menjadi pusat fokus dalam mendesain. pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi melalui video blog, dan wawancara. Bedasarkan hasil analisa yang telah dilakukan ditemukan adanya pola pergerakan dan pola ruang yang sama di tiap sekolah dasar internasional di dunia, sehingga aspek-aspek inilah yang digunakan sebagain basis dalam menciptakan lingkungan belajar yang berdampak positif bagi peserta didiknya.