cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
REDESAIN RUMAH SUSUN KLENDER JAKARTA TIMUR Kaletta, Ariette
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Susun Klender merupakan rumah susun tertua di Jakarta yang dibangun pada tahun 1976. Namun, sampai saat ini Rumah Susun Klender belum pernah direnovasi sehingga sudah banyak kerusakan fisik yang terjadi pada rumah susun ini. Selain itu, suhu permukaan di area Jakarta Timur juga relatif lebih tinggi dari wilayah Jakarta lainnya. Hal tersebut terkait dengan fenomena Urban Heat Island yang salah satu penyebabnya adalah kepadatan massa bangunan di wilayah tersebut. Rumah Susun Klender memiliki massa bangunan sejumlah 78 blok dengan tinggi bangunan 4 lantai. Apabila dioptimalisasikan, jumlah blok di Rumah Susun Klender dapat dikurangi sehingga sisa lahan digunakan untuk ruang terbuka hijau yang mampu mendinginkan suhu permukaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan redesain terhadap Rumah Susun Klender di Jakarta Timur dengan pendekatan eko-humanis agar menciptakan lingkungan hunian yang harmonis. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah deskriptif, dokumentatif, dan komparatif. 
REDESAIN TERMINAL BUS TIPE B RAWAMANGUN DI PULO GADUNG, JAKARTA TIMUR Hutabarat, Dion Mannuel
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Rawamangun merupakan terminal bus tipe B yang terletak di kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Revitalisasi terminal tersebut tahun 2015 menimbulkan banyak permasalahan desain baru terutama pada bagian sirkulasi armada. Hal ini menyebabkan kesulitan manuver armada yang berakibat pada kemacetan di sekitaran area terminal. Rencana pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk membongkar dan mendirikan kembali bangunan terminal baru masih belum direalisasikan hingga kini. Pada Agustus 2017, Dinas Perhubungan DKI Jakarta memindahkan seluruh operasional angkutan antar-provinsi dari Terminal Rawamangun ke Terminal Pulo Gebang, sehingga saat ini Terminal Rawamangun hanya berfungsi sebagai hub angkutan angkot Mikrotrans, dengan beberapa rute Transjabodetabek dan Damri. Hal ini membuat terminal Rawamangun semakin sepi. Dengan demikian, perlu dilakukan redesain terminal Rawamangun untuk meningkatkan fungsi serta jumlah penggunanya. Proses redesain dimulai dengan studi literatur terkait standar-standar terminal bus, dilanjutkan dengan studi preseden pada terminal-terminal bus yang sudah ada, kemudian mendatangi terminal Rawamangun secara langsung untuk mengamati dan mewawancarai narasumber terkait kondisi eksisting di lapangan. Dari metode tersebut, didapatkan data-data tentang efisiensi dan efektivitas sirkulasi di dalam terminal, pengguna terminal, serta ruang-ruang yang dibutuhkan oleh terminal bus. Data-data tersebut kemudian diolah untuk mendapatkan program ruang yang berisi kebutuhan ruang, pengelompokkan ruang, jumlah kapasitas parkir terminal, kapasitas manusia di dalam bangunan terminal, serta seluruh program ruang dari terminal yang akan di-redesain. Disimpulkan pula bahwa pendekatan arsitektur yang sesuai dengan rancangan terminal ini adalah wayfinding dan high-tech architecture.
APARTEMEN DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT DI BSB SEMARANG Ayshwara, Kayla Devika
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan tinggi dan fasilitas hunian berhubungan erat dan saling mempengaruhi dalam konteks pengalaman akademik dan sosial mahasiswa. Pada era modern, keberadaan apartemen menjadi sebuah pilihan hunian karena kepraktisannya. Belum tersedianya fasilitas hunian bagi mahasiwa di Universitas Katolik Soegijapranata Kampus BSB Semarang menyebabkan perlu adanya sebuah hunian apartemen untuk menampung mahasiswa selama menempuh jenjang pendidikannya. Apartemen tak hanya menjadi fasilitas hunian saja tetapi dapat menjadi wadah untuk penghuninya melakukan interaksi sosial dengan sesama. Lingkungan tempat tinggal sangat berpengaruh terhadap kondisi mental atau psikologis manusia. Gangguan psikologis juga dapat berdampak pada fungsi sosial dan emosi pada mahasiswa. kualitas suatu lingkungan hunian menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan karena nantinya akan berdampak terhadap kesejahteraan dan kenyamanan dari penghuninya. Menyikapi permasalahan tersebut, diperlukan sebuah hunian berupa apartemen bagi mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata Kampus BSB Kota Semarang dengan pendekatan desain healing environment sehingga dalam keberlangsungannya dapat menjadi hunian yang menjamin kelayakan, kenyamanan, dan keamanan baik secara fisik maupun psikologis bagi penghuninya.
RUMAH SAKIT KHUSUS KANKER DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN TERAPEUTIK Awalia Rahma, Nurul Qoyyima
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Rumah Sakit Khusus Kanker di Kota Bandung menjadi salah satu upaya dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di Kota Bandung, Jawa Barat. Pelayanan kesehatan khusus kanker masih tergolong minim melihat belum adanya fasilitas khusus seperti rumah sakit khusus kanker di Jawa Barat. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan jumlah pengidap kanker di Jawa Barat yang terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Penerapan pendekatan terapuetik dalam desain dilakukan untuk mendukung proses penyembuhan penyakit pada pasien, terutama penyakit kanker. Pendekatan desain terapeutik mengedepankan lingkungan yang berfokus pada manusia atau penggunanya melalui aspek psikologis dan fisiologis penggunanya. Hal ini bertujuan supaya pasien yang sedang menerima pelayanan pengobatan ataupun perawatan dapat merasakan perasaan yang lebih tenang, nyaman secara fisik maupun kejiwaan sehingga proses penyembuhan dapat berjalan lebih optimal.
RUMAH SAKIT UMUM KELAS C DENGAN KEUNGGULAN KESEHATAN PARU DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONTMENT DI KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG Untoro, Fatimah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health is one of the most fundamental aspects of human life. Hospitals as one of the building facilities that provide health services should be easily accessible to the wider community, as stated in Article 25 of the Universal Declaration of Human Rights, that every person has the right to a standard of living adequate for the well-being and health of himself and his family. Nevertheless, the number of hospital units in Tugu District, Semarang City, according to the Semarang City Central Statistics Agency as of 2020–2022 is 0 units. Meanwhile, the increase in population in Tugu District, Semarang City in 3 years reached 0.39%. The total population in Tugu District as of 2022 is 33,079 people. If you use the bed to population ratio recommended by WHO of 1:200, the need for hospital beds in Tugu District, Semarang City is 165. Not only that, the complexity of health in Semarang City, in the top 20 morbidities or diseases reported at health centers in Semarang City, 3 of them are diseases that attack the respiratory system. On the other hand, hospitals are often associated with scary buildings that bring sadness. In fact, according to Lidayanana in Khairullah (2022), stress can reduce the human body's immunity which can hamper the healing process. So, a hospital environment is needed that supports patient healing with a design that uses a healing environment approach. According to Jones (2008) as quoted by Berutu, et.al (2023), medical factors only play a role in 10% of the healing process. 20% is played by genetic factors, 30% by other factors, and the biggest factor that plays a role in a person's healing or recovery is environmental factors with a role of 40%.
SENIOR LIVING DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN UNIVERSAL DESIGN Sari, Anisa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 157 (DESEMBER 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan Usia Harapan Hidup di Indonesia sedang menjadi fenomena yang tren saat ini. Peningkatan tersebut memberikan dampak kenaikan populasi lansia di Indonesia, salah satunya di Kota Semarang, yaitu memiliki jumlah penduduk lansia yang meningkat setiap tahun hingga saat ini berjumlah 184.000 jiwa. Peningkatan jumlah lansia ini menyebabkan keharusan untuk semakin mensejahterakan lansia karena lansia mengalami berbagai penurunan fungsi tubuh dan keterbatasan dalam melakukan aktovotas sehari-hari. Sehingga lansia selayaknya harus diperhatikan karena memerlukan bantuan orang lain dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Oleh sebab itu, kebutuhan hunian lansia semakin dibutuhkan saat ini. Namun demikian, panti jompo yang ada saat ini mayoritas masih memiliki keterbatasan baik fasilitas maupun aktivitas di dalamnya, sehingga muncul berbagai upaya untuk menghilangkan paradigma negatif panti jompo di Indonesia dengan tetap membuat fasilitas hunian lansia yang terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan lansia secara fisik, rekreasi, sosial, dan lingkungan yang terpadu sehingga muncul istilah senior living. Perancangan Senior Living ini ditunjang dengan prinsip Universal Design yang khusus ditujukan untuk lansia untuk menciptakan lansia yang berkarakter serta mengurangi fenomena kesepian dengan lingkungan binaan yang terpadu dan dapat memberikan rasa positif bagi lansia. Senior living ini mengambil lokasi di daerah Kecamatan Mijen tepatnya di BSB City karena melihat potensinya sebagai lingkungan yang sesuai untuk hunian lansia. Penyusunan LP3A ini menghasilkan program perencanaan berupa pengguna, aktivitas, kebutuhan ruang, dan program ruang Senior Living dan program perancangan berupa pendekatan Universal Design.
PERANCANGAN BANDAR LAMPUNG CREATIVE HUB DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER Rahman, Maharani Nurhadijah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan creative hub di Bandar Lampung dilatarbelakangi oleh adanya banyaknya pelaku ekonomi kreatif yang memiliki keterbatasan dalam mengembangkan ide kreatif dan karyanya. Bandar Lampung memiliki 3 subsektor ekonomi kreatif unggulan di Bandar Lampung yaitu Kriya, Kuliner, dan Fashion yang sangat berpotensial. Hal ini membuktikan bahwa dibutuhkannya suatu tempat (bangunan) yang dapat menampung kegiatan ekonomi kreatif masyarakat Bandar Lampung. Konsep Arsitektur Kontemporer dipilih dalam perancangan Creative Hub karena gaya arsitektur kontemporer bersifat dinamis dan menggambarkan kebebasan berekspresi dan berkembang. Hal ini cocok diterapkan pada bangunan Creative Hub yang sebagai tempat perkumpulan dari penggiat kreatif dalam mengembangkan hal baru.
PERANCANGAN DESAIN INKLUSIF HOTEL BINTANG 5 DI KOTA SEMARANG Setiawan, Bimo Adjie
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semarang menjadi salah satu pilihan kota di Jawa Tengah yang kerap dikunjungi bagi wisatawan lokal maupun para pendatang dari luar kota. Hotel sebagai tempat yang mampu menampung wisatawan yang melakukan kegiatan atau rekreasi untuk menginap. Potensi Hotel Bintang 5 sebagai akomodasi terhadap kebutuhan wisatawan seperti menginap, menikmati fasilitas hotel, olahraga, hiburan, dan akses ke berbagai tempat seperti wisata, pusat perbelanjaan, dan akses transportasi. Pada tahun 2022 terakhir, hotel fitur disabilitas berjumlah 25 dari 186 (hotel berbintang dan non berbintang). Pada sarana penginapan, khususnya hotel masih kurang dalam menggunakan fitur disabilitas, sehingga penerapan desain inklusif masih belum diterapkan. Walikota Semarang menyatakan bahwa pentingnya manajemen ramah disabilitas menjadikan Kota Semarang sebagai kota inklusi. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang terbuka atas kerjasama tiap pengelola fasilitas wisata untuk mendukung pembangunan untuk disabilitas di tempat wisata. Pendekatan desain inklusif mempengaruhi kenyamanan pada ruang untuk mempertimbangkan fungsi ruang dan penggunanya. Desain inklusif hadir untuk menjadikan sebuah lingkungan menjadi lebih baik untuk merespon keberagaman. Metode ini dilakukan secara studi literatur. Adapun studi banding antara hotel yang sudah dan belum menerapkan desain inklusif. Penilaian tersebut berdasarkan prinsip dan persyaratan desain inklusif. Hasilnya diharapkan menjadi bentuk pendekatan desain inklusif terhadap hotel dan program dasar perencanaan dan perancangan.
SEMARANG ART CENTER DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER Siahaan, Rachel Sonia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan kota yang kaya akan keragaman budaya dan seni. Menilik pada sejarah terbentuknya Kota Semarang, kesenian di ibukota Jawa Tengah adalah perpaduan budaya Jawa, Tionghoa, Arab, dan Belanda. Berdasarkan informasi dari website Pemerintah Kota Semarang (2024), terdapat sejumlah 844 sanggar seni yang terdaftar di Kota Semarang sampai dengan tahun 2024. Sanggar seni ini meliputi semua lini seni mulai dari seni rebana, seni tari, seni lukis, vokal, sampai dengan seni musik tradisional dan modern. Banyaknya sanggar seni yang ada di Semarang menunjukkan bahwa masyarakat Semarang senang dan antusias dengan kesenian baik yang tradisional maupun yang modern. Dengan jumlah sanggar seni yang sangat melimpah, sudah selayaknya Semarang memiliki tempat yang bisa mewadahi para seniman untuk mengekspresikan minat dan bakatnya. Kini, seni kontemporer dan modern sudah semakin marak di Kota Semarang. Perancangan Semarang Art Center dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer diharapkan dapat menjawab persoalan kurangnya ruang berkesenian di Semarang. Kata kunci : Art center, Kontemporer, Teater, Seni, Kesenian
REVITALISASI STASIUN TAWANG TERINTEGRASI DENGAN STASIUN LRT MENGGUNAKAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HYBRID Ilham, Maulana
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi telah menjadi kebutuhan vital dalam kehidupan saat ini, tercermin dari minat masyarakat yang meningkat dalam menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Mobilitas yang tinggi dan efisiensi waktu menjadi faktor penting, terutama di kota-kota besar seperti Kota Semarang. Dalam menghadapi tantangan mobilitas dan kemacetan, Kota Semarang membutuhkan infrastruktur transportasi umum yang baru. Salah satu solusinya adalah pengembangan Stasiun LRT yang diintegrasikan dengan Stasiun Tawang, hal ini dapat meningkatkan pilihan transportasi masyarakat dan mengurangi kemacetan. Pengembangan Stasiun LRT yang terintegrasi dengan Stasiun Tawang akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan dan efisiensi transportasi di kota ini. Stasiun LRT menjadi langkah yang relevan dan bijaksana dalam mengatasi permasalahan minat terhadap transportasi umum di Kota Semarang. Dengan mempertimbangkan integrasi dengan Stasiun Tawang, rancangan Stasiun LRT menjadi solusi bagi tantangan infrastruktur transportasi umum di kota ini. Langkah ini tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi umum, tetapi juga akan membantu dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara, serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan kota-kota besar seperti Semarang. Kata kunci tidak boleh berupa kalimat. Kata kunci dapat berupa frasa. Kata kunci disusun berdasarkan urutan alfabet. Kata Kunci: Integrasi; Infrastruktur; LRT; Minat transportasi; Pengembangan transportasi; Stasiun Tawang.