cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
TRANSIT HUB DI STASIUN TAWANG SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR INFILL Rayhan, Muhammad
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penumpang masuk dan keluar Stasiun Tawang yang sangat tinggi tiap tahunnya, fenomena tingginya mobilitas yang terjadi di Stasiun Tawang dan tidak ada nya akses masuk transportasi umum untuk menjangkau langsung Stasiun Tawang, perencanaan kedepan Stasiun Tawang dengan adanya LRT di Stasiun Tawang akan menimbulkan kelebihan mobilitas di stasiun tawang. Dibutuhkannya wadah untuk menampung kapasitas di Stasiun Tawang yang terbilang selalu padat, diperlukan bangunan yang dapat dijadikan sebagai tempat transit untuk penumpang Stasiun Tawang Semarang, diperlukan bangunan yang mampu menarik minat wisatawan. Diatasi dengan merencanakan dan merancang Transit Hub di Stasiun Tawang Semarang dengan Pendekatan Arsitektur Infill. Tujuan dari rancangan ini adalah dapat menciptakan inovasi perancangan Transit Hub dengan pendekatan arsitektur infill yang terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti BRT, kereta api dan angkutan umum sehingga dapat mengurangi kemacetan lalu lintas khususnya dalam kota dari arah Semarang. Pada perancangan Transit Hub di Stasiun Tawang Semarang yang direncanakan, desain bangunan menggunakan pendekatan desain arsitektur infill. Hal ini karena pendekatan desain arsitektur infill adalah metode mendirikan bangunan dengan mengisi small gappada wilayah yang sekelilingnya terdapat bangunan eksisting dan menitikberatkan pada keselarasan antara hasil rancangan dan lingkungan sekitar, terlebih bangunan stasiun tawang merupakan bangunan heritage yang patut dipertahankan eksistingnya. Pendekatan desain arsitektur infill mencakup banyak aspek, termasuk konsep konservasi kawasan bersejarah, pendekatan kontekstual, dan penggunaan parameter elemen-elemen visual bangunan sekitar, seperti proporsi, fasad, komposisi, dan garis sempadan bangunan.
REDESAIN PASAR SERDANG JAKARTA DENGAN KONSEP SUSTAINABLE Robby, Kaleb
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Serdang Jakarta, yang terletak di Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Kota Jakarta Pusat, telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak tahun 1976. Lokasinya yang strategis, berada di pusat kota dan dekat dengan area perumahan yang padat penduduk, membuatnya menjadi destinasi utama bagi warga sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, seperti kebanyakan pasar tradisional lainnya, Pasar Serdang tidak luput dari berbagai tantangan dan permasalahan yang perlu diatasi. Salah satu masalah yang sering muncul adalah terkait dengan kebersihan pasar yang tidak mencapai standar yang diinginkan. Selain itu, fasilitas di pasar ini juga kurang memadai, dengan bangunan yang sudah tua dan desain yang kurang menarik. Permasalahan lain termasuk peningkatan jumlah pedagang di dalam dan di sekitar pasar, yang seringkali mengakibatkan kemacetan lalu lintas karena pedagang yang berjualan di bahu jalan. Meskipun demikian, pasar ini masih diminati oleh masyarakat sekitar karena menyediakan beragam barang dengan harga yang terjangkau, memungkinkan akses bagi masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi. Namun, untuk memaksimalkan potensi pasar dan mengembalikan citra positif pasar tradisional, diperlukan upaya perencanaan, perancangan, dan penataan ulang secara menyeluruh. Tantangan utama yang dihadapi adalah merancang ulang sirkulasi pengunjung di seluruh area pasar, meningkatkan tampilan dan orientasi pengunjung di dalam dan di luar pasar, serta memperbaiki fasilitas penunjang dan mengurangi pelanggaran terhadap desain. Pendekatan yang digunakan adalah dengan mempertimbangkan keberlanjutan, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Harapannya, dengan pendekatan ini, pasar dapat mengatasi permasalahan yang ada dan meningkatkan kualitasnya secara berkelanjutan. Melalui perencanaan dan perancangan kembali yang holistik, diharapkan pasar ini dapat menjadi lebih dari sekadar tempat transaksi barang, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi yang berkelanjutan bagi daerah sekitarnya. Dengan demikian, akan tercipta lingkungan yang lebih nyaman bagi pedagang dan pembeli, serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal secara keseluruhan. Kata Kunci: Pasar Tradisional; Penataan Kembali; Pendekatan Sustainable.
PERANCANGAN OCEANARIUM DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA DI KOTA SEMARANG Rahma Yudhistira, Ananta Sadina
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oceanarium merupakan sebuah objek wisata edukatif dengan atraksi wisata berupa akuarium raksasa yang menampilkan berbagai jenis biota laut. Oceanarium bertujuan untuk menyampaikan informasi terkait keindahan dan permasalahan perairan kepada pengunjung. Kota Semarang merupakan salah satu kota yang potensial dalam pengembangan produk pariwisata khususnya wisata edukasi dan wisata bahari. Akan tetapi, belum ada produk pariwisata khususnya objek wisata yang menggabungkan kegiatan wisata rekreasi, edukasi, dan konservasi yang dapat menarik wisatawan dengan baik. Masyarakat Kota Semarang juga belum mengenal dengan baik keindahan bawah laut sehingga menimbulkan permasalahan- permasalahan perairan di Kota Semarang. Dengan adanya bangunan oceanarium di Kota Semarang, masyarakat di Kota Semarang maupun wisatawan yang datang ke Kota Semarang dapat menjangkau serta mengenali keindahan biota laut dengan mudah melalui atraksi wisata yang disajikan sehingga masyarakat dapat lebih peduli dalam pelestarian kawasan perairan. Kepedulian tersebut didasari oleh kesadaran masyarakat akan keindahan perairan itu sendiri yang menimbulkan rasa cinta dan ingin menjaga biota laut. Bangunan Oceanarium ini dirancang dengan menggunakan pendekatan arsitektur metafora agar lebih menonjol, menarik, dan menimbulkan rasa penasaran bagi pengunjung untuk memasuki bangunan tersebut. Pendekatan arsitektur metafora sendiri merupakan suatu pendekatan arsitektur dengan pemaknaan subjek tertentu dalam perancangannya. Oleh karena itu, keberadaan oceanarium dengan pendekatan arsitektur metafora di Kota Semarang diharapkan dapat menjadi sarana rekreasi, edukasi, dan konservasi yang menumbuhkan rasa peduli untuk melestarikan wisata bahari di Kota Semarang. Kata Kunci: Arsitektur Metafora, Kota Semarang, Oceanarium  
REDESAIN OBJEK WISATA LEMBAH GUNUNG MADU DI KABUPATEN BOYOLALI Putri, Adinda Irmalia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembah Gunung Madu merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali tepatnya pada Jalan Raya Simo-Klego. Modernisasi dan penekanan konsep objek wisata yang jelas terhadap Lembah Gunung Madu menjadi suatu keharusan. Hal ini menuntut adanya perancangan ulang dan penambahan beberapa bangunan maupun fasilitas yang ada dengan penggabungan unsur tradisional dan modern. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi rancangan Objek Wisata Lembah Gunung Madu kemudian merancang kembali terkait untuk memaksimalkan potensi edukasi dan pariwisata yang sudah ada sebelumnya menjadi lebih baik. Metode dalam penyusunan Tugas Akhir Landasan Program Perencanaan dan Perancangan dengan judul “Redesain Objek Wisata Lembah Gunung Madu di Kabupaten Boyolali” menggunakan metode deskripif. Selain itu, metode selanjutnya adalah metode observasi yang dilakukan dengan cara pengumpulan data. Metode terakhir adalah komparatif. Data yang telah didapatkan akan dibandingkan untuk mengetahui perbedaan objek dengan tujuan studi banding. Objek Wisata Lembah Gunung Madu merupakan salah satu objek wisata buatan di Kabupaten Boyolali. Lembah Gunung Madu memiliki daya tarik view hutan dan pedesaan dengan penawaran fasilitas menarik bagi semua kalangan
CITY WALK MALL DI KOTA SEMARANG Risgitya Cantika, Noveera
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Simpang Lima Semarang sebagai kawasan Central Business District memiliki kecenderungan menjadi kawasan superblok karena peningkatan kepadatan lalu lintas dan kegiatan ekonomi. Di sisi lain, masyarakat Kota Semarang yang tinggal di daerah sub-urban kesulitan untuk menjangkau fasilitas hiburan dan komersial karena rata-rata terletak di pusat kota. Sehingga, muncullah gagasan tentang alternatif pusat keramaian untuk memecah aktivitas publik. Karakter bangunan yang berhubungan dengan aktivitas publik adalah kontinuitas waktu kegiatan, aksesibilitas, daya tampung terhadap jumlah masyarakat, dan mengakomodir aktivitas seluruh lapisan masyarakat. Kecamatan Pedurungan memiliki potensi menjadi alternatif lokasi pembangunan infrastruktur pemecah keramaian karena memiliki jumlah penduduk dengan persentase paling tinggi di Kota Semarang. Kecamatan Pedurungan belum memiliki fasilitas pusat perbelanjaan selengkap kawasan Central Business District (CBD) Kota Semarang. Selain kebutuhan akan berbelanja, fasilitas rekreasi juga menjadi daya tarik dan kebutuhan yang belum terfasilitasi di kawasan Kecamatan Pedurungan. Dari karakteristik-karakteristik yang telah disebutkan di atas antara lain, kontinuitas waktu kegiatan, daya tampung terhadap jumlah masyarakat, mengakomodir aktivitas seluruh lapisan masyarakat, dan berdasarkan kebutuhan infrastruktur Kecamatan Pedurungan yang membutuhkan sarana rekreasi dan pusat perbelanjaan, fasilitas infrastruktur yang memenuhi adalah Shopping Mall atau pusat perbelanjaan modern. Konsep Shopping Mall yang mengintegrasikan elemen City Walk bertujuan memberikan kebebasan kepada pengunjung untuk menikmati suasana luar ruangan yang lebih nyaman sekaligus menjadi fasilitas komersial yang menyatukan fungsi berbelanja dan bersantai, lengkap dengan fasilitas hiburan dan area terbuka hijau.
PUBLIC LIBRARY AS A SOCIAL SPACE OF SOCIETY IN KLATEN REGENCY Shofia, Ghina
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan teknologi, informasi, sosial, dan budaya, fungsiperpustakaan yang awalnya sebagai tempat penyimpanan informasi danpengetahuan, saat ini mulai mengalami perubahan fokus sebagai ruang sosial bagimasyarakat. Perubahan fokus ini dapat dikategorikan ke dalam dua hal yaitu peransosial dan komunitas, serta format informasi yang disimpan dalam perpustakaan.Selain itu, keberadaan perpustakaan secara fisik di tengah era digital saat ini, masihmenjadi sesuatu yang penting. Perpustakaan sebagai tempat ketiga memiliki peransebagai bangunan publik vital untuk mewadahi peningkatan peran sosial. Melihatadanya pergeseran fokus perkembangan fungsi perpustakaan, saya melihat adanyapotensi untuk mengembangkan desain perpustakaan umum. Ruang sosial yangmenjadi fokus utama pada perpustakaan umum dapat menjadi wadah parakomunitas dalam berbagi ide, sehingga menghadirkan perpustakaan umum yangdapat mewadahi kebutuhan sosial masyarakat merupakan tantangan saat ini. Dalammewujudkan perpustakaan yang dapat memenuhi ruang sosial masyarakatmemerlukan kriteria-kriteria pendukung yang didapatkan dari esensi sebuahperpustakaan dengan metode studi tipologi yang kemudian menjadi basis desaindalam perancangan ini. Dari studi tipologi ini menunjukkan bahwa ruang sosial pada perpustakaan dapat dikategorikan sesuai tingkat intensitasnya mulai dari low-average intensive, high intensive, dan format informasi yang berupa digital (virtual space). Ketiga unsur tersebut dipengaruhi oleh faktor boundaries, persebaran area, openness, enclosure, dan natural light. Oleh karena itu, perancangan perpustakaan umum ini mempertimbangkan beberapa potensial keyword yang telah dianalisis sehingga dapat mendukung interaksi sosial masyarakat sekitar.
REDESAIN TERMINAL TIPE A BARANANGSIANG DI KOTA BOGOR Mowi, Nasywa Deniragosti
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bogor merupakan sebuah wilayah di Kabupaten Jawa Barat, yang merupakan salah satu kota dengan mobilitas pengunjung yang tinggi. Isu permasalahan terkait Terminal Tipe A Baranangsiang yang ada di Kota Bogor menjadi latar belakang dari perencanaan dan perancangan Redesain Terminal Tipe A Baranangsiang di Kota Bogor. Hal yang melatarbelakanginya antara lain ketidakteraturan alur sirkulasi pada terminal yang menyebabkan kesemrawutan dan tidak terawatnya area terminal yang membuat terminal memiliki kesan kumuh. Permasalahan desainnya adalah bagaimana menerapkan sirkulasi yang ideal untuk sebuah terminal Tipe A dengan mempertimbangkan alur trayek dan penumpang, serta bagaimana merancang sebuah terminal dengan pendekatan konsep arsitektur berkelanjutan. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menyelesaikan masalah desain pada Terminal Tipe A Baranangsiang, serta menciptakan sebuah terminal yang sesuai dengan standarisasi terminal Tipe A dengan ketentuan fasilitas yang ada agar pelaku dalam terminal dapat merasakan kenyamanan dan keamanan.
RUMAH RETRET DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN PENDEKATAN SINEMATIK ARSITEKTUR Suryawan, Rifando
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 157 (DESEMBER 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah retret merupakan ruang yang mengakomodasi seseorang atau kelompok dalam melakukan kegiatan retret selama jangka waktu tertentu untuk tujuan pemulihan dan penyucian spiritual. Retret spiritual melakukan sejumlah fungsi penting, seperti: memulihkan kapasitas seseorang untuk mengaktualisasikan diri secara mental, meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan, keindahan, dan kebaikan, membentuk panduan spiritual dan tujuan hidup, menerima beban energi spiritual, memulihkan kualitas spiritual dan kebudayaan pribadi. Yayasan Perkantas ada dalam satu visi untuk membentuk dan membangun kualitas-kualitas spiritual yang baik dari sudut pandang ajaran Kristiani. Perkantas atau kependekan dari Persekutuan Kristen Antar Universitas merupakan yayasan yang bergerak dalam kegiatan pelayanan Kristiani bersifat interdenominasi (lintas aliran gereja) yang menaungi dan menjalankan programnya di beberapa wilayah di Indonesia salah satunya regional Semarang. Retret menjadi salah satu kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Perkantas Semarang, namun dalam perkembangannya Perkantas Semarang belum memiliki ruang yang memadai untuk mengakomodasi kegiatan retret tersebut. Dalam hal ini, melalui perancangan arsitektur diharapkan dapat menciptakan ruang yang dapat memenuhi kebutuhan spiritual berupa pusat fasilitas rumah retret tersebut. Perancangan desain melalui pendekatan cinematic architecture dengan metode montase temporal design memungkinkan untuk menghasilkan urutan yang membuat hubungan antar ruang lebih mengalir sehingga pengguna dapat mengalami pengalaman spasial yang diharapkan. Dalam hal ini, cinematic architecture memberikan parameter baru sebagai bagian dari proses desain arsitektur, yaitu naratif sebagai elemen konseptual pada langkah desain awal, mise- en-scene sebagai pembingkaian dalam pengambilan keputusan, dan montase sebagai proses akhir. Kata Kunci: Rumah retret, Kabupaten Semarang, Sinematik arsitektur, Temporal Design
BEACH RESORT DI GUNUNGKIDUL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Haya, Fadhila
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan beach resort dengan pendekatan arsitektur neo vernakular ini berlokasi di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini merupakan salah satu tahap rangkaian Tugas Akhir Arsitektur Universitas Diponegoro. Perancangan beach resort ini menjawab permasalahan kebutuhan akomodasi wisata di Gunungkidul seiring dengan kenaikan jumlah wisatawan setiap tahunnya. Pemilihan lokasi beach resort yaitu di Bagian Wilayah Perencanaan Siung-Wediombo yang termasuk ke dalam pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata III dengan daya tarik wisata unggulan alam pantai dengan pendukung wisata petualangan. Pemilihan konsep neo vernakular merupakan respon terhadap konteks lokasi yang kental dengan budaya Jawa. Konsep neo vernakular menggabungkan bentuk dan aspek arsitektur lokal khas Yogyaarta dengan desain dan elemn bangunan modern sehingga terbentuk sebuah bangunan baru yang khas. Penerapan konsep neo vernakular terletak pada bentuk bangunan, pola penataan ruang, dan material bangunan. Pendekatan aspek teknis dan aspek arsitektural bangunan disesuaikan dengan kondisi lahan yang berupa perbukitan karst sehingga bentuk hunian yang cocok untuk diterapkan adalah berupa massa-massa kecil yang menyebar sekaligus untuk memaksimalkan potensi tapak.Perhitungan kapasitas resort didasarkan pada perhitungan laju pertumbuhan wisatawan dan proyeksi wisatawan di Gunungkidul sehingga didapat kapasitas sebesar 50 kamar. Fasilitas rekreasi yang ditawarkan berupa restoran, kolam renang, spa, gymnasium, event lokasi, dan pertunjukan budaya tradisional. Dengan adanya beach resort dengan pendekatan arsitektur neo vernakular ini diharapkan menjadi salah satu pendukung daya tarik wisata di Gunungkidul.
PUSAT REHABILITASI KORBAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT KOTA SEMARANG Najibah Suminar, Farah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Rehabilitasi Korban Kekerasan Perempuan dan Anak dengan Pendekatan Healing Environment. Tugas Akhir ini merupakan sebuah penelitian yang mendalam tentang implementasi pendekatan Healing Environment dalam pusat rehabilitasi untuk korban kekerasan perempuan dan anak. Dengan memanfaatkan metode observasi, studi literator, studi perseden, dan wawancara mendalam dengan pengelola, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas penyembuhan dalam konteks lingkungan rehabilitasi. Kota Semarang menjadi salah satu bagian kota yang memiliki angka korban kekerasan perempuan dan anak yang tinggi di Jawa Tengah. Hal ini membuat perlu adanya tempat pemulihan yang dapat mendukung pemulihana trauma. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain ruang yang menenangkan, penggunaan warna yang terapeutik, penggunaan material yang ramah lingkungan, integrasi seni yang memotivasi, dan intervensi psikologis yang mendukung memiliki dampak positif dalam proses penyembuhan korban kekerasan. Penelitian ini mengusulkan rekomendasi praktis bagi pengembangan dan peningkatan pusat rehabilitasi yang memprioritaskan kebutuhan fisik, emosional, dan spiritual korban kekerasan. Selain itu, meningkatkan efektivitas layanan rehabilitasi, termasuk pengembangan program intervensi berbasis healing environment, pelatihan staf dalam pendekatan ini, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang mendukung dalam proses pemulihan korban kekerasan perempuan dan anak juga ditingkatkan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan berharga bagi pengembangan pusat rehabilitasi yang responsif dan holistik dalam konteks pemberdayaan dan pemulihan korban kekerasan secara menyeluruh.