cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
HOTEL RESORT BINTANG 4 DI KABUPATEN SIMALUNGUN Sianturi, Lisa Marie Bonita
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 159 ( DESEMBER 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan sektor yang mampu mendukung perekonomian  Indonesia dan memiliki andil terbesar dikarenakan Indonesia memiliki banyak  sumber wisata alam yang dapat dinikmati oleh wisatawan local maupun wisataawan  mancanegara. Wisata alam di Indonesia juga beragam, mulai dari pantai,  pegunungan, bukit, lereng, danau, dan sungai. Salah satu destinasi wisata alam yang  berupa danau di Indonesia adalah Danau Toba yang terletak di Parapat, Kabupaten  Simalungun. Danau Toba merupakan wisata alam yang sudah masuk dalam 10  destinasi pariwisata utama di Indonesia. Sehingga pembangunan fasilitas  pendukung di sekitar danau toba mulai dari penginapan, kuliner, wahana alam, dan  lain sebagainya sudah gencar dilaksanakan hingga saat ini. Tingginya angka  pendatang wisatawan domestik dan mancanegara ke Danau Toba menjadikannya  sumber pariwisata yang utama di Kabupaten Simalungun. Permintaan akan  penginapan juga semakin tinggi karena kurangnya fasilitas penginapan yang baik  seperti hotel resort. Hotel resort merupakan bangunan yang memfasilitasi  penginapan, pertemuan, maupun makanan dan minuman yang terletak di sekitar  alam, seperti danau. Pembangunan hotel resort juga harus disertai dengan desain  yang memadai, seperti memenuhi standar hijau dan memiliki unsur lokalitas,  namun juga mampu berbeda dengan hotel – hotel lainnya, sehingga menjadi hotel  resort yang ikonik, yang mampu mendatangkan banyak pengunjung ke dalam hotel.   Kata Kunci: Pariwisata, Hotel Resort, Danau
SEMARANG SPORT STADIUM WITH COMMUNITY BASED APPROACH Adiravi, Aslam
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 159 ( DESEMBER 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga pada dasarnya merupakan kebutuhan setiap manusia, agar kondisi fisik dan kesehatannya terjaga dengan baik, serta dapat mencegah berbagai penyakit. Partisipasi dalam olahraga dapat mengurangi stres, depresi, kecemasan, dan meningkatkan konsentrasi. Pembangunan fasilitas olahraga yang bertumpu pada peran serta masyarakat yang ada di dalamnya sangat penting. Dengan meningkatnya kepadatan aktivitas para pekerja maupun pelajar termasuk mahasiswa, kesadaran akan pentingnya berolahraga bagi kesehatan semakin menurun. Menurunnya kesadaran ini sejalan dengan pertumbuhan partisipasi aktif masyarakat yang sangat lambat, yang pada akhirnya berdampak pada sosial dan ekonomi, juga kesehatan setiap individu yang kurang sadar akan pentingnya berolahraga.  Didukung dengan kondisi lingkungan sekitar tapak yang merupakan kawasan perumahan penduduk, gelanggang ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas pendukung seperti food court dan retail area di mana fasilitas ini juga dapat turut serta menjadi fasilitas yang memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan gelanggang. Sedangkan untuk pendalaman, menggunakan pendalaman struktur untuk menyelesaikan masalah bentang lebar dalam arena lapangan.
MUSEUM RISET DAN SEJARAH PADI DI JAWA TENGAH DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR LOKAL DAN NARATIF Fathoni, Windu
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 159 ( DESEMBER 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi merupakan makanan pokok di Indonesia. Lebih dari 35 juta ton per tahunnya beras telah dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia pada tahun 2023. Padi memiliki sejarah yang panjang dengan masyarakat Indonesia, baik dari segi ekonomi, filosofi, hingga budaya. Jawa Tengah merupakan salah satu Provinsi dengan produksi beras tertinggi ke-3 di Indonesia. Kabupaten Sukoharjo adalah salah satu kota/kabupaten yang memiliki potensi produksi beras di Jawa Tengah, dengan jumlah produksi gabah yang meningkat dari 300 ribu ton per tahun menjadi 320 ribu ton pada tahun 2023. Meskipun merupakan negara dengan konsumsi dan produksi beras yang tinggi di dunia, pemahaman terkait tentang padi masih terbilang cukup rendah. Salah satu indikator rendahnya pemahaman kita terkait tentang padi adalah efisiensi hasil panen negara kita yang hanya di angka 5,2 ton/hektar, jauh tertinggal dari Thailand yang mampu hingga 12 ton/hektarnya. Keberadaan Museum Riset dan Sejarah Padi di Jawa Tengah dengan pendekatan arsitektur lokal Jawa Tengah dan pendekatan naratif diharapkan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait tentang padi baik itu sejarah, filosofi, budaya, proses pengolahannya, hingga manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu dengan adanya museum ini diharapkan juga petani dapat meningkatkan hasil panen, kualitas panen, serta hasil olahannya, melalui pelatihan dan pengembangan yang dilakukan di museum. Dengan meningkatkan kualitas dan hasil olahan yang lebih baik akan membuat warga sekitar terutama petani memiliki taraf hidup yang lebih baik
Redesain Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo menjadi Sentra Rehabilitasi Terpadu PGOT di Kota Semarang Berbasis Arsitektur Humanis Eka Sofyani, Marchelina
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fluktuasi jumlah Pengemis, Gelandangan, dan Orang Telantar (PGOT) di Kota Semarang memerlukan penanganan yang lebih komprehensif. Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo yang selama ini berfungsi sebagai tempat penampungan PGOT belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan program rehabilitasi yang berorientasi pada pemulihan secara menyeluruh bagi penghuninya. Perancangan ulang Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo menjadi Sentra Rehabilitasi Terpadu PGOT di Kota Semarang akan mengutamakan kebutuhan fisik, psikologis, dan sosial warga binaan melalui pengembangan ruang yang nyaman dan ramah pengguna, penyediaan fasilitas rehabilitasi yang terintegrasi serta optimalisasi ruang terbuka sebagai elemen pendukung terapi bagi warga binaan. Redesain ini bertujuan untuk mendukung program rehabilitasi secara komprehensif yang memperhatikan aspek humanisme warga binaan sehingga diharapkan dapat menjadi solusi dalam menangani permasalahan PGOT di Kota Semarang secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Perancangan Convention And Exhibition Center Dengan Pendekatan Arsitektur Regionalisme Di Kota Semarang Adita, Hasna
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisata MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) merupakan salah satu sektor pariwisata dengan potensi besar, terutama di Kota Semarang. Berdasarkan data yang ada, jumlah wisatawan MICE mengalami peningkatan signifikan, terutama pasca pandemi COVID-19, dengan partisipasi yang datang baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kenaikan permintaan terhadap fasilitas yang mendukung industri MICE dan pariwisata bisnis ini mendorong perlunya pembangunan infrastruktur yang memadai. Dalam hal ini, pembangunan Convention and Exhibition Center (CEC) di Semarang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Pembangunan CEC dirancang dengan pendekatan arsitektur regionalisme, yang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal serta memperkaya aspek pariwisata dan identitas Kota Semarang. Dengan adanya CEC, diharapkan kota ini dapat menjadi salah satu destinasi utama bagi penyelenggaraan acara MICE di Indonesia.
Pengembangan Terminal dan Pasar Modern Banyumanik Aryanta, Rhezwara Dwiki
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa. Kota ini berada di letak yang strategis dan memiliki tiga gerbang utama, timur yang berbatasan dengan Kabupaten Demak, barat dengan Kabupaten Kendal, dan selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Semarang. Salah satu kecamatan di selatan Kota Semarang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Semarang adalah Kecamatan Banyumanik. Kecamatan ini merupakan salah satu kecamatan dengan penduduk terbanyak. Dengan penduduk yang banyak menyebabkan arus mobilitas keluar dan masuk kota yang cukup tinggi. Namun, hal ini tidak diimbangi dengan fasilitas terminal yang mendukung. Status terminal yang ada saat ini adalah Sub-Terminal atau terminal pergantian moda, padahal permintaan pasar cukup tinggi. Selain itu, terdapat keberadaan Pasar Banyumanik yang saat ini terlihat tidak hidup. Di sisi lain, kurangnya terminal terutama di selatan kota menyebabkan munculnya terminal bayangan Sukun. Dengan menggunakan metode studi dalam bentuk deskriptif, dokumentatif dan komparatif, permasalahan ini menjadi hal yang kompleks untuk dibahas. Perlu dilakukan pengembangan Terminal dan Pasar Banyumanik yang mampu meningkatkan pengguna terminal, menghidupkan kembali aktivitas perdagangan, serta mengurangi penyebaran terminal bayangan. Dengan melakukan metode tersebut menghasilkan suatu perancangan Pengembangan Terminal dan Pasar Modern Banyumanik dengan menekankan pasar tradisional yang memiliki citra modern.
Hotel Resort Di Kawasan Objek Wisata Guci Dengan Pendekatan Ekologi Erlintang Setiawan, Nasqi
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah  dan menjadi prioritas pengembangan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten  Tegal. Salah satu daya tarik unggulan adalah Objek Wisata Guci, kawasan wisata alam di  kaki Gunung Slamet dengan pemandian air panas sebagai daya tarik utama. Dengan luas  210 hektar dan ketinggian ±1.050 mdpl, Guci menawarkan panorama pegunungan, hutan  lebat, dan aliran sungai yang memikat wisatawan. Tren pengunjung menunjukkan  pertumbuhan yang signifikan setelah masa pandemi, dengan rata-rata tingkat hunian  penginapan mencapai 97,8% saat musim liburan.  Meningkatnya permintaan akomodasi mendorong kebutuhan akan fasilitas penginapan baru.  Oleh karena itu, perancangan hotel resort berbintang 4 dengan pendekatan ekologi menjadi  solusi strategis. Hotel ini dirancang memanfaatkan sumber daya lokal, seperti air panas  alami dan keindahan alam sekitar, serta dilengkapi fasilitas modern seperti pemandian air  panas dan glamping yang nyaman. Dengan konsep arsitektur ekologi, bangunan dirancang  agar selaras dengan lingkungan, menggunakan material alami, dan memaksimalkan potensi  panorama alam. Perancangan ini diharapkan mampu mendukung pengembangan pariwisata  berkelanjutan, memadukan relaksasi, rekreasi, dan pelestarian lingkungan secara harmonis.  Kata Kunci : Objek Wisata Guci, Hotel Resort, Ekologi
Perancangan Lifestyle Mall dengan Pendekatan Topologi di Kota Baru Parahyangan Andini, Rifdah Aulia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mall tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi komersial tetapi juga sebagai ruang interaksi dan eksplorasi yang memengaruhi pola pergerakan pengunjung. Perancangan Lifestyle Mall di Kota Baru Parahyangan ini menerapkan pendekatan topologi untuk memahami dan mengontrol pergerakan manusia di dalam mall. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman terhadap pola pergerakan dan tindakan manusia melalui hubungan dan konektivitas antar ruang. Dengan menggunakan pendekatan topologi sebagai konsep dasar, perancangan ini bertujuan untuk menciptakan konfigurasi ruang mall yang mendorong eksplorasi, pergerakan yang berkesinambungan, serta meningkatkan pengalaman belanja. Selain itu, konektivitas dan kontinuitas dalam organisasi topologi memainkan peran penting dalam membentuk jaringan hubungan yang mengaktifkan gerakan. Hal ini memungkinkan terciptanya aliran gerakan yang berkelanjutan melalui simpul-simpul ruang, yang terus membentuk ruang secara dinamis. Pola gerakan yang dihasilkan dalam organisasi topologi ini berkaitan erat dengan aspek kinetik, termasuk kecepatan, arah, akselerasi, dan posisi objek. Basis perancangan ini menggunakan parameter kecepatan, jarak, dan waktu untuk memprogram sirkulasi pengunjung. Analisis melibatkan penghitungan kecepatan rata-rata manusia saat bergerak, jarak yang dapat ditempuh, serta durasi waktu dalam kegiatan berbelanja. Parameter ini secara langsung memengaruhi pengalaman pengunjung dan potensi keuntungan komersial. Dengan pendekatan ini, desain mall dirancang untuk memastikan pengunjung dapat menjangkau seluruh area ritel secara efisien, menciptakan pola sirkulasi yang optimal, sekaligus mendukung interaksi ruang bagi pengguna. 
HOTEL RESORT DI KAWASAN WISATA RELIGI SUNAN MURIA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ECO-CULTURAL Amin, Muhammad
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dataran Tinggi Gunung Muria merupakan kawasan pegunungan atau dataran tinggi di Jawa Tengah, yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Kudus. Pemandangan alam yang menakjubkan dan destinasi wisata religi dan alam yang menarik untuk dikunjungi, membuat kawasan pegunungan muria mempunyai potensi yang cukup tinggi dalam kemajuan bidang pariwisata yang menyuguhkan berbagai destinasi wisata yang bermacam-macam: wisata religi, wisata alam, wisata budaya, dan wisata petualang. Beberapa objek wisata di kawasan pegunungan muria sudah mulai berkembang, diantaranya Bukit Puteran, Air Tiga Rasa Rejenu, Air Terjun Montel, Wana Wisata Kajar, Wana Wisata Ternadi, Makam Sunan Muria, Selam Semliro, Air Terjun Kedung Gender, Air Terjun Kali Banteng, dan Masjid Al- Aqsha Menara Kudus (Sunan Kudus). Dengan banyaknya destinasi wisata yang ada di daerah pegunungan muria yang cukup jauh dari kota menjadikan sarana akomodasi menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dengan mempertimbangkan fasilitas, biaya, jarak, dan lokasi yang strategis supaya dapat dijangkau dari beberapa destinasi wisata. Menurut Badan Statistik Kabupaten Kudus 2022 jumlah wisatawan domestik mengalami. Dengan adanya hotel resort di kawasan pegunungan muria ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sarana akomodasi bagi wisatawan dan memaksimalkan bidang pariwisata setempat. Minimnya fasilitas akomodasi bagi wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di wilayah Colo, Kudus, menyebabkan potensi ekonomi di Kabupaten Kudus belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan sarana akomodasi berupa hotel resort yang memiliki ciri khas unik dengan mempertimbangkan aspek alam dan budaya untuk mengoptimalkan potensi yang ada serta meminimalkan risiko yang mungkin timbul. Lokasi perancangan berada di Colo, Dawe, Kudus, pada lahan dengan kontur yang cukup curam karena berada di kawasan pegunungan. Desain ini menggunakan pendekatan kontekstual terhadap tapak untuk menghasilkan respons yang tepat, sehingga kualitas lahan tetap terjaga dan pembangunan hotel tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Penyesuaian terhadap aspek arsitektural dan kultural diharapkan dapat menciptakan keseimbangan dan keharmonisan antara lingkungan alami dan lingkungan buatan. Kata kunci : Resort, Potensi Lokal, Arsitektur Eco-Cultural
Revitalisasi Pelabuhan Perikanan Juwana dengan Pendekatan Eco-Tech Natarin, Aning Niken
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Juwana merupakan kecamatan yang menjadi penyumbang komoditas perikanan terbesar di Kabupaten Pati, sehingga dikenal sebagai sentra kegiatan perikanan di Kabupaten Pati. Potensi perikanan ini didukung dengan adanya infrastruktur pelabuhan perikanan0dan dua unit Tempat Pelelangan Ikan0(TPI) yang0berpengaruh terhadap perkembangan perekonomian masyarakat Juwana. Namun, kondisi infrastruktur perikanan ini mengalami degradasi fungsi dan lingkungan seiring berjalannya waktu, serta keberadaan antar fasilitas yang masih belum terintegrasi dengan baik. Diperlukan adanya revitalisasi pada kawasan Pelabuhan Perikanan Juwana. Revitalisasi Pelabuhan Perikanan Juwana bertujuan untuk mengatasi permasalahan0yang terdapat pada kawasan Pelabuhan Perikanan Juwana, seperti degradasi lingkungan, efisiensi energi, dan sistem pengelolaan limbah, namun tetap mempertahankan fungsionalitas utama pelabuhan perikanan sebagai pusat kegiatan perikanan. Revitalisasi Pelabuhan perikanan ini berfungsi untuk memperbarui serta meningkatkan kualitas infrastuktur pelabuhan sesuai dengan kebutuhan saat ini. Nantinya akan diberikan fasilitas-fasilitas yang dapat memaksimalkan penggunaan pelabuhan perikanan ini, seperti area edukasi dan wisata terkait potensi perikanan yang ada. Revitalisasi pelabuhan perikanan ini akan didesain dengan menggunakan pendekatan Eco-Tech yang mengintegrasikan prinsip-prinsip ekologi dan teknologi yang ramah lingkungan dalam pengembangan infrastruktur pelabuhan perikanan. Pendekatan Eco-Tech menawarkan solusi yang holistik dengan memanfaatkan teknologi mutakhir yang tidak hanya mengurangi polusi dan dampak negatif lainnya terhadap ekosistem pesisir, serta diharapkan dapat meningkatkan produktivitas di sektor perikanan Juwana. Kata kunci : Pelabuhan Perikanan, Revitalisasi, Eco-Tech  Tambahkan masukan individual