cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
PERANCANGAN RESORT DI SEKITAR KAWASAN WISATA WADUK GAJAH MUNGKUR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ORGANIK Prasetyo, Herdiyas Satri Aji
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah laju urbanisasi dan meningkatnya tekanan kehidupan modern, kebutuhan masyarakat akan ruang untuk beristirahat, merefleksi diri, serta kembali terhubung dengan alam menjadi semakin mendesak. Dalam konteks ini, pariwisata alam menjadi salah satu alternatif yang relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Berdasarkan Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 5 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) Kabupaten Wonogiri Tahun 2013–2028, Waduk Gajah Mungkur ditetapkan sebagai bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten (KSPK), yang dirancang untuk mendukung pengembangan destinasi pariwisata berskala provinsi hingga nasional. Penetapan ini menegaskan pentingnya pengembangan fasilitas penunjang pariwisata, termasuk akomodasi yang representatif. Kabupaten Wonogiri sendiri memiliki kekayaan alam berupa panorama waduk, deretan pegunungan, serta perbukitan yang masih alami. Sayangnya, potensi tersebut belum dioptimalkan, khususnya dalam penyediaan fasilitas akomodasi wisata yang memiliki karakter yang selaras dengan alam sekitar. Di sisi lain, berdasarkan Buku Statistik Jawa Tengah dalam Angka tahun 2022, Kabupaten Wonogiri mengalami lonjakan signifikan jumlah wisatawan pasca pandemi COVID-19. Dalam kurun waktu 2021–2022, tercatat peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 206.812 orang. Melihat tingginya pertumbuhan wisatawan dan status strategis Waduk Gajah Mungkur sebagai kawasan prioritas, maka perancangan fasilitas akomodasi berupa resort menjadi urgensi yang tidak dapat diabaikan. Mengingat kondisi geografis Kabupaten Wonogiri yang didominasi oleh bentang pegunungan dan perbukitan, pendekatan arsitektur organik menjadi relevan untuk diadopsi. Pendekatan ini memungkinkan rancangan resort dapat bersinergi dengan lanskap alam secara harmonis, sekaligus memperkuat karakter lokal yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Redesain Stasiun Kediri Dengan Mixed-Use Transit Hotel Berbasis Urban Catalyst Di Kota Kediri Rofidah, Rofidah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Kediri, sebagai kota terbesar ketiga di Jawa Timur, memiliki peran strategis dalam  mendukung pertumbuhan ekonomi dan transportasi regional. Stasiun Kediri menjadi  infrastruktur vital, namun menghadapi sejumlah tantangan seperti kapasitas ruang yang  kurang, fasilitas yang tidak sesuai pedoman, kemacetan, pengaturan parkir yang kurang  optimal, aksesibilitas yang tidak inklusif, serta minimnya integrasi antar moda transportasi.  Masalah ini diperburuk oleh tingginya penggunaan kendaraan pribadi dan kurangnya peran  angkutan umum massal, sebagaimana ditekankan dalam RPJPD Kota Kediri Tahun 2005 2025 dan Rencana Detail Tata Ruang Kota Kediri Tahun 2021–2041. Di sisi lain,  meningkatnya jumlah penumpang kereta api, potensi ekonomi kawasan sekitar stasiun,  serta tidak adanya akomodasi penginapan per jam yang dekat dengan stasiun menjadi  peluang yang harus dimanfaatkan.  Dalam menghadapi permasalahan tersebut, pendekatan Urban Catalyst menjadi solusi  strategis  untuk mengintegrasikan potensi kawasan stasiun dan mendukung  pengembangan ruang publik yang inklusif dan berkualitas. Redesain Stasiun Kediri dengan  konsep Mixed-Use transit hotel diusulkan sebagai upaya optimalisasi fungsi stasiun. Desain  ini juga berfokus pada pengembangan vertikal untuk mengatasi keterbatasan lahan, sesuai  dengan konsep Transit-Oriented Development (TOD). Transit hotel ini dirancang untuk  memenuhi kebutuhan penumpang yang membutuhkan akomodasi singkat, serta  mendukung mobilitas masyarakat dengan fasilitas yang terintegrasi.  Redesain ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan transportasi, meningkatkan  konektivitas antar moda, dan menciptakan kawasan stasiun sebagai pusat pertumbuhan  ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan fungsi katalis yang mendorong  perkembangan kawasan, proyek ini menawarkan solusi yang relevan dalam meningkatkan  kualitas mobilitas, ekonomi, serta ruang publik di Kota Kediri secara menyeluruh.
Graha Interior dan Arsitektur Berbasis Tahap Periode Waktu Perkembangan Arsitektur di Semarang Shalomita, Joanna Cahya
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan gaya arsitektur di Indonesia telah melalui perjalanan  panjang, mulai dari arsitektur tradisional berlanggam Nusantara hingga penerapan  gaya modern yang semakin mendominasi. Setiap periode mencerminkan perubahan  nilai dan kebutuhan masyarakat yang dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan  ekonomi. Seiring berjalannya waktu, gaya arsitektur yang beragam menciptakan  preferensi yang berbeda dalam desain, yang dipengaruhi oleh selera masyarakat  yang terus berkembang. Selera terhadap berbagai gaya arsitektur ini tidak hanya  mencerminkan identitas budaya dan sosial, tetapi juga menunjukkan adanya  perbedaan dalam cara pandang dan kebutuhan ruang yang terus berubah. Maka,  Graha Interior dan Arsitektur sebagai bangunan komersial yang khusus  menyediakan produk-produk arsitektur dan interior harus mampu menyajikan  berbagai gaya desain yang mencerminkan perjalanan perkembangan arsitektur  tersebut.
Beach Resort Dengan Penekanan Arsitektur Neo Vernakular di Jepara Chartika, Melya Bella
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan beach resort di Jepara dengan penekanan arsitektur neo-vernakular bertujuan untuk menciptakan destinasi wisata menginap yang harmonis dengan lingkungan setempat sekaligus melestarikan identitas budaya lokal. Kabupaten Jepara yang terkenal dengan keindahan pantai dan kekayaan tradisi, menjadi lokasi strategis untuk mengembangkan konsep ini. Arsitektur neo-vernakular menggabungkan elemen tradisional dengan teknologi modern, memungkinkan desain yang fungsional, estetis, dan berkelanjutan. Proses perancangan dimulai dengan analisis potensi kawasan, termasuk kondisi lingkungan, budaya, dan sosial. Desain yang dihasilkan memanfaatkan material lokal seperti kayu jati dan bambu, serta mengadopsi pola arsitektur tradisional seperti rumah joglo dan limasan. Integrasi elemen modern dilakukan melalui penggunaan teknologi ramah lingkungan seperti panel surya, pengelolaan air limbah, dan ventilasi silang untuk meningkatkan kenyamanan termal. Resort ini dirancang untuk menciptakan pengalaman wisata yang otentik, dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui pelibatan komunitas lokal, konservasi lingkungan, dan pengurangan dampak ekologi. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun budaya, sekaligus menjadi model pengembangan pariwisata yang menghormati kearifan lokal.
Perancangan Resort Bintang 5 dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional Sunda di Kabupaten Sukabumi Silalahi, Alissa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa barat memiliki banyak sekali potensi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah yang ada di kawasan Pantai Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Seiring meningkatnya minat para wisatawan lokal dan mancanegara dalam berkunjung ke kawasan tersebut, maka dibutuhkan fasilitas penginapan yang layak dan memadai agar dapat memberikan kenyamanan juga menyokong kebutuhan rekreasi bagi para pengunjung selama berada di kawasan tersebut. Resort dapat menjadi solusi mengenai hal tersebut karena resort menyediakan fasilitas yang lengkap dan terintegerasi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga akan memberikan pengalaman berlibur atau berekreasi yang berkesan.  Pada perencanaan kali ini, akan difokuskan pada perancangan resort di kawasan pantai Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi.  Resort ini disertai dengan pendekatan arsitektur tradisional sunda sebagai upaya untuk meningkatkan kelestarian kebudayaan tradisional sunda dan langgam arsitektur nusantara yang tiap waktunya semakin tergeser oleh langgam arsitektur luar negeri. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk merancang sebuah resort dengan pendekatan arsitektur tradisional sunda yang diharapkan akan menjadi salah satu tempat pariwisata unggulan di daerah Kabupaten Sukabumi, serta dapat menjadi media dalam upaya mempertahankan dan mengembangkan budaya tradisional sunda juga langgam arsitektur nusantara. Metode pembahasan dilakukan melalui landasan studi literatur tentang konsep resort dan pendekatan arsitektur tradisional sunda serta, survey lokasi untuk menganalisis karakteristik lingkungan sekitar. Hasil perencanaan menunjukan bahwa pendekatan arsitektur tradisional sunda dapat diterapkan pada desain resort tepi pantai di kawasan Kabupaten Sukabumi ini. Desain resort yang sesuai dengan karakteristik lingkungan dan budaya setempat akan memberikan pengalaman liburan yang sangat berkesan bagi para pengunjung serta meningkatkan daya tarik pariwisata di daerah Kabupaten Sukabumi dengan penyediaan fasilitas penginapan yang sangat memadai.  Kesimpulan dari perencanaan ini adalah bahwa pembangunan resort di kawasan pantai Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi dengan pendekatan arsitektur tradisional sunda merupakan sebuah solusi untuk menghadirkan fasilitas akomodasi yang lengkap serta terintegerasi dengan lingkungan sekitarnya. Diharapkan hasil dari perencanaan ini dapat menjadi referensi untuk perancangan bangunan serupa pada kawasan wisata agar lebih memperhatikan nilai-nilai lokalitas dalam merancang sebuah bangunan pariwisata.  Kata Kunci: Resort, Arsitektur Tradisional Sunda, Pantai Pelabuhan Ratu, Pariwisata
Perancangan Sentra Kopi Berbasis Aroma Dengan Pendekatan Smellscape Di Kulon Progo, Yogyakarta Amrullah, Muyassar
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi indonesia beragam jenisnya berdasar asal tanamanya, seperti Kopi  Sumatera, Kopi Sulawesi, Kopi Aceh Gayo, Kopi Bali Kintamani, Kopi Papua  Wamena dan berbagai kopi yang memiliki aroma yang berbagai macam. Tujuan  paper ini adalah menjadikan aroma menjadi sesuaau yang penting tidak hanya  dalam kopi, tetapi juga dalam arsitektur dan manusia. Melalui proposisi “Smell is a  powerful trigger for memory construction” perancangan ini berfokuskan pada  aroma sebagai pembentuk ruang. Sehingga dalam perancangan ini melalui studi  literatur tentang aroma dan arsitektur beserta sintesisnya. Dengan ketertarikan  Masyarakat yang tinggi akan kopi, Perancangan kali ini berfokus pada Sentra kopi  dengan berbasis pengatahuan tentang dunia kopi berdasarkan roastery kopi, yang  dapat mengeluarkan aroma. Arsitektur juga dapat menggunakan kekuatan aroma  atau bau dari kopi yang dapat mengkonstruksi ruang dan sekaligus aroma menjadi  batasan yang tak terlihat atau antar ruang atau boundaries yang dapat memperkuat  atmosfer dari tiap tiap ruang.
Perancangan Resort Ecotourism Di Kawasan Hutan Mangrove PIK Jakarta Dengan Penerapan Green Architecture Untuk Pelestarian Lingkungan Dasnita Putri, Clarissa Amanda
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan hutan mangrove di Indonesia merupakan isu lingkungan yang mendesak. Dalam kurun waktu singkat, luas hutan mangrove mengalami penurunan drastis dari 7,7 juta hektar pada tahun 2007 menjadi hanya 3,2 juta hektar pada tahun 2009. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti alih fungsi lahan menjadi pemukiman, kawasan wisata, tambak, serta penebangan pohon secara masif. Dampaknya dapat mengancam hilangnya habitat biota laut dan penurunan pendapatan nelayan. Selain sebagai penyangga ekosistem pesisir, mangrove juga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim karena kemampuannya menyerap karbon lebih besar dari hutan daratan. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi konservasi yang mencakup aspek ekologi, sosial dan ekonomi. Salah satu solusi potensial adalah pengembangan resort ecotourism yang menggabungkan edukasi lingkungan dan pelestarian mangrove. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendukung upaya rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan.
Pengembangan Terminal Penggaron, Semarang sebagai Terminal Bus Tipe A dengan Pendekatan Konsep Transit-Oriented Development (TOD) Ayuningtyas, Qonita
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Terminal Penggaron untuk menjadi terminal bus Tipe A dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah kendaraan di Kota Semarang, kebutuhan moda transportasi umum yang terintegrasi, dan terdapat relokasi trayek bus dari Terminal Terboyo ke Terminal Penggaron. Dengan fasilitas yang hanya memnuhi 48% standar, Terminal Penggaron dinilai belum memadai untuk memenuhi kegiatan layanan Tipe A. Rancangan pengembangan terminal menggunakan pendekatan transit-oriented development (TOD) dengan fokus menciptakan terminal yang layak, nyaman, dan efisien. Konsep ini mencakup penerapan one-stop experience, jalur pedestrian yang optimal, dan pengaturan sirkulasi untuk mencegah persilangan antara angkutan umum dan manusia Hasil rancangan diharapkan dapat memberikan solusi desian yang mampu meningkatkan daya tarik Terminal Penggaron sebagai pusat mobilitas di Kota Semarang dan berkontribusi pada perancanaan transportasi umum yang berkelanjutan. 
Perancangan Semarang International Circuit Kualifikasi Tingkat Satu FIA Adhani, Raisya
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semarang, sebagai salah satu kota besar di Indonesia, memiliki potensi  untuk menjadi pusat penyelenggaraan olahraga otomotif skala internasional.  Dengan tingginya minat masyarakat terhadap ajang balap internasional seperti  Formula 1 (F1), Indonesia menghadapi tantangan besar karena belum memiliki  sirkuit tingkat 1 FIA yang memadai untuk menyelenggarakan event tersebut.  Perancangan sirkuit internasional di Semarang menjadi langkah strategis untuk  mengisi kekosongan ini sekaligus mendorong perkembangan kota. Mengadopsi  pendekatan High-Tech, sirkuit ini dirancang untuk memenuhi standar  internasional dengan mengintegrasikan estetika modern, efisiensi ruang, dan  fungsi optimal untuk sebuah sirkuit. Perancangan mempertimbangkan aspek  seperti struktur modular, tata kelola sirkuit, fasilitas pendukung yang ada pada  sirkuit internasional tingkat 1 FIA, serta kenyamanan bagi pembalap dan  penonton. Selain menjadi arena kompetisi olahraga, sirkuit ini diharapkan mampu  menarik kejuaraan balap tingkat dunia seperti F1, meningkatkan pariwisata, dan  mendukung aktivitas ekonomi melalui sektor pariwisata dan olahraga di  Semarang. Dengan pendekatan desain yang inovatif dan responsif terhadap  kebutuhan, sirkuit internasional ini akan menjadi simbol perkembangan kota,  kebanggaan nasional, dan daya tarik utama untuk event balap dunia
Beach City Hotel Di Semarang Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi Putranto, Faiz Arief
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semarang sebagai kota metropolitan di Jawa Tengah terus berkembang pesat, terutama di sektor pariwisata dan bisnis. Kawasan pesisir Pantai Marina menjadi salah satu titik pertumbuhan, ditandai dengan hadirnya POJ City sebagai kota pantai modern. Untuk melengkapi fasilitas kawasan ini, Beach City Hotel dirancang sebagai akomodasi berkelas yang mengedepankan kenyamanan dan keunikan, menyasar wisatawan dan pelaku bisnis yang datang ke Semarang. Dengan mengusung pendekatan Arsitektur Ekologi, Beach City Hotel diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan secara fungsional, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Penggunaan material ramah lingkungan, penghematan energi, dan integrasi elemen penghijauan menjadi bagian penting dari desain hotel ini. Kehadiran Beach City Hotel diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan pesisir, membuka peluang kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata berkelanjutan di Semarang.