cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
Opera House Dengan Penekanan Desain Arsitektur Metafora di Bantul, D.I. Yogyakarta Lathifah, Anassa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Opera House dengan penekanan desain arsitektur metafora dirancang untuk memperkuat seni  pertunjukan di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gedung ini bertujuan menjawab kebutuhan akan  infrastruktur seni yang memadai, terutama bagi komunitas seni yang dinamis di Yogyakarta. Melalui  desain metafora, proyek ini berupaya menghubungkan kekayaan budaya lokal dengan inovasi arsitektur  modern, menciptakan ruang ikonik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertunjukan tetapi juga  sebagai simbol budaya.  Studi ini mengadopsi pendekatan holistik, termasuk analisis literatur, tinjauan preseden gedung gedung pertunjukan kelas dunia seperti Sydney Opera House, dan observasi kontekstual berbasis lokasi.  Desainnya difokuskan pada elemen-elemen penting seperti akustik yang optimal, alur sirkulasi yang  efisien, kapasitas ruang yang memadai, serta pencahayaan dan ventilasi yang mendukung kenyamanan.  Hasil dari penelitian ini adalah panduan desain yang memastikan opera house ini dapat menjadi ruang  multifungsi yang memenuhi standar nasional dan internasional, sekaligus menjadi daya tarik seni dan  pariwisata bagi Yogyakarta.  Kata Kunci: Opera House; Arsitektur Metafora; Seni Pertunjukan; Akustik.
Perancangan Destinasi Wisata Theme Park Seni Pewayangan Jawa Di Yogyakarta Dengan Pendekatan Arsitektur Naratif Husnaini, Adilla
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayang merupakan salah satu kesenian yang telah berkembang dalam sejarah peradaban Suku Jawa selama berabad-abad. Wayang dipercaya muncul sejak zaman batu besar dan digunakan oleh masyarakat pada saat itu sebagai praktik magis dan religius. Kemudian, wayang terus bertahan dalam berbagai era kerajaan Hindu-Buddha, islam, hingga era modern saat ini. Namun, eksistensi wayang saat ini terancam karena menurunnya minat generasi muda untuk melestarikannya karena keterbatasan pengetahuan mengenai tokoh dan ceritanya. Maka dari itu, diperlukan pendekatan yang inovatif dan relevan untuk mengenalkan wayang dengan lebih menyenangkan melalui arsitektur pariwisata. Konsep arsitektur naratif dipilih sebagai dasar untuk menganalisis narasi pada lakon pewayangan purwa untuk kemudian diimplementasikan dalam desain kawasan. Salah satu potensi daerah yang cukup kuat dalam hal keterlibatan komunitas dan pemerintah, maka Daerah Istimewa Yogyakarta pada bagian urban dipilih untuk mengembangkan sebuah taman hiburan bertema wayang sebagai bagian dari wisata budaya. Pemilihan tapak dalam lingkup urban di Yogyakarta sangat penting karena sesuai dengan teori arsitektur pariwisata di wilayah urban, aksesibilitas dan sustainibilitas pariwisata dalam suatu wilayah menjadi sangat penting dalam pengembangan pariwisata.  Kata Kunci : Taman Hiburan Bertema, Kesenian Wayang, Pariwisata Budaya, Arsitektur Naratif
Perancangan Mangrove Eco Resort dengan Pendekatan Arsitektur Lokal di Kawasan Mangrove Baros Amalia, Nurfadillah Dwi
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pengembangan Hutan Mangrove Baros sebagai kawasan ekowisata di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, penting untuk mempertimbangkan integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam perancangan dan pengelolaan kawasan tersebut. Akomodasi di area Hutan Mangrove Baros saat ini dianggap kurang memadai karena tidak ada fasilitas penginapan di sekitar area wisata. Ketersediaan tempat menginap sangat penting untuk memastikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin tinggal lebih lama di lokasi tersebut. Perancangan Mangrove Eco Resort dengan pendekatan Arsitektur lokal, berfokus untuk memberikan pengalaman emosional serta memperkaya wawasan kebudayaan. Suasana resort yang mengutamakan keseimbangan antara manusia dengan lingkungan Hutan Mangrove dan penggunaan material alami diharapkan dapat memberikan kesan tenang, nyaman dan pengalaman relaksasi bagi wisatawan serta memperkaya pengalaman ekowisata sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya. Kata kunci: Hutan Mangrove Baros, Resort, Ekowisata, Arsitektur Lokal
Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa dan Kuliah Bersama di Kampus Universitas Diponegoro Tembalang Puspitasari, Asri
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Diponegoro (Undip) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) terus berkembang dengan meningkatnya jumlah mahasiswa, yang mengharuskan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Pembangunan Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) dan Kuliah Bersama menjadi solusi untuk mendukung kegiatan akademik dan non-akademik. Desain gedung ini akan mengutamakan fungsional dan integrasi antar ruang, menciptakan lingkungan yang mendukung interaksi, kolaborasi, serta pertumbuhan akademik dan kreativitas mahasiswa. Selain itu, gedung ini diharapkan memperkuat reputasi kampus dan menjadi ikon visual Undip.
Urban Wellness Center di Surabaya Fadilah, Nur
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urban Wellness Center adalah pusat kesehatan perkotaan yang dirancang untuk mendukung kesehatan mental dan fisik pekerja urban. Kota Surabaya, sebagai salah satu pusat urbanisasi terbesar di Indonesia, menghadapi tantangan tingginya gangguan kesehatan mental di kalangan pekerja. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dan proyeksi tren pasar, fasilitas ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan rehabilitasi dan rekreasi melalui pendekatan arsitektur wellness. Konsep desain mengacu pada The WELL Building Standard v.2, yang berfokus pada elemen pencahayaan, kualitas udara, akses air bersih, pergerakan, dan kenyamanan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental pengguna. Penekanan desain pada proyek ini mengadaptasi filosofi arsitektur Kengo Kuma, yang menonjolkan koneksi harmonis antara manusia, ruang, dan elemen alami melalui material, struktur, dan tekstur yang khas. Surabaya dipilih sebagai lokasi ideal karena tingginya populasi pekerja produktif, sementara fasilitas wellness di wilayah ini masih terbatas. Kata Kunci: Urban Wellness Center, kesehatan mental, The WELL Building Standard v.2, Kengo Kuma, Surabaya, wellness architecture, rehabilitasi, rekreasi.
Rumah Sakit Khussu Ortopedi Tipe C berbasis Motor Learning Process Augustin, Maharani
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan muskuloskeletal, yang mencakup lebih dari 150 penyakit, merupakan penyebab utama disabilitas global, dengan lebih dari 1,7 miliar orang di seluruh dunia terdampak pada tahun 2022 menurut data WHO. Masalah ini sering kali disebabkan oleh cedera, termasuk kecelakaan kerja, serta aktivitas berat yang berulang. Di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten, kecelakaan kerja menjadi salah satu penyebab utama gangguan muskuloskeletal, dengan peningkatan kasus sebesar 5,7% pada tahun 2021. Sebagai salah satu pusat sektor industri terbesar di Indonesia, Provinsi Banten menghadapi kebutuhan mendesak untuk menyediakan layanan kesehatan khusus bagi pekerja industri yang mengalami cedera muskuloskeletal.   Motor learning, sebagai proses internal yang mendukung pemulihan dan peningkatan kemampuan motorik, memiliki peran signifikan dalam rehabilitasi pasien ortopedi, termasuk pekerja industri. Dengan fokus pada proses pembelajaran motorik, rumah sakit berbasis Motor Learning Process dapat membantu pasien untuk memulihkan fungsi motorik mereka, memungkinkan mereka kembali beraktivitas dengan optimal.   Landasan perancangan ini ditulis untuk mengembangkan konsep rumah sakit ortopedi berbasis Motor Learning Process di Provinsi Banten. Rumah sakit ini dirancang untuk menyediakan layanan kesehatan muskuloskeletal yang holistik, mencakup aspek diagnosis, pencegahan, pemeliharaan, dan pemulihan. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta fasilitas yang mendukung proses rehabilitasi berkelanjutan serta meningkatkan kualitas hidup pekerja industri yang terdampak kecelakaan kerja.
Revitalisasi dan Pengembangan TPA Tlekung sebagai Eduwisata Bebas Sampah di Kota Batu Candra, Sefta Annisa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pariwisata di Kota Batu, yang dikenal sebagai kota wisata, menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah pengunjung, mencapai 10 juta wisatawan pada tahun 2023. Meskipun sektor pariwisata memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, peningkatan jumlah pengunjung juga menimbulkan tantangan besar, terutama dalam pengelolaan sampah. Data menunjukkan bahwa produksi sampah di Kota Batu meningkat hingga 40% selama peak season, dengan volume mencapai 160 ton per hari. TPA Tlekung, sebagai satu-satunya tempat pengolahan akhir sampah di kota ini, mengalami berbagai masalah dalam pengelolaannya, termasuk penutupan pada akhir 2022 untuk evaluasi dan kebakaran yang terjadi pada akhir 2023. Meskipun program Zero Waste Education di TPA Tlekung mendapat respon positif dari masyarakat, tata kelola yang buruk menyebabkan protes dari warga terkait dampak lingkungan yang dirasakan. Pembukaan kembali TPA Tlekung pada awal 2024 menghadapi tantangan dalam menarik minat masyarakat terhadap program edukasi, sementara upaya revitalisasi diperlukan untuk meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sampah yang efektif. Perancangan ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang dalam pengelolaan sampah di Kota Batu, serta pentingnya revitalisasi TPA Tlekung dalam mendukung keberlanjutan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat.  
RUMAH SAKIT KHUSUS PARU TIPE B DI KOTA MAGELANG DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT Sitohang, Aloysius
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Khusus Paru Tipe B di Kota Magelang dirancang untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menangani kasus tuberkulosis (TB) yang terus meningkat. Menggunakan pendekatan healing environment, rancangan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan pasien secara holistik melalui optimalisasi elemen desain seperti pencahayaan alami, ruang terbuka hijau, dan kenyamanan psikologis. Lokasi yang strategis dan fasilitas yang memadai, termasuk ruang isolasi, laboratorium modern, dan area edukasi masyarakat, dirancang untuk meminimalkan penyebaran penyakit sekaligus mendukung target nasional pengendalian TB sesuai SDGs 2030. Dengan kapasitas 75 tempat tidur, rumah sakit ini juga memperhatikan efisiensi sirkulasi ruang serta kenyamanan pengguna. Studi banding dan analisis lokasi memperkuat landasan konseptual perancangan ini sebagai solusi inovatif yang mendukung kesehatan masyarakat Kota Magelang secara berkelanjutan..
Rancangan Rumah Sakit Lapangan Tanggap Bencana dengan Pendekatan Arsitektur Adaptif 'Ammar Faruq Hibatullah, Zaky
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan aktivitas vulkanik yang tinggi menghadapi tantangan besar dalam menangani dampak bencana erupsi gunung berapi, termasuk kebutuhan akan fasilitas medis yang cepat tanggap dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang rumah sakit lapangan yang adaptif terhadap kondisi darurat bencana, khususnya di kawasan terdampak erupsi Gunung Merapi, Kabupaten Sleman. Pendekatan yang digunakan meliputi arsitektur regulatif dan adaptif, dengan fokus pada fleksibilitas spasial, mobilisasi efisien, serta kemampuan adaptasi terhadap kondisi bencana yang dinamis. Metodologi yang diterapkan meliputi pengumpulan data melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan pihak terkait. Lokasi perancangan ditentukan berdasarkan analisis spasial dan aksesibilitas, dengan Lahan Kapanewon Cangkringan dipilih sebagai tapak potensial. Desain rumah sakit lapangan ini mengacu pada standar Foreign Medical Teams (FMT) tipe 2 dari WHO, yang mencakup layanan bedah darurat, rawat inap, dan diagnostik. Selain itu, rancangan ini diintegrasikan dengan fasilitas pengungsian untuk meningkatkan ketahanan hidup korban bencana. Hasil perancangan menunjukkan bahwa konsep arsitektur adaptif mampu memberikan solusi fleksibel dalam memenuhi kebutuhan medis dan nonmedis selama kondisi darurat. Implementasi desain ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengelolaan bencana erupsi di Indonesia serta berkontribusi pada pengembangan standar rumah sakit lapangan tanggap bencana yang lebih baik.  Kata Kunci: rumah sakit lapangan, tanggap bencana, arsitektur adaptif, erupsi Gunung Merapi, desain fleksibel.
Pusat Batik dan UMKM Unggulan Kota Pekalongan Kusumawati, Arlita
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Batik dan UMKM Unggulan Kota Pekalongan" merupakan pengintegrasian antara pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi yang dirancang khusus untuk konteks unik Kota Pekalongan. Menciptakan ruang multifungsi yang tidak hanya melestarikan warisan batik yang kaya di Pekalongan, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam bidang ekonomi kreatif. Pekalongan, yang secara resmi diakui sebagai "Kota Batik" dan ditetapkan sebagai Kota Kreatif oleh UNESCO, memiliki tradisi batik yang sudah ada sejak abad ke-18. Warisan budaya ini menjadi dasar identitas dan ekonomi kota, dengan Pekalongan menyuplai 60% dari pasar batik nasional Indonesia. Pusat Batik dan UMKM Unggulan yang diusulkan ini bertujuan untuk membangun pondasi dengan mengatasi tantangan ganda pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi secara inovatif dan berkelanjutan. Pusat ini akan menyediakan sumber daya dan platform untuk inovasi, perluasan pasar, dan integrasi praktik tradisional dengan strategi ekonomi modern. Dengan memanfaatkan aset budaya unik Pekalongan, pusat ini bertujuan untuk membedakan produk lokal di pasar global, memanfaatkan permintaan yang meningkat untuk barang-barang yang otentik dan kaya budaya. Proyek "Pusat Batik dan UMKM Unggulan Kota Pekalongan" mewakili pendekatan visioner terhadap pengembangan perkotaan yang menghormati warisan budaya sambil mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan menciptakan ruang yang berfungsi sebagai landmark budaya dan ekonomi, pusat ini bertujuan untuk mengamankan posisi Pekalongan sebagai pusat untuk keunggulan batik dan model pengembangan ekonomi kreatif. Proyek ini tidak hanya melestarikan salah satu aspek vital dari warisan budaya Indonesia, tetapi juga membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, yang menguntungkan baik komunitas lokal maupun ekonomi kreatif yang lebih luas.