cover
Contact Name
Dr. Ir., Nurtati Soewarno, M.T
Contact Email
nurtati@itenas.ac.id
Phone
+6222-7272215
Journal Mail Official
terracotta@itenas.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha Prodi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung - Itenas Gedung 17 Lantai 1 Jl. P.H.H. Mustofa No 23 Bandung - Jawa Barat 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA
ISSN : -     EISSN : 27164667     DOI : https://doi.org/10.26760/terracotta
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA adalah Jurnal Ilmiah yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang-bidang utama : Perancangan Arsitektur (gedung), Stuktur dan Konstruksi, Teknologi Bangunan, Perencanaan Kota dan Asitektur Kota, Perumahan dan Permukiman, serta Teori-Metoda dan Sejarah Arsitektur.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021)" : 12 Documents clear
Pengaruh Secondary Skin Fasade Bangunan Terhadap Kualitas Pencahayaan Alami Ruang Kerja Rahadian, Erwin Yuniar; Dwiastuti, Windi; Maretia, Nanda Annisa; Fitrian, Beri
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i2.4688

Abstract

Pencahayaan merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam perancangan suatu ruang. Kenyamanan pencahayaan pada ruang kantor sebagai area kerja  sangat dibutuhkan sesuai standar SNI sebesar 350 lux, sehingga dapat menunjang aktivitas dan memiliki produktivitas kerja yang baik. Gedung Rektorat Unpad Jatinangor merupakan gedung yang terdiri dari empat lantai dengan fungsi utama sebagai gedung administrasi dalam bidang akademik untuk menunjang kegiatan kemahasiswaan. Gedung ini memiliki bentuk massa lingkaran dan menggunakan secondary skin pada fasad yang selain berfungsi dalam unsur estika bangunan, juga berfungsi untuk mereduksi paparan panas dan sinar matahari yang masuk pada bangunan. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pencahayaan alami yang dipengaruh oleh penggunaan secondary skin. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pengukuran langsung menggunakan luxmeter dan metode pengukuran dengan simulasi software ecotect. Hasil pengukuran langsung mengunakan luxmeter menunjukan kuat pencahayaan alami yang menghadap secondary skin lebih terang dibandingkan yang menghadap koridor sedangkan hasil pengukuran dengan simulasi software ecotect menunjukan kuat pencahayaan alami yang tidak menggunakan secondary skin intensitas cahayanya lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan secondary skin. Sehingga penerapan secondary skin pada facade bangunan tidak hanya untuk memenuhi unsur estetika dan perlindungan faktor iklim ekternal terhadap bangunan, namun harus juga memperhatikan dampak pencahayaan alami yang terjadi pada ruang dalam bangunan.
Kontekstualisme Elemen Fasad Hotel Ibis Styles Braga Terhadap Fasad Bangunan Eks Bank Denis Sihombing, Reza Phalevi
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i2.4405

Abstract

Kota Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki banyak kawasan bersejarah, dengan salah satu kawasannya yaitu Jalan Braga. Kehadiran bangunan baru di kawasan ini menjadi perhatian khusus bagaimana desain olahan fasad  yang akan diterapkan pada fasad bangunannya. Pada studi ini akan membahas bagaimana usaha bangunan baru dalam mendesain fasad bangunan sehingga dapat mengaitkan diri dengan fasad bangunan di lingkungan sekitarnya. Dengan menggunakan metoda deskriptif kualitatif dan metoda kuantitatif, penelitian ini akan meninjau desain elemen fasad Hotel Ibis Styles Braga terhadap bangunan eks Bank Denis yang merupakan bangunan cagar budaya. Karena bangunan cagar budaya dapat dijadikan tolak ukur desain untuk bangunan. Studi literatur digunakan untuk membandingkan antara teori arsitektur kontekstual, dengan teori elemen fasad. Hasil studi secara kualitatif memperlihatkan adanya keterkaitan elemen fasad pada bangunan Hotel Ibis Styles Braga terhadap bangunan Eks Bank Denis, namun secara kuantitatif terdapat perbedaan ukuran proporsi terhadap bentuk dari elemen fasad tersebut. Secara kontekstual, bangunan Hotel Ibis Styles Braga memiliki pendekatan konsep selaras dengan bangunan eks bank denis.
Elemen Nature Suistanable Infrastructure di WetLand Park Bandung Timur Kustianingrum, Dwi
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i2.4627

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang kian marak mengakibatkan berkurangnya secara pesat lahan hijau dan pertanian di setiap daerah Kota Bandung yang beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman dan bisnis baru. Dampak dari berkurangnya lahan hijau dan pertanian di Kota Bandung adalah berkurangnya daya serap air di saat curah air hujan tinggi dan mengakibatkan banjir yang berkelanjutan. Salah satunya yaitu daerah Gedebage. Pemerintah Kota Bandung memberikan solusi terhadap banjir yaitu dibuatnya Kawasan Wetland Park yang berlokasi di Desa Cisurupan, Cibiru, Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi elemen landscape (lansekap), wetland (lahan basah), water management (manajemen air), dan pengendalian alam Kawasan Wetland Park Cisurupan sebagai bagian dari Nature Infrastructure dalam konsep Sustainable Infrastructure. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis kualitatif. Adapun simpulan dari bahasan ini yaitu kawasan dibuat sebagai daerah resapan air hujan, salah satunya melalui wetland buatan berupa kolam retensi. Pentingnya dibuat wetland dengan penataan landscape sebagai pengendali banjir dan sirkulasi air dari buangan air hujan yang diatur melalui sungai untuk direkayasa dengan cara dibelokkan ke dalam kolam retensi. Kawasan ini menjadi strategi untuk menciptakan lingkungan yang sehat melalui tanaman yang ada pada kawasan ini agar bermanfaat bagi kawasan Wetland Park Cisurupan dan lingkungan sekitarnya sebagai pengendalian alamKata kunci: Suistanable Infrastruktur, Wetland Park, Banjir, Kolam Retensi,
Bukaan Jendela Untuk Pencahayaan Alami Bangunan RUTILAHU di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung Hidajat, Achsien -; Putra, Wahyu Buana
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i2.4293

Abstract

Rehab rumah tidak layak huni yang dilakukan pemilik dengan bantuan pemda Jawa Barat,sudah selesai dilaksanakan. Dari 139 Rutilahu, diambil 3 sample yang dinilai memiliki pembagian ruang dalam yang sama. Desain bukaan jendela juga sama,hanya berbeda ukuran. Penelitian dibuat untuk mengamati sejauh mana penerapan ukuran minimal bukaan jendela dikaitkan dengan standar nasional.
Desain Bangunan Eks Kolonial Terkait Kenyamanan Visual dengan Pencahayaan Alami - Studi Kasus Gedug Negara Cirebon Latifah, Nur Laela; Wigna, Ramadhan Paskal Dinda; Darmawan, Teguh; Mundika, Saefulloh Karim
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i2.4654

Abstract

Bangunan eks kolonial merupakan warisan bernilai sejarah tinggi yang harus dilestarikan, salah satunya Gedung Negara Cirebon. Fungsi bangunan ini sebagai tempat penginapan tetap dipertahankan, di samping terdapat ruang yang menjadi area kerja dan pada masa depan direncanakan menjadi fasilitas sumber budaya. Dalam melakukan aktivitas dan kerja visual dibutuhkan cahaya alami dengan kuantitas dan sesuai agar pengguna tetap dapat memperoleh kenyamanan visual, dan hal ini sangat ditentukan oleh desain bangunan terutama orientasi bangunan dan bukaan cahaya; alokasi dan kedalaman ruang; dimensi, bentuk, posisi, dan spesifikasi bukaan cahaya; serta reflektansi permukaan. Terkait Gedung Negara yang telah ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya dimana kondisi fisiknya harus dipertahankan, penting untuk dikaji apakah dengan desain yang ada sebagai bangunan eks kolonial, dapat memberikan kuat penerangan yang mendukung perolehan kenyamanan visual bagi penggunanya. Metoda analisis dilakukan baik kuantitatif dan kualitatif, dan pada analisis kuantitatif dilakukan pengukuran di loksi juga simulasi model menggunakan software Revit 2020 dan DIALux evo 8.2 yang hasilnya dibandingkan dengan standar kenyamanan visual terkait kuat penerangan. Diharapkan melalui penelitian ini diperoleh nilai manfaat agar dapat mengoptimalkan potensi cahaya alami bagi pengguna bangunan eks kolonial dengan tetap menjaga kelestariannya sebagai bangunan cagar budaya.  Kata kunci: desain bangunan eks kolonial, kenyamanan visual, pencahayaan alami
Integrasi Generasi Muslim Tanpa Masjid: Kajian Fungsional Arsitektur Masjid Kampus UMS Saputra, Andika
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i2.4329

Abstract

Generasi Muslim Tanpa Masjid merupakan permasalahan di kalangan umat Islam yang marak terjadi di perkotaan modern di Indonesia, tidak terkecuali di UMS sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi Islam di Surakarta. Solusi terhadap permasalahan tersebut ialah integrasi ke dalam jamaah umat Islam melalui peran masjid kampus sebagai pusat kegiatan jamaah kampus di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk menelisik realisasi agenda integrasi Generasi Muslim Tanpa Masjid ke dalam jamaah umat Islam di lingkungan UMS dengan mengidentifikasi kegiatan yang diselenggarakan di masjid kampus, organisasi ruang masjid kampus, strategi yang diterapkan, dan langkah-langkah yang dilakukan dengan memperhatikan aspek kegiatan dan aspek organisasi ruang sebagai variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan metode induktif-kualitatif yang merupakan eksperimen penulis dan interpretasi penulis terhadap beragam kegiatan yang diselenggarakan di masjid kampus UMS oleh berbagai pihak civitas akademik UMS. Hasil penelitian terdiri dari tiga temuan. Pertama, kegiatan yang diselenggarakan untuk menarik keterlibatan Generasi Muslim Tanpa Masjid di masjid kampus meliputi fungsi dakwah, pendidikan, olahraga, dan rekreasi yang merupakan fungsi pendukung masjid dengan sifat diwajibkan hingga umum dan sukarela. Kedua, ruang serbaguna masjid kampus yang merupakan zonasi ruang-antara memiliki peran penting dalam menarik keterlibatan Generasi Muslim Tanpa Masjid berkegiatan di masjid kampus. Ketiga, strategi yang diterapkan ialah sinergi seluruh civitas akademika UMS dengan melakukan dua langkah yang berorientasi pada pembentukan kebiasaan dan integrasi ke dalam jamaah umat Islam dalam skala luas.Kata kunci: generasi muslim tanpa masjid, masjid kampus, integrasi ke dalam jamaah umat Islam
Pengaruh Secondary Skin Fasade Bangunan Terhadap Kualitas Pencahayaan Alami Ruang Kerja Erwin Yuniar Rahadian; Windi Dwiastuti; Nanda Annisa Maretia; Beri Fitrian
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i2.4688

Abstract

Pencahayaan merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam perancangan suatu ruang. Kenyamanan pencahayaan pada ruang kantor sebagai area kerja  sangat dibutuhkan sesuai standar SNI sebesar 350 lux, sehingga dapat menunjang aktivitas dan memiliki produktivitas kerja yang baik. Gedung Rektorat Unpad Jatinangor merupakan gedung yang terdiri dari empat lantai dengan fungsi utama sebagai gedung administrasi dalam bidang akademik untuk menunjang kegiatan kemahasiswaan. Gedung ini memiliki bentuk massa lingkaran dan menggunakan secondary skin pada fasad yang selain berfungsi dalam unsur estika bangunan, juga berfungsi untuk mereduksi paparan panas dan sinar matahari yang masuk pada bangunan. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pencahayaan alami yang dipengaruh oleh penggunaan secondary skin. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pengukuran langsung menggunakan luxmeter dan metode pengukuran dengan simulasi software ecotect. Hasil pengukuran langsung mengunakan luxmeter menunjukan kuat pencahayaan alami yang menghadap secondary skin lebih terang dibandingkan yang menghadap koridor sedangkan hasil pengukuran dengan simulasi software ecotect menunjukan kuat pencahayaan alami yang tidak menggunakan secondary skin intensitas cahayanya lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan secondary skin. Sehingga penerapan secondary skin pada facade bangunan tidak hanya untuk memenuhi unsur estetika dan perlindungan faktor iklim ekternal terhadap bangunan, namun harus juga memperhatikan dampak pencahayaan alami yang terjadi pada ruang dalam bangunan.
Integrasi Generasi Muslim Tanpa Masjid: Kajian Fungsional Arsitektur Masjid Kampus UMS Andika Saputra
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i2.4329

Abstract

Generasi Muslim Tanpa Masjid merupakan permasalahan di kalangan umat Islam yang marak terjadi di perkotaan modern di Indonesia, tidak terkecuali di UMS sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi Islam di Surakarta. Solusi terhadap permasalahan tersebut ialah integrasi ke dalam jamaah umat Islam melalui peran masjid kampus sebagai pusat kegiatan jamaah kampus di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk menelisik realisasi agenda integrasi Generasi Muslim Tanpa Masjid ke dalam jamaah umat Islam di lingkungan UMS dengan mengidentifikasi kegiatan yang diselenggarakan di masjid kampus, organisasi ruang masjid kampus, strategi yang diterapkan, dan langkah-langkah yang dilakukan dengan memperhatikan aspek kegiatan dan aspek organisasi ruang sebagai variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan metode induktif-kualitatif yang merupakan eksperimen penulis dan interpretasi penulis terhadap beragam kegiatan yang diselenggarakan di masjid kampus UMS oleh berbagai pihak civitas akademik UMS. Hasil penelitian terdiri dari tiga temuan. Pertama, kegiatan yang diselenggarakan untuk menarik keterlibatan Generasi Muslim Tanpa Masjid di masjid kampus meliputi fungsi dakwah, pendidikan, olahraga, dan rekreasi yang merupakan fungsi pendukung masjid dengan sifat diwajibkan hingga umum dan sukarela. Kedua, ruang serbaguna masjid kampus yang merupakan zonasi ruang-antara memiliki peran penting dalam menarik keterlibatan Generasi Muslim Tanpa Masjid berkegiatan di masjid kampus. Ketiga, strategi yang diterapkan ialah sinergi seluruh civitas akademika UMS dengan melakukan dua langkah yang berorientasi pada pembentukan kebiasaan dan integrasi ke dalam jamaah umat Islam dalam skala luas.Kata kunci: generasi muslim tanpa masjid, masjid kampus, integrasi ke dalam jamaah umat Islam
Kontekstualisme Elemen Fasad Hotel Ibis Styles Braga terhadap Fasad Bangunan Eks Bank Denis Reza Phalevi Sihombing
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i2.4405

Abstract

AbstrakIndonesia memiliki banyak kawasan bersejarah, salah satunya berda di dalam kawasan Jalan Braga Kota Bandung. Kehadiran bangunan baru di kawasan ini menjadi perhatian khusus bagaimana desain olahan fasad  yang akan diterapkan pada fasad bangunannya. Pada studi ini akan membahas bagaimana usaha bangunan baru dalam mendesain fasad bangunan sehingga dapat mengaitkan diri dengan fasad bangunan di lingkungan sekitarnya. Dengan menggunakan metoda deskriptif kualitatif dan metoda kuantitatif, penelitian ini akan meninjau desain elemen fasad Hotel Ibis Styles Braga terhadap bangunan eks Bank Denis yang merupakan bangunan cagar budaya. Karena bangunan cagar budaya dapat dijadikan tolak ukur desain untuk bangunan. Studi literatur digunakan untuk membandingkan antara teori arsitektur kontekstual, dengan teori elemen fasad. Selain dari studi teori yang ada, dilakukan juga pengamatan langsung kawasan dan bangunan sekitarnya. Khususnya pada bagian fasad dan tipologi bangunan kolonial. Hasil studi secara kualitatif memperlihatkan adanya keterkaitan elemen fasad pada bangunan Hotel Ibis Styles Braga terhadap bangunan Eks Bank Denis, namun secara kuantitatif terdapat perbedaan ukuran proporsi terhadap bentuk dari elemen fasad tersebut. Dari pengamatan arsitektur kontekstual yang dilihat dari segi fasade bangunan. Pada fasad bangunan Hotel Ibis Styles Braga memiliki pendekatan konsep selaras dengan fasad bangunan eks bank denis.Kata kunci: Cagar Budaya, Bersejarah, Kontekstual, Fasad. AbstraCTIndonesia has many historical areas, one of which is located in the area of Jalan Braga, Bandung City. The presence of new buildings in this area is of particular concern to how the processed facade designs will be applied to the building facades. This study will discuss how new building businesses are in designing building facades so that they can relate to the facades of buildings in the surrounding environment. By using qualitative descriptive and quantitative methods, this study will review the design elements of the facade of the Hotel Ibis Styles Braga to the former Denis Bank building which is a cultural heritage building. Because cultural heritage buildings can be used as design benchmarks for buildings. Literature studies are used to compare the contextual architectural theory with the facade element theory. Apart from existing theoretical studies, direct observations of the area and surrounding buildings were also carried out. Especially in the facade and typology of colonial buildings. The results of the qualitative study show that there is a relationship between the facade elements of the Ibis Styles Braga Hotel building to the former Denis Bank building, but quantitatively there are differences in the size proportions of the shape of the facade elements. From the contextual architectural observations seen in terms of the building facade. The building facade of the Hotel Ibis Styles Braga has a conceptual approach in line with the facade of the former denis bank building.Keywords: Heritages, Historical, Contextual, Facade
Elemen Nature Suistanable Infrastructure di WetLand Park Bandung Timur Dwi Kustianingrum
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i2.4627

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang kian marak mengakibatkan berkurangnya secara pesat lahan hijau dan pertanian di setiap daerah Kota Bandung yang beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman dan bisnis baru. Dampak dari berkurangnya lahan hijau dan pertanian di Kota Bandung adalah berkurangnya daya serap air di saat curah air hujan tinggi dan mengakibatkan banjir yang berkelanjutan. Salah satunya yaitu daerah Gedebage. Pemerintah Kota Bandung memberikan solusi terhadap banjir yaitu dibuatnya Kawasan Wetland Park yang berlokasi di Desa Cisurupan, Cibiru, Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi elemen landscape (lansekap), wetland (lahan basah), water management (manajemen air), dan pengendalian alam Kawasan Wetland Park Cisurupan sebagai bagian dari Nature Infrastructure dalam konsep Sustainable Infrastructure. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis kualitatif. Adapun simpulan dari bahasan ini yaitu kawasan dibuat sebagai daerah resapan air hujan, salah satunya melalui wetland buatan berupa kolam retensi. Pentingnya dibuat wetland dengan penataan landscape sebagai pengendali banjir dan sirkulasi air dari buangan air hujan yang diatur melalui sungai untuk direkayasa dengan cara dibelokkan ke dalam kolam retensi. Kawasan ini menjadi strategi untuk menciptakan lingkungan yang sehat melalui tanaman yang ada pada kawasan ini agar bermanfaat bagi kawasan Wetland Park Cisurupan dan lingkungan sekitarnya sebagai pengendalian alamKata kunci: Suistanable Infrastruktur, Wetland Park, Banjir, Kolam Retensi,

Page 1 of 2 | Total Record : 12