cover
Contact Name
Dr. Ir., Nurtati Soewarno, M.T
Contact Email
nurtati@itenas.ac.id
Phone
+6222-7272215
Journal Mail Official
terracotta@itenas.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha Prodi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung - Itenas Gedung 17 Lantai 1 Jl. P.H.H. Mustofa No 23 Bandung - Jawa Barat 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA
ISSN : -     EISSN : 27164667     DOI : https://doi.org/10.26760/terracotta
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA adalah Jurnal Ilmiah yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang-bidang utama : Perancangan Arsitektur (gedung), Stuktur dan Konstruksi, Teknologi Bangunan, Perencanaan Kota dan Asitektur Kota, Perumahan dan Permukiman, serta Teori-Metoda dan Sejarah Arsitektur.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2023)" : 8 Documents clear
Analysis of Architectural Needs for Passive Low-Tech Fog and Dew Collector Building Design: A Narrative Literature Review Muhammar Khamdevi; Matius MLT
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v4i2.8544

Abstract

Global warming and climate change have negative effects on life on earth. One of the consequences is a water crisis or water scarcity, both in quantity and quality. Indonesia also cannot avoid this problem. Therefore it is necessary to prepare an alternative water supply solution, one of which is from water vapor (atmospheric water), especially in the form of dew and fog. This study aimed to formulate the design requirements for passive low-tech dew and fog collector building by comparing several technologies and projects in the world that have been realized recently that have a relationship with architectural science. This research used qualitative research with a narrative literature review approach. This research produced design requirements in the form of principles and technical requirements in designing and realizing dew and fog collector building, especially in terms of function, construction, and appearance.Keywords: dew collector, fog collector, low-tech, water scarcity, architecture
Perubahan Morfologi Koridor Jalan dan Pengaruhnya Terhadap Aktivitas Komersial di Jalan Lawu Karanganyar Adhitya Permana
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v4i2.8145

Abstract

AbstrakPerubahan morfologi jalan akibat proyek jalan berdampak terhadap aktivitas ekonomi pada ruang samping kanan dan jalan kiri. Adanya perubahan dimensi pada elemen ruang jalan mengakibatkan perubahan pola aktivitas komersial yang mendekati koridor jalan. Penelitian ini menjelaskan secara teoritik tentang perubahan morfologi ruang jalan dan pengaruhnya terhadap aktivitas komersial di Jalan Lawu. Metode penelitian ini adalah metode deduktif kualitatif dengan pendekatan teorisasi deduktif untuk menguji variabel yang telah dideduksi dari kajian teori dengan elemen tetap, semi tetap, tidak tetap dan variabelnya yaitu badan Jalan Lawu, jalur pejalan kaki dan jalan bersama, bangunan komersial permanen dan non permanen , street furniture, area parkir dan vegetasi, aktivitas rutin dan insidental. Pengambilan data untuk variabel tersebut dengan teknik time sampling saat weekday dan weekend pada waktu pagi, siang, malam. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan dan morfologi koridor Jalan Lawu periode tahun 2011 hingga 2016 (sebelum perubahan) dan tahun 2016 hingga 2022 (setelah perubahan), intensitas kepadatan dan pola sebaran aktivitas komersial, lalu permintaan variabel perubahan yang signifikan. Hasil penelitian ini yaitu pengaruh perubahan morfologi koridor jalan dengan perubahan aktivitas komersial pada koridor Jalan Lawu yaitu adanya aksesibilitas koridor jalan baru seperti jalur pejalan kaki dan jalan bersama. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan dan morfologi koridor Jalan Lawu periode tahun 2011 hingga 2016 (sebelum perubahan) dan tahun 2016 hingga 2022 (setelah perubahan), intensitas kepadatan dan pola sebaran aktivitas komersial, lalu permintaan variabel perubahan yang signifikan. Hasil penelitian ini yaitu pengaruh perubahan morfologi koridor jalan dengan perubahan aktivitas komersial pada koridor Jalan Lawu yaitu adanya aksesibilitas koridor jalan baru seperti jalur pejalan kaki dan jalan bersama. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan dan morfologi koridor Jalan Lawu periode tahun 2011 hingga 2016 (sebelum perubahan) dan tahun 2016 hingga 2022 (setelah perubahan), intensitas kepadatan dan pola sebaran aktivitas komersial, lalu permintaan variabel perubahan yang signifikan. Hasil penelitian ini yaitu pengaruh perubahan morfologi koridor jalan dengan perubahan aktivitas komersial pada koridor Jalan Lawu yaitu adanya aksesibilitas koridor jalan baru seperti jalur pejalan kaki dan jalan bersama.Kata kunci : morfologi jalan, aktivitas komersial, pengaruh perubahan
Penerapan Kualitas Akustik pada Ruang Kelas Studio Arsitektur (Studi Kasus: Kelas Studio Gambar Laboratorium Teknik 2, Institut Teknologi Sumatera) Verza Dillano Gharata; Widi Dwi Satria; Wenny Arminda
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v4i2.8545

Abstract

Dalam kegiatan proses pembelajaran dibutuhkan tempat yang nyaman dengan kualitas akustik yang baik. Pembelajaran dalam suatu ruang kelas dibutuhkan kejelasan suara yang baik agar dapat tersampaikan secara baik dan jelas sehingga proses belajar mengajar dalam berjalan lancar. Agar dapat berjalan dengan baik maka diperlukan ruangan dengan kualitas akustik yang baik pula. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati dan melakukan pengukuran pada ruang kelas studio gambar arsitektur Institut Teknologi Sumatera.Kebisingan pada ruang kelas tentunya akan menyebabkan proses belajar mengajar terganggu karena suara tidak dapat tersampaikan dengan baik, menganggu kenyamanan, dan konsentrasi pelajar. Dalam mendukung proses belajar mengajar yang baik suatu ruangan harus mempunyai kualitas akustik yang baik agar tidak menimbulkan cacat akustik seperti dengung dan echo. Penelitian ini difokuskan untuk mengamati kualitas akustik pada ruang kelas studio gambar arsitektur  Institut Teknologi Sumatera sudah memadai ataukah belum untuk memenuhi kenyamanan akustik yang dibutuhkan ruang tersebut. Penelitian ini akan dilakukan dengan cara mengamati kualitas akustik dan kenyamanan, serta melakukan pengukuran elemen elemen (dinding, lantai, plafon, waktu dengung, jendela) yang ada pada ruang kelas dengan menggunakan alat alat seperti meteran laser dan meteran. Tujuan penelitian ini adalah mengamati kualitas akustik  ruang kelas studio gambar arsitektur Institut Teknologi Sumatera dan akan dilakukan pembahasan mendalam mengenai material dan elemen akustik dalam ruangan tersebut. 
Kenyamanan Sirkulasi Bangunan Kampus Berdasarkan Persepsi Pengguna (Studi Kasus Gedung E ITERA) Widi Dwi Satria; Puspita Sari Sinaga; Yoga Hadi Wibowo
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v4i2.8428

Abstract

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan salah satu institut teknologi yang berada di Pulau Sumatera. ITERA haruslah menyediakan fasilitas gedung yang memadai untuk menunjang kegiatan perkuliahan. Salah satu gedung perkuliahan yang disediakan oleh ITERA yakni Gedung E. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap kenyamanan sirkulasi Gedung E ITERA. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan observasi dan penilaian kuesioner terhadap 50 responden dengan tujuan untuk memperdalam analisa yang dilakukan antara kondisi lapangan dengan persepsi pengguna terhadap suatu fenomena yang terjadi secara apa adanya. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 50% sirkulasi pada area ruang dalam Gedung E ITERA masih dapat dikategorikan nyaman. Adapun berdasarkan hasil kusesioner tentang kelayakan, kesesuaian, kenyamanan, kebisingan, dan keamanan gedung E menunjujukkan hasil yang masih dirasakan nyaman oleh penghuni. Beberapa hal yang masih dirasa kurang oleh pengguna Gedung E adalah tingkat kesesuaian ruang kelas yang dinilai kurang oleh pengguna.
Kesesuaian Penggunaan Bahan Bangunan Rumah Tinggal Di Indonesia Wandi Krisdian
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v4i2.8096

Abstract

Indonesia terletak di jajaran gunung api aktif pasifik, yang sering disebut cincin api atau ring of fire merupakan penyebab seringnya Indonesia mengalami  gempa bumi. Leluhur sudah memberikan contoh hunian yang cocok dan sudah teruji untuk ditinggali di daerah gempa. Kondisi geografis yang berbeda di setiap daerah menyebabkan rumah tradisional setiap suku di Indonesia berbeda-beda juga. Namun akibat gencarnya budaya luar masuk ke Indonesia, banyak dari masyarakat membangun huniannya mengikuti budaya luar.Tentu saja hunian ini kurang cocok di Indonesia karena berbeda kondisi alamnya. Banyak hunian yang rusak atau hancur ketika terjadi gempa bumi. Hal ini karena ketidakcocokan bahan bangunan yang digunakan. Oleh karena itu, kajian ini dibuat untuk mengetahui material bangunan apa yang tidak cocok digunakan di daerah rawan gempa. Kajian ini menggunakan metoda kuantitatif dengan mengumpulkan dan menganalisa data-data dari Badan Pusat Statistik Nasional dan sumber lainnya. Kajian ini juga menawarkan solusi berupa informasi kepada masyarakat tentang material bangunan yang sebaiknya digunakan di daerah rawan gempa. Bahan bangunan yang sudah teruji oleh alam dan leluhur. Dengan adanya hasil kajian ini diharapkan bisa meminimalisir terjadinya kerusakan bangunan ketika terjadi gempa bumi.
Study of Layout, Circulation, and Ornaments in Temple Building (Case Study: Satya Budhi Temple, Bandung) Mustika Wardhani; Aldo Praseta; Salman Ramadhan; Thinka S Cahyowati; Debby N Achsanta
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v4i2.8694

Abstract

The existence of temple buildings in Indonesia is part of the acculturation of Chinese culture that develops time by time. The temple, which is functionally used as a place of worship, has a unique role in historical developments in Indonesia, especially in Bandung. Satya Budhi Temple is one of the temple buildings in Bandung, which is more than 50 years old and is the oldest temple in this city. This building is part of the cultural heritage of Bandung, whose sustainability should be studied in terms of architecture. This research seeks to dig deeper into how the temple building's layout, circulation flow, and ornaments manifest the values of the Chinese philosophy of life, society, and culture. The research method uses a qualitative descriptive method accompanied by sketches of the elements forming space and circulation. The findings in this study show that the architecture of the temple has a distinctive spatial layout accompanied by a linear circulation which represents the journey towards the profane-sacred transition of humans towards God. From the findings of this study, it is hoped that cultural heritage buildings with a typology of worship places can continue to be preserved through preservation and revitalization efforts so that their historical value is well maintained.Keywords: Layout, Circulation flow, Ornament, Temple building, Cultural heritage building
Studi Komparasi Karakteristik Arsitektur Candi Kalasan dengan Candi Budha Era Mataram Kuno dalam Mengembangkan Rekonstruksi Virtual Catharina Audrey Gumulya
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v4i2.8501

Abstract

ABSTRAKKarakteristik memiliki arti dengan sifat khas yang sesuai dengan perwatakan tertentu. Karakteristik dapat memperlihatkan suatu ciri khas yang ada, contohnya pada arsitektur. Dalam ranah arsitektur, karakteristik sendiri membantu dalam mengklasifikasi tipologi-tipologi setiap arsitekturnya. Pada bangunan candi dalam hal menentukan karakteristiknya dapat dilihat dari ornamentasi yang digunakan pada setiap sudut candi serta elemen dekorasinya. Ciri khas dari Candi Kalasan bisa ditentukan berdasarkan eranya, yakni berada pada era Mataram Kuno. Berdasarkan klasifikasi era tersebut dapat membuktikan karakteristik yang ada pada Candi Kalasan. Pada peneitian ini untuk memastikan karakteristik guna mengembangkan rekonstruksi virtual, diperlukan studi komparasi karakteristik pada arsitektur Candi Kalasan dengan candi Budha pada era Mataram Kuno. Sehingga dari hasil tersebut dapat membantu dalam pengolahan data dalam merekonstruksi Candi Kalasan dari segi bentuk, wujud, dan sosok dari candi tersebut yang dapat mengangkat pengembangan kepariwisataan dan edukasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-eksploratif dalam menganalisis karakteristik Candi Kalasan berdasarkan perbandingan candi yang serupa pada candi-candi Budha di era Mataram Kuno. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh data serta perhitungan dari ukuran wujud candi yang masih belum terekonstruksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukannya karakteristik serta proporsi Candi Kalasan dari hasil komparasi Candi Kalasan dengan candi pembandingnya. Penelitian ini bisa digunakan dalam merekonstruksi kembali Candi Kalasan dan dapat menambah pemahaman akan arsitektur Candi Kalasan.Kata kunci: rekonstruksi virtual, komparasi, karakteristik, Candi Kalasan
Faktor Shared street Yang Mempengaruhi Urban Livability di Koridor Jalan Jenderal Sudirman, Bantul Marcelina Dwi Setyowati
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v4i2.8020

Abstract

Koridor Jalan Jenderal Sudirman merupakan jalan protokol di Kabupaten Bantul yang direvitalisasi dengan konsep yang bisa diarahkan ke konsep shared street. Proyek revitalisasi tersebut meliputi pembangunan ruas jalan menjadi dua lajur. Kondisi eksisting koridor Jalan Sudirman pada tahun 2018 terdapat median jalan berupa taman linear dan jalur pejalan kaki dengan ketinggian yang berbeda dengan jalan raya di kedua sisinya. Penemuan di lapangan menunjukkan adanya dominasi ruang jalan oleh kendaraan bermotor yang mengakibatkan pejalan kaki, difabel dan pengguna kendaraan tidak bermotor mulai tersisihkan dalam memanfaatkan ruang jalan. Akibatnya livabilitas ruang menjadi menurun dikarenakan pergerakan pengguna dan pencapaian ruangnya terganggu oleh dominasi kendaraan bermotor. Shared street sangat memprioritaskan kepentingan pejalan kaki daripada pengguna lain sehingga dianggap dapat menyelesaikan permasalahan dominasi ruang jalan oleh kendaraan bermotor. Tujuan penelitian adalah mencari faktor shared street yang berpengaruh pada livabilitas di koridor Jalan Jenderal Sudirman yang sesuai agar dapat memaksimalkan pemanfaatan ruang di koridor tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deduktif kualitatif yaitu metode yang menemukan permasalahan di lapangan kemudian diolah untuk menentukan hasil yang kualitatif. Urban livability akan mempengaruhi perkembangan kota yang layak huni, tentang bagaimana ruang kota mampu memberikan kualitas hidup yang baik dan dapat memenuhi harapan penduduknya akan kesejahteraan.Kata kunci: shared street, koridor jalan, livabilitas

Page 1 of 1 | Total Record : 8