cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 334 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023" : 334 Documents clear
HUBUNGAN MENOPAUSE DENGAN KUALITAS HIDUP WANITA Dara Nazila; Salami Salami; T. Aditya Kemal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.10215

Abstract

Perempuan umumnya mengalami fase menopause yang berdampak terhadap perubahan-perubahan yang terjadi akibat dari menurunnya produksi hormon estrogen dan progesterone sehingga menurunkan kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan menopause dengan kualitas hidup di desa Tibang, desa Alue Naga, dan desa Deah Raya Kecamatan Syiah Kuala kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskripsi analitik. Sampel pada penelitian ini berjumlah 104 orang dengan menggunakan tehnik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer melalui peneliti melakukan wawancara berdasarkan kuesioner. Pada penelitian ini terdapat 50% yang memiliki kualitas hidup baik dan 50% memiliki kualitas hidup buruk. Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan nilai p- value (0,047) sehingga terdapat hubungan antara menopause dengan kualitas hidup Wanita. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara menopause dengan kualitas hidup Wanita.
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Puja Maya Sari; Novia Dwijayanti; Siti Ainawati Mumtazah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.14730

Abstract

Nyeri bersalin terjadi karena kontraksi otot polos pada uterus yang menyebabkan hipoksia dimana kondisi kadar oksigen di dalam tubuh menurun, penekanan dan peregangan servik saat penipisan dan pembukaan servik, serta adanya peregangan lapisan peritoneum yang meliputi uterus. Terdapat 288 ibu bersalin, 41% diantarnya mengalami nyeri berat. Metode yang diterapkan oleh bidan dalam pelayanan kebidanan yaitu salah satunya kompres hangat. Kompres hangat adalah suatu metode non-farmakologi untuk menekan rasa nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian preeksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest posttest. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu sebanyak 30 ibu bersalin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar SOP (Standar Operasional Prosedur). Analisis data menggunakan uji wilcoxon signed ranks. Sebelum dilakukan kompres hangat sebanyak 16 responden (53,3%) mengalami nyeri berat. Sesudah dilakukan kompres hangat 15 orang (50,0%)  mengalami nyeri sedang. Hasil analisis data mengguakan uji wilcoxon yaitu p value 0,001, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian kompres hangat  terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk merapkan kompres hangat  kepada ibu bersalin sehingga dapat dijadikan metode pengurangan rasa nyeri yang efektif khususnya pada ibu bersalin. Nyeri bersalin terjadi karena kontraksi otot polos pada uterus yang menyebabkan hipoksia dimana kondisi kadar oksigen di dalam tubuh menurun, penekanan dan peregangan servik saat penipisan dan pembukaan servik, serta adanya peregangan lapisan peritoneum yang meliputi uterus. Terdapat 288 ibu bersalin, 41% diantarnya mengalami nyeri berat. Metode yang diterapkan oleh bidan dalam pelayanan kebidanan yaitu salah satunya kompres hangat. Kompres hangat adalah suatu metode non-farmakologi untuk menekan rasa nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian preeksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest posttest. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu sebanyak 30 ibu bersalin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar SOP (Standar Operasional Prosedur). Analisis data menggunakan uji wilcoxon signed ranks. Sebelum dilakukan kompres hangat sebanyak 16 responden (53,3%) mengalami nyeri berat. Sesudah dilakukan kompres hangat 15 orang (50,0%)  mengalami nyeri sedang. Hasil analisis data mengguakan uji wilcoxon yaitu p value 0,001, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian kompres hangat  terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk merapkan kompres hangat  kepada ibu bersalin sehingga dapat dijadikan metode pengurangan rasa nyeri yang efektif khususnya pada ibu bersalin.
MANAJEMEN MUTU PELAYANAN KESEHATAN ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL Sumiati Sumiati; Aindah Safitri Dinata; Dewi Agustina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.14880

Abstract

Manajemen mutu pelayanan kesehatan meliputi rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan peningkatan mutu pelayanan. Ini melibatkan semua elemen sistem perawatan kesehatan, termasuk tenaga medis, administrasi, fasilitas, dan sistem informasi kesehatan. Penerapan manajemen mutu pelayanan kesehatan di era Jaminan Kesehatan Nasional untuk meningkatkan kepuasan pasien, mengurangi kesalahan medis, meningkatkan efisiensi, dan meningkatkan hasil kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Manajemen mutu pelayanan kesehatan juga melibatkan partisipasi aktif semua pemangku kepentingan, termasuk penyedia layanan kesehatan, pemerintah dan pasien. yang Analisis data Menganalisis data yang terkumpul untuk mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan dan mengidentifikasi kekurangan atau area yang perlu ditingkatkan.Studi kasus: Mempelajari pengalaman dan praktik terbaik dari fasilitas kesehatan yang berhasil menerapkan manajemen mutu pelayanan kesehatan dengan baik dalam era JKN. Aksesibilitas yang lebih baik tujuan asuransi kesehatan adalah untuk memastikan akses yang lebih luas ke layanan kesehatan bagi semua orang. Dalam konteks manajemen mutu, hal ini dapat dicapai dengan memastikan ketersediaan dan aksesibilitas pelayanan kesehatan yang bermutu bagi semua penjamin kesehatan. Hal ini memerlukan perencanaan dan pengelolaan yang efektif dalam menyediakan layanan kesehatan yang memadai, memperkuat tenaga medis dan gawat darurat, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia. Meningkatkan kualitas pelayanan. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan kesempatan untuk meningkatkan manajemen mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.Manajemen mutu pelayanan kesehatan sangat penting dalam mencapai tujuan JKN, yaitu memberikan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada seluruh penduduk Indonesia.Manajemen mutu pelayanan kesehatan melibatkan perencanaan, implementasi, pengawasan, dan peningkatan berkelanjutan terhadap proses pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN OBESITAS DAN HIPERTRIGLISERIDEMIA DENGAN KEJADIAN PERLEMAKAN HATI PADA USIA 30-60 TAHUN Lina Sriwaningsi; Hendarto Natadidjaja; Verawati Sudarma; Elly Herwana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.14888

Abstract

Perlemakan hati non-alkoholik atau sering di dengar dengan istilah Non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) merupakan kelainan hati dimana lipid terutama trigliserida terakumulasi di dalam hepatosit lebih dari 5% keseluruhan hepatosit dengan gambaran spektrum makrovesikuler atau mikrovesikular, fibrosis, hingga sirosis hati dan tanpa ada hubungannya dengan konsumsi alkohol. Faktor risiko NAFLD tersering adalah obesitas, diabetes melitus tipe 2 dan dislipidemia. Selain itu, ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian NAFLD antara lain genetik, usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, obesitas dan hipertrigliseridemia dengan perlemakan hati. Jenis penelitian ini adalah analitik deskriptif dengan desain penelitian yang digunakan cross sectional. Sebanyak 104 data pasien dikumpulkan secara non probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Data yang dikumpulkan dengan melihat hasil medical check up pasien periode 2016 di RSAL dr. Mintohardjo Jakarta yang mayoritas pasien adalah TNI. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dengan batas kemaknaan p<0,05, dengan menggunakan software SPSS for windows. Dari 104 pasien check up, 38 orang (36,5%) mengalami perlemakan hati. Pasien dengan perlemakan hati sebesar 45,2% yang berusia lebih atau sama dengan 45 tahun, 36,7% laki-laki, 36,0% perempuan, 52,5% mengalami obesitas dan 41,9% hipertrigliseridemia. Terdapat hubungan bermakna antara usia, IMT dengan perlemakan hati, sedangkan jenis kelamin dan kadar trigliserida tidak terdapat hubungan bermakna dengan perlemakan hati. Bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa anggota TNI yang aktivitas fisiknya banyak bila mengalami obesitas tetap bisa menderita perlemakan hati.
BIOMARKER TERKINI SEBAGAI ALAT DIAGNOSIS DAN PROGNOSIS GAGAL GINJAL AKUT PADA ANAK: SEBUAH REVIEW Jermanyah DD Khairari; Dirga Asna Ceria
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15121

Abstract

Gagal ginjal akut atau acute kidney injury (AKI) merupakan sindrom klinis yang mengancam jiwa disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal secara mendadak. Pada anak, prevalensi AKI mencapai 10-20% pada pasien anak yang dirawat di Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Sistem skoring yang sering dipakai adalah Pediatric Risk Injury Failure Loss End Stage (PRIFLE), Acute Kidney Injury Network (AKIN), dan Kidney Disease Improving Global Outcomes (KDIGO). Namun, penggunaan kadar kreatinin serum sebagai basis skoring tidak terlalu akurat untuk menggambarkan perubahan laju filtrasi glomerulus pada keadaan fungsi ginjal yang terus berubah, sehingga dibutuhkan biomarker yang lebih presisi untuk mendeteksi dini gagal ginjal akut. Tujuan penelitian untuk mengetahui biomarker terkini untuk mendeteksi dan memprediksi prognosis AKI pada anak. Metode penelitian tinjauan literatur dari tiga database PubMed, DOAJ, dan Cochrane yang diterbitkan dalam rentang waktu 5 tahun terakhir yaitu dari 2018-2022. Terdapat 41 literatur melaporkan biomarker yang efektif untuk mendiagnosis AKI pada anak, seperti NGAL, IL-18, Cystatin C urin dan serum, uNAG, IGFBP-7 dan TIMP-2, KIM-1.  Kadar uNGAL sangat dapat memprediksi AKI dengan interval kepercayaan 95% [(CI) 0,61-0,92]. Sensitivitas 72,7% dan spesifisitas 89,9%. Kesimpulan yaitu NGAL, IL-18, fosfat, Cystatin C urin dan serum, IGFBP-7 dan TIMP-2, KIM-1 serta uNAG dapat mendeteksi AKI lebih baik pada anak dengan penyakit kritis.
GAMBARAN CANDIDA ALBICAN DALAM URINE PADA WANITA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI LINGKUNGAN PERUMAHAN RIVER PARK KELURAHAN MANGGA KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN Fani Nuryana Manihuruk; Liber Napitupulu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15205

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dengan kadar glukosa puasa lebih tinggi dari 110 mg/dl. Kadar glukosa yang tinggi akan keluar bersama urine disebut dengan glukosuria. Keadaan glukosuria dapat memicu terinfeksi jamur. Gula yang terdapat dalam urine menumpuk di vulva yang akan menjadi makanan untuk pertumbuhan Candida albicans. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Candida albicans dalam urine pada wanita penderita Diabetes Mellitus di Lingkungan Perumahan River Park Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif dengan metode mikroskopis, pemeriksaan glukosuria melalui darah kapiler dengan metode glukometer (strip glukosa) dan identifikasi Candida albicans menggunakan metode Germ-tube test. Hasil Penelitian Dari 10 penderita diabetes mellitus yang diperiksa, terdapat 4 orang  (40%) penderita diabetes mellitus di dalam urine nya mengandung Candida albicans dan terdapat 6 orang (60%) penderita diabetes mellitus di dalam urine nya tidak mengandung Candida albicans. Berdasarkan umur dari 3 penderita DM yang berumur ? 50 tahun sebanyak 1 orang  urinenya  mengandung Candida albicans dan dari 7 penderita DM yang berumur ? 50 tahun sebanyak 3 orang urinenya mengandung Candida albicans. Berdasarkan pengontrolan penyakit, dari 4 penderita DM tidak terkontrol sebanyak 2 (50%) urinenya mengandung Candida albicans dan dari 6 pasien penderita DM terkontrol sebanyak 2 (33,3%) urinenya mengandung Candida albicans. Diharapkan untuk penderita DM untuk tetap mengontrol secara rutin agar terhindar dari penyakit komplikasi dan selalu menjaga hygiene genitalianya agar tidak dalam kondisi lembab yang dapat memicu berkembangnya Candida di area genital.
ASUHAN KEPERAWATAN DIET RENDAH GARAM DAN PROTEIN PADA TN. W DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK Bagus Tyas Anggoro; Made Suandika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15248

Abstract

Penyakit ginjal kronis merupakan kerusakan ginjal yang berlangsung lama dan ditandai dengan berkurangnya kemampuan ginjal untuk menyaring darah. Gagal ginjal kronis yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit ginjal stadium akhir. Selain itu, gagal ginjal kronis dapat menyebabkan penyakit lain, seperti penyakit jantung kronis. Pendekatan untuk mengobati gagal ginjal kronis adalah terapi nutrisi dengan menerapkan diet rendah garam dan protein. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat diet rendah garam dan protein pada pasien gagal ginjal kronik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pendekatan study kasus dengan menggunakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penegakan diagnosa, perencanaan keperawatan, pelaksanaan dan evaluasi. Sampel yang digunakan dalam studi kasus ini yaitu 1 pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik di ruang Asoka RSUD Margono Purwokerto. Kriteria pengambilan sampel adalah (1) pasien berjenis kelamin laki-laki atau perempuan, (2) pasien yang mengalami penyakit gagal ginjal kronik dan (3) pasien yang bersedia menjadi responden penelitian. Variabel terdiri dari dua variabel faktor eksogen yaitu Diet Rendah Garam Dan Diet Rendah Protein, kemudian satu variabel endogen yaitu Gagal Ginjal Kronik. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa anamnesa, observasi dan pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan instrument. Data dianalisis menggunakan cara analisis deskriptif. Hasil studi kasus yaitu diet rendah garam dan protein dapat dijadikan intervensi untuk pasien pasien gagal ginjal kronik karena dapat membantu mengurangi berbagai keluhan pada penderita gagal ginjal kronik seperti mengurangi mual dan muntah, mengurangi edema pada kaki serta dapat membantu mengontrol tekanan darah.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN POLA SWAMEDIKASI PADA MAHASISWA KESEHATAN PADA 3 UNIVERSITAS DI KOTA MEDAN Huriya Al Humaira Siagian; Cut Nasywa Kesuma Dany; Sabila Pratiwi; Anggi Tri Octavelia; Ahmad Nur Hidayat
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15331

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya yang dilakukan suatu individu ketika mengidap suatu penyakit tertentu yang dilakukan dengan cara memilih atau membeli obat-obatan secara bebas tanpa pengawasan dokter yang bertujuan untuk mencapai kesembuhan, beberapa alasan terjadinya swamedikasi ini adalah adanya pengaruh dari budaya keluarga, kepercayaan pada pengobatan tradisonal, masalah privasi, jarak antara rumah dengan pelayanan kesehatan, biaya yang relatif lebih mahal. Pada pelaksanaannya, pengobatan terhadap diri sendiri atau disebut juga swamedikasi dapat menyebabkan masalah terkait obat (Drug Related Problem) akibat kurangnya pengetahuan tentang obat dan cara penggunaannya dan juga masalah baru lain yang berupa penyakit yang tidak kunjung sembuh karena adanya ketergantungan dan resistensi dari bakteri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya, pengetahuan dan pola swamedikasi pada Mahasiswa jurusan kesehatan pada 3 Universitas di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan suatu penelitian kuantitatif deksriptif yaitu menggunakan metode survey. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kuesioner via google form yang selanjutnya akan dianalisis untuk dapat dapat menggambarkan hasil penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dalam melakukan swamedikasi dari ketiga universitas tersebut termasuk kedalam kategori baik. Adapun upaya yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut adalah dengan membeli obat sesuai dengan keluhan yang dialami, kemudian responden bertanya kepada apoteker mengenai aturan obat yang dibeli. Obat jenis sirup, tablet, dan kapsul adalah jenis obat yang digemari oleh para mahasiswa dari ketiga universitas tersebut.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SEPSIS NEONATORUM DI RUANG PERINATOLOGI RSUD BENGKULU Nuril Absari; Choralina Eliagita; Mika Oktarina; Sanisahhuri Sanisahhuri; Prasetiawati Prasetiawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15460

Abstract

Kejadian sepsis neonatorum di Indonesia, di Divisi Perinatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak RS. Cipto Mangunkusumo, sebanyak 15,5% dari kelahiran hidup, dimana angka kematian mencapai 13,68% pada periode Januari-September 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian sepsis neonatorum di Ruang Perinatologi RSUD Dr. M. Yunus Bengkuiu Tahun 2018. Penelitian pendekatan Survey Analitik dengan rancangan case control. Populasi bayi yang dilahirkan di RSUD dr. M. Yunus Bengkuiu Tahun sebanyak 541 bayi dirawat terdiri kasus 83 (sepsis neonatorum) diambil secara total sampling dan variabel kontrol 83 (tidak sepsis neonatorum) diambil secara systematik random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitumenggunakan data skunder dengan melihat data dokumentasi menggunakan cheklis. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square (X2), Uji Contingency Coefficient (C) dan Odd Ratio (OR). Hasil penelitian didapatkap: Ada hubungan yang signifikan antara KPD dengan kejadian sepsis neonatorum di Ruang Perinatologi RSUD dr. M. Yunus Bengkuiu, dengan kategori hubungan lemah; Ada hubungan yang signifikan antara asfiksia neonatorum dengan kejadian sepsis neonatorum di Ruang Perinatologi RSUD Bengkuiu, dengan kategori hubungan sedang dan, Ada hubungan yang signifikan antara partus prematur dengan kejadian sepsis neonatorum di Ruang Perinatologi RSUD Bengkuiu, dengan kategori hubungan lemah. Diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk dapat melakukan skrining khsusunya pada ibu hamil yang berkunjung ke Poli kebidanan untuk melakukan deteksi dini kehamilan beresiko suapay dapat mengetahui lebih awal jika ibu mengalami komplikasi kehamilan.
ASOSIASI LINGKUNGAN FISIK RUMAH SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU DI INDONESIA Amelia Amelia; Emelia Agustina; Muhammad Azmiyannoor; Rifaldi Rifaldi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15481

Abstract

Lingkungan yang tidak terstandar kesehatan akan meningkatkan risiko penularan penyakit berbasis lingkungan seperti TB Paru. Lingkungan terdekat dari manusia adalah lingkungan rumah. TB Paru belum tereliminasi di Indonesia karena belum mencapai capaian global dan terjadi penurunan CNR akibat pandemi COVID-19. Komponen fisik rumah tidak memenuhi syarat standar kesehatan akan meningkatkan penularan TB Paru dalam rumah. Tujuan kajian literatur untuk menjelaskan asosiasi lingkungan fisik rumah sebagai faktor risiko kejadian TB Paru di Indonesia. Metode yang dilakukan menggunakan tinjauan literatur sistematis dengan studi terpublikasi pada tahun 2017-2022 dalam jurnal terakreditasi SINTA. Hasil tinjauan literatur bahwa terdapat 7 studi yang menyatakan komponen fisik rumah sebagai faktor risiko TB Paru. 6 dari 7 studi terinklusi menyatakan bahwa luas ventilasi merupakan faktor risiko TB paru. 5 dari 7 studi terinklusi menyatakan bahwa kepadatan hunian merupakan faktor risiko TB paru. 4 dari 7 studi terinklusi menyatakan bahwa kelembapan udara dan pencahayaan merupakan faktor risiko TB paru. 2 dari 7 studi terinklusi menyatakan bahwa jenis lantai merupakan faktor risiko TB paru. 1 dari 7 studi terinklusi menyatakan bahwa jenis lantai merupakan faktor risiko TB paru. Luas ventilasi menjadi faktor risiko dominan dalam kejadian TB Paru di Indonesia dikarenakan luas ventilasi dapat mempengaruhi pencahayaan, kelembapan udara dan suhu dari hunian rumah.

Page 1 of 34 | Total Record : 334