Jurnal IMAJI
Journal IMAJI accommodates a collection of various topics of film / audio-visual studies that contain ideas, research, as well as critical, fresh, and innovative views on the phenomenal development of cinema in particular and audio-visual in general. This journal aims to provide research contributions to film and audio-visual media which are expected to encourage the development of film, including photography, television and new media in Indonesia, so that they are superior and competitive at the national level and in the international world.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"No. 6 (2011): IMAJI"
:
8 Documents
clear
Sinema Modern: Sebuah Persoalan Historiografi dalam Sejarah Film
Ariansah, Mohamad
IMAJI No. 6 (2011): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu persoalan utama dalam setiap seni adalah memberikan perspektif baru dalam memandang dunia. Berdasarkan itu ambisi untuk menghasilkan berbagai kemungkinan baru, secara isi, struktur ataupun bentuk menjadi ambisi utama sepanjang sejarah seni. Dalam sinema ide ten tang kebaruan terwujud dalam diskursus tentang Sinema modern. Masalahnya kemudian ide tentang yang modern bukanlah sebuah tema eksklusif dan temuan dari bidang seni semata, tetapi menyebar dalam perdebatan di semua disiplin ilmu pengetahuan dan filsafat. Lantas model seperti apakah yang tepat untuk menjadi definisi modern dalam sinema. Yang diyakini sepenuhnya telah mun cul dalam perjalanan sejarah sinema.
Menata Artistik dalam Film dan Televisi
Doena, Bintang B.
IMAJI No. 6 (2011): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tata Artistik Film dan Televisi di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat dengan majunya industri pertelevisian. Dengan banyaknya hasil karya yang diproduksi oleh stasiun televisi atau oleh rumah produksi untuk kebutuhan program harian dari stasiun televisi tersebut, maka dibutuhkan Tata Artistik yang berkualitas, dimana Tata Artistik mempunyai peranan penting dalam produksi Film dan Televisi. Dengan demikian dibutuhkan seorang Penata Artistik yang memahami akan unsur-unsur Tata Artistik yaitu: setting, properti, kostum, make up dan special effect yang dapat menunjang kualitas dari produksi tersebut.
'Mata' Hasrat dalam Ponirah Terpidana
Gunawan, Eric
IMAJI No. 6 (2011): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sinema didekati sebagai bahasa oleh Christian Metz. Pendekatan ini menuai sikap kritis karena mereduksi semua elemen sinematik menjadi makna. Padahal sinema bukan persoalan pemaknaan. Tulisan ini ingin memperlihatkan pendekatan lain terhadap sinema yakni melalui hasrat. Teori yang digunakan adalah teori figural hasil pembacaan Lyotard atas psikoanalisis Freud berjudul Die Verneinung. Teori ini memperlihatkan peran figural sebagai hasrat melalui kehadiran "mata" pada bahasa. Pada saat bersamaan, kehadiran ini meruntuhkan pemaknaan pada sinema sebagai kealamiahan hubungan antara penanda dan petanda.
Poster Film Indonesia
Prakosa, Gotot
IMAJI No. 6 (2011): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sebuah poster film atau juga sering disebut onesheet adalah alat yang sangat berguna dalam distribusi film. Pada dasarnya selain penanda, sebuah poster film untuk menarik penonton bioskop yang digunakan dan membuat mereka ingin melihat film. Untuk desainer poster itu bisa menjadi hal yang dilematis antara keinginan untuk membuat nilai estetika yang memenuhi dogma atau prinsip kerja grafis murni, tapi di sisi lain ia juga dibebani oleh tujuan untuk menghasilkan "iklan yang menjual': Tapi kemudian setelah semua, apapun namanya, ketika poster selesai dengan semua fiturnya, satu-satunya hal yang kemudian penting adalah bahwa semua harus terus berlangsung, apapun hasilnya, apakah baik atau buruk untuk film pemilik.
Gerakan Avant-Garde Poster Film Soviet
Saptatia, Henny
IMAJI No. 6 (2011): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasca runtuhnya Imperium Rusia, Uni Soviet dianggap mampu mencapai sukses besar dalam penciptaan karya sinematografi. Kebangkitan Gerakan avant-garde memiliki keterkaitan politis dengan munculnya gerakan anti Imperium. Revolusi rakyat dan kelahiran Uni Soviet sebagai negara baru dengan ideologi baru justru menjadi stimulan bagi munculnya bentuk-bentuk seni baru. Seniman Grafis terlibat dalam maraknya gerakan avant-garde lewat aneka genre poster, termasuk poster film. Senafas dengan gerakan ini, seni Grafis poster film Soviet dianggap berkembang dengan inovasi dan teknik baru. Dalam gerakan ini hanya ada satu prinsip yang dipertahankan, yaitu memberikan ruang gerak seluas-luasnya bagi para seniman Grafis untuk bermain penuh menuangkan imajinasinya. Keistimewaan poster film avant-garde Soviet terlihat pada bentuk ekspresi individual sang seniman Grafis, inilah yang membedakannya dari kebanyakan jenis poster lain pada umumnya. Dalam poster film avant-garde nilai artistik dan estetik sebuah poster semata mata memang hanya ditentukan oleh kualitas Grafis.
Kesenian dan Industri dalam Era Digital: Studi Kasus: Pengembangan Kreatifitas Musik melalui Perekaman Komputer
Sarim, Safi'i
IMAJI No. 6 (2011): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sebuah bakat adalah kata yang sangat penting dalam bidang apapun, termasuk dalam bidang musik atau kesenian pada umumnya. Tetapi sebuah bakat seringkali terkendala dengan berbagai hal, sehingga bakat itu tidak berkembang atau tak pernah punya bentuk yang dapat dikenal secara luas. Menurut Joe Khatena dan Nelly Khatena dalam buku Developing creative talent in art; a guide for parents and teachers, adalah penting untuk familiar dengan sebuah bakat alam, tetapi adalah juga penting untuk memberi kesempatan berkembang, meningkatkan, mewujudkan dan memberikan pengakuan. Seorang Raden Saleh pun menjadi terkenal karena bakatnya ditemukan oleh seorang Belanda yang bernama Auguste Joseph Paijen yang dapat mengenali bakat unik Raden Saleh. Kemudian ia mengajari menggambar dan melukis dan memungkinkan Raden Saleh dapat pergi ke Belanda dan menjadi terkenal seperti yang kita ketahui saat ini. Tulisan ini berisi penelitan tentang sebuah proyek seni dalam pengembangan bakat didalam musik. Tentang sebuah band yang mencoba membuat sebuah demo/contoh lagu-lagu mereka untuk dikirim pada perusahaan rekaman musik. Dengan segala keterbatasan dan persoalan mereka untuk dapat menyelesaikan demo mereka. Penulis melatih mereka untuk dapat rekaman sendiri, sebab setelah rekaman cukup lama disebuah studio ternyata kurang bagus atau boleh dikatakan buruk. Walaupun esensi dasar sebuah band untuk dapat maju dan berkembang telah mereka punyai, yaitu mampu menciptakan lagu yang bagus dan diterima pasar. Tapi sebuah bakat saja ternyata tidak cukup. Untuk dapat membuat sebuah demo rekaman yang cukup baik mereka harus punya kemampuan bermain dan mengaransemen dengan baik dan hal itu bisa terwujud dengan meminta bantuan orang lain untuk menyelesaikan lagu-lagu mereka.
Film Dokumenter dalam Perkembangan Suatu Komunitas Olahraga, dengan Media Tayang Digital
Pratama, Mochamad Rizky
IMAJI No. 6 (2011): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemajuan teknologi digital benar-benar memfasilitasi pembuat film di dunia untuk membuat film dengan genre yang berbeda tak terkecuali, dokumenter bagi olahraga urban, didukung oleh berbagai media elektronik semakin mudah, membuat mereka tidak hanya seorang atlet tetapi juga penghibur. Jadi film ini memainkan kontribusi penting tidak hanya untuk memperkenalkan komunitas, tetapi mengambil keuntungan dari uang dalam film dokumenter.
Seluk Beluk Kolaborasi Film dan Bioskop di Indonesia
Hariyani, Ratna Muthya
IMAJI No. 6 (2011): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bioskop dan film merupakan dua hal yang tidak bisa di pisahkan. Bioskop mendapatkan keuntungan dari film-film yang diputar, dan begitu juga sebaliknya, film mendapatkan keuntungan karena diputar oleh bioskop. Namun hal yang signifikan dari keduanya adalah film bisa menunjang kualitas dan kuantitas bioskop, sedangkan bioskop tidak bisa menunjang kualitas dan kuantitas film. Karena dalam hal ini, bioskop hanya sebagai eksibitor. Begitu pula dengan bioskop dan film Indonesia, di mana saat ini perkembangan bioskop Indonesia semakin pesat dan teknologi yang digunakan semakin maju. Sedangkan perkembangan film Indonesia itu sendiri mengalami kemunduran dalam hal kualitas dan kuantitasnya . Menyangkut hal ini, bagaimana pemerintah ingin memperbanyak bioskop, sedangkan film Indonesia mengalami kemunduran. Apakah bioskop dihadirkan hanya untuk mengharapkan film asing semata ?