cover
Contact Name
Muhammad Aditya Pratama
Contact Email
adityapratama@ikj.ac.id
Phone
+6285693972062
Journal Mail Official
imaji@ikj.ac.id
Editorial Address
Jalan Sekolah Seni No.1 (Raden Saleh, Kompleks Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Jakarta, Central Jakarta City, Jakarta 10330
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal IMAJI
ISSN : 19073097     EISSN : 27756033     DOI : https://doi.org/10.52290/JI
Core Subject : Humanities, Art,
Journal IMAJI accommodates a collection of various topics of film / audio-visual studies that contain ideas, research, as well as critical, fresh, and innovative views on the phenomenal development of cinema in particular and audio-visual in general. This journal aims to provide research contributions to film and audio-visual media which are expected to encourage the development of film, including photography, television and new media in Indonesia, so that they are superior and competitive at the national level and in the international world.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 3 (2023): Suara " : 6 Documents clear
Aspek Suara Sebagai Penggambaran Sudut Pandang Karakter : Studi Kasus 3 Karakter Dalam Film Begain Again (2013), Hicksaw Ridge (2016), A Quiet Place (2018) Kuncoro, Yogi Tri
IMAJI Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i3.128

Abstract

Suara dalam film memiliki peran penting untuk memberikan penekanan emosi dan informasi dalam sebuah cerita. Mendekatkan sebuah sifat realitas dan fungsional suara , yang di bagun melalui Fudamental suara (Tinggi rendahnya nada, warna suara dan Kekerasan suara) , melalu bunyi yang di ciptakan seperti unsur suara (Dialog, Efek Suara dan Musik) maka ketepatan suara dapat menentukan sebuah emosi, bisa pada setiap karakter dan aksi reaksi didalam ruang penceritaan. Terfokus pada sudut padang suara terhadap karakter didalam film yang bisa menjadikan penekanan emosi dan informasi secara langsung dapat dirasakan yang sama oleh penontonya.
Film Ala Lumiere dan Sokurov : Pionir dan Respons Kreatif Supriadi, Bambang
IMAJI Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i3.129

Abstract

Tulisan ini mengkaji peran signifikan dari Lumiere dan Sokurov dalam perkembangan sejarah sinema. Tujuannya, untuk memahami dampak dan pengaruh dari kiprah yang telah mereka lakukan. Kajian ini menggali inovasi teknologi yang revolusioner yang diusung oleh keduanya.Teknologi “cinematographe” temuan Lumiere yang melahirkan awal pertunjukan film. Sementara Sokurov merespon teknologi digital dengan eksplorasi“one/single shot”. Lumiere dan Sokurov memiliki tujuan yang sama, keduanya memanfaatkan teknologi serta menempatkan film sebagai tontonan yang dapat mempengaruhi emosi dan psikologi penonton. Kajian ini menelaah kiprah yang dilakukan mereka.
Representasi Fungsi Keluarga Dalam Film Turah (Studi Analisis Isi Konvensional Dalam Film Turah) Suci Ramadhani, Binda; Nuryani, Astrida Fitri; Mondry
IMAJI Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i3.133

Abstract

Film merupakan salah satu media massa yang menjadi hiburan bagi penontonnya. Film juga terdapat beberapa macam, dari yang hanya dijadikan tontonan biasa, sampai dijadikan sebuah media untuk menyampaikan pesan secara langsung atau dijadikan alat propaganda untuk pemerintah atau lembaga. Salah satu film di Indonesia yang digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan dan makna adalah film Turah. Film Turah mengangkat pesan kesenjangan dan kemiskinan yang ada di kampung Tirang. Namun peneliti mengangkat tema fungsi keluarga untuk melihat gambaran representasi keluarga yang ada dalam film Turah. Peneliti menggunakan konsep keluarga dan fungsi keluarga sebagai bahan acuan dan sebagai batasan penelitian agar penelitian tidak keluar dari topik terlalu jauh. Peneliti juga menggunakan jenis penelitian analisis isi dengan pendekatan analisis isi konvensional dengan menggunakan teknik analisis isi Open Coding (Koding terbuka). Setelah melakukan analisis, peneliti menemukan adanya fungsi keluarga yang terealisasi dalam film Turah, namun ada juga fungsi keluarga yang tidak dijalankan didalamnya. Fungsi keluarga yang terealisasi dapat membuat hubungan komunikasi dalam berkeluarga menjadi baik, selalu harmonis, dan membentuk kesatuan yang kuat antara satu keluarga dengan keluarga lainnya. Sedangkan beberapa fungsi keluarga yang tidak terealisasi berakibat kepada adanya ketidakharmonisan dalam keluarga, adanya perbedaan pendapat, sampai hancurnya hubungan dalam berumahtangga.
Spot Effect Lonceng Bambu Sebagai Representasi Karakter Atmaja Pada Film Gumeulis Ratna Murti, Danu; Eko Sunu, Hadrianus; Amin, Misbahol
IMAJI Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i3.134

Abstract

Tulisan ini membahas tentang film Geumelis Ratna yang bercerita tentang ketakutan Ratna yang akan ditinggal anaknya Diah yang akan merantau. Karakter Atmaja yang merupakan mendiang suami Ratna hadir melalui suara ketika ibu dan anak bertengkar. Spot effect dari lonceng bambu menjadi representasi kehadiran Atmaja yang berasal dari suku Sunda. Tingkat kekerasan maupun arah datangnya suara spot effect disesuaikan dengan ukuran gambar dan benda lain yang berada di sekitar lonceng bambu.
Subjektivitas Sutradara Perempuan: Deantagonisasi Subjek Perempuan dalam Film Before, Now, and Then (Nana) Manggarsari, Kintan Labiba; Harsawibawa, Albertus
IMAJI Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i3.135

Abstract

Tulisan ini membahas bagaimana dalam sinema yang strukturnya secara dominan dan historis didominasi dan berangkat dari sudut pandang dan otoritas laki-laki, representasi perempuan dalam layar sinema kemudian tidak memberikan ruang bagi subjektivitas perempuan dan tidak mampu menghadirkan perempuan sebagai perempuan seutuhnya. Subjektivitas perempuan kemudian menjadi nilai penting karena memiliki kekuatan untuk memberikan penggambaran dan pandangan tentang perempuan apa adanya, hadir bukan sebagai ilusi. Subjektivitas sutradara perempuan menawarkan representasi perempuan yang lebih dekat dengan kehidupan. Menggunakan pendekatan yang berbeda dari kanon film arus utama, sutradara perempuan men-de-antagoniskan subjek perempuan dalam karyanya. Membaca subjektivitas sutradara perempuan yang menawarkan bahasa film yang berbeda dalam film Before, Now and Then (Nana) yang disutradarai oleh Kamila Andini, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode teori kritis, penulis berharap tulisan ini dapat menunjukkan bagaimana subjektivitas sutradara perempuan di balik layar perfilman sangatlah penting, karena melalui subjektivitasnya, sutradara memiliki kekuatan untuk menawarkan representasi perempuan secara aktif, bukan sebagai pelengkap, dan memiliki otonomi individu sebagai subjek yang utuh.
Suara dan Memori Propaganda: Asosiasi Sound Narrative dalam On The Origin of Fear Manullang, Jonathan
IMAJI Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i3.136

Abstract

Kajian ini bertujuan mengeksplorasi pemanfaatan audio sebagai elemen sentral dalam film pendek On The Origin of Fear oleh Bayu Prihantoro Filemon. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisa deskriptif, tulisan ini hendak memaparkan bagaimana penggunaan non-diegetic dan diegetic sound yang tepat mampu menunjukkan bahwa memori alam bawah sadar penonton secara kolektif telah tercemar dengan asosiasi tertentu yang merujuk pada suatu momen kelam dalam sejarah republik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Imaji Visual dalam Ruang, Waktu, dan Memori Vol. 16 No. 2 (2025): Film, Masyarakat, Teknologi, dan Identitas Budaya Vol. 16 No. 1 (2025): Identitas dalam Sinema Indonesia Vol. 15 No. 3 (2024): Ruang, Penonton, dan Wacana Sinematik Vol. 15 No. 2 (2024): Fotografi, Bahasa Visual dan Eksotisme Vol. 15 No. 1 (2024): Arsip, Wacana Visual & Film Eksperimental Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan Vol. 14 No. 2 (2023): Fotografi, Riwayatmu Hingga Kini Vol. 14 No. 1 (2023): Antara Struktur dan Bahasa Visual Vol. 13 No. 3 (2022): Menuju Layar Personal sebagai Budaya Baru Menonton Vol. 13 No. 2 (2022): Wawancara dan Kedalaman Penelitian Media Audio Visual Vol. 13 No. 1 (2022): Merayakan dan Dirayakan Melalui Sinema Vol. 12 No. 3 (2021): Membingkai Realitas melalui Imaji Visual Vol. 12 No. 2 (2021): Panorama Mengamplifikasi Gagasan melalui Media Audio-Visual Vol. 12 No. 1 (2021): Sinema dan Wacana Vol. 11 No. 2 (2020): Sinema, Ideologi, dan Kritik Sosial Vol. 11 No. 1 (2020): Bentuk, Gaya, dan Persepsi Penonton Vol. 10 No. 2 (2018): Karakter dan Konsep-Konsep Psikoanalisis dalam Film Vol. 10 No. 1 (2018): Teknologi dan Storytelling dalam Medium Audio-Visual Vol. 9 No. 1 (2017): Mitos dalam Film dan Televisi Vol. 8 No. 1 (2016): IMAJI Vol. 5 No. 2 (2013): IMAJI Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI Vol. 4 No. 1 (2012): IMAJI No. 6 (2011): IMAJI No. 5 (2009): IMAJI No. 4 (2008): IMAJI No. 3 (2007): IMAJI No. 2 (2006): Dimana Posisi Kritik Sinema Indonesia? No. 1 (2005): Antara Melihat dan Membaca More Issue