cover
Contact Name
Otto Fajarianto
Contact Email
ofajarianto@gmail.com
Phone
+6281296890687
Journal Mail Official
ofajarianto@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pemuda Raya No.32, Sunyaragi, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Agroswagati : Jurnal Agronomi
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGROSWAGATI diterbitkan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati. JURNAL AGROSWAGATI tujuannya merupakan kumpulan karya tulis ilmiah hasil riset maupun konseptual bidang agronomi dengan ruang lingkup Budidaya tanaman, Aspek tanah, OPT, Mekanisasi, Pemuliaan, Ilmu dasar tanaman. JURNAL AGROSWAGATI menerima tulisan dari para akademisi maupun praktisi dengan proses blind review, sehingga dapat diterima disetiap kalangan dengan penerbitan jurnal ilmiah berkala terbit setiap dua kali dalam setahun periode Maret dan Oktober dengan nomor p-ISSN 2339-0085 serta e-ISSN 2580-5185.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015)" : 7 Documents clear
Pengaruh Cendawan Mikoriza Arbuskula Terhadap Pertumbuhan Bibit Pepaya (Carica papaya L.) Kultivar Caliana Amran Jaenudin; Yora Erviani; Siti Wahyuni
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v3i1.837

Abstract

The objective of this research is to know the effect of Vesicular Arbuscular Mycorrhizae (VAM) on the growth of papaya (Carica papaya L.) cv Calina seedling. The experiment was conducted in the village of the District Wanayasa Beber Cirebon. The location is 250 m above sea level, Latosol field, the type of rain including rain type C (rather wet). The time of research was conducted on May to June 2014. The research method used the experimental method with randomized block design (RBD). This experiment consists of 6 (six) treatment and repeated 4 (four) times. Variables observed that plant height, stem diameter, leaf length, number of leaves crop, fresh weight, and root volume. The research showed that treatment of Vesicular Arbuscular Mycorrhizae (VAM) did not significant effect on growth variables papaya seedling. The treatment of 15 g and 20 g VAM/ plant given a good effect on the root volume.
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG SAPI DAN BOBOT BIBIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) KULTIVAR BIMA BREBES Tety Suciaty; Dudung Dudung; Dodi Eryanto
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v3i1.1825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi dosis pupuk kandang sapi dan bobot bibit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) kultivar Bima Brebes.Penelitian dilaksanakan di UPTD BP3K Gebang Kabupaten Cirebon, pada Juni sampai Agustus 2013, disusun secara rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial, terdiri dari dua faktor yaitu pupuk kandang sapi dan bobot bibit. Pemberian dosis Pupuk Kandang Sapi (P), yang terdiri atas 3 taraf yaitu : P1 = 15 ton/ha, P2 = 30 ton/ha, dan P3 = 45 ton/ha; Faktor Bobot Bibit (B) yang terdiri atas 3 taraf  yaitu  : B1 = bibit ringan (2,5 ±0,5) gram, B2 = bibit sedang (4 ±0,5) gram, dan B3 = bibit berat (5,5 ±0,5) gram. Kombinasi perlakuan sebanyak 9 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali, sehingga terdapat 27 satuan percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi yang nyata antara pemberian pupuk kandang sapi dan bobot bibit terhadap parameter rata-rata  bobot umbi segar per rumpun (g) dan per petak (kg). Pengaruh mandiri dosis pupuk kandang sapi berpengaruh terhadap variabel jumlah daun per rumpun umur 28 HST, dan jumlah anakan per rumpun. Sedangkan pada perlakuan bobot bibit terjadi pengaruh mandiri terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun, diameter umbi serta bobot umbi kering per rumpun dan bobot umbi kering per petak.
PENGARUH BOBOT MULSA JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) KULTIVAR KUTILANG Umi Trisnaningsih; Esaroh Nur Handayani; Dodi Budirokhman
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v3i1.836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh bobot mulsa jerami terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Vigna radiata L.) Kultivar Kutilang, (2) bobot mulsa jerami padi yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Vigna radiata L.) Kultivar Kutilang. Penelitian dilaksanakan di Balai Benih Palawija Plumbon Kabupaten Cirebon, dari bulan Juli sampai dengan bulan Oktober 2014. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang diberikan adalah bobot mulsa jerami padi yang terdiri dari 6 taraf, yaitu tanpa mulsa jerami padi, mulsa jerami 2 ton/ha, mulsa jerami 4 ton/ha, mulsa jerami 6 ton/ha, mulsa jerami 8 ton/ha, dan mulsa jerami 10 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh yang nyata perlakuan bobot mulsa jerami padi terhadap tinggi tanaman umur 14, 21, dan 28 HST, jumlah daun trifoliate umur 14, 21, dan 28 HST, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji kering per tanaman, bobot biji kering per petak, dan bobot 100 butir biji kering, (2) perlakuan bobot mulsa jerami padi 6 ton/ha memberikan hasil yang lebih tinggi pada bobot biji kering per petak yaitu sebesar 1,16 kg atau setara dengan 1,55 ton/ha dengan asumsi 80 % lahan efektif, bila dibandingkan dengan perlakuan tanpa mulsa jerami padi.
PENGARUH KONSENTRASI HERBISIDA OXYFLUOUFEN TERHADAP PENGENDALIAN GULMA DAN PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) KULTIVAR BIMA Tadjudin Suradinata; Achmad Faqih; Eko Risdianto
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v3i1.1826

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) konsentrasi herbesida Oxyfluorfen berpengaruh nyata terhadap pengendalian gulma dan pertumbuhan serta hasil bawang merah, dan (2) konsentrasi herbisida 2,5 ml Oxyfluorfen/l air memberikan pengaruh paling baik terhadap penekanan gulma, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi, bobot umbi segar per rumpun, bobot umbi kering per rumpun dan per petak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh konsentrasi herbisida Oxyfluorfen terhadap pengendalian gulma dan pertumbuhan serta hasil bawang merah, dan (2) konsentrasi herbisida Oxyfluorfen optimum yang memberikan hasil bawang merah tertinggi. Percobaan dilaksanakan di Desa Limbangan Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes Jawa Tengah, dari bulan April sampai dengan Juni 2013. Metode percobaan yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdiri dari konsentrasi herbisida Oxyfluorfen, serta diulang empat kali. Perlakuan konsentrasi herbisida Oxyfluorfen yang diuji adalah sebagai berikut : : A (0 ml Oxyfluorfen/l air), B (0,5 ml Oxyfluorfen/l air), C (1,0 ml Oxyfluorfen/l air), D (1,5 ml Oxyfluorfen/l air), E (2,0 ml Oxyfluorfen/l air), dan F (2,5 ml Oxyfluorfen/l air).Konsentrasi herbisida 1,5 ml Oxyfluorfen/l air memberikan bobot umbi kering tertinggi yaitu 1,99 kg per petak atau setara dengan 13,27 ton per hektar.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM PUPUK KASCING DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN (Cucumis sativus. L) KULTIVAR PLUTO Alfandi Alfandi; Lucky Supriyanto
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v3i1.1827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media tanam pupuk kascing dan pupuk organik cair yang paling baik pengaruhnya  terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun (Cucumis sativus L). Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri 9 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Perlakuan terdiri; A (Pupuk kascing 25% dan pupuk organik cair 1 ml/polybag), B (pupuk kascing 25% dan pupuk organik cair 2 ml/polybag), C (pupuk kascing 25% dan pupuk organik cair 3  ml/polybag), D (Pupuk kascing 50% dan pupuk organik cair 1 ml/polybag), E (pupuk kascing 50% dan pupuk organik cair 2 ml/polybag), F (Pupuk kascing 50% dan pupuk organik cair 3 ml/polybag), G (Pupuk kascing 75% dan pupuk organik cair  1  ml/polybag), H (pupuk kascing 75% dan pupuk organik cair 2 ml/polybag), I (pupuk kascing 75% dan pupuk organik cair 3 ml/polybag). Komposisi media tanam pupuk kascing dan pupuk organik cair berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, akan tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap hasil mentimun (Cucumis sativus L.) Kultivar Pluto, Komposisi media tanam pupuk kascing dan pupuk organik cair memberikan pengaruh yang baik terhadap jumlah daun umur 20 HST, 30 HST, dan diameter buah, dan tidak terdapat korelasi antara komponen pertumbuhan dengan hasil mentimun (Cucumis sativus L.)
PENGARUH KONSENTRASI ZPT GA3 DAN LAMANYA PERENDAMAN BENIH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Phaseolus vulgari) VARIETAS SRITI Linda Permasi Dewi
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v3i1.809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT GA3 dan lamanya perendaman benih terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kacang Hijau (Phaseolus vulgari) varietas sriti. Penelitian ini menggunakan metode percobaan yang dilaksanakan di lahan di BPBP Plumbon Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Agustus 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial diulang dua kali dengan dua faktor, terdiri dari Giberellin (GA3) sebagai faktor pertama yang terdiri dari 4 taraf yaitu : G1 = 10 ppm, G2 = 20 ppm, G3 = 30 ppm, G4 = 40 ppm. Lamanya perendaman benih ebagai fktor yang kedua terdiri dari 4 taraf yaitu : R1 = 2 jam, R2 = 4 jam, R3 = 6 jam, R4 = 8 jam. Variabel yang diamati meliputi Daya Tumbuh, Tinggi Tanaman, Jumlah Cabang, Jumlah Daun, Jumlah Polong per Tanaman, Jumlah Biji per Tanaman, Bobot Biji Kering per Tanaman, Bobot Biji Kering per Petak, dan Bobot 100 Biji Kering. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya pengaruh interaksi antara Lamanya Perendaman Benih dan Giberellin (GA3) terhadap Daya Tumbuh 5 hst, Tinggi Tanaman umur 21 dan 28 hst, Jumlah Biji per Tanaman pada Kacang Hijau (Phaseolus vulgari) Varietas Sriti.Pengaruh mandiri konsentrasi ZPT GA3  dan Lamanya Perendaman Benih berpengaruh nyata terhadap Jumlah Polong per Tanaman, bobot Biji kering per Petak dan Bobot 100 Biji Kering. Terdapat Korelasi positif yang nyata antara Jumlah Daun (21 hst), dengan Bobot Biji Kering per Tanaman Kacang Hijau.
Pengaruh Jumlah Ruas Stek Terhadap Pertumbuhan Bibit Nilam (Pogostemon Cablin Benth) Umi Trisnaningsih; - Wijaya; Siti Wahyuasih
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v3i1.798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah ruas terhadap pertumbuhan bibit nilam (Pogostemon cablin Bent). Penelitian dilaksanakan di Desa Cipari Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan, mulai dari bulan Mei sampai dengan Juli 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap, terdiri dari 5 (lima) perlakuan dan diulang 5 (lima) kali. Variabel yang diamati yaitu pengukuran pertambahan jumlah daun, pertambahan tinggi tanaman, bobot akar, panjang akar, volume akar dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ruas setek berpengaruh nyata terhadap pertambahan jumlah daun pada umur 35 dan 42 hari setelah tanam (HST), pertambahan tinggi tanaman 42 HST, dan panjang akar. Perlakuan lima ruas setek memberikan pengaruh yang paling baik terhadap pertumbuhan bibit nilam.

Page 1 of 1 | Total Record : 7