cover
Contact Name
Luluk Ulfa Hanasah
Contact Email
jurnalmezurashii@untag-sby.ac.id
Phone
+6287712411600
Journal Mail Official
jurnalmezurashii@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Phone 0315931800 (Ext 89)
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Mezurashii: Journal of Japanese Studies
ISSN : 27220567     EISSN : 27220567     DOI : https://doi.org/10.30996/mezurashii
Mezurashii: Journal of Japanese Studies is a biannual peer-reviewed, open-access journal published by the Faculty of Cultural Science, University of 17 Agustus 1945 Surabaya. The journal encourages original articles on various issues within Japanese Studies, which include but are not limited to linguistics, literature, and culture. Mezurashii: Journal of Japanese Studies accepts to publish a balanced composition of high-quality theoretical or empirical research articles, comparative studies, case studies, review papers, exploratory papers, and book reviews. All accepted manuscripts will be published either online and in printed journal.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2020)" : 7 Documents clear
RUIGIGO FUKUSHI TOTSUZEN, KYUU NI, IKINARI, DAN FUI-NI DALAM NOVEL BLACK BULLET VOLUME 1 KARYA SHIDEN KANZAKI Widyas Asmarani; Eva Amalijah
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v2i1.3557

Abstract

Abstrak: Rugigo adalah “sinonim” dalam bahasa Indonesia. Sulit untuk membedakan kata-kata ruigigo di Indonesia karena kebanyakan mereka memiliki arti yang sama. Misalnya, fukushi totsuzen, kyuu ni, ikinari, dan fui ni. Dalam bahasa Indonesia mereka memiliki arti yang sama, yaitu "tiba-tiba", tetapi mereka memiliki sedikit perbedaan. Totsuzen sering digunakan untuk menunjukkan keadaan yang terjadi sangat cepat. Kyuu ni sering digunakan untuk menceritakan suatu kondisi yang terjadi sangat cepat, tetapi bisa dikatakan itu akan terjadi. Ada perubahan dari awal ke akhir keadaan. Ikinari sering digunakan untuk mengatakan bahwa sesuatu terjadi tanpa peringatan sama sekali dan cenderung mengabaikan proses umum. Fui ni sering digunakan untuk orang yang mengalami acara tersebut dan tidak dapat memprediksi acara yang akan datang. Penggunaannya tergantung pada konteks kalimat tetapi itu mungkin mengubah artinya.Kata kunci: Rugigo, Novel Black Bullet Volume 1 Abstract: Rugigo is “sinonim” in Indonesian. It is hard to differentiate the words of ruigigo in Indonesia because mostly they have a similar meaning. For example fukushi totsuzen, kyuu ni, ikinari, and fui ni. In Indonesian they have the same meaning, namely “tiba-tiba”, but they have slight differences. Totsuzen is often used to show a circumstance that happened really fast. Kyuu ni is often used to tell a condition that happened really fast, but could tell it would happen.  There is a change from beginning to the end of circumstance. Ikinari is often used to tell that something happened without warning at all and tend to skip the common process. Fui ni is often used to one who experienced the event and unable to predict the upcoming event. The use depends on the context of the sentence but it might change the meaning.Keywords: Rugigo, Black Bullet Volume 1’ Novel
JURNAL MEZURASHII 2(1) 2020 Jurnal Mezurashii
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v2i1.3564

Abstract

-
DIKSI DAN GAYA BAHASA LIRIK LAGU JEPANG KARYA TOUYAMA MIREI Daniel Wilian; Novi Andari
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v2i1.3558

Abstract

Abstrak: Karya sastra adalah sebuah ungkapan perasaan, ide, dan pemikiran dalam suatu gambaran konkret baik tertulis maupun tidak tertulis, salah satunya berupa sebuah lirik lagu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 3 album yaitu “My Way”, “Answer” dan “Negai E.P.” sebagai sumber data yang disinyalir sudah cukup mewakili karakteristik diksi dan gaya bahasa yang digunakan pada lirik lagu karya Touyama Mirei. Metode kualitatif deskriptif sebagai metode penelitian dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis, pada album “Answer”, “My Way”, dan “Negai E.P” terdapat 16 macam gaya bahasa. Pada album “Answer” ditemukan 13 macam gaya bahasa, pada album “My Way” ditemukan 9 macam gaya bahasa, pada mini-album “Negai E.P” ditemukan 3 macam gaya bahasa. Gaya bahasa yang paling banyak ditemukan dalam 3 album tersebut adalah gaya bahasa Metafora dan Repetisi. Adapun diksi yang sering muncul dan digunakan bersifat denotatif. Simpulan yang dapat diambil adalah gaya bahasa berupa metafora dan repetisi,  dan penggunaan diksi bersifat denotatif atau bermakna sebenarnya merupakan ciri khas atau style dari penyanyi sekaligus pengarang lagu Touyama Mirei.Kata kunci: Stilistika, Lirik Lagu, Diksi, Gaya Bahasa, Makna Abstract: Literary work is an expression of feelings, ideas, and thoughts in a concrete picture both written and unwritten, one of which is a song lyrics. This research was conducted using 3 albums namely "My Way", "Answer" and "Negai E.P." as a source of data that was allegedly sufficient to represent the characteristics of diction and language style used in song lyrics by Touyama Mirei. Descriptive qualitative method as a research method in this study. Based on the results of the analysis that has been done, it is concluded that 16 kinds of language styles can be found in the album "Answer", "My Way", and "Negai E.P". In the album "Answer" found 13 kinds of language styles, on the album "My Way" found 9 kinds of language styles, on the mini-album "Negai E.P" found 3 kinds of language styles. The style of language most commonly found in these 3 albums is the style of Metaphor and Repetition. The diction that often appears and is used is denotative. The conclusion that can be drawn is the style of language in the form of metaphors and repetitions and the use of diction which is denotative or meaningful is actually a characteristic or style of the singer and songwriter Touyama Mirei. Keywords: Stylistics, Song Lyrics, Diction, Language, Meanings
REFLEKSI KETERHUBUNGAN FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN DAN SASTRA Zida Wahyuddin
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v2i1.3559

Abstract

Abstrak: Ilmu sastra merupakan salah satu ilmu diantara keilmuan yang lain yang mempunyai posisi dalam kedudukannya sebagai bagian dari ilmu pengetahuan. Ilmu sastra sangat terkait dengan kehidupan sosial dalam sebuah masyarakat. Fenomena yang dijelaskan melalui ilmu sastra menjadi sebuah pengetahuan adalah totalitas segala pengamatan terhadap suatu permasalahan yang dapat dijelaskan secara rasional. Sedangkan ilmu filsafat membantunya dalam membangun penalaran secara kritis dengan mendialektikkan sesuatu secara terus menerus supaya yang tersembunyi dapat dieksplisitkan dengan jelas. Selanjutnya, ilmu sastra juga sangat berkaitan dengan konteks keilmuan lainnya dalam usahanya menjelaskan permasalahan yang muncul pada sebuah karya sastra.Kata kunci: Refleksi, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Karya Sastra Abstract: Literature is one of the other sciences that has a position in its position as part of science. Literature is very much related to social life in a society. The phenomenon that is explained through literature becomes knowledge is the totality of all observations of a problem that can be explained rationally. Whereas philosophy helps him in building critical reasoning by dialectizing something continuously so that what is hidden can be explicitly explicit. Furthermore, literary science is also closely related to other scientific contexts in an effort to explain the problems that arise in a literary work. Keywords: Reflections, Philosophy of Science, Literary Works
ANALISIS GAYA BAHASA PADA SLOGAN KEMASAN MAKANAN PRODUK JEPANG Laras Dian Mustika; Luluk Ulfa Hasanah
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v2i1.3560

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang digunakan pada kemasan makanan produk jepang. Selain itu juga bertujuan untuk menggali makna yang terkandung dalam slogan kemasan makanan. Data penelitian berupa frasa, kalimat, dan gambar yang ditemukan pada kemasan makanan. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa yang terdapat pada slogan kemasan makanan produk jepang dibedakan atas empat gaya bahasa, yaitu gaya bahasa hiperbola, personifikasi, paralelisme, dan preterito. Selain itu, juta terdapat makna semantik yang terkandung pada slogan-slogan tersebut.Kata kunci: Gaya Bahasa, Slogan Makanan, Makanan Produk Jepang Abstract: This study aims to describe the style of language used in Japanese food packaging. It also aims to explore the meaning contained in the slogan of food packaging. Research data in the form of phrases, sentences, and images found on food packaging. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis. The results showed that the style of language contained in the slogan of food packaging Japanese products are divided into four language styles, namely hyperbole, personification, parallelism, and preterito. In addition, there are million semantic meanings contained in these slogans. Keywords: The Style of Language, The Slogan of Food, Japanese Food Packaging
ANALISIS PENGGUNAAN ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM LIRIK LAGU AIMER ALBUM DAWN DAN SLEEPLESS NIGHTS Cuk Yuana
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v2i1.3556

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alih kode dan campur kode yang terdapat dalam lirik lagu  Aimer album Dawn dan Sleepless Nights. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang mengandalkan uraian berupa lirik lagu. Dalam lirik lagu  Aimer album Dawn dan Sleepless Nights  menunjukkan bahwa terdapat alih kode ekstern (outer code switching) dari bahasa Jepang ke bahasa Inggris. Adapun bentuk campur kode yang terdapat adalah campur kode ekstern (outer code switching) dalam wujud frasa, kata, dan kalimat.Kata kunci: Sosiolinguistik, dwibahasa, alih kode, campur kode, lirik lagu  Abstract: This study aims to describe the code switching and code mix contained in the lyrics of the song Aimer album ‘Dawn’ and ‘Sleepless Nights’. The method used in this study is a qualitative method, a research that relies on the description in the form of song lyrics. In the lyrics of the song Aimer album ‘Dawn’ and ‘Sleepless Nights’ shows that there is an external code switching from Japanese to English. Whereas the mixed form of code contained is a mixture of external code in the form of phrases, words, and sentences. Keywords: Sociolinguistics, bilingual, code switching, code mixing, song lyrics
UNGKAPAN DAN EKSPRESI MARAH DALAM KOMIK CRAYON SHINCHAN VOLUME 18 KARYA YOSHITO USUI Arinda Yunandiah Erwandari; Umul Khasanah
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v2i1.3561

Abstract

Abstrak: Emosi marah dalam penelitian ini dideskripsikan dengan pendekatan psikolingustik. Marah yang dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam Komik Crayon Shinchan Volume 18 karya Yoshito Usui diungkapkan dengan  menggunakan ungkapan atau kata-kata. Adakalanya ungkapan tersebut disertai dengan ekspresi tubuh. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut. (1) kata-kata  ungkapan marah ditandai dengan adanya Onomatope bermakna marah, (2) penggunaan akhiran (shujoshi) yo, dan (3) ungkapan bentuk perintah dan larangan. Adapun ekspresi marah ditandai dengan mengepalkan tangan, mata melotot, mengangkat alis, menggertakkan gigi, mulut menganga, berkacak pinggang, menyilangkan tangan, mencakar wajah sendiri, dan mengerutkan dahi.Kata kunci: Psikolinguistik, Ungkapan Marah, Ekspresi Marah, Komik Abstract: An angry emotions in this study are described with a psycholinguistic approach. An angry by the characters in Crayon Shinchan Comic Volume 18 by Yoshito Usui was expressed using expressions or words. Sometimes these expressions are accompanied by bodily expressions. This research produces the following findings. (1) angry expressions are marked by Onomatopoeia meaning angry, (2) use of the suffix (shujoshi) yo, and (3) expressions of commands and prohibitions. The expression of angry is marked by clenching hands, bulging eyes, raising eyebrows, gritting teeth, gaping mouth, rumbling hands, crossing hands, clawing his own face, and frowning. Keywords: Psicolinguistics, The Angry Expressions, Comic

Page 1 of 1 | Total Record : 7