cover
Contact Name
Riana Nurhayati
Contact Email
riana_nurhayati@uny.ac.id
Phone
+6282223111133
Journal Mail Official
herwin89@uny.ac.id
Editorial Address
Jalan Colombo No 1, Karangmalang, Sleman DI Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
FOUNDASIA
ISSN : 14122316     EISSN : 27462307     DOI : https://doi.org/10.21831/foundasia
Core Subject : Education, Social,
FOUNDASIA is an open access, and peer-reviewed journal. FOUNDASIA will publish the selected articles under the Attribution-Share Alike 4.0 International Creative Commons license. The results of research and analysis contained in the journal accommodate manuscripts on foundations of education include: philosophy of education, socio-anthropology of education, educational psychology, educational economics, educational history, political education, and comparative education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2019)" : 5 Documents clear
Peminjaman kebijakan (policy borrowing) untuk perencanaan pendidikan Ebni Sholikhah
FOUNDASIA Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Filsafat dan Sosiologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v10i1.27312

Abstract

Peminjaman kebijakan merupakan bagian dari studi komparasi pendidikan. Meminjam kebijakan dari negara lain menjadi hal biasa di era globalisasi untuk merencanakan pendidikan di suatu negara. Hanya saja, tidak semua ekspektasi atas keberhasilan kebijakan yang diadopsi dari negara lain mampu di capai negara peminjam. Kebijakan baru yang disusun mungkin malah mengandung dan mengundang masalah baru. Artikel ini menggambarkan tentang peminjaman kebijakan dalam perencanaan pendidikan. Beberapa hal yang tercakup antara lain sejarah peminjaman kebijakan, peminjaman kebijakan dalam konteks perencanaan pendidikan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan peminjaman kebijakan. Kata Kunci: Peminjaman Kebijakan (Policy Borrowing), Pendidikan Komparatif, Perencanaan Pendidikan
Manajemen kultur sekolah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 2 Brebes Evi Rovikoh Indah Saputri
FOUNDASIA Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Filsafat dan Sosiologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v10i1.27313

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan prestasi siswa adalah mengembangkan kultur sekolah. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan manajemen kultur sekolah di SMAN 2 Brebes sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan yang meliputi kultur berprestasi, berkarakter, dan kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kultur sekolah dilakukan dengan mengembangkan kultur berprestasi, berkarakter, dan kegiatan ekstrakurikuler. Kultur Berprestasi dilaksanakan  dengan kompetisi akademik, non-akademik, keikutsertaan lomba, pembelajaran efektif. Kultur berkarakter dilaksanakan dengan 18 nilai karakater yang harus dimiliki oleh warga sekolah serta kegiatan pembiasaan. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan meliputi kegiatan wajib dan pilihan. Upaya tersebut dilandasi oleh keinginan sekolah untuk berprestasi dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat bahwa sekolah mampu mencetak siswa yang berprestasi dan menjadi kebanggaan.Kata kunci: Manajemen, Kultur sekolah, Mutu pendidikan
Pemahaman identitas etnik (ethnic identity) untuk mengembangkan toleransi masyarakat Kota Metro Lampung Widodo Widodo
FOUNDASIA Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Filsafat dan Sosiologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v10i1.27309

Abstract

Keanekaragaman suku, bahasa, adat, dan agama merupakan keniscayaan sekaligus menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Namun, dinamika interaksi sosial dalam masyarakat sering mengakibatkan terjadinya konflik antar etnis maupun antar agama karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman terhadap Ethnic Identity (Identitas Etnik). Artikel ini bertujuan memotret keragaman masyarakat dan pemahaman identitas etnis dalam mengembangkan toleransi masyarakat Kota Metro, Lampung, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung serta menelaah berbagai sumber dari media cetak maupun elektronik. Hasilnya menunjukkan bahwa; a) berdasarkan telaah berita pada media massa, tidak pernah terjadi konflik yang melibatkan suku dan agama di Kota Metro seperti yang terjadi di beberapa kabupaten lainnya di Provinsi Lampung, b) Adanya kerjasama antar pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan kerukunan hidup yang harmonis melalui kegiatan rutin seperti peringatan hari jadi Kota Metro dan upacara Pemilihan Bujan Gadis Lampung (Buyai Nuban) yang melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang etnis yang bersangkutan. Kata Kunci: Identitas Etnis, Toleransi, Keanekaragaman 
Teknologi dan masa depan otonomi manusia: Sebuah kajian filsafat manusia Shely Cathrin
FOUNDASIA Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Filsafat dan Sosiologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v10i1.27311

Abstract

Penulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh fenomena relasi manusia dengan teknologi akibat pesatnya perkembangan teknologi, komunikasi, dan informasi pada abad ke-21. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk melakukan refleksi atas teknologi dalam kajian filsafat manusia untuk memperdalam pemahaman tentang diri manusia. Artikel ini merupakan kajian pustaka dengan objek material berupa fenomena penggunaan gadget yang dianalisis dari objek formal filsafat manusia. Hasil studi menunjukkan bahwa teknologi pada dasarnya bersifat material atau berdimensi material. Roh manusia-lah yang menentukan arah dari teknologi itu. Betapa pun gadget membawa kebaikan pada manusia, ia adalah perangkat yang membahayakan. Ia mempunyai logikanya sendiri; arah tujuannya ditentukan berdasarkan rutenya sendiri; dan ia meleburkan manusia pada sebuah sistem yang otonom. Kata kunci untuk tetap menjaga otonomi manusia atas teknologi adalah pada kesadaran manusia. Pertama, manusia harus sadar bahwa teknologi perlu diperlakukan layaknya subjek; dan kedua, manusia harus sadar bahwa teknologi ada untuk manusia, sebagai sarana atau media untuk me-material-kan ide-ide dan gagasan manusia. Semuanya mengarah pada satu tujuan: demi membuat dunia manusia sesuai dengan kebutuhan manusia. Dengan berpegang pada dua hal tersebut, maka otonomi manusia atas teknologi akan tetap ada. Manusia tidak boleh jatuh pada teknologi karena teknologi untuk manusia bukan sebaliknya. Kata kunci: Teknologi, Gadget, Manusia, Otonomi, Kesadaran
Pemetaan kultur sekolah untuk mendiseminasikan keunggulan: Model gugus dari sekolah inti ke sekolah imbas Joko Sri Sukardi; Ariefa Efianingrum; Dwi Siswoyo
FOUNDASIA Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Filsafat dan Sosiologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v10i1.27555

Abstract

Belum meratanya capaian kualitas pendidikan di sekolah dapat berimplikasi pada ketimpangan kualitas pendidikan antarsekolah. Pada era otonomi daerah, Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pendidikan memiliki keleluasaan dan kewenangan dalam memajukan kualitas pendidikan di daerahnya. Pemetaan kultur sekolah yang efektif dengan model gugus penting dilakukan untuk mendapatkan gambaran kualitas serta mengetahui keunggulan dan kelemahan sekolah. Keunggulan sekolah inti dapat didiseminasikan kepada sekolah imbas. Keunggulan yang dimaksud meliputi kualitas akademik maupun non akademik. Praktik yang baik di sekolah inti dapat menjadi rujukan dan inspirasi bagi sekolah imbas. Sekolah imbas dapat mengadopsi dan mengadaptasinya untuk meningkatkan keunggulan sekolah. Sekolah imbas dapat menentukan keunggulan yang sesuai dengan konteks sekolah dan wilayahnya masing-masing. Dengan demikian, semua sekolah berpeluang untuk berkembang dalam memajukan sekolahnya dan ketimpangan kualitas pendidikan antarsekolah dapat diminimalisir. Kata kunci: Diseminasi, Kultur Sekolah, Model Gugus

Page 1 of 1 | Total Record : 5