cover
Contact Name
Abdul Karim
Contact Email
abdulkarim@walisongo.ac.id
Phone
+6224-7606405
Journal Mail Official
jurnal.agc@walisongo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus III Ngaliyan Semarang 50185
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Advanced Guidance and Counseling
ISSN : 27461513     EISSN : 27461521     DOI : https://doi.org/10.21580/jagc
Aim: This journal publishes articles as a result of empirical research in Guidance and Counseling, both quantitative and qualitative. Scopes: The scopes of Journal of Advanced Guidance and Counseling are Islamic Guidance and Counseling, Child and Adolescent Counseling, Adult and Elder Counseling, Family Counseling, School Counseling, Higher Education Counseling, Crisis and Risk Counseling, Occupational Counseling, Cyber Counseling, Educational Psychology, Counseling and Guidance, Rehabilitation Counseling, Technology usage in Counseling, Counseling and Guidance for Special Population
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2022)" : 5 Documents clear
Subjective well-being in muallaf M. Yusuf Effendi
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.0.0.0.9178

Abstract

Purpose - This research is to find out the subjective well-being of muallaf where the focus of this research is the subjective well-being of muallaf.Method - The informants in this study were three primary informants, consisting of one student muallaf, two housewives muallaf. Data collection was carried out by interview and documentation methods. This study uses a phenomenological study method approach with Interpretative Phenomenological Analysis data analysis techniques. The credibility of the data used by researchers was tested using source triangulation.Result - The results and conclusions of this study are that each muallaf participant experiences subjective well-being in himself. Subjective well-being experienced by all muallaf participants in this study has a different picture. This happened because in deciding to become a muallaf, all participants had their own approaches and perspectives on the events they experienced before.Implication - Each muallaf participant in this study has various life satisfaction, positive affect and negative affect, all of which are subjective well-being processes of every participant muallaf.Originality - This research is presented concerning religious guidance services for deaf individuals.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan subjektif mualaf dimana fokus penelitian ini adalah kesejahteraan subjektif mualaf.Metode - Informan dalam penelitian ini adalah 3 orang informan primer, yang terdiri dari 1 orang mahasiswa mualaf, 2 orang ibu rumah tangga mualaf. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode studi fenomenologi dengan teknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis. Kredibilitas data yang digunakan peneliti diuji dengan menggunakan triangulasi sumber.Hasil - Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini adalah setiap partisipan mualaf mengalami subjective well-being dalam dirinya. Subjective well-being yang dialami oleh seluruh partisipan mualaf dalam penelitian ini memiliki gambaran yang berbeda-beda. Hal ini terjadi karena dalam memutuskan untuk menjadi seorang mualaf, semua partisipan memiliki pendekatan dan cara pandang masing-masing terhadap peristiwa yang dialaminya sebelumnya.Implikasi - Setiap partisipan mualaf dalam penelitian ini memiliki kepuasan hidup, afek positif dan afek negatif yang berbeda-beda, yang kesemuanya merupakan proses subjective well-being dari setiap partisipan mualaf.Orisinalitas - Penelitian ini disajikan mengenai layanan bimbingan keagamaan bagi individu tuna rungu.
Intervention of social anxiety on children: Group counseling using miracle technique and scaling questions Anis Lud Fiana
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.0.0.0.13467

Abstract

Purpose - This research aims to test miracle tests and scaling questions to reduce social anxiety in a foster child.Method - This research applied an experimental method with One Group Pretest-Posttest design involving 7 foster children in SOS Children's Village Semarang as the subject of the research.Result - The result of this research shows that group counseling using the miracle technique and scaling questions is found effective to reduce social anxiety in foster children.Implication – These techniques could help the counselee to think in the present and the future. The use of miracle questions is perhaps on how the client's feeling or how the client would think. Miracle questions technique could be combined with scaling questions that could be done in helping the counselee to determine their objective, measure their progress, or to determine priority to take action..Originality - This research is presented the scaling questions technique focuses on the solution as well as the use of scaling questions on the individual's experience experiencing changes.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk menguji miracle test dan skala pertanyaan untuk menurunkan kecemasan sosial pada anak asuh.Metode - Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest yang melibatkan tujuh anak asuh di SOS Children's Village Semarang sebagai subjek penelitian.Hasil - Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan menggunakan teknik miracle dan scaling questions terbukti efektif untuk menurunkan kecemasan sosial pada anak asuh.Implikasi - Teknik-teknik ini dapat membantu konseli untuk berpikir di masa sekarang dan masa depan. Penggunaan pertanyaan keajaiban mungkin dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana perasaan klien atau bagaimana klien berpikir. Teknik pertanyaan ajaib dapat dikombinasikan dengan pertanyaan penskalaan yang dapat dilakukan untuk membantu konseli menentukan tujuan, mengukur kemajuan, atau menentukan prioritas untuk mengambil tindakan.Orisinalitas - Penelitian ini menyajikan teknik scaling questions yang berfokus pada solusi serta penggunaan scaling questions pada pengalaman individu yang mengalami perubahan.
Flipbook trends and their influence on the development of guidance and counseling teaching media in higher education: Bibliometric analysis Imam Ariffudin; Leny Latifah
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.0.0.0.13522

Abstract

Purpose – The purpose of this research is to map relevant topics that support the renewal of research topics on the development of flipbook-based media.Method – A bibliometric study using Zupic and Carter models was chosen as the basis for conducting the research. The research data were 1387 articles indexed by Scopus and Google Scholar which were filtered using the Publis or Perish. The compiled article data was then analyzed using VOSviewer to identify visualizations.Result - The results show that e-module is the most widely used teaching material for flipbooks, while interactive flipbooks and e-worksheets are alternative topics in the development of flipbook media.Implication – This study suggests that educators in tertiary institutions or future researchers are more innovative and varied in developing learning resources and learning media.Originality – this research is the first study that tries to discuss the novelty of the flipbook research topic.***Tujuan – Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan topik-topik yang relevan yang mendukung pembaharuan topik penelitian tentang pengembangan media berbasis flipbook.Metode - Studi bibliometrik dengan menggunakan model Zupic dan Carter dipilih sebagai dasar pelaksanaan penelitian. Data penelitian berupa 1387 artikel yang terindeks Scopus dan Google Scholar yang disaring menggunakan perangkat lunak Publis or Perish. Data artikel yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan VOSviewer untuk mengidentifikasi visualisasi.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul merupakan bahan ajar yang paling banyak digunakan untuk flipbook, sedangkan flipbook interaktif dan e-worksheet menjadi topik alternatif dalam pengembangan media flipbook.Implikasi - Penelitian ini menyarankan agar para pendidik di perguruan tinggi atau peneliti selanjutnya lebih inovatif dan variatif dalam mengembangkan sumber belajar dan media pembelajaran.Orisinalitas - Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang mencoba membahas kebaruan topik penelitian flipbook.
Assessing the impact of Islamic spiritual guidance on mental health Muhammad Fahmi Mubarok; Abdul Karim
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.0.0.0.14249

Abstract

Purpose - The purpose of this study is to find out how the influence of mental spiritual guidance on the mental health of adolescents who take part in the Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pencak silat of the Kebomas Branch, Gresik Regency.Method - This research uses a type of quantitative approach, namely in the form of numbers, and uses analysis with data collection techniques such as questionnaires and interviews. The respondents involved in this study were 42 teenagers, namely all members of PSHT Gresik. The data analysis technique used in this study is regression modeling.Result - The regression model in this study met the classic assumption criteria, namely normality, heteroscedasticity, and autocorrelation tests. Therefore, it can be applied to do regression modeling. The results of regression modeling obtained a coefficient value of mental spiritual guidance of 0.972 and a significant effect on the mental health of adolescents of PSHT members.Implication – The spiritual mental guidance method can be applied to pencak silat athletes who have the same characteristics as the samples used to improve the skills of pencak silat athletes because it has a significant impact on changes in terms of psychology and behavior such as being able to distinguish between good and bad, can self-control, loves himself with strengths and weaknesses, polite in behaving and speaking, has high motivation so that he can awaken his spiritual power which is able to provide peace in the heart and mental health in him.Originality – This study develops instrumentation that has been used in previous studies by adding new indicators based on relevant theories.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembinaan mental spiritual terhadap kesehatan mental remaja yang mengikuti pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kebomas Kabupaten Gresik.Metode - Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kuantitatif, yaitu berupa angka-angka, dan menggunakan analisis dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan wawancara. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 42 orang remaja, yaitu seluruh anggota PSHT Gresik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemodelan regresi.Hasil - Model regresi dalam penelitian ini memenuhi kriteria asumsi klasik, yaitu uji normalitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Oleh karena itu, dapat digunakan untuk melakukan pemodelan regresi. Hasil pemodelan regresi diperoleh nilai koefisien pembinaan mental spiritual sebesar 0,972 dan berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental remaja anggota PSHT.Implikasi - Metode bimbingan mental spiritual dapat diterapkan pada atlet pencak silat yang memiliki karakteristik yang sama dengan sampel yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan atlet pencak silat karena memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan dari segi kejiwaan dan tingkah laku seperti dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, dapat mengontrol diri, mencintai diri sendiri dengan kelebihan dan kekurangannya, santun dalam bersikap dan bertutur kata, memiliki motivasi yang tinggi sehingga mampu membangkitkan kekuatan spiritualnya yang mampu memberikan ketentraman dalam diri.Orisinalitas - Penelitian ini mengembangkan instrumentasi dengan menambahkan indikator-indikator baru berdasarkan teori-teori yang relevan.
The role of social support to increase the Confidence of the Deaf in the Difabel Study Council Sri Maullasari
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.0.0.0.5896

Abstract

Purpose - This study aims to determine the role of peer social support in increasing the self-confidence of the deaf in the Difabel Study Council.Method - This research is devoted to people with hearing impairment. The approach used in this study is a descriptive qualitative approach. Data collection method employed Interview and observation. The primary data sources are participants who are deaf, while the secondary data source is the administrator and participant Assembly studying the disabled. Technique for data analysis applied triangulation source. Social support is required by people with hearing impairment as an effort to suppress psychosocially.Result - The findings of this study state that the deaf perceives social support from their peers.Implication - Deaf fellows in the Difabel Study Council have an important role in social support because social support from friends makes them feel protected, and loved, and think more broadly that all humans are the same because, for the deaf.Originality - This research is presented concerning religious guidance services for deaf individuals.***Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial teman sebaya dalam meningkatkan rasa percaya diri penyandang tunarungu di Dewan Studi Difabel.Metode – Penelitian ini dikhususkan pada penyandang disabilitas pendengaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Sumber data primer adalah peserta penyandang tunarungu, sedangkan sumber data sekunder adalah pengurus dan peserta majelis pengajian penyandang disabilitas. Teknik analisis data menggunakan triangulasi sumber. Dukungan sosial diperlukan oleh penyandang disabilitas pendengaran sebagai upaya menekan secara psikososial.Hasil - Temuan penelitian ini menyatakan bahwa penyandang tunarungu merasakan dukungan sosial dari teman sebayanya.Implikasi – Teman-teman tunarungu yang tergabung dalam Dewan Kajian Difabel mempunyai peran penting dalam dukungan sosial karena dukungan sosial dari teman membuat mereka merasa dilindungi, dan dicintai, serta berpikir lebih luas bahwa semua manusia itu sama karena bagi penyandang tunarungu.Orisinalitas - Penelitian ini disajikan mengenai layanan bimbingan keagamaan bagi penyandang tunarungu.

Page 1 of 1 | Total Record : 5