cover
Contact Name
Abdul Karim
Contact Email
abdulkarim@walisongo.ac.id
Phone
+6224-7606405
Journal Mail Official
jurnal.agc@walisongo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus III Ngaliyan Semarang 50185
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Advanced Guidance and Counseling
ISSN : 27461513     EISSN : 27461521     DOI : https://doi.org/10.21580/jagc
Aim: This journal publishes articles as a result of empirical research in Guidance and Counseling, both quantitative and qualitative. Scopes: The scopes of Journal of Advanced Guidance and Counseling are Islamic Guidance and Counseling, Child and Adolescent Counseling, Adult and Elder Counseling, Family Counseling, School Counseling, Higher Education Counseling, Crisis and Risk Counseling, Occupational Counseling, Cyber Counseling, Educational Psychology, Counseling and Guidance, Rehabilitation Counseling, Technology usage in Counseling, Counseling and Guidance for Special Population
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2023)" : 2 Documents clear
Perspective on career assessment tools for evaluating students with specific learning disabilities Eseadi, Chiedu; Diale, Boitumelo M
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.2.18255

Abstract

Purpose - The purpose of this research was to examine career assessment tools for evaluating students with specific learning disabilities (SLDs).Method - The paper adopted a narrative literature review of research papers connected to assessment tools for SLD students. Among the databases looked at were Pubmed, Google Scholar, Index Copernicus, and PsycINFO.Result  -  The results emphasize the need for assessment tools to take certain domains of difficulty into consideration when evaluating the interests and skills of students with SLDs and profiling the learning characteristics linked with the individual learning impairment also offers useful information for job preparation.Implication – Students with SLDs typically have limited career options so it would be crucial to consider career evaluation as part of the career planning and transitioning process for this group.Originality - This research reinforces the significance of employing career assessment tools for the evaluation of persons with SLDs in the process of career transition.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji alat asesmen karir untuk mengevaluasi siswa dengan ketidakmampuan belajar spesifik (SLD).Metode - Makalah ini menggunakan tinjauan literatur naratif terhadap makalah penelitian yang berhubungan dengan alat penilaian untuk siswa SLD. Di antara basis data yang ditinjau adalah Pubmed, Google Scholar, Index Copernicus, dan PsycINFO.Hasil - Hasil penelitian menekankan perlunya alat asesmen untuk mempertimbangkan domain kesulitan tertentu ketika mengevaluasi minat dan keterampilan siswa dengan SLD dan membuat profil karakteristik pembelajaran yang terkait dengan gangguan belajar individu juga menawarkan informasi yang berguna untuk persiapan kerja.Implikasi - Siswa dengan SLD biasanya memiliki pilihan karir yang terbatas, sehingga akan sangat penting untuk mempertimbangkan evaluasi karir sebagai bagian dari perencanaan karir dan proses transisi untuk kelompok ini.Keaslian - Penelitian ini memperkuat pentingnya penggunaan alat asesmen karir untuk mengevaluasi siswa dengan SLD dalam proses transisi karir.
Increase students’s self-acceptance through cognitive restructuring techniques in group counseling Filda, Widia; Hikmah, Nurul
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.2.18494

Abstract

Purpose – Psychological problems that occur can be caused by the inability to understand and accept themselves properly. The purpose of this study is to describe descriptively the strategy of increasing students’ self-acceptance through group counseling with cognitive restructuring techniques.Method - Using a qualitative approach, with observation and interviews as data collection techniques. Subjects were selected using purposive sampling method with a total of 8 students. Analysis was carried out using the interaction method.Result  -  The results showed that the researcher as the key instrument applied group counseling through cognitive restructuring techniques consisting of six stages: rationalization strategies; identifying negative thoughts; introducing and practicing positive thoughts; diverting negative thoughts to positive thoughts; practice strengthening self-statements (homework); reflection and follow-up. Group counseling seeks to build connections based on trust, eliminate worries, and anxiety and increase the active involvement of the client from one stage to the next.Implication – The implications of this study indicate that cognitive restructuring techniques has an impact on the development of guidance and counseling programs in educational units and can be used as an effort to increase santri self-acceptance. This technique can be used by teachers as caregivers in developing students' self-acceptance in achieving adolescent well-being.Originality - This study strengthens adolescent competence through group counseling that is able to form self-acceptance in students.***Tujuan – Masalah psikologis yang terjadi dapat disebabkan oleh ketidakmampuan untuk memahami dan menerima diri sendiri dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan secara deskriptif strategi peningkatan penerimaan diri siswa melalui konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitifMetode - Menggunakan pendekatan kualitatif, dengan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Subjek dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 8 orang mahasiswa. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode interaksi.Hasil  -  Hasil penelitian menunjukkan bahwa peneliti sebagai instrumen kunci menerapkan konseling kelompok melalui teknik restrukturisasi kognitif yang terdiri dari enam tahap: strategi rasionalisasi; mengidentifikasi pikiran negatif; mengenalkan dan melatih pikiran positif; mengalihkan pikiran negatif ke pikiran positif; berlatih memperkuat pernyataan diri (PR); refleksi dan tindak lanjut. Konseling kelompok berusaha membangun hubungan berdasarkan kepercayaan, menghilangkan kekhawatiran, dan kecemasan, serta meningkatkan keterlibatan aktif klien dari satu tahap ke tahap berikutnya.Implikasi – Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa teknik restrukturisasi kognitif berdampak pada pengembangan program bimbingan dan konseling di satuan pendidikan dan dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan penerimaan diri santri. Teknik ini dapat digunakan oleh guru sebagai pengasuh dalam mengembangkan penerimaan diri dan well-being santri.Originalitas – Penelitian ini memperkuat kompetensi remaja melalui konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif yang mampu membentuk penerimaan diri pada siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 2