cover
Contact Name
Wahyu Andy Nugraha
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
+6282234502425
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Jurusan Kelautan dan Perikanan, Universitas Trunojoyo Madura, Jl. Raya Telang PO. BOX 2 Kamal, Bangkalan, Jawa Timur, Indonesia 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan
ISSN : -     EISSN : 27237583     DOI : -
Juvenil: Journal of Marine and Fisheries Sciences, is a scientific journal in the field of marine and fisheries science published electronically and periodically four times a year by the Department of Marine Affairs and Fisheries, Trunojoyo University, Madura. This journal aim to become a medium of dissemination of high quality research and scientific note in the fiend of marine and fisheries. This journal can be accessed and downloaded freely for everyone. The article published in this journal have been pass the rigorious peer review by the expert reviewer. This journal accept every article that contain the following, but not limited to, scope: Juvenil: Journal of Marine and Fisheries Sciences, is a scientific journal in the field of marine and fisheries science published electronically and periodically four times a year by the Department of Marine Affairs and Fisheries, Trunojoyo University, Madura. This journal is expected to function as a medium for the dissemination of quality scientific research results as well as scientific rebuttal (notes) in the marine and fisheries sector which can be accessed online and free of charge by the Indonesian community and the international community. The articles (articles) published in this journal are articles that have passed peer-review (partner bebestari). This journal accepts every article which contains, but is not limited to, the scope: 1. Ecology and biology of marine and fisheries 2. Marine and Aquaculture 3. Marine and Aquatic Conservation 4. Marine Water Pollution 5. Management of marine and aquatic resources 6. Marine and fishery processing technology
Articles 276 Documents
Penentuan Zona Aman Banjir di Wilayah Pesisir Kabupaten Jember Dengan Pemanfaatan Google Earth Engine Saifurridzal Saifurridzal; Wazirotus Sakinah
Juvenil Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v3i1.14889

Abstract

ABSTRAKInformasi banjir yang lengkap dan akurat dibutuhkan untuk melakukan kegiatan mitigasi bencana dan evakuasi yang cepat. Informasi banjir dalam penanggulangan bencana umumnya meliputi lokasi spatio-temporal banjir, kedalaman banjir, kerentanan, lokasi beresiko serta zona aman. Hal ini dibutuhkan oleh kabupaten Jember yang memiliki beberapa desa rawan banjir hingga wilayah pesisir. Google Earth Engine (GEE) merupakan salah satu alat penginderaan jauh yang dapat digunakan untuk menghasilkan sebuah peta banjir dengan cakupan spasial dan temporal yang baik. GEE melakukan pemrosesan data secara parallel pada infrastruktur komputasi Google sehingga diperoleh efisiensi pemrosesan data dengan menggunakan data spasial batas administrasi desa di Kabupaten Jember, data citra satelit Sentinel-1 SAR dan data citra satelit DEMNAS yang telah dipotong sesuai batas kabupaten Jember. Hasil yang diperoleh adalah terdapat wilayah pesisir yang rawan banjir yaitu desa Sumberejo dan sebagian desa puger karena memiliki kelerengan yang rendah dan memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) dari hulu ke hilir. Wilayah pesisir yang lain termasuk Zona Aman Banjir karena sebagian wilayah memiliki kelerengan yang tinggi dan sebagian wilayah lainnya merupakan wilayah kelerengan rendah namun tidak memiliki DAS.Kata Kunci: GEE, Zona aman banjir, wilayah pesisir, JemberABSTRACTComplete and accurate flood information is needed to disaster mitigation and rapid evacuation activities. Flood information in disaster management generally includes flood spatio-temporal locations, flood depths, vulnerabilities, risk locations and safe zones. This is needed by Jember district, which has several flood-prone villages to coastal areas. Google Earth Engine (GEE) is a remote sensing tool that can be used to produce a flood map with good spatial and temporal coverage. GEE performs parallel data processing on Google's computing infrastructure so that data processing efficiency is obtained by using spatial data on village administrative boundaries in Jember Regency, Sentinel-1 SAR satellite image data and DEMNAS satellite image data that has been cut to the Jember district boundary. The results obtained are that there are coastal areas that are prone to flooding, namely Sumberejo village and some Puger villages because they have low slopes and have a watershed (DAS) from upstream to downstream. Other coastal areas are included in the Flood Safe Zone because some areas have high slopes and other areas are low slope areas but do not have watersheds.Keywords: GEE, flood safe zone, coastal area, Jember
Karakteristik Mikrobiologi (ALT, E. Coli dan Salmonella) pada Produk Hasil Perikanan di BPMHP Semarang Ayu Sulistiani; Hafiludin Hafiludin
Juvenil Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v3i1.15342

Abstract

ABSTRAKIkan merupakan salah satu bahan pangan yang masuk dalam golongan bahan yang mudah rusak (Perishable food), karena di dalam daging ikan banyak terkandung air dan protein yang cukup tinggi, sehingga dapat mempercepat perkembangbiakan mikroorganisme apabila tidak ditangani dengan benar. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) Semarang dari tanggal 5 Januari sampai 5 Februari 2022 dengan tujuan mengetahui mutu mikrobiologis pada produk hasil perikanan berupa udang beku dan rajungan pasteurisasi dalam kaleng. Parameter uji yang dilakukan terdiri atas uji total mikroba, uji E.coli dan uji Salmonella pada udang beku dan rajungan pasteurisasi dalam kaleng. Hasil penelitian menunjukan pada udang beku memiliki nilai ALT sebesar 131,36 x 102 kol/gram E.coli 3 APM/gram, Salmonella negatif dan masih memenuhi standar mutu mikrobiologi SNI 2705: 2014. Hasil uji pada rajungan pasteurisasi dalam kaleng memiliki nilai ALT 2500 kol/gram E.coli 3 APM/gram, Salmonella negatif dan masih memenuhi standar mutu mikrobiologi SNI 6929: 2016. Produk udang beku dan rajungan kaleng pada BPMHP Semarang masih aman untuk dikonsumsi.Kata kunci: Udang beku, Rajungan pasteurisasi dalam kaleng, ALT, E.coli dan SalmonellaABSTRACTFish is one of the foodstuffs that fall into the category of perishable food because fish meat contains a lot of water and high enough protein, so it can accelerate the proliferation of microorganisms if not appropriately handled. This research was carried out at the Fishery Product Quality Testing Center (BPMHP) Semarang from January 5 to February 5, 2022, to know the microbiological quality of fishery products in the form of frozen shrimp and pasteurized crabs in cans. The test parameters consisted of a comprehensive microbial test, an E.coli test and a Salmonella test on frozen shrimp and canned crab. The result showed that ALT value of frozen shrimp was 131.36 x 102 col/gram, E.coli 3 APM/gram, Salmonella was negative and still meets the microbiological quality standard of SNI 2705: 2014. The test results on canned crab have ALT value 2500 col/gram E.coli 3 APM/gram, Salmonella was negative and still meets the microbiological quality standard of SNI 6929: 2016. Frozen shrimp and canned crab products at BPMHP Semarang were still safe for consumption.Keywords: Frozen shrimp, canned crab, ALT, E.coli and Salmonella
Karakterisasi Tepung Semi Refined Carrageenan Dari Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Dengan Berbagai Pelarut Alkali Novalina Maya Sari Ansar; Eko Cahyono; Obyn Imhart Pumpente; Stevy Imelda Murniati Wodi; Frets Jonas Rieuwpassa; Jaka Frianto Putra Palawe; Wendy Alexander Tanod
Juvenil Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v3i1.15013

Abstract

ABSTRAKSemi Refined Carrageenan merupakan salah satu produk carrageenan dengan tingkat kemurnian lebih rendah dibandingkan dengan refined carrageenan. Semi Refined Carrageenan merupakan tepung hasil ekstraksi rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii berwarna putih kekuningan, dapat membentuk gel sehingga sangat berperan dalam industri makanan dan obat-obatan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan konsentrasi pelarut KOH dan NaOH yang tepat dalam proses ekstraksi tepung Semi Refined Carrageenan rumput laut Kappaphycus alvarezii. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, yaitu mengekstraksi Kappaphycus alvarezii menggunakan larutan alkali KOH dan NaOH yang direndam selama 4 menit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa rendemen tertinggi terdapat pada larutan KOH 5% (56,10%) dan larutan NaOH 3% (42,29%), kadar air pada larutan KOH 5% (15,45%) dan larutan NaOH 1% (16,50%), kadar abu larutan KOH  4% (4,85%) dan larutan NaOH 2% (3,50%), nilai pH terbaik terdapat larutan KOH 3% (8,14) dan larutan NaOH 3% (8,01) dan viskositas laju alir pada larutan KOH 3% (36,50 mL/detik) dan larutan NaOH 3% (38,10 mL/detik). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rendemen tertinggi terdapat pada larutan KOH 5% dan larutan NaOH 3%.Kata Kunci: alkali, carrageenan, KOH, Kappaphycus alvarezii, NaOHABSTRACTSemi Refined Carrageenan is a carrageenan product with a lower level of purity compared to refined carrageenan. Semi Refined Carrageenan is flour extracted from Kappaphycus alvarezii type of seaweed, yellowish white in color, can form a gel so that it plays a very important role in the food and medicine industry. The aim of the study was to obtain the correct concentration of KOH and NaOH solvents in the extraction process of Kappaphycus alvarezii seaweed Semi Refined Carrageenan flour. The method used in this study is an experimental method, namely extracting Kappaphycus alvarezii using an alkaline solution of KOH and NaOH soaked for 4 minutes. The results obtained showed that the highest yield was found in 5% KOH solution (56.10%) and 3% NaOH solution (42.29%), water content in 5% KOH solution (15.45%) and 1% NaOH solution ( 16.50%), ash content of 4% KOH solution (4.85%) and 2% NaOH solution (3.50%), the best pH values were 3% KOH solution (8.14) and 3% NaOH solution (8 0.01) and the viscosity of the flow rate in 3% KOH solution (36.50 mL/second) and 3% NaOH solution (38.10 mL/second). From the results of the study, it can be concluded that the highest yield is found in 5% KOH solution and 3% NaOH solution.Keywords : alkali, carrageenan, KOH, Kappaphycus alvarezii, NaOH
Pemanfaatan Ekstrak Gracilaria sp. dari Perairan Pamekasan sebagai Antioksidan Ayu Nadila Insani; Hafiludin Hafiludin; Adyos Bobby Chandra
Juvenil Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v3i1.14783

Abstract

ABSTRAKRumput laut merupakan salah satu sumber daya alam hayati laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan memiliki peranan ekologis serta memiliki banyak manfaat, salah satunya yaitu sebagai antioksidan alami karena mengandung senyawa bioaktif yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas. Salah satu rumput laut yang berpotensi dikembangkan dalam bidang farmasi yaitu Gracilaria sp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan proksimat, kandungan bioaktif dan aktivitas antioksidan dari rumput laut Gracilaria sp. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: preparasi rumput laut, analisis proksimat, analisis fitokimia dan uji aktivitas antioksidan yang dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Laut, Universitas Trunojoyo Madura. Kandungan proksimat dari rumput laut Gracilaria sp. kaya akan kadar air dan abu dalam bentuk segar dan kering, sedangkan jumlah lemak dan proteinnya sangat rendah. Senyawa bioaktif dalam rumput laut Gracilaria sp. mengandung saponin, steroid dan fenol hidrokuinon.  Rumput laut Gracilaria  sp. mempunyai aktivitas antioksidan terbaik dengan pelarut metanol dengan IC50 sebesar 308,19 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumput laut Gracilaria sp. mempunyai potensi untuk dikembangkan dalam bidang farmakologi dan pangan fungsional. Kata Kunci: Antioksidan, bioaktif, Gracilaria sp. proksimat. ABSTRACTSeaweed is one of the marine biological natural resources that has high economic value and has an ecological role and has many benefits, one of which is as a natural antioxidant because it contains bioactive compounds that function to ward off free radicals. One of the seaweeds that has the potential to be developed in the pharmaceutical sector is Gracilaria sp. This study aimed to analyze the proximate content, bioactive content and antioxidant activity of seaweed Gracilaria sp. The research was carried out in several stages, namely: seaweed preparation, proximate analysis, phytochemical analysis and antioxidant activity tests carried out at the Marine Biotechnology Laboratory, University of Trunojoyo Madura. Proximate content of seaweed Gracilaria sp. rich in ash content in fresh and dry form, while the amount of fat and protein is very low. Bioactive compounds in seaweed Gracilaria sp. contains saponins, steroids and phenol hydroquinone. Seaweed Gracilaria sp. has the best antioxidant activity with methanol solvent with IC50 of 308,19 ppm. The results of this study indicate that the seaweed Gracilaria sp. has the potential to be developed in the fields of pharmacology and functional food.Keywords: Antioxidant, bioactive, Gracilaria sp., proximate.
Nilai Organoleptik (Sensori dan Bobot Tuntas) Produk Perikanan di Balai Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) Semarang Jawa Tengah Ike Hidhayatul Sholehah; Hafiludin Hafiludin
Juvenil Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v3i3.16855

Abstract

ABSTRAKProduk perikanan segar khususnya ikan mengalami kemunduran kualitas yang cepat sehingga ikan termasuk produk yang mudah rusak (high perishable food), karena kandungan air dan protein yang cukup tinggi yang sangat mendukung aktivitas mikroorganisme dan enzimatis dalam daging ikan sehingga dibutuhkan penanganan dan pengolahan yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) Semarang dari tanggal 5 Januari-7 Februari 2022 dengan tujuan menentukan mutu organoleptik pada produk hasil perikanan berupa udang segar, rajungan kaleng, dan ikan dalam kaleng (sarden). Parameter uji yang dilakukan terdiri atas sensori dan bobot tuntas. Nilai rata-rata sensori udang segar dan rajungan kaleng sama, yaitu 7,4; sedangkan pada ikan dalam kaleng (sarden) didapatkan nilai rata-rata lebih rendah yaitu 7,2. Semua sampel masih aman untuk dikonsumsi dengan nilai sensori di atas standar pada SNI 01-2728.1:2006 udang segar, SNI 6929:2016 rajungan kaleng, dan SNI 8222:2016 ikan dalam kaleng (sarden) yaitu minimal 7. Hasil bobot tuntas udang segar didapatkan sebesar 37,55%, rajungan kaleng sebesar 85,72%, dan ikan dalam kaleng (sarden) sebesar 55,84%. Nilai bobot tuntas pada ketiga sampel yang memenuhi syarat mutu yaitu ikan dalam kaleng (sarden) sesuai dengan SNI 8222:2016.Kata kunci: Udang segar, rajungan kaleng, sarden, sensori, bobot tuntasABSTRACTFresh fishery products, especially fish, experience rapid deterioration in quality so fish are highly perishable food products, due to the high water and protein content which strongly supports microorganism and enzymatic activity in fish meat, so proper handling and processing are required. This research was conducted at the Fisheries Product Quality Testing Center (BPMHP) Semarang from January 5-7 February 2022 to determine the organoleptic quality of fishery products in the form of fresh shrimp, canned crabs, and canned fish (sardines). The test parameters carried out consisted of sensory and complete weight. The average sensory value of fresh shrimp and canned crab was the same, namely 7.4; while in canned fish (sardines) the average value is lower, namely 7.2. All samples are still safe for consumption with sensory values above the standard in SNI 01-2728.1:2006 for fresh shrimp, SNI 6929:2016 canned crabs, and SNI 8222:2016 canned fish (sardines) which is at least 7. The result of the complete weight of fresh shrimp is obtained by 37.55%, canned crabs by 85.72%, and canned fish (sardines) by 55.84%. The complete weight value of the three samples that met the quality requirements, namely fish in cans (sardines) under SNI 8222:2016.Key words: Fresh shrimp, canned crabs, canned fish (sardines), sensory test, and complete weight test
Manajemen Pemberian Pakan Pada Pembesaran Ikan Lele Mutiara (Clarias gariepinus) di Karamba Tancap Balai Benih Ikan Pamekasan Layla Regita Cahyani; Hafiludin Hafiludin
Juvenil Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v3i2.15915

Abstract

 ABSTRAK Manajemen pemberian pakan merupakan faktor utama yang paling penting untuk menciptakan keberhasilan dalam suatu budidaya perikanan. Tujuan penelian ini adalah; (1) mengetahui tentang manajemen pemberian pakan pada pembesaran ikan lele mutiara di karamba tancap (FR, FCR, dan SR). (2) Mengetahui tentang kualitas air (suhu, DO, pH, dan kecerahan). Metode penelitian yaitu melakukan pemberian pakan, penimbangan sampel dan pengecekan kualitas air (pH, suhu, DO, dan kecerahan). Perlakuan pemberian pakan, dan pengecekan kualitas air dilakukan selama 22 hari, dan penimbangan sampel dilakukan selama 2 minggu sekali untuk menentukan FR. Hasil FR pada minggu pertama 960 g, dan minggu kedua 1.432 g. Nilai FCR selama kurang lebih 22 hari dengan FR 3% mencapai sebesar 1,05 dengan jumlah pakan yang dihabiskan mencapai 33 kg, nilai SR 99%. Hasil analisa kualitas air yaitu nilai rata-rata suhu pada pagi hari 29,3oC dan pada sore hari 29,4oC, nilai rata-rata DO pada pagi hari 8 ppm dan pada sore hari 8,2 ppm, nilai rata-rata pH pada pagi dan sore hari 8,1, kecerahan mendapatkan hasil 39 cm. Hasil analisa kualitas air pada karamba tancap pembesaran ikan lele mutiara memenuhi persyaratan SNI 7550 : 2009.Kata kunci: Manajemen pakan (FR, FCR, SR) dan kualitas air (DO, pH, suhu, kecerahan)ABSTRACTFeeding management is the most important main factor to create success in a aquaculture. The purpose of this study is; (1) knowing about feeding management on pearl catfish enlargement in karamba tancap (FR, FCR, and SR). (2) knowing about water quality (temperature, DO, pH, and brightness). The research method is to feed, weigh samples and check water quality (pH, temperature, DO, and brightness). Feeding treatment, and water quality checking was carried out for 22 days, and sample weighing was carried out once every 2 weeks to determine FR. The FR yield in the first week was 960 g, and the second week was 1,432 g. The FCR value for approximately 22 days with FR 3% reached 1.05 with the amount of feed spent reaching 33 kg, the SR value was 99%. The results of the water quality analysis were the average temperature value in the morning 29,3oC and in the afternoon 29,4oC, the average DO value in the morning was 8 ppm and in the afternoon it was 8,2 ppm, the average pH value in the morning and evening was 8,1, the brightness gets a result of 39 cm. The results of the water quality analysis on the karamba tancap enlargement of pearl catfish meet the requirements of SNI 7550: 2009. Keywords: Feed management (FR, FCR, and SR) and water quality (DO, pH, temperature and brightness) 
Pengaruh Perbedaan Ukuran Mata Jaring (Mesh Size) Terhadap Hasil Tangkapan Pada Perikanan Tangkap Jaring Insang (Gill Net) Di Perairan Desa Sedayulawas, Kabupaten Lamongan Fatkhatus Dwy Anggrayni; Muhammad Zainuri
Juvenil Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v3i3.17073

Abstract

ABSTRAKPenangkapan ikan dengan alat tangkap jaring insang (gill net) banyak digunakan oleh nelayan dikarenakan mudah dioperasikan dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan 2 ukuran mata jaring yaitu ukuran 1,5 cm dan 2 cm. Metode penelitian ini dilakukan dengan 10 kali pengulangan dengan lama perendaman jaring 6 jam, data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan uji paired sampel t-test untuk mengetahui pengaruh penggunaan mata jaring (mesh size) yang berbeda terhadap berat dan total hasil tangkapan. Pengoperasian jaring dengan mata jaring (mesh size) 1.5 cm selama 10 kali pengulangan mendapatkan berat total sebesar 9080 kg dan pada mata jaring (mesh size) 2 cm mendapatkan berat total sebesar 4719 kg dengan nilai probF sebesar 0,001 yang berarti ukuran mata jaring (mesh size) berpengaruh nyata terhadap berat total hasil tangkapan. Pengoprasian jaring insang dengan ukuran mata jaring (mesh size) 1,5 cm selama 10 kali pengulangan mendapat total individu hasil tangkapan sebanyak 423 ekor dan pada ukuran jaring (mesh size) 2 cm mendapatkan total hasil tangkapan sebanyak 222 ekor dengan nilai prob F sebesar 0.00033 yang berarti ukuran mata jaring (mesh size) memiliki pengaruh nyata terhadap hasil tangkapan.Kata kunci: Jaring insang, hasil tangkapan, ukuran mata jaringABSTRACTFishing with gill nets is widely used by fishermen because it is easy to operate and environmentally friendly. This study used 2 mesh sizes, namely 1.5 cm and 2 cm. This research method was carried out with 10 repetitions with a net immersion time of 6 hours, the data obtained were analyzed using a paired sample t-test to determine the effect of using different mesh sizes on the weight and total catch. The operation of the net with a mesh size of 1.5 cm for 10 repetitions got a total weight of 9080 kg and on a mesh size of 2 cm it got a total weight of 4719 kg with a probF value of 0.001 which means the mesh size ) had a significant effect on the total weight of the catch. The operation of gill nets with a mesh size of 1.5 cm for 10 repetitions got a total of 423 individual catches and a mesh size of 2 cm got a total catch of 222 fish with a prob value of 0.00033 which means that the mesh size has a significant effect on the catch.Keywords: gill nett, catch, mesh size.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Toleran Logam Berat Pb (Timbal) dan Cu (Tembaga) dari Sedimen Mangrove di Mangrove Tapak, Semarang Achmad Baharudin; Niniek Widyorini; Diah Ayuningrum
Juvenil Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v3i3.16368

Abstract

ABSTRAKEkosistem mangrove memiliki fungsi sebagai sedimen trap yang sering kali mengendapkan logam berat pada sedimen. Logam berat yang sering ditemukan pada sedimen mangrove yaitu logam Pb dan Cu. Logam ini juga ditemukan di ekosistem mangrove Tapak, Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bakteri toleran pada logam berat dengan mengisolasi bakteri dari sedimen mangrove, melakukan uji logam berat dan melakukan uji molekuler. Sedimen diambil dari ekosistem mangrove Tapak, pada 3 titik mengunakan metode coring modifikasi. Metode yang digunakan saat pengambilan sedimen adalah metode purpose sampling.  Penanaman bakteri dilakukan dengan metode pour plate dan streak plate. Isolasi dilakukan hingga didapatkan isolat tunggal murni. Isolat bakteri diidentifikasi dengan gen 16S rRNA menggunakan metode PCR. Hasil yang didapatkan 18 isolat bakteri dan terdapat 2 bakteri paling toleran logam berat, A1-b dan C1-a. Semua isolat bakteri merupakan gram positif dengan bentuk basil. Hasil identifikasi menunjukkan isolat A1.b memiliki kekerabatan terdekat dengan Bacillus tropicus. Hasil yang didapatkan ini selanjutnya dapat dilakukan penelitian untuk masa depan mengenai dapat yang ada terhadap kehidupan bakteri pada sedimen mangrove di kawasan mangrove Tapak.Kata kunci: Bakteri, Isolasi, Mangrove, Logam Berat.ABSTRACTThe mangrove ecosystem has a function as a sediment trap which often deposits heavy metals in the sediment. Heavy metals that are often found in mangrove sediments are Pb and Cu. This metal is also found in the Tapak mangrove ecosystem, Semarang. The purpose of this study was to determine the tolerant bacteria to heavy metals by isolating bacteria from mangrove sediments, conducting heavy metal tests and conducting molecular tests. Sediment was taken from the Tapak mangrove ecosystem, at 3 points using the modified coring method. The method used when taking sediment is a purpose sampling method.  Bacterial cultivation was carried out by pour plate and streak plate methods. Isolation was carried out until a single pure isolate was obtained. Bacterial isolates were identified by the 16S rRNA gene using the PCR method. The results obtained were 18 isolates of bacteria and there were 2 bacteria that were the most tolerant of heavy metals, A1-b and C1-a. All bacterial isolates were gram positive with bacilli form. The identification results showed that isolate A1.b had the closest relationship with Bacillus tropicus. The results obtained can then be carried out for future research regarding the presence of bacteria in mangrove sediments in the Tapak mangrove area.Keywords: Bacteria, Isolation, Mangroves, Heavy Metals.
Manajemen Kualitas Air Pada Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Di Balai Benih Ikan Teja Timur Pamekasan Putri Alfatika Indriati; Hafiludin Hafiludin
Juvenil Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v3i2.15812

Abstract

ABSTRAKKualitas air merupakan salah satu indikator yang sangat mempengaruhi keberhasilan pembenihan ikan. Ikan nila (Oreochromis   niloticus) merupakan jenis ikan yang sangat potensial dan memiliki toleransi tinggi terhadap perubahan lingkungan perairan. Penelitian ini dilakukan selama 22 hari mulai 3 Januari-2 Februari 2022, dengan tujuan untuk mengetahui manajemen kualitas air pada pembenihan ikan nila (Oreochromis niloticus) di Balai Benih Ikan (BBI) Teja Timur Pamekasan. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengukur parameter kualitas air yang meliputi derajat keasaman (pH), Dissolved Oxygen (DO), suhu dan kecerahan. Nilai rata-rata parameter kualitas air pada kolam 1 pembenihan ikan nila yaitu, nilai pH adalah 7,64, nilai DO adalah 8,5 mg/L, nilai suhu adalah 28,04°C dan nilai kecerahan berkisar 57 cm. Nilai rata-rata parameter kualitas air pada kolam 2 pembenihan ikan nila, yaitu nilai pH adalah 7,87, nilai DO adalah 8,62 mg/L, nilai suhu adalah 27,5°C dan nilai kecerahan berkisar 48,2 cm. Kualitas air pada kolam pembenihan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang diperoleh menyatakan bahwa hasil pengukuran parameter kualitas air di Balai Benih Ikan Teja Timur Pamekasan sudah sesuai dengan penelitian sebelumnya dan Standar Nasional Indonesia.Kata kunci: ikan nila, Oreochromis niloticus, kualitas air pembenihan ikan nila.ABSTRACTWater quality is one of indicators that greatly affects the success of fish hatcheries. Tilapia (Oreochromis niloticus) is a type of fish that has great potential and high tolerance for changes in the aquatic environment. This research was conducted for 22 days from Januari 3 to February 2, 2022 with the aim of knowing the management of water quality in tilapia hatchery at Balai Benih Ikan Teja Timur Pamekasan. The data collection method was carried out by measuring water quality parameters which included acidity (pH), Dissolved Oxygen (DO), temperature and brightness. The average value of the water quality parameters in the first tilapia hatchery pond is, the pH value is 7,64, the DO value is 8,5 mg/L, the temperature value is 28,04°C, and the brightness value is 57 cm. The value of the water quality parameters in the second tilapia hatchery pond is, the pH value is 7,87, the DO value is 8,62 mg/L, the temperature value is 27,5°C, and the brightness value is 48,2 cm. The quality of the water in the tilapia (Oreochromis niloticus) hatchery pond obtained states that the results of measuring water quality parameters at Balai Benih Ikan (BBI) Teja Timur Pamekasan are in accordance with previous research and the Indonesian National Standard.Keywords: tilapia fish, Oreochromis niloticus, water quality of tilapia hatchery
Aplikasi Skimmer Protein Dan Filter Ultraviolet Pada Performa Budi Daya Dan Kualitas Warna Ikan Badut (Amphiprion ocellaris) Margie Brite; Verli Dharmawati; Asmanik Asmanik; Tri Haryono
Juvenil Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v3i3.17164

Abstract

ABSTRAKBudi daya ikan badut (Amphiprion ocellaris) skala massal dalam wadah terkontrol dilakukan untuk meningkatkan produksi dengan aplikasi skimmer protein dan filter ultraviolet. Penggunaan skimmer protein dan filter ultraviolet untuk pemeliharaan ikan badut dilakukan dengan tujuan mengevaluasi pertumbuhan mutlak, kualitas warna, kepadatan bakteri dan perubahan kualitas air selama pemeliharaan ikan badut. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang dan berat mutlak ikan badut terbaik pada pemeliharaan dengan menggunakan skimmer protein dan filter ultraviolet. Kualitas warna ikan badut yang dipelihara menggunakan skimmer protein dan filter ultraviolet cepat berubah menjadi lebih merah gelap dan konsisten dipertahankan sampai selesai pemeliharaan. Kepadatan bakteri total, Vibrio pigmen kuning dan hijau berkurang dengan menggunakan skimmer protein dan filter ultraviolet. Fluktuasi kualitas air pemeliharaan ikan badut pada perekayasaan ini sangat besar dan tidak memenuhi persyaratan budi daya ikan-ikan laut karena baku mutu air laut diperairan Teluk Lampung yang telah menurun drastis kualitasnya. Kata kunci: ikan nemo, protein skimmer, UV filter, angka lempeng total, Vibrio, warnaABSTRACTMass scale culture of clownfish (Amphirion ocellaris) to enhance production with foam fractionator and ultraviolet filter was revealed. Application of foam fractionator and ultraviolet filter in clownfish study aimed to evaluate absolute growth, color quality, total bacterial density, and water quality fluctuations. Results showed that total length and body weight of clownfish high performance with applied foam fractionator and ultraviolet filter. Color quality of clownfish with foam fractionator and ultraviolet filter drastically change to dark red and endure consistently within study. Vibrio total with yellow and green pigment reduce with application of foam fractionator and ultraviolet filter. High water quality fluctuations in clownfish culture and not suitable for mariculture requirement due to reducing Lampung Bay water quality.Keywords: anemone fish, protein skimmer, UV filtration, total plate number, Vibrio, color  

Page 11 of 28 | Total Record : 276