cover
Contact Name
Ary Purmadi
Contact Email
jtp@ikipmataram.ac.id
Phone
+6281917931525
Journal Mail Official
jtp@undikma.ac.id
Editorial Address
Jl. Pemuda No. 59 A Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran
ISSN : 25030620     EISSN : 26561417     DOI : https://doi.org/10.33394
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran is scientific journal published by Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA). It has been published since 2016 with ISSN: 2656-1417 (Online) and ISSN: 2503-0620 (Print). JTP contains scientific articles from research and critical review in Education, Teaching and Learning which include : Learning Media, Multymedia, E-learning, Curriculum, Educational Technology, Learning Technology, Learning Design, Assessment, Development, Management, & Learning Evaluation. Language used in this journal are Bahasa and English (Preferred). JTP is available for free (open access) to all readers.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 1 Nomor 1 April Tahun 2016" : 10 Documents clear
PENGGUNAAN PEMBELAJARAN INDIVIDUAL MODEL PERTEMUAN KELAS DALAM MENUNTASKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII-C PADA MATA PELAJARAN IPS-EKONOMI POKOK BAHASAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN DI MTs YUSUF ABDUSSATAR KEDIRI LOMBOK BARAT Restu Wibawa
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Volume 1 Nomor 1 April Tahun 2016
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v1i1.587

Abstract

Pembelajaran IPS-Ekonomi di MTs Yusuf Abdussatar masih rendah khususnya pada pokok bahasan permintaan dan penawaran, hal ini dikarenakan siswa kurang memahami maksud soal dan kelemahan siswa adalah mengenai BAB hitung-hitungan dalam ekonomi Pembelajaran individual dapat diberikan pada pokok bahasan permintaan dan penawaran karena memiliki cakupan materi sesuai dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat membuat kurva ataupun soal cerita bisa didapatkan dari siswa itu sendiri, sehingga siswa dapat mengolahnya sesuai dengan cara siswa sendiri dalam memahami materi tersebut, sedangkan guru hanya menjadi fasilitator. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dokumentasi dan wawancara. Adapun analisa data yang digunakan oleh peneliti adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk memperoleh data dari hasil penelitian yang dilakukan. Berdasarkan analisis data yang diperoleh pada siklus I, pada pokok bahasan permintaan, persentase ketuntasan yang diperoleh siswa kelas VIII-C di MTs. Yusuf Abdussatar sebesar 81,25% dengan nilai rata-rata sebesar 69,37 dari 32 siswa yang mengikuti pembelajaran dan evaluasi hasil belajar, akan tetapi yang tuntas sebanyak 26 orang. Hasil persentase pada siklus I belum mencapai ketuntasan belajar klasikal yang diharapkan yaitu > 85%. Dari hasil evaluasi siklus II dengan pokok bahasan penawaran, maka diperoleh persentase ketuntasan sebesar 93,75% dengan nilai rata-rata sebesar 80,62 dari 32 siswa meningkat dari siklus I yakni 81,25% dengan nilai rata-rata sebesar 69,37 dari 32 siswa
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DENGAN PEMBERIAN BALIKAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 1 PRAYA TENGAH M. Najamuddin
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Volume 1 Nomor 1 April Tahun 2016
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v1i1.603

Abstract

Dalam kegiatan pembelajaran tentunya guru dituntut untuk lebih kreatif supaya tujuan yang yang diharapkan tercapai, kreatifitas guru dalam proses pembelajaran diperlukan untuk menyampaikan materi salah satunya memperhatikan metode yang digunakan dalam membelajaran, metode pembelajaran pemberian balikan adalah cara guru untuk membelajarkan anak didik melalui kegiatan pemberian balikan yang dilakukan antara guru dengan anak didik atau antara anak didik. Pemberian balikan dapat dikembangkan dalam pembelajaran dalam bentuk simbol: pemberian informasi guru kepada siswa secara tertulis yang dituangkan pada lembar jawaban hasil kerja siswa dalam mengerjakan tes atau latihan, dengan memberikan tanda benar (B) pada jawaban yang benar, dan memberikan tanda salah (S) pada jawaban yang salah tanpa memberikan keterangan apapun. Ekspositorik: pemberian informasi guru kepada siswa secara tertulis yang dituangkan pada lembar jawaban hasil kerja siswa dalam mengerjakan tes atau latihan, yaitu dengan memberikan tanda benar (B) pada jawaban yang benar, dan memberikan tanda salah (S) pada jawaban yang salah dan sekaligus memberi penjelasan singkat/terperinci atas kesalahannya dan petunjuk perbaikan serta buku sumber acuannya agar siswa dapat memperbaiki kekurangannya dan kesalahannya yang telah diperbuatnya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan proses belajar mengajar dengan metode pemberian balikan, dan tes formatif. serta metode wawancara sebagai metode pelengkap, penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan rumus Product Moment. Melalui hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran penemuan terbimbing memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 68,18%, 77,27%, dan 86,36%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pengembangan pembelajaran dengan pemberian balikan terhadap hasil belajar IPS kelas V di SDN 1 Praya Tengah Tahun Pelajaran 2011/2012.Kata Kunci : Pengembangan Pembelajaran, Pemberian Balikan
EVALUASI CIPP (CONTEXT INPUT PROCESS PRODUCT) PENERAPAN KURIKULUM SMK Baysha, Muh. Husen; Puji Astuti, Endah Resnandari
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Volume 1 Nomor 1 April Tahun 2016
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v1i1.599

Abstract

Penerapan kurikulum di SMK mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan penelitian mengidentifikasi penerapan kurikulum menggunakan pendekatan evaluasi model IPP (Input, Process, dan Product). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penentuan sumber data menggunakan metode sampel bertujuan (purposive sampling). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data melalui cara: (1) reduksi data (2) penyajian data (3) verifikasi data. Keabsahan data yang diperoleh dari penelitian ini maka digunakan data triangulation. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kualitas penerapan kurikulum tergolong baik berdasarkan hasil evaluasi IPP (Input, Process dan Product). (2) Terdapat kesulitan-kesulitan penerapan kurikulum berdasarkan hasil evaluasi IPP (Input, Process dan Product). Kesulitan-kesulitan penerapan kurikulum tidak begitu signifikan dan masih dapat ditanggulangi dan diatasi baik oleh pihak sekolah. (3) Tingkat kesulitan penerapan kurikulum tergolong tinggi berdasarkan hasil evaluasi IPP (Input, Process dan Product). Namun masih dapat ditanggulangi dan diatasi baik oleh pihak sekolah.Kata Kunci : Evaluasi CIPP, Kurikulum, SMK
PENGARUH TEKNIK SOSIODRAMA TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI SISWA MA NURUL ISHLAH NW BELEKA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Endriani, Ani
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Volume 1 Nomor 1 April Tahun 2016
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v1i1.604

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik sosiodrama terhadap rasa percaya diri siswa kelas VII MA Nurul Ishlah NW Beleka Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah. Adapun jenis eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experimental Design (Nondesign) atau eksperimen tidak murni, dan salah satu bentuk eksperimennya adalah One- Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa. Siswa MA yang memiliki kepercayaan diri rendah, dan sampel yang digunakan adalah 15 orang siswa yang mengalami masalah setelah dilakukan Pre-test. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket sebagai metode pokok, dokumentasi dan observasi sebagai metode pelengkap. Untuk menganalisis data menggunakan rumus t-test. Hasil penelitian yaitu : nilai t hitung sebesar 16,78 dan kemudian dikonsultasikan dengan nilai t dalam tabel dengan db (N-1) = (15-1) = 14 dengan taraf signifikansi 5% =2,144 dengan demikian nilai t hitung lebih besar daripada nilai t pada tabel (16,78 > 2,144),) sehingga dapat disimpulkan “ Signifikan”. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Maka kesimpulan analisis dalam penelitian ini adalah ada pengaruh tekhnik sosiodrama terhadap kepercayaan diri siswa MA Nurul Ishlah NW Beleka Praya Timur Lombok Tengah tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : Tekhnik Sosiodrama, Kepercayaan Diri.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGINGAT SISWA Jaya, Indra; Jumailiyah, Jumailiyah; Suhadi AR, Muhammad
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Volume 1 Nomor 1 April Tahun 2016
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v1i1.600

Abstract

Rumusan Masalah dalam penelitian ini yaitu: Apakah Efektivitas Penggunaan Metode Gallery Walk Dalam Meningkatkan Kemampuan mengingat Siswa Pada Mata Pelajaran TIK Kelas IX SMP Muhammadiyah Mapin Kabupaten Sumbawa Tahun Pelajaran 2013/2014 ?”. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka Tujuan Penelitian adalah Ingin Mengetahui Efektivitas Penggunaan Metode Gallery Walk Dalam Meningkatkan Kemampuan mengingat Siswa Pada Mata Pelajaran TIK Kelas IX SMP Muhammadiyah Mapin Kabupaten Sumbawa Tahun Pelajaran 2013/2014.” Teknik penentuan dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling dengan jumlah sampel 46 siswa. Metode pokok pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes sebagai pokok dan metode dokumentasi sebagai metode pelengkap. Untuk menganalisis data menggunakan uji statistik dengan rumus t-test. Hasil analisis data dan pembahasan pada bab IV dapat disimpulakan bahwa Ada Efektivitas Penggunaan Metode Gallery Walk Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengigat Siswa Pada Mata Pelajaran TIK Kelas IX SMP Muhammadiyah Mapin Kabupaten Sumbawa Tahun Pelajaran 2013/2014. Sehingga dapat dilihat dari hasil penelitian yaitu: nilai thitung sebesar 8,515 dan nilai ttabel pada taraf signifikan 5% dengan db=45 adalah 2,014 atau (8,515>2,014). Kenyataan ini menunjukan bahwa nilai thitung yang diperoleh dalam penelitian ini lebih besar daripada ttabel, dengan demikian Ha yang berbunyi Ada Efektivitas Penggunaan Metode Gallery Walk Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengigat Siswa Pada Mata Pelajaran TIK Kelas IX SMP Muhammadiyah Mapin Kabupaten Sumbawa Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata kunci : Metode Gallery Walk, Kemampuan Mengingat.
PEMANFAATAN PUSAT SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Imam Subqi
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Volume 1 Nomor 1 April Tahun 2016
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v1i1.605

Abstract

Learning Resource Centre has an important role in fostering quality learning outcomes. The learning process that occurs in the institutions of education and training is no longer possible to do with a lot of "feeding" the participants of his protégé. Learners must actively seeking information that is required, while the teacher (teacher or instructor) are obligated to give referrals, example and encouragement. In addition the demands will be the flexibility and leeway time and place to learn the longer. Information sources diversified need identified, prepared, developed, and utilized to facilitate the occurrence of the learning process. For that reason then organizing learning resources become large enough, especially in his position as a suport system in learning systems. Managing and organizing learning resources in an educational institution can be realized in the form of a learning resource center (PSB) with strategic measures in support of quality learning outcomes.Keywords : Utilization, learning resources and Learning Center\
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI TATA CARA SHOLAT UNTUK KELAS II SEKOLAH DASAR Zinnurain Zinnurain
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Volume 1 Nomor 1 April Tahun 2016
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v1i1.584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan multimedia pembelajaran PAI materi tata cara sholat yang layak digunakan untuk siswa kelas II Sekolah Dasar ditinjau dari aspek materi, pembelajaran, tampilan dan pemrograman; (2) mengetahui respons siswa; dan (3) mengetahui efektifitasnya dalam pembelajaran. Penelitian ini adalah research and development (R&D) yang meliputi tahap: (1) analisis kebutuhan, (2) desain pembelajaran, (3) pengembangan produk, dan (4) evaluasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 29 siswa kelas II SD Negeri Samirono, Sleman, Yogyakarta. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Produk multimedia pembelajaran PAI materi tata cara sholat ini layak atau valid. Penilaian multimedia pembelajaran dari aspek materi, pembelajaran, tampilan dan pemrograman berkategori sangat baik. (2) Respon siswa terhadap multimedia yang dikembangkan sangat baik. (3) Keefektifan multimedia pembelajaran yang dikembangkan termasuk dalam kategori “tinggi”. Hasil tersebut menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran pendidikan agama Islam materi tata cara sholat yang dikembangkan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan ajar dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di kelas II sekolah dasar.
PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE TSTS BERORIENTASI KULTUR KEPESANTRENAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA KELAS VII Lalu Jaswandi
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Volume 1 Nomor 1 April Tahun 2016
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v1i1.601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran aritmetika sosial dengan model pembelajaran kooperatife tipe TSTS berorientasi kultur kepesantrenan yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan menggunakan model Plomp yang dimodifikasi menjadi empat tahap, yaitu: (1) investigasi awal, (2) desain, (3) realisasi dan konstruksi, dan (4) tes, evaluasi, dan revisi. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi: silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Bahan ajar (BA), dan Tes Kemampuan Komunikasi Matematika (TKKM). Subjek pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Islam Roudlotus Saidiyyah Semarang semester genap Tahun Pelajaran 2013/2014. Implementasi perangkat ini menghasilkan (1) nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematika kelas eksperimen 75,74 dari KKM 65, (2) nilai rata-rata angket i`timadu ala-annafsi (kemndirian) 65,5, rata-rata hasil pengamatan maharatu alkalamu (keterampilan komunikasi) 39,35, pengaruh i`timadu ala-annafsi dan maharatu alkalamu terhadap kemampuan komunikasi matematika sebesar 82,2%, dan (3) rata-rata peningkatan kemampuan komunikasi kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 0,56 dan 0,25. Uji beda rata-rata peningkatan menunjukkan rata-rata peningkatan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas eksperimen lebih baik dari siswa kelas kontrol.Kata Kunci : Kooperatif TSTS, Pesantren, Matematika.
STUDI EVALUASI EFEKTIVITS PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SEKOLAH TINGGI ISLAM TARBIYAH (STIT) PALAPA NUSANTARA Agus Jayadi
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Volume 1 Nomor 1 April Tahun 2016
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v1i1.606

Abstract

Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah dengan teknik wawancara, angket, observasi dan dokumentasi kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik deskeriftif kuantitatif dan prosentase. Hasil analisis kemudian dibandingkan dengan kriteria keberhasilasn dan selanjutnya dijadikan dasar untuk mengambil keputusan. Evaluasi ini terdiri dari lima komponen yaitu :1). System Assesment, 2). Program Planning, 3). Program Implementation, 4). Program Improvement, 5). Program Certification. 1) System Assessment, meliputi aspek kebijakan pemerintah, visi, misi, tujuan program dan kebutuhan mahasiswa 2) Program Planning, meliputi a). kemampuan pembimbing dalam membimbing mahasiswa yang diperoleh dari guru pamong sebesar 73.23% angka tersebut menunjukkan tingkat kemampuan dosen pembimbing dalam membimbing mahasiswa PPL dapat di kategori tinggi atau cukup mampu. Sedangkan data yang di peroleh dari mahasiswa menunjukkan angka sebesar 66.62%, angkat tersebut dapat di kategori tinggi atau cukup mampu. b). kemampuan guru pamong dalam membimbing mahasiswa PPL dapat di tunjukkan dalam angka sebesar 70.23%, angka tersebut menunjukkan tingkat kemampuan guru pamong dalam membimbing mahasiswa di kategorikan tinggi atau cukup mampu. Sementara data yang menunjukkan kemampuan guru pamong yang di peroleh dari mahasiswa sebesar 56.12% atau di kategorikan tinggi atau cukup mampu, dari hasil secara keseluruhan dapat di nilai cukup mampu.c). kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan indikator-indikator yang harus di kuasai selama pelaksanaan PPL. Data yang di peroleh dari guru pamong menunjukkan tingkat kemampuan mahasiswa sebesar 60.00%, angka tersebut dapat di kategorikan rendah.Sementara data yang di peroleh dari dosen pembimbing menunjukkan tingkat kemampuan mahasiswa sebesar 59.00% atau dapat di kategorikan rendah.Dari angka keseluruhan dapat di simpulkan baha hasil penilaian yang di peroleh dari dua responden kemampuan mahasiswa di kategorikan rendah. d). sarana dan prasarana yang ada di kampus dan di sekolah tempat pelaksanaan PPL berlangsung secara rinci menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan penyediaan sarana dan prasarana yang ada di kampus STIT Palapa Nusantara sebesar 56.81% dan prosentase ini mendekati kategori tinggi. Sedangkan hasil observasi yang di lakukan di sekolah tempat pelaksanaan PPL berlangsung sebesar 44.66%, prosentase ini mendekati kategori rendah. 3). Program Implementation. terdiri dari : (a). Sistem rekrutmen mahasiswa (b). Sistem rekrutmen dosen pembimbing, (c). Teknik sosialisasi program, perekrutan sekolah dan MOU. 4). Program Imvropment. Proses pelaksanaan PPL1) mempersiapkan surat menyurat kesekolah, menentukan dosen pembimbing, mengkordinirmahasiswa memberikan pembekalan. 5).Program Certification, tingkat ketercapaian tujuan PPL diperoleh sebesar 60% dan 40%nya masih dikatakan belum tercapai.Kata Kunci : Evaluasi, PPL.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK BERPENDIDIKAN TK DENGAN TIDAK BERPENDIDIKAN TK PADA KELAS III DI SD NEGERI 7 KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT Ilis Nasliah
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Volume 1 Nomor 1 April Tahun 2016
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v1i1.602

Abstract

Adanya perbedaan latar belakang siswa yang berasal dari TK dan bukan dari TK, hal ini setidaknya akan membawa konsekwensi perbedaan cara pandang siswa terhadap temannya, sehingga terjadilah pengelompokan-pengelompokan teman bergaul yang pada prinsipnya sangat tidak diharapkan. Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah ada perbedaan kemampuan berinteraksi sosial antara siswa yang berpendidikan TK dengan siswa yang tidak berpendidikan TK pada kelas III di SDN 7 Kediri. Dengan tujuan penelitian, mengetahui perbedaan kemampuan berinteraksi sosial antara siswa yang berpendidikan TK dengan yang tidak berpendidikan TK pada kelas III di SDN 7 Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan penentuan subjek adalah menggunakan populasi, Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, sedangkan untuk analisis menggunakan analisis statistik. Dari analisis menunjukkan t hasil analisis diperoleh 0,36, sedangakan t tabel 13,8. ini berarti hipotesis yang berbunyi ” Terdapat perbandingan yang signifikan antara kemampuan interaksi sosial siswa yang berpendidikan TK dengan yang tidak berpendidikan TK kelas III di SDN No. 7 Kediri Tahun Pelajaran 2008/2009”, ditolak. Sedangkan hipotesis nihil yang berbunyi ”Tidak ada perbandingan yang signifikan antara kemampuan interaksi sosial siswa yang berpendidikan TK dengan yang tidak berpendidikan TK kelas III di SDN No. 7 Kediri Tahun Ajaran 2008/2009”, diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Tidak ada perbandingan yang signifikan antara kemampuan interaksi sosial siswa yang berpendidikan TK dengan yang tidak berpendidikan TK kelas III di SDN 7 Kediri Tahun Ajaran 2008/2009”.Kata Kunci : Interaksi Sosial, TK

Page 1 of 1 | Total Record : 10