cover
Contact Name
Ryandi
Contact Email
studiasosiareligia@uinsu.ac.id
Phone
+6285336892787
Journal Mail Official
studiasosiareligia@uinsu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pancing Medan, Pasar V Medan Estate» Tel /fax : 0616622925 /
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Studia Sosia Religia: Jurnal Studi Agama-Agama
ISSN : -     EISSN : 26222019     DOI : http://dx.doi.org/10.51900/ssr.v3i1
Core Subject : Religion,
Studia Sosia Religia: Jurnal Studi Agama-Agama memuat artikel yang berasal dari hasil penelitian studi agama dalam ragam lingkup kajian meliputi perbandingan agama, sejarah agama, agama dan politik, sosiologi agama, antropologi agama, agama dan isu-isu kontemporer, hubungan antaragama, toleransi agama, pluralisme, multikulturalisme, perdamaian dan kekerasan dalam agama.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020)" : 6 Documents clear
MAHABBAH MENURUT SUFISME DAN CINTA KASIH MENURUT BIBLE Abrar M. Dawud Faza; Ramdayani Harahap
Studia Sosia Religia Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v3i2.8881

Abstract

AbstrakMakhluk Allah yang paling sempurna adalah manusia karena diberikan akal, pikiran serta nafsu. Manusia juga diberikan fitrah oleh Allah, salah satunya mencintai atau dicintai (mahabbah) ialah yang dikenal istilah dalam Islam. yaitu cinta yang mendalam seorang hamba kepada Allah. Cinta kasih menurut keyakinan Kristen adalah dapat diungkapkan dalam berbagai cara, seperti belas kasih, kesetiaan, dan kebaikan, karena cinta kasih suatu keutamaan yang khusus menurut kaum Kristiani yang ingin mengikuti Tuhan.  Mengkaji mahabbah dan cinta kasih ini bisa menambah wawasan dan meningkatkan keimanan seseorang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pendekatan teologi ialah pendekatan yang cendrung normatif dan subjektif terhadap agama atau disebut juga dengan pendekatan kewahyuan yang bersumber dari kitab-kitab suci, yang mana kitab suci Alquran menjelaskan tentang mahabbah dan cinta kasih di dalam bible. Dari penelitian ini peneliti mengetahui konsep mahabbah menurut para sufi seperti Rabiatul adawiyah yang menerapakn cintanya hanya kepada Allah dan menutup cintanya kepada yang lain. Dan cinta kasih ini menjelaskan tentang pengorbankan Yesus yang mana Yesus mengorbankan dirinya untuk menebus dosa manusia. Mahabbatullah merupakan derajat tertinggi dari seluruh maqom spritual. Sedangkan dalam dunia Kristen cinta kasih merupakan tolak ukur yang paling menetukan, karena banyak merebut perhatian, yang harus diberikan pada cinta.Kata Kunci: Mahabbah, Sufisme, Cinta Kasih, Bible Abstract        Humans are perfect creatures created by God in terms they have intellect and lust.  Allah also gave his nature "fitrah" to humans, such as loving and being loved or called "mahabbah" in Islamic terms.  "Mahabbah" is the sincere affection of a servant for his creator, "Allah."  According to Christian belief, affection can be expressed in various ways, including compassion, loyalty, and kindness because affection is a priority that must be present in humans who want to follow their God. Discussing mahabbah and affection can enhance our insight and faith.  In this study, the researcher used the qualitative method with a theological approach that tended to be normative and subjective towards religion or it could also be called the revelation approach that came from the Qur'an, which explained about mahabbah and affection in the Bible. From the study, the researcher knew the concept of mahabbah based on some Sufi views, such as Rabiatul Adawiyah who only gave all his love to Allah the Almighty, and did not love anyone else, except Allah the Almighty. The affection contained in this story illustrates the sacrifice of Jesus where Jesus was willing to sacrifice himself to redeem for the sins of humankind. Mahabatullah is the highest level of spiritual grade (maqoom) while in Christianity; affection is the most decisive measure because it grabs attention that should be given to love.Keywords: Mahabbah, Sufism, Love, Bible
KONSEP AGAMA-AGAMA DALAM MEMBINA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA kamaluddin kamaluddin
Studia Sosia Religia Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v3i2.8875

Abstract

AbstrakApabila penganut agama memahami secara baik dan benar agama yang dianutnya, dan diamaalkannya pula dengan baik dan benar ajaran agama tersebut, maka sudah dapat dipastikan kerukunan antar umat beragama dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sebaliknya bila pola keberagamaan umat masih bersifat formalisme yang kering dengan nilai-nilai spiritual dan moralis, bukan tidak mungkin agama menjadi salah satu faktor yang mendorong terajdinya komplik di tengah- tengah masyarakat. Kata Kunci: Agama, Membina, Kerukunan dan Umat. AbstractIf religious followers understand the religion they adhere to properly and correctly, and practice the teachings of that religion properly, then it is certain that harmony between religious communities can be realized in the life of society and the state. In fact, if the religious pattern of the ummah which is formalism is dry with spiritual and moral values, it is not impossible that religion will become one of the factors that encourage the existence of complications in society. Keywords: Religion, Fostering, Harmony and People.
PANDANGAN ISLAM DAN KRISTEN TERHADAP PENCIPTAAN ALAM Adenan Adenan; Iprohul Fadilah Batubara
Studia Sosia Religia Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v3i2.8882

Abstract

AbstrakKonsep penciptaan alam menurut Islam dan Kristen dan juga agama-agama lainnya, didalam ajaran Islam ketika Alquran menyebutkan alam semesta, Alquran tidak membahasnya secara detail, Alquran hanya membahas garis besarnya saja karena Alquran bukanlah ilmu pengetahuan kosmologi dan buku-buku yang membahas tentang penciptaan alam sebagaimana yang disebutkan penciptaan alam mempunyai enam tahapan. Adapun penciptaan ini tidaklah jauh berbeda dengan Kristen, didalam Kristen dikatakan penciptaan alam terjadi dalam beberapa fase, dalam meneliti penciptaan alam ini bisa menambah wawasan dan meningkatkan keimanan seseorang, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan teologi ialah pendekatan yang cenderung normative dan subjektif terhadap agama atau disebut juga dengan pendekatan kewahyuan yang bersumber dari kitab-kitab suci tentang penciptaan alam didalam Alquran dan Alkitab. Didalam penciptaan alam menurut Islam dan Kristen sama-sama menciptakan alam dalam enam hari. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk memahami penciptaan alam menurut Alquran dan Bibel gunanya untuk menambah wawasan dalam studi comparative dalam penciptaan alam menurut Alquran dan Bibel.Kata kunci: pandangan, Islam, Kristen, penciptaan, alam.AbstractThe concept of natural creation according to Islam and Christianity as well as other religions, in Islamic teachings when the Koran mentions the universe, the Koran does not discuss it in detail, the Koran only discusses the outline because the Koran is not a science of cosmology and books that discuss the creation of nature as mentioned the creation of nature has six stages. This creation is not much different from Christianity, in Christianity it is said that the creation of nature occurs in several phases, in examining the creation of this nature it can add insight and increase one’s faith. This research uses quantitative methods with theological approaches, which tend to be normative and subjuctive towards religion or it is also clled a revelatory approach that comes from the holy books about the creation of nature in the Koran and the Bible. In the creation of nature according to Islam and Christiany both created nature in six days. The purpose of this research is to understand the creation of nature according to the Koran dan the Bible, and to add insight in comparative studies in the creation according to the Koran an the Bible.Keywords: view, Islam, Christiany, creation, nature.
INTER-FAITH BELIEVER’S CONFLICTS AND ITS SOLUTIONS IN NORTH SUMATRA INDONESIA Arifinsyah Arifinsyah
Studia Sosia Religia Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v3i2.8876

Abstract

AbstractThe aim of this study is to find out the root of the conflict and its solution proposed by the religious leaders to maintain the harmony among religious believers. After conducting a qualitative research, the results show that the conflict in this region is more dominant coming from the economic resources, not because of religious teachings. Besides, they are also caused by the behaviour of the believers concerning to religious cultural identity but they are relatively small. The solutions given  by the leaders indicate that (1) building up the commitment of togetherness among the leaders, (2) the support of the public leaders in mediating the conflicting believers, (3) the multiple  role of the leaders in socializing the universal values of the religious teaching and the local wisdom, and (4) doing inter-faith and inter-ethnic dialogues among the believers honestly, openly, respectively. By doing these, the excellence and the national harmony in north Sumatera will come true.Keywords: inter-faith believer’s conflicts, national harmonyAbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui akar dari konflik dan solusi yang diajukan oleh para pemuka agama untuk menjaga kerukunan umat beragama. Setelah dilakukan penelitian kualitatif, didapatkan hasil bahwa konflik di wilayah ini lebih dominan bersumber dari sumber daya ekonomi, bukan karena ajaran agama. Selain itu, juga disebabkan oleh perilaku pemeluk agama yang terkait dengan identitas budaya agama namun relatif kecil. Solusi yang diberikan oleh pemimpin menunjukkan bahwa (1) membangun komitmen kebersamaan antar pemimpin, (2) dukungan pemimpin masyarakat dalam memediasi konflik pemeluk agama, (3) peran ganda pemimpin dalam mensosialisasikan nilai-nilai universal. tentang ajaran agama dan kearifan lokal, dan (4) melakukan dialog antaragama dan antaretnis antar umat beriman secara jujur, terbuka, masing-masing. Dengan demikian akan terwujud keunggulan dan kerukunan bangsa di Sumatera Utara.Kata Kunci : Konflik Antar Umat Beragama, Kerukunan Bangsa
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN Wirman, Wirman
Studia Sosia Religia Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v3i2.8877

Abstract

AbstractThe Covid-19 pandemic has changed various aspects of human life in a special world in Indonesia. One aspect that plays a role is the impact of the 19th world, namely the world of education. Education is a basic element in a country that can develop that country. Disorders that occur in the process of direct learning between students and teachers, now turn to distance learning. Online learning is the most effective solution in this pandemic. Covid-19 Pandemic. In a pandemic that requires students to study at home, they need to be in accordance with the needs of the facilities and the ability of parents to provide learning facilities for every student in Indonesia.Keywords: Pandemic, Covid-19, LearningAbstrakPandemi Covid-19 telah mengubah  berbagai  aspek  kehidupan manusia di dunia khususnya di Indonesia.Salah satu  aspek yang terkena dampak akibat Covid-19 yaitu dunia pendidikan.Pendidikan merupakan elemen dasar  dalam  suatu  Negara  yang  dapat membangun Negara tersebut. Gangguan yang terjadi dalam proses pembelajaran secara langsung antara siswa dan guru, kini beralih ke dalam situasi belajar jarak jauh. Pembelajaran online menjadi solusi paling efektif pada masa pandemik ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui situasi belajar pada masa Pandemi Covid-19.Di masa pandemi yang mengharuskan siswa belajar di rumah perlu di evaluasi sesuai dengan kondisi setempat mengingat fasilitas dan kemampuan orang tua dalam memberikan fasilitas pembelajaran online berbeda kepada setiap siswa di Indonesia.Kata Kunci: pandemic, Covid-19, Pembelajaran
ORIENTASI NILAI BUDAYA BATAK TOBA, ANGKOLA DAN MANDAILING DALAM MEMBINA INTERAKSI DAN SOLIDARITAS SOSIAL ANTAR UMAT BERAGAMA DI TAPANULI UTARA (ANALISIS SOSIOLOGIS) Harisan Boni Firmando
Studia Sosia Religia Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v3i2.8879

Abstract

AbstrakMasyarakat yang beragam sangat perlu dirawat keharmonisannya agar tidak menimbulkan kecurigaan, perbedaan pandangan yang mengarah pada kesalahpahaman, pertentangan dan berujung pada konflik. Sistem Kemasyarakatan Dalihan na tolu yang diorientasikan dalam nilai budaya masyarakat Batak Toba, Angkola dan Mandailing menjadi modal utama dalam membina interaksi dan solidaritas sosial antar umat beragama. Terjadinya silang budaya melalui adaptasi, akulturasi dan asimilasi antara masyarakat lokal dan pendatang menjadi cara dalam membina interaksi dan solidaritas social antar umat beragama di Tapanuli Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan observasi dan wawancara. Unit analisis dan informasi adalah masyarakat lokal dan pedatang. Data ditafsirkan menggunakan catatan lapangan. Kata Kunci : Nilai Budaya, Interaksi, Solidaritas Sosial Abstract   Diverse society really needs to be maintained harmony so as not to arouse suspicion, differences in views that lead to misunderstanding, conflict and lead to conflict. The Dalihan na tolu Community System which is oriented in the cultural values of the Batak Toba, Angkola and Mandailing communities is the main capital in fostering interaction and social solidarity between religious communities. The occurrence of cross culture through adaptation, acculturation and assimilation between local people and migrants is a way to foster interaction and social solidarity between religious communities in North Tapanuli. The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach. Data collected by observation and interview. The unit of analysis and information is the local and migrant communities. Data are interpreted using field notes. Keywords : Cultural Values, Interaction, Social Solidarity

Page 1 of 1 | Total Record : 6