cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2023)" : 17 Documents clear
Analyzing Students' Mathematical Communication Ability in Solving Numerical Literacy Problems Annisa Rahmawati; Yus Mochamad Cholily; Zukhrufurrohmah Zukhrufurrohmah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.118 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1938

Abstract

AbstrakMasih perlu ditingkatnya kemampuan komunikasi matematis siswa, menunjukkan bahwa perlu adanya analisis yang baik dan tepat untuk merancang langkah perbaikan yang efektif. Analisi kemampuan komunikasi matematis dapat memberikan deskripsi yang jelas berkaitan dengan kemampuan komunikasi matematis siswa. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal berciri literasi numerasi. Subjek penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Pasrujambe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes tulis dan lembar pertanyaan tes lisan. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan dan tahap akhir. Teknik analisis data dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian diperoleh 4 kategori, antaralain: siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tulis sedang dan komunikasi matematis lisan tinggi, siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tulis sedang dan komunikasi matematis lisan sedang, siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tulis rendah dan komunikasi matematis lisan sedang, serta siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tulis rendah dan komunikasi matematis lisan rendah. AbstractThe necessity to improve students' mathematical communication skill indicates that a good and appropriate analysis is required to design effectively corrective measures. An analysis of mathematical communication skills could provide convinced descriptions related to students' mathematical communication abilities. Therefore, the purpose of this study was to describe students' mathematical communication abilities in solving numerical literacy questions. The participants of this study were six students of class VIII-B of SMP Negeri 1 Pasrujambe. The method used was a qualitative approach, specifically descriptive research. This study utilized written test sheets and oral test question sheets. This study was conducted through the stages of planning, executing, and finalizing stage. The data analysis technique was divided into three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study obtained 4 categories, including students with moderate written mathematical communication skills and high oral mathematical communication, students with moderate written mathematical communication skills and moderate oral mathematical communication skills, students with low written mathematical communication skills and moderate oral mathematical communication  as well as students with low written mathematical communication skills and low oral mathematical communication skills. 
KR-Heuristic Learning: Strategies to Develop Mathematical Lateral Thinking Skills for Gifted Students Maifalinda Fatra; Lia Kurniawati; Adison Adrianus Sihombing; Hesti Maisalamah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.148 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.2046

Abstract

AbstrakBerpikir lateral merupakan proses kreatif yang dilakukan seseorang dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir lateral matematis siswa berbakat, selama dan setelah diberikan strategi Heuristik-KR. Penelitian ini menggunakan metode single subject research (SSR) dengan desain A-B-A yang dilaksanakan di salah satu madrasah aliyah di wilayah Tangerang Selatan tahun ajaran 2019/2020. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa yang termasuk dalam kategori siswa berbakat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes esay yang telah diuji validitas isi dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan penyajian data melalui grafik dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir lateral matematis tertinggi untuk ketiga subjek diperoleh pada kondisi baseline 2 (A2). Kemampuan berpikir lateral matematis G1 dan G3 pada kondisi intervensi lebih rendah dari baseline 1 dan 2. Untuk G2, kemampuan berpikir lateral matematis pada kondisi baseline 2 lebih tinggi dari intervensi dan baseline 1. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi Heuristik-KR yang terdiri dari tahapan membaca dan berpikir, mengeksplorasi dan merencanakan, memilih strategi, menemukan jawaban, serta merefleksikan dan memperluas cukup efektif. Strategi Heuristik-KP berpengaruh terhadap kemampuan berpikir lateral matematis pada indikator identifikasi ide, keterbukaan, pengembangan, fleksibilitas, orisinalitas, dan analisis fakta. AbstractLateral thinking occurs when students used a creative method to solve problems. This study aimed to analyze the mathematical lateral thinking skills of gifted students during, and after being given the Heuristic-KR strategy. This study used a single subject research (SSR) method with an A-B-A design which was carried out at one of the aliyah madrasas in the south Tangerang for the 2019/2020 academic year. The study involved 3 gifted students and use a descriptive test that had been tested using content validity and reliability. The data were analyzed using descriptive statistics by presenting data through graphs and tables. The results showed that the highest mathematical lateral thinking ability for the three subjects was obtained during baseline condition 2 (A2). The mathematical lateral thinking ability of G1 and G3 reached the lowest score in the intervention condition. For G2, the mathematical lateral thinking ability reached the highest score in the baseline 2. The study concluded that the Heuristic-KR strategy was quite effective, consisting of reading and thinking stages, exploring and planning, selecting a strategy, finding an answer, and reflecting and extending. The Heuristic- KP strategy affected the mathematical lateral thinking ability on the indicators of idea identification, openness, development, flexibility, originality, and facts analysis.
Students’ Mathematical Problem-Solving Ability Based on The Level of Learning Outcomes on Sequence and Series Risnawati Risnawati; Mayu Syahwela; Zubaidah Amir MZ
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.436 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1975

Abstract

AbstrakPembelajaran difungsikan sebagai wadah siswa dalam mengembangkan diri sebelum terjun ke masyarakat. Kemampuan pemecahan masalah matematis menjadi salah satu kemampuan yang penting bagi siswa dalam menyelesaikan tantangan di abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa ditinjau dari tingkat hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 6 siswa berasal dari kelas XI SMA. Data diambil pada semester ganjil Tahun ajaran 2022/2023.  Teknik pengumpulan data adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa tingkatan rendah hanya dapat melakukan tahapan memahami informasi, (2) siswa tingkatan sedang dapat melakukan tahapan memahami informasi, merencana dan melaksanakan penyelesaian walaupun masih terdapat kesalahan operasi hitung (3) siswa dengan tingkatan tinggi juga sama siswa tingkatan sedang, yang mana siswa sudah sampai ke pada tahap menyelesaikan masalah dengan benar tetapi tidak melakukan pengecekan ulang terhadap solusi yang ditemukan. AbstractLearning serves as a forum for students’ self-development before becoming part of society. Mathematical problem-solving ability is one of the important skills for students in solving challenges in the 21st century. This study aims to analyze students' problem-solving abilities based on the level of student learning outcomes. This type of research is qualitative with a descriptive approach. The research participant was 6 senior high school students from grade 11.  Data were obtained in the odd semester of the 2022/2023 academic year. Data collection techniques were tests and interviews. The result showed that: First, low-level students are only able to pass understanding the information stage. Second, medium-level students can understand information, plan, and carry out solutions even though there are arithmetical errors. High-level students are also the same as medium-level students, where students have reached the stage of solving the problem correctly but did not re-check the final solutions
Mathematics Curriculum Management of Distance Learning Program in Junior High School Adi Syaputra; Dian Hidayati; Enung Hasanah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.562 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1955

Abstract

AbstrakPenerapan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran tatap muka di era pendidikan normal baru memiliki implikasi psikologis bagi siswa termasuk pada pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model konseptual implementasi manajemen kurikulum dalam pembelajaran matematika jarak jauh di SMP. Penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan data berasal dari 10 SMP, data diperoleh secara kolektif berupa wawancara dari narasumber. Data diolah dengan aplikasi atlas.ti 8 kemudian divalidasi dan melakukan triangulasi sumber sehingga muncul hasil penelitian yakni (1) strategi pelaksanaan manajemen kurikulum dalam pembelajaran matematika jarak jauh yang diterapkan di pimpin langsung oleh kepala sekolah dengan bentuk brakedown peraturan, (2) pembelajaran yang dilakukan oleh guru berdasarkan perencanaan yang telah disusun oleh guru pada awal tahun ajaran, (3) sarana prasarana untuk pelaksanaan pembelajaran sudah terpenuhi, (4) pelatihan yang diberikan pada guru sudah di program oleh kepala sekolah dengan periodik, (5) pembentukan kelas yang dilakukan berfungsi untuk mengelompokan peserta didik sesuai dengan minat dan kemampuannya, (6) kendala yang dihadapi oleh guru adalah sulit mengetahui eksperesi peserta didik saat pembelajaran, (7) kendala yang dihadapi oleh peserta didik adalah jaringan dan kuota yang dimiliki oleh peserta didik sehingga sulit memahami materi yang disampaikan oleh guru. AbstractThe implementation of distance learning or face-to-face learning in the new normal education era has psychologically affected the students, including in mathematics learning. This study aimed to find a conceptual model to implement curriculum management of distance learning in mathematics in junior high schools. This qualitative descriptive study collected data from 10 junior high schools. The data were obtained collectively by using interviews. The data was processed using the atlas.ti 8 application and then validated and triangulated the sources so that the results of the research emerged, namely, the implementation strategy of curriculum management of the distance learning in was directed by the school principal in the form of regulatory breakdown, learning carried out by the teacher based on the plan prepared by the teacher at the beginning of the school year, the infrastructure of the learning process was provided, the training provided to teachers was programmed by the principal periodically, the class distribution was based on the student’s interests and abilities, the obstacle faced by the teacher was that it was difficult to know the expressions of the students during learning, the obstacles faced by students was the internet quota and unstable network to such an extent that students were having difficulties to understand the materials delivered by the teacher.
Factor Analysis in Constructing Mathematical Disposition Instrument: Affective Domain Robert Harry Soesanto; Kurnia Putri Sepdikasari Dirgantoro
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.763 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.2116

Abstract

AbstrakKeberadaan dari peran disposisi matematis menjadi aspek yang masih dinilai vital ketika siswa berhadapan dengan pembelajaran matematika. Di tengah beragam penelitian terkait hal ini, masih minim studi yang mengkonstruksi instrumen disposisi matematis yang memenuhi kaidah statistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi instrumen disposisi matematis yang telah melewati kajian statistik, dan difokuskan pada konstruksi instrumen untuk domain afektif. Penelitian yang melibatkan 185 mahasiswa S1 ini menggunakan instrumen berupa 33 butir pertanyaan 4 skala Likert yang dianalisis menggunakan analisis faktor konfirmatori melalui IBM SPSS 20. Metode ekstraksi menggunakan Maximum Likelihood dan menerapkan rotasi Varimax untuk membedakan antar dimensi dengan lebih maksimal. Uji prasyarat mengindikasikan terpenuhinya kecukupan sampel dan korelasi yang kuat untuk dilanjutkan dalam proses pengelompokkan dimensi. Hasil analisis faktor konfirmatori memberikan 7 dimensi disposisi matematis domain afektif, di mana nilai reliabilitas Cronbach Alpha dari tiap dimensi cukup tinggi, di mana mengindikasikan validitas yang baik. Secara keseluruhan, konstruksi instrumen memuat 33 butir pertanyaan yang valid dan reliabel. Konstruksi instrumen yang telah teruji secara statistik ini dapat digunakan untuk keperluan penelitian lanjutan yang hendak menelaah secara komprehensif terkait disposisi matematis yang menyoroti domain afektif. AbstractThe existence of the role of mathematical disposition is still vital in dealing with mathematics learning. Among various researches discussing this issue, there are still few studies that deal with constructing mathematical disposition that fulfill adequate statistical review. This study aims to construct mathematical disposition instrument, which is well-tested through statistic review, and focused on affective domain. Methods: This study which involved 185 undergraduate students utilized instrument consisted of 33 four-Likert scale items analyzed using Confirmatory Factor Analysis (CFA) through IBM SPSS 20. The extract method was using Maximum likelihood and applied Varimax rotation to distinguish among dimensions optimally. Findings: The assumption tests indicate the sampling adequacy and strong correlation to be further conducted into the dimensions grouping process. The result of CFA brings 7 dimensions of mathematical disposition in the affective domain, where the value of Cronbach Alpha reliability of each dimension is quite high, which indicates good validity. Overall, the instrument construction provides 33 items which are all valid and reliable. Conclusion: The instrument construction which has been statistically tested, can be used for the purposes of further research seeking to comprehensively examine mathematical dispositions that highlight affective domains.
Singaporean and Japanese Maths Textbooks: Character, Structure, and Content Khilyatul Auliya'; Djamilah Bondan Widjajanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.202 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.2141

Abstract

AbstrakMeningkatkan pengajaran matematika secara terus menerus merupakan upaya yang harus terus dilakukan. Hal ini dikarenakan matematika tidak  hanya dipelajari oleh siswa sepanjang tahun tetapi juga banyak digunakan sebagai indikator kunci keberhasilan individu siswa. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi pengajaran matematika adalah buku teks. Artikel ini membahas buku teks matematika dari dua negara, yaitu Singapura dan Jepang.  Kajian terhadap kedua buku teks dilakukan terhadap karakter fisik, struktur, dan topik/isi buku teks. Kesimpulan hasil kajian ini sebagai berikut. Secara fisik, Buku teks matematika Singapura lebih sederhana dalam warna, dibandingkan buku teks matematika Jepang. Jumlah halaman Buku teks Singapura lebih banyak dari jumlah halaman Buku teks Jepang. Dari segi struktur buku, pada Buku teks matematika Singapura, terdapat beberapa bab yang dimulai dengan ringkasan materi prasyarat, kemudian diikuti dengan materi dasar, contoh dan penyelesaiannya, dan latihan. Sedangkan pada Buku teks matematika Jepang, sebagian besar diawali dengan ilustrasi mengenai topik yang dibahas, materi prasyarat, pertanyaan mendasar, ringkasan materi, contoh dan penyelesaiannya, pengayaan, dan latihan soal. Pada buku teks sekolah menengah Singapura, lebih ditekan kan pada domain Geometri dan Pengukuran, sedangkan Buku teks sekolah menengah Jepang lebih ditekankan pada domain Relasi dan Aljabar, kemudian urutan selanjutnya domain Geometri dan Pengukuran. AbstractContinuous improvement of mathematics teaching is a continual process. The ground of the improvement is that mathematics is not only studied by students throughout the year but it is also widely used as a key indicator of students’ success. One of the important factors that influence the teaching of mathematics is textbooks. This study discussed mathematics textbooks from two countries, namely Singapore and Japan. The aim was to examine the textbooks’  physical character, structure, and topic/content. The study pointed out several important points. The Singaporean Math Textbook is physically simpler in colour than the Japanese Math Textbook. It also had more pages than the Japanese Textbook. Regarding the book's structure, several chapters in the Singaporean Mathematics Textbook began with a summary of the prerequisite material, followed by key topics, examples and solutions, and exercises. In Japanese Mathematics Textbooks, most chapters started with illustrations on the topics discussed, prerequisite material, essential questions, summaries, examples and solutions, enrichment, and exercises. In the Singaporean secondary school textbooks, it emphasized the Geometry and Measurement domains, while the Japanese secondary school textbooks emphasized the Relation and Algebra domains followed by the Geometry and Measurement domains.
Self-Efficacy and Reflective Thinking Skills Attributes of Pre-service Mathematics Teachers Riva Lesta Ariany; Rizky Rosjanuardi; Dadang Juandi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.034 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1979

Abstract

AbstrakKemampuan berpikir reflektif merupakan salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh calon guru matematika agar dikemudian hari menjadi guru yang profesional. Pengembangan karakteristik berpikir reflektif ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan mengkaji apakah terdapat hubungan antara efikasi diri sebagai variabel bebas, terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif mahasiswa calon guru matematika sebagai variabel terikat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Instrumen yang dipergunakan dalam pengumpulan data berupa angket efikasi diri dan angket kemampuan berpikir reflektif. Penelitian ini melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika semester VII yang berlokasi di Jawa Barat. Analisis data yang dilakukan dengan melakukan uji korelasi dan regresi linier. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh positif efikasi diri terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif calon guru matematika. AbstractReflective thinking is one of the abilities the pre-service mathematics teachers need to have to become professional teachers in the future. The development of this reflective thinking characteristic is influenced by many factors. This study examined the correlation between self-efficacy, as an independent variable, on the reflective thinking attributes of pre-service mathematics teacher as a dependent variable. This quantitative study utilized the correlational method. The instruments used in data collection were self-efficacy and reflective thinking attributes questionnaires. This study involved teacher students of the seventh semester of the Mathematics Education study program. The data analysis was carried out by performing correlation and linear regression tests. The results of the analysis showed that there was a positive effect of self-efficacy on the reflective thinking attributes of pre-service mathematics teachers.

Page 2 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue