cover
Contact Name
Dwi Astuti
Contact Email
jurnalpopulika@gmail.com
Phone
+6281578566925
Journal Mail Official
astibudiyanto@gmail.com
Editorial Address
nDalem Mangkubumen KT III 237 Yogyakarta 55132
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Populika
ISSN : 02162490     EISSN : 27759989     DOI : https://doi.org/10.37631/populika.v8i1
Jurnal POPULIKA is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: gender politics and identity, digital society and disruption, civil society movement, community welfare, social development, citizenship and public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance & democracy, radicalism and terrorism.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2021): Populika" : 5 Documents clear
EFEKTIVITAS PERATURAN DAERAH KOTA PADANG NOMOR 21 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN GURUN LAWEH NAN XX KECAMATAN LUBUK BAGALUANG Rambe, Laila Afni; Dalimunthe, Muhammad Alwi
POPULIKA Vol. 9 No. 1 (2021): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v9i1.347

Abstract

Faktor yang melatarbelakangi penulis dalam membahas masalah ini adalah efektifitas Perda Kota Padang Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah. Dengan memperhatikan pola sikap dan perilaku masyarakat pasca berlakunya peraturan tersebut. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah bagaimana efektifitas Perda Kota Padang Nomor 21 Tahun 2012 di Kecamatan Geh Laweh Nan XX Kabupaten Lubuk Bagaluang. Untuk menjawab pertanyaan tersebut penulis melakukan jenis penelitian lapangan dengan menggunakan teknik wawancara yaitu melakukan wawancara dengan pihak terkait seperti: Kepala Desa, Kepala Desa dan tokoh masyarakat di Desa Geh Laweh. Kemudian penulis menganalisis datanya dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis yang penulis lakukan terhadap data tersebut dapat disimpulkan bahwa berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Kelurahan Laweh Nan XX Kecamatan Lubuk Bagalung Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah belum efektif hal tersebut. didasarkan pada tidak adanya kepastian hukum tentang sanksi dan kurangnya kesadaran hukum masyarakat.
PENGARUSUTAMAAN GENDER DAN INKLUSI SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN DESA Kusumawiranti, Retno
POPULIKA Vol. 9 No. 1 (2021): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v9i1.348

Abstract

Kemiskinan menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembangunan nasional. Pasca Millenium Development Goals (MDG’s) yang dilanjutkan dengan Sustainable. Development Goals (SGD’s) Pemerintah Indonesia terus berupaya memberikan perhatian terhadap pembangunan yang berkeadilan dan memihak kepada kelompok terpinggirkan. Oleh karena pembangunan saat ini masih banyak menerapkan model pembangunan eksklusif., maka pembangunan yang inklusif saat ini menjadi agenda utama dan pertimbangan penting dalam pembangunan nasional. Pemerintah Desa mempunyai tugas dalam penyelenggaraan Pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa. Pembangunan masyarakat berarti menaruh kepercayaan pada kemampuan yang ada dalam diri masyarakat itu sendiri. Kepercayaan ini dinyatakan dalam bentuk kesempatan yang sama, kebebasan memilih dan kekuasaan untuk memilih (empowerment). Pembahasan mengenai gender dan inklusivitas dalam kaitannya dengan pembangunan, harus terlebih dahulu memastikan keberadaan komponen yang ada dalam masyarakat dengan melakukan identifikasi berbagai kelompok kepentingan yang ada dalam masyarakat.
PERAN PEMERINTAH KABUPATEN NUNUKAN DALAM PENANGANAN IDENTITAS KEWARGANEGARAAN GANDA DI KECAMATAN LUMBIS OGONG KALIMANTAN UTARA Amos, Tedi Roy; ap, suwarjo; Mali, Matheus Gratiano
POPULIKA Vol. 9 No. 1 (2021): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v9i1.349

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam menangani identitas kewarganegaraan ganda di Kecamatan Lumbis Ogong Kalimantan Utara dan untuk mengetahui hambatan dan kendala yang dihadapi dalam penanganan identitas kewarganegaraan ganda di pebatasan Kecamatan Lumbis Ogong Kalimantan Utara. Penelitian ini berlokasi di Desa Sumentobo Kecamatan Lumbis Ogong. Penulis memperoleh data dengan langsung dengan narasumber, memberikan pertanyaan serta mengambil data langsung dari perpustakaan yang relevan, literatur, dokumen desa/kecamatan Lumbis Ogong serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah tersebut.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan 1) Peran pemerintah Kabupaten Nunukan dalam penanganan identitas kewarganegaraan ganda yaitu dengan melakukan inovasi program si pelanduk kilat yaitu sistem pelayanan administrasi kependudukan untuk wilayah pedalaman dan perbatasan, melaksanakan program jemput bola yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, menyediakan data dan informasi kependudukan secara nasional mengenai pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil pada warga yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia dan memberi perlindungan status hak sipil penduduk yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. 2) Hambatan dan kendala yang dihadapi pemerintah Kabupaten Nunukan dalam penanganan identitas kewarganegaraan ganda yaitu rendahnya kemampuan pemerintah dilihat dari tingkat pendidikan dan kesesuain dalam menunjang tugas pelayanan, terbatasnya sarana dan fasilitas pelayanan dalam menunjang tugas pelayanan, sehingga menyebabkan keterbatasan dalam jangkauan daerah, perbatasan yang sulit dilalui karena daerah perairan, rendahnya partisipasi masyarakat dalam kepemilikan kartu tanda penduduk (KTP),
Interrelasi Masyarakat Lokal dengan Cagar Budaya Paharizal, Rizal
POPULIKA Vol. 9 No. 1 (2021): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v9i1.350

Abstract

Bangunan Cagar Budaya yang ada di Kawasan Cagar Budaya didiami dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk tempat tinggal, kegiatan ekonomi, sosial dan budaya. Bahkan secara turun temurun mereka tinggal di sana tersebut, hal inilah yang membuat sikap, pemaknaan dan ikatan yang sangat kuat antara masyarakat dengan peninggal sejarah yang mereka tempati. Masyarakat memandang bahwa tinggal di sekitar Kawasan Cagar Budaya akan prinsif xtata xurip, xtata xkrama, dan xtata xlaku mereka dalam kehidupan sehari-harinya. Untuk menjaga kelestarian budaya di sekitar Kawasan tersebut, munculah mitos yang mempengaruhi perilaku masyarakat agar bersikap jujur dan menjaga peninggalan sejarah dan budaya. Namun sikap, pemaknaan dan pandangan masyarakat yang tinggal di Kawasan Malioboro, Ndalem Kraton dan Krapyak sangat berbeda terhap Kawasan Cagar Budaya dan Bangunan Cagar Budaya
Komparasi Buruh Gendong di Pasar Beringharjo dan Giwangan Yogyakarta Thofir, Noflin
POPULIKA Vol. 9 No. 1 (2021): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v9i1.352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat komparasi buruh gendong di Pasar Beringharjo dan Pasar Giwangan Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik- teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, secara ekonomi, buruh gendong merupakan masyarakat yang menawarkan buruh gendong yang ditawarkan sangat membantu mobilitas pedagang dalam memberikan latar belakang ke bawah. Kedua, Secara pendidikan, buruh gendong hanya terdapat di SD, SMP, dan yang tidak bersekolah. Ketiga, Secara umur, buruh gendong memiliki umur hampir rata-rata yaitu mulai dari 35 tahun sampai 70 tahun, bahkan lebih, Keempat, Jasa yang pelayanan pengangkutan barang kepada konsumen, dan konsumen merasa dimudahkan dengan jasa buruh gendong. Buruh gendong selalu memanjakan dengan pasar tradisional. Buruh gendong merupakan perempuan yang berprofesi menggendong barang-barang bawaan yang berupa barang dagangan. Dan adanya ketidakadilan dalam memberikan upah terhadap pekerja. Buruh gendong hanya mendapatkan upah dari hasil gendongannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5