cover
Contact Name
Eman Sulaeman
Contact Email
misykah.bbc@gmail.com
Phone
+6281293975904
Journal Mail Official
misykah.bbc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III - Tuparev - Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam
ISSN : 25030973     EISSN : 27471640     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Misykah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LP2I) IAI bunga Bangsa Cirebon. Jurnal Ini membahas tentang pemirkiran dan studi Islam. Jurnal Misykah terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Februari dan Agustus.
Articles 60 Documents
Pengaruh Penerapan Metode Demonstrasi dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur`an Secara Tartil Siswa SMA Islam Al-Azhar 5 Kota Cirebon Isyraq Fauziyyah
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2021): Misykah : jurnal Pemikiran dan Studi Islam
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This thesis examines the effect of the application of the demonstration method and learning motivation on the students' ability to read the Qur'an in Tartan Islamic high school Al-Azhar 5 Cirebon City. This research is a descriptive quantitative research. a balance between: a) Human relations with Allah SWT b) Human relations with fellow humans c) Human relations with oneself d) Human relations with other creatures and their environment. The scope of Islamic Religious Education subject matter includes five main elements, namely: a) al-Qur'an b) Aqidah c) Shari'ah d) Morals e) Date. In this research, the writer will focus on learning Al-Qur'an education using demonstration method. This has the aim that by implementing the demonstration method in learning al-Qur'an education, it can improve the ability of students to read the al-Qur'an. To achieve the maximum learning goals and objectives, a good delivery method is needed, which is commonly called a method. Respondents' responses regarding the use of the demonstration method in the Al-Qur`an Education subject were sufficient. This is evident from the average results of the application of the demonstration method, most of which are in the good category with an average percentage of achievement of 78.75% because it is in the 75% - 100% interval. As for the relationship between the application of the demonstration method in increasing learning motivation and the ability to read Al-Qur`an in tartile manner at AL-Azhar 5 Senior High School in Cirebon, there is a moderate correlation. This can be proven from the calculation of the correlation coefficient with a value of 0.696 which is in the range 0.40-0.70. The magnitude of the influence of the demonstration method on tartiles was 48.44%, while the remaining 51.56% was influenced by other factors not examined. Demonstration method was found to significantly improve artillery because the "r" product moment is at the 95% significance level is 0.374 and at the 99% significance level is 0.478. Because robservation "ro" is greater than "rtabel" "rt", either at the 95% significance level (0.69> 0.374) or (0.69> 0.478), it is Ha which states that there is a significant positive correlation between the Demonstration Method in increasing motivation to learn to read Al-Qur`an in tartile manner at Al-Azhar 5 High School Cirebon City was accepted. Whereas Ho, who stated that there was no significant positive correlation between the Demonstration Method in improving the tartile way of reading Al-Qur`an at Al-Azhar 5 High School in Cirebon, was rejected. Abstrak Tesis ini mengkaji tentang Pengaruh Penerapan Metode Demonstrasi Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur`An Secara Tartil Siswa SMA Islam Al-Azhar 5 Kota Cirebon Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.penelitian ini menggunakan ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara: a) Hubungan manusia dengan Allah SWT b) Hubungan manusia dengan sesama manusia c) Hubungan manusia dengan dirinya sendiri d) Hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungannya. Adapun ruang lingkup bahan pelajaran Pendidikan Agama Islam meliputi lima unsur pokok, yaitu: a) al-Qur’an b) Aqidah c) Syari’ah d) Akhlak e) Tarikh. Dalam penelitian ini penulis akan mefokuskan pada pembelajaran pendidikan al-Qur’an dengan menggunakan metode demonstrasi. Hal tersebut mempunyai tujuan bahwa dengan diterapkannya metode demonstrasi dalam pembelajaran pendidikan al-Qur’an dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca al-Qur’an. Untuk mencapai maksud dan tujuan pembelajaran yang maksimal diperlukan cara penyampaian yang baik, yang biasa disebut dengan metode. Tanggapan responden tentang penggunaan metode demontrasi pada mata pelajaran Pendidikan Al-Qur`an sudah cukup. Hal ini terbukti dari hasil rata-rata pencapian penerapan metode demontrasi yang sebagian besar berada pada kategori baik dengan rata-rata prosentase pencapaian sebesar78,75 % karena berada pada interval 75 %- 100 %. Adapun hubungan antara penerapan metode demonstrasi dalam meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan cara membaca Al-Qur`an secara tartil di SMAI AL-Azhar 5 Kota Cirebon terdapat korelasi sedang. Hal ini dapat dibuktikan dari perhitungan koefisien korelasi dengan nilai 0,696 yang berada pada rentang 0,40-0,70. Besaran pengaruh metode demontsrasi terhadap tartil 48,44% sedangkan sisanya 51,56 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Metode Demontrasi ternyata secara signifikan meningkatkan ketartilan karena “r” product moment berada pada taraf signifikansi 95 % adalah 0,374 dan pada taraf signifikansi 99 % adalah 0,478 . Karena robservasi “ro” lebih besar dari “rtabel” “rt” ,baik pada taraf signifikansi 95 % (0,69> 0,374) ataupun (0,69> 0,478), maka Ha yang menyatakan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara Metode Demontrasi dalam meningkatkan motivasi belajar membaca Al-Qur`an secara tartil di SMAI Al-Azhar 5 Kota Cirebon diterima. Sedangkan Ho yang menyatakan bahwa tidak terdapat korelasi positif yang signifikan antara Metode Demontrasi dalam meningkatkan cara membaca Al-Qur`an secara tartil di SMAI Al-Azhar 5 Kota Cirebon ditolak.
Memaknai Aktifitas Belajar Sebagai Ibadah Dengan Kontekstualisasi Pemahaman Hadist Innamal A’malu Bin Niyat Ahmad Hanafi
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2020): Misykah : jurnal Pemikiran dan Studi Islam
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning or studying is an activity that must be carried out throughout the ages. Do not recognize age or gender. Does not recognize distance or geographical conditions. Since the primordial vows in the form of testimony to one divinity and Muhammad's prophethood were made, this obligation has been attached to him. However, this study does not intend to further explore the chapter on studying knowledge, the notes of which are well coded and neatly arranged in the classical books on hadith. Furthermore, the author would like to try to elaborate a hadith text which is neither textually nor contextually related to learning or studying problems. Namely the hadiths about everything depends on the intention. Looking at the asbabul wurud hadith, the context is related to the issue of hijrah. Namely, during the migration from Mecca to Medina, there were various intentions among the friends who had emigrated. Some are because of wealth, some are because of women, there are also those who are Lillahi ta'ala. A hadith, as well as the words of other great figures of the world, is always understood by various interpretations. Moreover, the great figure in question has long since died. Plus, the distance or time of his life is very far apart from the interpreter. Many years. Hundreds or even thousands of years. Of course what emerges is that there are various interpretations and understandings. Some are "letterleijk" as is or textual, there are also contextual ones that try to understand the hadith from its meaning. The difference in interpretation and understanding, of course, is influenced by several reasons. Different schools of thought (schools of thought), differences in the level of knowledge and breadth of insight, differences in culture between one place and another, are some things that need to be mentioned and are influential in this regard. Therefore, the study of hadiths both within the framework of "tahrijul hadith" which criticizes the hadith from the point of view of their sanad, eye and raw material is absolutely necessary. No less necessary is a semiotic and hermeneutic study of the meaning of the text and the context of the hadith in question. With the holding of these studies, it is hoped that there will be clarity of evidence that whether the hadith reached the Prophet or was interrupted on the way, in essence it is tsiqoh or not, also are there other traditions that contradict the hadith. Or maybe there are other narrators who are narrating the same hadith with different lafadz. However, the thing that is not less important than that is what and how exactly the Prophet meant in the hadith. Abstrak Belajar atau menuntut ilmu adalah suatu aktifitas yang harus dilakukan sepanjang usia. Tidak mengenal umur maupun jenis kelamin. Tidak mengenal jarak atupun keadaan geografis. Semenjak ikrar primordial yang berupa kesaksian terhadap ketuhanan yang satu dan kenabian Muhammad dikumandangkan, maka kewajiban itupun melekat pada dirinya. Namun studi ini tidak bermaksud lebih jauh mengupas bab tentang menuntut ilmu, yang nota benenya sudah terkodifikasi dengan baik dan tersusun rapih pada kitab-kitab klasik tentang hadist. Lebih jauh, penulis ingin mencoba mengelaborasi suatu teks hadist yang secara teks maupun konteksnya sama sekali tidak berkaitan dengan masalah belajar ataupun menuntut ilmu. Yakni hadist tentang segala sesuatu itu tergantung pada niatnya. Menengok pada asbabul wurud hadist, konteksnya adalah berkenaan dengan masalah hijrah. Yakni saat peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah, diantara para sahabat yang ikut berhijrah beragam niatnya. Ada yang karena harta, ada yang karena wanita ada juga yang Lillahi ta’ala. Sebuah hadist, sebagaimana juga perkataan tokoh-tokoh besar dunia lainnya, selalu difahami dengan berbagai macam penafsiran. Apalagi tokoh besar yang bersangkutan itu telah lama wafat. Ditambah lagi jarak masa atau waktu kehidupannya terpaut sangat jauh dengan sang interpreter. Berbilang tahun. Ratusan atau bahkan ribuan tahun. Tentu saja yang muncul adalah adanya beragam penafsiran dan pemahaman. Ada yang “letterleijk” apa adanya atau tekstual, ada juga yang kontekstual yang mencoba memahami hadist dari maksudnya. Perbedaan penafsiran dan pemahaman tersebut, sudah barang tentu dipengaruhi oleh beberapa sebab. Perbedaan aliran (madzhab dalam pemikiran), perbedaan tingkat ilmu pengetahuan dan keluasan wawasan, perbedaan kultur antara satu tempat dan tempat yang lain, adalah beberapa hal yang perlu disebut dan berpengaruh dalam hal ini. Oleh karena itu, kajian hadist baik dalam kerangka “tahrijul hadist” yang mengkritisi hadist dari segi sanad, matan maupun rawinya adalah mutlak diperlukan. Tak kalah perlunya juga adalah kajian semiotik maupun hermeneutik terhadap makna teks maupun konteks dari hadist yang dimaksud. Dengan diadakannya kajian-kajian tersebut diharapkan adanya kejelasan pembuktian bahwa apakah hadist tersebut sanadnya sampai ke Nabi ataukah terputus di jalan, rawinya tsiqoh ataukah tidak, juga adakah hadisat-hadist lain yang bertentangan dengan hadist tersebut. Atau barangkali ada perawi-perawi lain yang meriwayatkan hadist yang sama dengan lafadz yang berbeda. Namun hal yang tak kalah pentingnya dari itu adalah apa dan bagaimana sebenarnya yang dimaksud oleh Nabi dalam hadist tersebut.
URGENSI PROFILE IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK DI KELUARGA Nurfuadi Nurfuadi
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam Vol 1 No 2 (2016): MISYKAH
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga adalah wadah pertama dan utama bagi pertumbuhan dan pengembangan anak. Jika suasana dalam keluarga itu baik dan menyenangkan, maka anak akan tumbuh dengan baik pula. Jika tidak, tentu akan terhambatlah pertumbuhan anak tersebut. Peranan ibu dalam keluarga amat penting, dialah yang mengatur dan membuat rumah tangganya menjadi surga bagi anggota keluarga, menjadi mitra sejajar yang saling menyayangi dengan suaminya. Sebagai ibu semestinya bijaksana dan mampu mendidik anak dengan baik dalam menuju anak yang soleh dan solihah, tahu hak dan kewajibannya yang telah ditentukan oleh agama.
PENDIDIKAN BERBASIS BASYARIYAH (Tela'ah Semantik /dilalah terhadap term Al-Basyar dalam Alquran) Eman Sulaeman
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam Vol 1 No 1 (2016): MISYKAH
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk kegagalan penyelenggaraan pendidikan di era modern adalah melahirkan manusia yang terpisahkan dengan kemanusiaannya (unsuniyyah). Humanisasi pendidikan setiap hari semakin keras diteriakan diberbagai forum, namun dalam kenyataanya humanisasi malah mewariskan dehumanisasi. Humanisasi pendidiakan tidaklah cukup dengan merekayasa model dan strategi pembelajarannya saja, akan tetapi hal yang lebih penting adalah merekayasa kembali dasar filosofis/ konsef pendidikan itu sendiri terutama dari aspek manusia sebagai subjek pembelajar. Teaah hakikat manusia sebagai insan pembelajar, setidaknya bisa melalui pendekatan dilalah/ semantik terhadap kata al-basyar. Melalui telaah ini, akan ditemukan tentang hakikat manusia sebagai basyar, yang kemudian akan dijadikan sebagai landasan dalam pengembangan pendidikan yang berbasis kepada manusia itu sendiri (humanistic Education) .
Dampak Psikologis Berbusana Muslimah Terhadap Kesadaran Dan Perilaku Sosial Keagamaan Saeful Malik
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2021): Misykah : jurnal Pemikiran dan Studi Islam
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was backgrounded by a thought that ideally, IAIN Syekh Nurjati Cirebon coed which applying muslimat’s dresses comprehend that jilbab which is imposed in everyday appearance contain psychological consequence to grow religious awareness and religious social behavior. This research aim to: (1) To find out the understanding and perception of IAIN Syekh Nurjati Cirebon coed about jilbab, as the manifestation of muslimat’s dresses; (2) to describe the feeling of IAIN Syekh Nurjati Cirebon coed when they used the muslimat’s dresses; (3) To proof whether is or there isn’t, any psychological impact of usage muslimat’s dresses and “jilbab gaul” among IAIN Syekh Nurjati Cirebon’s coed to its social behavior and religious awareness among them. From the result of research can be concluded that most ( 66,66 %) IAIN Syekh Nurjati Cirebon coed still comprehend jilbab as understanding of common public, namely jilbab interpreted only as veil, that is cloth covering on head or khimar (in Arabic language), in average ( 96,6 %) coed imposing muslimat’s dresses - as according to its understanding – suggest that to feel to be comfortable and more self confidence when imposing jilbab, though feel to be comfortable and the self confidence arise from different reason. Psychological implication of muslimat’s dresses usage to some small part ( 33,33%) of IAIN Syekh Nurjati Cirebon’s coed specially who imposing wide jilbab, better able to have a command over and back from deeds (akhlâq) which prohibited by religion and other wickedness. As for to most (66,66%) other coeds, specially coeds which wear “jilbab gaul”, their behavior in social intercourse tend to follow behavior of "anak gaul" generally, like having an affair, " hang out" in shopping centre, visiting its favorite music grup concert or its fan’s gathering, and others. Psychologically, the affect of imposed muslimat’s dresses of IAIN Syekh Nurjati Cirebo coeds not yet been felt in an optimal condition to growing of religious awareness and religious social behavior. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi pemikiran bahwa idealnya mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang berbusana muslimah, memahami bahwa jilbab yang dikenakan dalam penampilan sehari-hari mengandung konsekwensi psikologis untuk menumbuhkan kesadaran beragama dan dan perilaku sosial keagamaan yang positif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menggali pemahaman dan persepsi mahasiswi IAIN Syekh Nurjati Cirebon terhadap Jilbab, sebagai manifestasi busana muslimah; (2) Menggambarkan perasaan mahasiswi IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam memakai busana muslimah; (3) Membuktikan ada atau tidaknya dampak psikologis penggunaan busana muslimah terhadap perilaku sosial kegamaan dan kesadaran beragama mahasiswi IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (66,66 %) mahasiswi IAIN Syekh Nurjati Cirebon masih memahami jilbab sebagaimana pemahaman jilbab yang umum di masyarakat yakni jilbab dalam pengertian hanya sebagai kerudung, yaitu kain penutup kepala atau khimar (dalam bahasa Arab), Rata-rata (96,6 %) mahasiswi yang mengenakan busana muslimah – sesuai dengan pemahamannya – menyatakan merasa nyaman dan lebih percaya diri ketika mengenakan jilbab, meskipun rasa nyaman dan percaya diri tersebut timbul dari alasan yang berbeda. Implikasi psikologis dari pemakaian busana muslimah bagi sebagian kecil (33,33%) mahasiswi IAIN Syekh Nurjati Cirebon khususnya yang mengenakan jilbab lebar, lebih mampu mengendalikan diri dan menjauhkan diri dari perbuatan (akhlaq) tercela yang dilarang agama dan perbuatan maksiyat lainnya. Adapun bagi sebagian besar (66,66%) mahasiswi yang lain, khususnya pemakai jilbab gaul, perilaku dalam pergaulan merekapun cenderung mengikuti perilaku “anak gaul” umumnya, seperti berpacaran, “hanging out” di pusat perbelanjaan, mendatangi konser grup musik favoritnya dan lain-lain. Secara psikologis, dampak busana muslimah yang dikenakan mahasiswi IAIN Syekh Nurjati Cirebon belum dirasakan secara optimal terhadap tumbuhnya kesadaran beragama dan perilaku sosial keagamaan yang positif.
Hubungan Tradisi Munjung dengan Sikap Keagamaan Masyarakat Desa Panjalin Lor Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka Somantri Somantri
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2020): Misykah : jurnal Pemikiran dan Studi Islam
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The relationship between Munjung's radiation and religious attitudes fosters the strengthening of local character and traditions of the community. The aspect studied is the existence of Munjung as a strengthening of local character and traditions in Panjalin Lor Village, Sumberjaya District, Majalengka Regency. Qualitative research is chosen as a method for exploring and understanding meanings ascribed to social or humanitarian problems, focusing on individual meanings, and translating the complexity of a problem. Descriptive data is developed from the results of obtaining a number of written and oral information from observations. Munjung as a tradition and culture for the residents of Panjalin Lor becomes the spirit of a religious attitude by not seeing that Munjung is a form of denial of religious practice (Islam) which will still be done because as a form of cultural ngarumat, maintaining a good tradition to remember the struggles of the old grandmothers. serve the community as well as maintain and maintain togetherness among the villagers of Panjalin Lor as Sundanese who are influenced by the fighting motto of the Sundanese people, namely; "Choose Asih Choose Asah and Choose Foster.". Abstrak Hubungan radisi Munjung dengan Sikap Keagamaan menumbuhkan Penguatan Karakter dan Tradisi Lokal Masyarakat. Aspek yang dikaji adalah Eksistensi Munjung sebagai Penguatan Karakter dan Tradisi Lokal di Desa Panjalin Lor Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka. Penelitian kualitatif dipilih sebagai metode untuk mengekplorasi dan memahami makna yang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusian, berfokus pada makna individual, dan menerjemahkan komplesitas suatu persoalan. Data deskriptif dikembangkan dari hasil perolehan sejumlah informasi tertulis maupun lisan dari hasil pengamatan. Munjung sebagai tradisi dan budaya bagi warga Panjalin Lor menjadi spirit dari sikap keagamaan dengan tidak memandang bahwa munjung adalah sebagai bentuk pengingkaran pada praktik keagamaan (Islam) yang akan tetap dilakukan karena sebagai bentuk ngarumat budaya, memelihara tradisi yang baik guna mengingat perjuangan para Buyut yang sudah berjasa terhadap masyarakat sekaligus memelihara dan menjaga kebersamaan antarwarga desa Panjalin Lor sebagai orang Sunda yang dipengaruhi oleh moto juang hidup orang Sunda yaitu; “Silih Asih Silih Asah dan Silih Asuh.”.
PEMIKIRAN LUDWIG WITTGENSTEIN DALAM KERANGKA ANALITIKA BAHASA FILSAFAT BARAT ABAD KONTEMPORER Muhammad Iffan Gufron
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam Vol 1 No 1 (2016): MISYKAH
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu tema terpenting dalam filsafat kontemporer, bahasa menjadi ranah yang diperdebatkan oleh para filsuf kontemporer beserta aliran-aliran dan madzhab-madzhab filasafat yang ada. Diantara aliran atau faham yang menaruh perhatian khusus terhadap bahasa adalah filsafat analitika bahasa. Para tokohnya berupaya mencari bahasa yang tepat dalam menyampaikan maksud-maksud filsafat. Tiga aliran filsafat analitika bahasa, yaitu atomisme logis, Positivisme Logis dan filsafat bahasa biasa. Atomisme logis dan positivisme logis berambisi menggunakan bahasa logis dan standar ilmiah dalam menyampaikan maksud-maksud filsafat. Sedangkan Filsafat bahasa biasa, cukup menggunakan bahasa biasa yang beraneka macam untuk menjelaskan maksud-maksud filsafat. Perkembangan filsafat analitika bahasa tak terlepas dari seorang tokoh terbesarnya yaitu Ludwig Wittgenstein. pemikiran Wittgenstein dibagi ke dalam dua periode: pertama periode karya Tractatus Logico-Philosophicus (periode I) dan periode karya Philosophical Investigations (periode II). Pemikirannya pada periode pertama berpengaruh pada perkembangan positivisme logis selain atomisme logis tentunya yang berusaha dalam mencari bahasa ideal bagi filsafat yang berlaku umum dan memiliki tingkat kepastian yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Sedang pemikirannya pada periode kedua berpengaruh sebagai inspirasi faham filsafat bahasa biasa, yang menekankan kepada analisis makna dalam hubungannya dengan penggunaan bahasa dalam kehidupan manusia.
Diskursus Takdir Dan Perbuatan Manusia Dalam Pandangan Aliran Murji’ah Dan Mu’tajilah Trisna Trisna
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2021): Misykah : jurnal Pemikiran dan Studi Islam
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mu'rjiah's view of fate and human actions, that humans do not have the right to will, because humans have reason and potential that must be developed. view of human deeds and destiny Mu'rjiah argues that humans are weak, helpless, bound by the power and will of God, do not have free will and will. All human actions and actions cannot be separated from the scenario and will of Allah. All consequences, good and bad, received by humans in the course of their life are God's provisions. Berda case with the view of the Mu'tazilah flow, human actions occur according to the will of the human being. If someone wants to do something, it happens. But on the contrary, if someone wants nothing will happen. If human actions are not human actions, but God's actions, then their actions will not occur, even if they covet and will, or their actions will occur even though they do not desire and will not. Abstrak Pandangan Mu’rjiah mengenai takdir dan perbuatan manusia, bahwa manusia tidak memiliki kebesan dalam berkehendak, karna manusia memili akal dan potensi yang harus dikembangan. pandangan mengenai perbuatan dan takdir manusia Mu’rjiah berpendapat bahwa manusia lemah, tidak berdaya, terikat dengan kekuasaan dan kehendak Tuhan, tidak mempunyai kehendak dan kemauan bebas Seluruh tindakan dan perbuatan manusia tidak boleh lepas dari scenario dan kehendak Allah. Segala akibat, baik dan buruk yang diterima oleh manusia dalam perjalanan hidupnya adalah merupakan ketentuan Allah. Berda halnya dengan pandangan dari aliran Mu’tazilah perbuatan-perbuatan manusia terjadi sesuai dengan kehendak manusia itu sendiri. Jika seseorang ingin berbuat sesuatu, perbuatan itu terjadi. Tetapi sebaliknya, jika seseorang ingin tidak akan terjadi. Jika sekiranya perbuatan manusia bukanlah perbuatan manusia, tetapi perbuatan Tuhan, maka perbuatannya tidak akan terjadi, sungguhpun ia mengingini dan menghendaki perbuatan itu, atau perbuatannya akan terjadi sungguhpun ia tidak mengingini dan tidak menghendaki perbuatan itu.
Kencenderungan dan Sifat Manusia Menurut Al Qur’an H. M Soleh
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2020): Misykah : jurnal Pemikiran dan Studi Islam
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maudhu'i or thematic interpretation is the interpretation that plays a very important role, especially in today's era, because the maudhu'i interpretation is considered very suitable to human needs and is able to answer existing problems. subject or topic. Analysis of the Strengths and Weaknesses of Maudhu'i Tafsir, namely: The strengths of the maudhu'i interpretation method, namely answering the challenges of the times, practical and systematic, dynamic, and making understanding intact. The weaknesses of the maudhu'i tafsir method are cutting the verses of the Qur'an and limiting the understanding of the verses. Al-Qur'an states that humans have the freedom and the potential and opportunity to tend towards good and avoid bad or vice versa, depending on the factors that influence it. The most important factor in this case is how humans control their sacred nature, individual character, and responsiveness to their environment before committing an action. Abstrak Tafsir maudhu’i atau tematik adalah tafsir berperan sangat penting khususnya pada zaman sekarang, karena tafsir maudhu’i dirasa sangat sesuai dengan kebutuhan manusia dan mampu menjawab permasalahan yang ada.Tafsir maudhu’i atau tematik ada berdasar surah al-Qur’an ada berdasar subjek atau topik. Analisis Kelebihan dan Kelemahan Tafsir Maudhu’i yaitu: Kelebihan metode tafsir maudhu’i yaitu menjawab tantangan zaman, Praktis dan sistematis, Dinamis, dan membuat pemahaman menjadi utuh. Kekurangan metode tafsir maudhu’i yaitu Memenggal ayat al-Qur’an dan Membatasi pemahaman ayat. Al-Qur’an menyatakan bahwa manusia memiiki kemedekaan dan potensi serta peluang untuk cenderung kepada kebaikan dan meghindari keburukan atau sebaliknya, bergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor terpenting dalam hal ini adalah bagaimana manusia mengendalikan kodrat fitriahnya yang suci, tabiat individualnya, seta daya responnya terhadap lingkungannya sebelum melakukan suatu perbuatan
IMPLIKASI TUGAS DAN KEWAJIBAN HIDUP MANUSIA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN Dian Widiantar
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam Vol 1 No 2 (2016): MISYKAH
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang sempurna secara fisik dan psikis. Kesempurnaan manusia karena akal fikirannya yang tidak dianugerahkan Allah kepada makhluk lain. Begitulah Allah memuliakan manusia yang abadikan dalam al Quran. Bukan suatu hal yang sia-sia Allah menciptakan manusia di muka bumi, melainkan ada tugas dan kewajiban yang harus di emban oleh manusia. Menegakkan kebenaran dan keadilan berdasarkan Al Quran merupakan tugas manusia di muka bumi selain ada suatu perintah ketaatan untuk senantiasa beribadah kepada Allah. Tugas dan kewajiban hidup manusia harus berimplikasi terhadap pendidikan. Pendidikan harus diorientasikan pada proses pengembangan kepribadian yang utuh dan seimbang sebagaimana tujuan pendidikan yang dikehendaki. Dalam konteks pendidikan, kepribadian yang seimbang akan tercapai bila terpenuhinya domain-domain secara seimbang yaitu fisik-biologis dan mental-moral-spiritual. Pendidikan merupakan proses penyadaran akan fungsi-fungsi kemanusiaan manusia yang memiliki tugas dan kewajiban sebagai ábd Allah dan khalifah Allah