cover
Contact Name
Bayu Fandidarma
Contact Email
bayuf@unipma.ac.id
Phone
+6285856297633
Journal Mail Official
electra@unipma.ac.id
Editorial Address
Jl. Auri 14-16 Kota Madiun Kampus III Universitas PGRI Madiun 63117
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
ELECTRA : Electrical Engineering Articles
ISSN : 2745598X     EISSN : 27470539     DOI : http://doi.org/10.25273/electra
Electrical Engineering Articles is scientific journal that publishes articles in the field of Electrical Engineering, Control System and Renewable Energy Application. It is a journal to encourage research publication to research scholars, academicians, professionals and student engaged in their respective field.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2025)" : 5 Documents clear
PENENTUAN SETTING DAN KOORDINASI SISTEM PROTEKSI RELAY JARAK PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV ANGGREK-TOLINGGULA MENGGUNAKANAPLIKASI DIGSILENT POWER FACTORY 15.1 Hamidjun, Ikbal; amali, kamil
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v6i1.22289

Abstract

Untuk meningkatkan kinerja pada sistem kelistrikan SULUTGO khususnya di wilayah Gorontalo Utara, PT. PLN (Persero) sedang membangun Gardu Induk (GI) Tolinggula. Gardu Induk ini nantinya akan terhubung ke gardu induk anggrek pada sub-sistem Gorontalo. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menentukan setting dan koordinasi pada proteksi relay jarak di gardu induk Tolinggula. Metode penelitian dilakukan dengan mengukur tegangan dan arus gangguan pada titik relay di setiap zona. Dengan membagi tegangan dan arus yang diukur, relai dapat menentukan impedansi hingga titik gangguan. Zona 1 di setting 80-90% dari panjang saluran transmisi yang diamankan dengan waktu tunda 0 detik (instan), zona 2 di setting dengan panjang impedansi mencapai 120-150% dari panjang saluran yang di amankan dengan waktu tunda 0.4 - 0.8 detik, zona 3 di setting lebih luas yaitu mencakup 225% dari panjang saluran yang diamankan dengan waktu tunda 1.2 – 1.6 detik. Hasil penelitian membuktikan pengaturan zona 1, zona 2 dan zona 3 pada masing-masing induk induk sudah sesui hal ini di buktikan dengan tabel hasil perhitungan bahwa impedansi pada Zona 1 lebih kecil dari Zona 2, begitupun dengan nilai impedansi pada Zona 2 yang berubah lebih kecil dari Zona 3. Hal ini disebabkan oleh jarak penghantar yang mempengaruhi besar kecilnya nilai impedansi. Sesuai dengan teori sebelumnya bahwa Zona 1 disetel pada titik 90% dari panjang penghantar dan seterusnya ke zona lain. Serta untuk koordinasi jarak relay di setiap gardu sudah tepat hal ini di buktikan dengan kurva di tiap zona pada setiap GI tidak melewati belakang busbar GI tersebut.
ANALISA SUSUT TEKNIS PENYULANG 20 KV SENIPAH-4 ULP SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA DENGAN MENGGUNAKAN ETAP 12.6 irwanto, Hendri; Widihastuti, Ida
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v6i1.22498

Abstract

Dalam proses pendistribusian energi listrik dari pembangkit hingga ke konsumen, terjadi susut daya yang menyebabkan penurunan kualitas energi. Permasalahan susut daya berdampak langsung terhadap efisiensi operasional dan kerugian finansial perusahaan penyedia tenaga listrik seperti PT PLN (Persero). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi besarnya susut teknis pada Penyulang 20 kV Senipah-4 yang merupakan bagian dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) Samboja. Penyulang ini merupakan salah satu penyulang utama yang disuplai oleh Gardu Induk Senipah. Berdasarkan data neraca energi tahun 2024, diketahui bahwa total susut energi pada ULP Samboja mencapai 8,05%, dengan susut teknis sebesar 6,56% dan susut non-teknis sebesar 1,49%. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perhitungan manual (I²R) dan simulasi jaringan distribusi menggunakan software ETAP 12.6. Simulasi dilakukan untuk mendapatkan gambaran sistematis terhadap kondisi jaringan, analisis aliran daya, drop tegangan, dan titik-titik kritis pada penyulang.  Dari hasil simulasi ETAP diperoleh besar Losses  yang terjadi adalah 719,8 kW sekitar 2,8%. Pada analisis loadflow terdapat beberapa Gardu yang mengalami Overload yaitu MJW011, MJW022, MJW026, MJW027, MJW031, SBJ148, SBJ157, SBJ159, SBJ166, SBJ177, dan SBJ180. Salah satu indikator utama yang ditampilkan ETAP adalah nilai % Loading, dimana nilai lebih dari 100% menandakan adanya kelebihan beban. Setelah dilakukan optimasi, didapatkan nilai Losses  sebesar 439,9 kW atau sekitar 1,72%. Sedangkan pada Gardu yang mengalami overload, didapatkan selisih losses sebesar 12,31445 kW dan selisih drop voltage sebesar 16,368018% sehingga didapatkan hasil saving kW dan kondisi persentase drop voltage setelah optimasi sebesar 436,1452 kW dan 9,97%. Hasil optimasi tersebut menunjukan hasil yang lebih baik dari hasil sebelumnya.    In the process of distributing electrical energy from the generator to the consumer, there is a power losses that causes a decrease in energy quality. The problem of power losses has a direct impact on operational efficiency and financial losses of electricity providers such as PT PLN (Persero). This study aims to analyze and evaluate the amount of technical losses in the 20 kV Senipah-4 Feeder which is part of the Samboja Customer Service Unit (ULP). This feeder is one of the main feeders supplied by the Senipah Main Substation. Based on the 2024 energy balance data, it is known that the total energy losses in the Samboja ULP reached 8.05%, with technical losses of 6.56% and non-technical losses of 1.49%.The methodology used in this study is manual calculation (I²R) and distribution network simulation using ETAP 12.6 software. The simulation was carried out to obtain a systematic picture of network conditions, power flow analysis, voltage drop, and critical points on the feeder. From the results of the ETAP simulation, the amount of losses that occurred was 719.8 kW, around 2.8%. In the loadflow analysis, there are several substations that experience Overload, namely MJW011, MJW022, MJW026, MJW027, MJW031, SBJ148, SBJ157, SBJ159, SBJ166, SBJ177, and SBJ180. One of the main indicators displayed by ETAP is the % Loading value, where a value of more than 100% indicates an overload. After optimization, the Losses value was obtained at 439.9 kW or around 1.72%. While in the substation that experienced overload, the difference in losses was 12.31445 kW and the difference in voltage drop was 16.368018% so that the results of saving kW and the percentage of voltage drop after optimization were 436.1452 kW and 9.97%. The optimization results showed better results than the previous results.
ANALISIS PEMECAHAN BEBAN PENYULANG PINUS TERHADAP SUSUT TEKNIS JARINGAN DENGAN SIMULASI ETAP 19.0.1 DI PT PLN (PERSERO) ULP DOLOK SANGGUL Putro, Dimas Sihno; Ida Widihastuti
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v6i1.23023

Abstract

Penyulang Pinus adalah penyulang yang melayani pelanggan PT PLN (Persero) ULP Dolok Sanggul memiliki beban 86 A dan panjang penyulang yang terlampau panjang yaitu sebesar ± 420,71 kms dan, maka dari itu dilakukan pemecahan beban penyulang dengan pembangunan SKTM ± 11 kms untuk memperpendek layanan penyulang dan dapat menurunkan susut daya teknis serta perbaikan tegangan ujung Jaringan Tegangan Menengah (JTM), dalam pelaksanaannya dilakukan analisa menggunakan pemodelan di aplikasi ETAP versi 19.0.1 dengan skema sebelum dan sesudah pemecahan beban. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pemecahan beban, susut daya teknis pada Penyulang Pinus sebesar 0,111 MW. Setelah dilakukan pemecahan beban, susut daya teknis menurun menjadi 0,093 MW, sehingga terjadi penurunan sebesar 0,018 MW. dan menghasilkan penghematan energi sebesar 432 kWh per hari, yang jika dikonversi ke dalam nilai ekonomi mencapai Rp604.800 per hari. Selain itu, pemecahan beban juga berdampak terhadap peningkatan tegangan pada JTM. Tegangan ujung meningkat dari 19,29 kV ke 19,41 kV di Desa Hauagong dan di Simarigung dari 19,97 kV ke 20,24 kV. Selisih tegangan antara simulasi dan pengukuran lapangan sangat kecil, yaitu 0,04 kV (0,2%) dan 0,01 kV (0,05%) sehingga simulasi dianggap representative
Analisis Optimasi Sistem Kendali Control Valve Pada Gland Seal Water CEP (Condensate Extraction Pump) Di PLTU Paiton Unit 1 & 2 Muhamad Nuralam; Ridam Dwi Laksono; Bayu Fandidarma
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v6i1.23059

Abstract

Abstrak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton Unit 1 & 2 memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan listrik nasional. Salah satu komponen kritis dalam sistem sirkulasi air-uap adalah Condensate Extraction Pump (CEP), yang didukung oleh sistem gland seal water untuk mencegah kebocoran pada celah antara shaft dan housing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keandalan sistem kendali tekanan gland seal water sebelum dan sesudah dimodifikasi menjadi sistem otomatis yang terintegrasi ke Distributed Control System (DCS). Modifikasi dilakukan dengan penambahan smart positioner dan pressure transmitter. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan pengumpulan data tekanan aktual selama 1 bulan berinterval 1 hari. Variabel yang dianalisis meliputi tekanan gland seal water, sinyal demand dari DCS, dan feedback dari aktuator. Analisis dilakukan melalui uji statistik independent-samples t-test. Hasil menunjukkan bahwa sistem kendali terintegrasi mampu menjaga tekanan lebih mendekati set-point 5,00 kg/cm² dengan nilai p-value 0,01 (< 0,05). Selain itu terjadi pengingkatan akurasi pengendalian sebesar 62,8% setelah sistem terintegrasi DCS. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi DCS mampu meningkatkan akurasi dan keandalan sistem pengendalian secara signifikan. Abstract The Paiton Unit 1 & 2 Steam Power Plant (PLTU) plays an important role in meeting national electricity needs. One of the critical components in the water-steam circulation system is the Condensate Extraction Pump (CEP), which is supported by a gland seal water system to prevent leaks in the gap between the shaft and housing. This study aims to analyze the reliability of the gland seal water pressure control system before and after it was modified into an automated system integrated into the Distributed Control System (DCS). The modification involved the addition of a smart positioner and pressure transmitter. The research was conducted using a quantitative method with data collection of actual pressure over a one-month period at one-day intervals. The variables analyzed included gland seal water pressure, demand signals from the DCS, and feedback from the actuator. The analysis was performed using an independent-samples t-test. The results showed that the integrated control system was able to maintain pressure closer to the set point of 5.00 kg/cm² with a p-value of 0.01 (< 0.05). In addition, there was a 62.8% increase in control accuracy after the system was integrated with the DCS. These results indicate that DCS integration can significantly improve the accuracy and reliability of the control system.
ANALISIS OPTIMASI DAYA PLTS ON GRID PADA KANTOR JASAMARGA NGAWI KERTOSONO Indra, Yuli Indra Setiawan; Sunaryantiningsih, Ina; Yuniahastuti, Irna Tri
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v6i1.23065

Abstract

Abstrak Peningkatan kebutuhan energi listrik menuntut diversifikasi sumber energi dengan memanfaatkan energi terbarukan. Energi surya dipilih karena potensi radiasi matahari di Indonesia, khususnya Jawa Timur, sangat tinggi sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on-grid di Kantor Jasa Marga Ngawi–Kertosono, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan September–Oktober 2024 dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan meliputi multimeter untuk mengukur tegangan dan arus, data logger untuk merekam daya serta kondisi lingkungan, dan perangkat lunak Microsoft Excel untuk pengolahan data. Data penelitian terdiri atas hasil pengukuran lapangan serta catatan historis daya harian PLTS. Analisis dilakukan melalui perhitungan statistik deskriptif, visualisasi data, perbandingan antara daya aktual dan teoretis, serta evaluasi indikator performa seperti daya puncak, efisiensi konversi, fill factor (FF), dan performance ratio (PR). Hasil menunjukkan energi harian berkisar 40,2–69 kWh dengan rata-rata 52,9 kWh, total produksi 3.232,2 kWh, daya puncak 9,3 kW, efisiensi inverter 98–100%, serta FF rata-rata 0,792. Nilai PR mencapai 95% pada September dan 98% pada Oktober, dengan rata-rata 96%. Temuan ini membuktikan bahwa sistem PLTS beroperasi stabil, efisien, dan layak dijadikan model penerapan energi terbarukan di sektor publik, sekaligus dasar strategi pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia. Abstract The increasing demand for electricity requires diversification of energy sources through the utilization of renewable energy. Solar energy is considered highly potential in Indonesia, particularly in East Java, which has high solar radiation throughout the year. This study aims to evaluate the performance of an on-grid Solar Power Plant (PLTS) installed at the Jasa Marga Ngawi–Kertosono Office, East Java. The research was conducted from September to October 2024 using a descriptive quantitative approach. The instruments employed included a multimeter to measure voltage and current, a data logger to record power and environmental conditions, and Microsoft Excel software for data processing. The dataset consisted of primary field measurements and secondary data of daily historical power records. Analysis was carried out using descriptive statistics, data visualization, comparison between actual and theoretical power, and evaluation of key performance indicators such as peak power, conversion efficiency, fill factor (FF), and performance ratio (PR). The results showed daily energy production ranging from 40.2 to 69 kWh with an average of 52.9 kWh, total output of 3,232.2 kWh, peak power of 9.3 kW, inverter efficiency of 98–100%, and an average FF of 0.792. The PR reached 95% in September and 98% in October, with an average of 96%. These findings confirm that the PLTS system operates stably, efficiently, and can serve as a model for renewable energy implementation in the public sector, while providing a basis for strategies to optimize sustainable energy development in Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 5