cover
Contact Name
Irfan
Contact Email
jurnal.eeict@gmail.com
Phone
+6281522777633
Journal Mail Official
jurnal.eeict@gmail.com
Editorial Address
KAMPUS UNISKA M A B BANJARMASIN Jl. Adhyaksa No. 2 Kayutangi Banjarmasin Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication)
ISSN : 26544296     EISSN : 26152169     DOI : -
Jurnal EEICT fokus pada bidang teknik elektro rekayasa pemrosesan sinyal, listrik (listrik), elektronik, instrumentasi & kontrol, telekomunikasi, komputasi dan informatika.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018): EEICT" : 7 Documents clear
ANALISA POTENSI KEUNGGULAN KOMPETITIF RE-FARMING FREKUENSI 900 MHz (Studi Kasus PT.INDOSAT) Dwi Cahyanto
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 1, No 1 (2018): EEICT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v1i1.1419

Abstract

Sekarang ini merupakan Era Data dan semakin meninggalkan era terdahulu yaitu Era Suara, operator telekomunikassi berlomba-lomba untuk merebut pangsa pasar khususnya Layanan Data. Masyarakat pada umumnya banyak menggunakan layanan data facebook, twitter, streamming maupun video call. Dengan kebutuhan layanan data ini diperlukan suatu inovasi agar semua kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi. Keterbatasan frekuensi yang ada menjadi hambatan semua operator untuk meningkatkan jumlah pelanggannya maupun meningkatkan layanan jaringan. Disisi lain penggunaan frekuensi 900MHz sudah mulai ditinggalkan oleh pelanggannya, dikarenakan layanannya sudah tidak diminati oleh pengguna seluler yang cenderung beralih kelayanan data. Dari permasalahan tersebut maka solusinya yaitu dilakukan re-farming frekuensi yang sudah mulai ditinggalkan oleh pelanggannya yaitu frekuensi 900MHz. Dengan menggunakan analisis Porter 5 Forces ternyata didapatkan bahwa Indosat memiliki potensi keunggulan kompetitif yang tinggi pasca re-farming frekuensi. Hasil analisis ini selanjutnya dapat digunakan oleh Indosat dalam penyusunan strategi bersaing sehingga Indosat dapat merebut pasar pada layanan data.
POTENSI LAHAN BASAH (RAWA) SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK Irfan Irfan
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 1, No 1 (2018): EEICT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v1i1.1420

Abstract

Tenaga listrik merupakan sumber energi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dari buku statistik ketenagalistrikan terlihat terjadi peningkatan jumlah pelanggan dan penggunaan tenaga listrik pada semua sektor, baik rumah tangga, industri, usaha maupun pada sektor umum dengan rata-rata kenaikan 7% dari tahun 2011-2015. Saat ini di Indonesia menggunakan sumber energi pembangkit listrik yang keberadaannya sangat terbatas yang menggunakan 3 jenis bahan bakar, yakni Minyak, batubara dan gas alam untuk PLTU; Minyak dan Gas alam untuk PLTG; minyak dan gas alam untuk PLTGU serta Minyak dan gas alam untuk PLTD. Peningkatan kinerja pembangkit tenaga listrik ini berdampak pada peningkatan jumlah pemakaian bahan bakar. Pada tahun 2011-2015 terdapat kenaikan tertinggi yakni rata-rata 33% pada jenis bahan bakar batubara. maka untuk menjaga kelestarian sumber energi ini perlu diupayakan langkah-langkah strategis yang dapat menunjang penyediaan energi listrik secara optimal dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi lahan basah (rawa) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra eksperimental (Pre-experimental) Jenis One-Shot Case Study yakni dengan elektroda sebagai perlakuan ditempatkan ke dalam lahan basah (rawa). Elektroda yang ditempatkan kedalam lahan basah (rawa) kemudian diobservasi. Dari data hasil pengukuran terlihat bahwa lahan basah (rawa) memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik, dimana dengan menempatkan 2 elektroda yang masing-masing terbuat dari bahan tembaga dan timah pada kedalaman tertentu akan menghasilkan tegangan. Tegangan dengan nilai tertinggi didapatkan pada jarak antar elektroda 10cm. Dari data hasil penelitian juga didapatkan makin dalam penempatan elektroda pada lahan basah (rawa) makin besar/tinggi nilai tegangannya.
Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu Pengeringan Sampel Pasta Baterai Kulit Pisang Kepok “Manurun” pada Tegangan dan Arus Listrik Baterai Ayu Novia Lisdawati; Moethia Faridha
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 1, No 1 (2018): EEICT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v1i1.1416

Abstract

Telah dilakukan preparasi sampel pasta kulit pisang kepok “manurun” sebagai bahan alternatif pasta baterai. Kulit pisang kepok “manurun” diambil dari tempat produksi gorengan dan pasar, kemudian dicuci. Setelah pencucian, sampel kulit pisang dihaluskan menggunakan blender. Kemudian sampel dibedakan menjadi 7, sampel pertama kulit pisang tanpa pengeringan, sampel kedua sampai dengan keempat pada suhu pengeringan 100°C selama 20 menit, 40 menit, dan 60 menit. Selanjutnya sampel kelima sampai dengan ketujuh pada suhu pengeringan 150°C selama 20 menit, 40 menit, dan 60 menit. Dari hasil pengukuran, variasi suhu dan waktu pengeringan pasta baterai berpengaruh terhadap nilai tegangan, arus, dan daya baterai yang dihasilkan. Pada penelitian ini, diperoleh nilai tegangan, arus, dan daya terbesar pada suhu pengeringan 100°C selama 60 menit, yaitu berturut-turut 1,476 Volt, 0,134 Ampere, dan 0,198 Watt.
MONITORING WATER LEVEL CONTROL BERBASIS ARDUINO UNO MENGGUNAKAN LCD LM016L Ahmadil Amin
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 1, No 1 (2018): EEICT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v1i1.1421

Abstract

Kegiatan monitoring persediaan air pada bak penampungan menjadi hal yang sangat penting mengingat ketersediaan air yang terbatas. Pada penelitian ini telah dibuat suatu alat yang dapat melakukan monitoring ketinggian permukaan air secara otomatis. Alat monitoring water level control berbasis arduino uno menggunakan LCD LM016L secara garis besar terdiri atas sensor ultrasonic HC-SR04, mikrokontroler arduino uno, LCD LM016L, relay, dan pompa air. Perangkat ini diaplikasikan untuk monitoring level ketinggian permukaan air pada bak penampungan secara otomatis. Prinsip kerja alat adalah apabila bak penampungan air dalam kondisi kosong atau mencapai level LOW, maka sensor ultrasonic HC-SR04 akan mendeteksi ketinggian air dan memberikan sinyal ke arduino uno untuk menghidupkan pompa pengisi bak penampungan air dan mengirimkan data ketinggian air pada LCD. Apabila bak penampungan air dalam keadaan penuh atau mencapai level HIGH, maka sensor ultrasonic HC-SR04 akan mendeteksi ketinggian air dan memberikan sinyal ke arduino uno untuk mematikan pompa pengisi bak penampungan air secara otomatis dan mengirimkan data ketinggian air pada LCD, sehingga memudahkan dalam pengontrolan persediaan air.
ANALISIS PENGHITUNGAN PEMAKAIAN ENERGI LAMPU LED PADA RUMAH TINGGAL TIPE 45 SELAMA SEBULAN Moethia Faridha
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 1, No 1 (2018): EEICT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v1i1.1417

Abstract

Pencabutan subsidi ini tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang tarif tenaga listrik PT PLN (Persero) mengatur penerapan tarif non subsidi bagi rumah tangga daya 900 VA yang mampu secara ekonomi. Penelitian dengan judul Analisa Perhitungan Pemakaian Daya Lampu LED Pada Rumah Tinggal Tipe 45 dilakukan untuk membantu masyarakat dengan tipe rumah 45 kebanyakan pelanggan PT. PLN 900 VA. Bahwa penghematan listrik dapat dilakukan dengan mengunakan jenis lampu LED, dimana lampu led memiliki kapasitas daya kecil tetapi memiliki intensitas cahaya yang besar dibandingkan lampu lain yang ada di pasaran.Rumusan masalah dari penelitian bagaimana mengidentifikasi dan menganalisa pemakaian energi listrik ( w ) yang diperlukan dalam waktu 1 (satu) bulan untuk rumah tinggal tipe 45 menggunakan lampu LED. Untuk data variable bebasnya adalah menentukan daya lampu led, menentukan jumlah titik lampu,  percobaan energi yang terpakai selama 12 jam, perhitungan energi yang terpakai selama 1 Bulan. Dan variable terikat dalam penelitian ini adalah perhitungan energi yang terpakai selama 1 Bulan.Setelah dilakukan pengukuran untuk lampu led dengan daya 10 watt 1150 lumen, 18 watt 2000 lumen, dan 23 watt 3000 lumen, dimana masing – masing dari lampu tersebut dikenakan perlakuan 12 jam untuk mengetahui daya yang terpakai menggunakan alat ukut watt meter.Energi terpakai selama 12 jam sebesar 1.872 Kwh, biaya yang dikeluarkan perbulannya dikalikan dengan TDL Rp. 1.450,- sebesar Rp. 2.714,-. Sehingga biaya yang dikeluarkan selama satu bulan didapat sebesar Rp. 81.432,-.Sehingga dengan biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 81.432,-. Sangat membantu bagi masyarakat dengan daya 900 VA non subsidi.
ANALISA DAN PERANCANGAN LIMBAH PLASTIK SAMPAH POLYETHYLENE TEREPHTHALATE UNTUK MENGHASILKAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF Jainal Arifin; Sobar Ihsan
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 1, No 1 (2018): EEICT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v1i1.1422

Abstract

Plastik adalah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar. Istilah plastik, menurut pengertian kimia, mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Molekul plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau nilai ekonominya.Alternatif lain penanganan sampah plastik yang saat ini banyak diteliti dan dikembangkan adalah mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Cara ini hanya mengubah sampah plastik langsung menjadi plastik lagi. Dengan cara ini dua permasalahan penting bisa diatasi, yaitu bahaya menumpuknya sampah plastik dan diperolehnya kembali bahan bakar minyak yang merupakan salah satu baha baku plastik. Teknologi untuk mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak yaitu dengan proses cracking (perekahan).Dari grafik dapat diketahui hasil pembakaran limbah plastik dengan suhu pemanasan 230oC dapat menghasilkan residu padat 3240 gram, suhu 250oC dapat menghasilkan 3192 gram, suhu 270oC dapat menghasilkan residu padat 2842 gram, suhu pemanasan 290oC dapat menghasilkan residu padat 2711 gram, dan suhu pemanasan 310oC dapat menghasilkan residu padat 2602 gram. Dari kedua grafik di atas dapat dilihat dan disimpulkan bahwa temperatur atau suhu sangat mempengaruhi produk yang dihasilkan karena apabila suhu makin tinggi nilai konstanta dekomposisi termal makin besar akibatnya laju destilasi bertambah dan konversi naik.
PENGARUH KONDISI MINYAK TERHADAP KEANDALAN SISTEM KERJA TRANSFORMATOR (STUDI KASUS DI PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA, TBK. PLANT 12 TARJUN – KALIMANTAN SELATAN) Saiful Karim
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 1, No 1 (2018): EEICT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v1i1.1418

Abstract

Susut umur transformator dipengaruhi oleh isolasi belitan trafo dan minyak trafo. Salah satu kerusakan atau kegagalan isolasi dari minyak trafo diakibatkan dari perubahan suhu atau suhu sekitar. Sehingga mengakibatkan isolasi menjadi rusak dan kenaikan temperatur minyak akan mengubah sifat minyak tersebut. Dan apabila perubahan-perubahan tersebut dibiarkan akan mengakibatkan nilai isolasi dari minyak tersebut menurun. Maka faktor pembebanan transformator tersebut berpengaruh terhadap temperatur minyaknya, semakin besar bebannya maka semakin tinggi temperaturnya, semakin rendah bebannya maka semakin rendah temperaturnyaBeberapa waktu terjadi kasus yang menyebabkan beberapa interbus transformer atau transformator daya yang ada di LSS2 Quarry meledak. Transformator ini meledak dikarenakan beban yang sangat besar pada transformator yang mengakibatkan interbus transformer atau transformator daya bekerja pada titik tertingginya selama beberapa waktu secara terus menerus. Hal ini tentu saja berakibat buruk pada kondisi dan karakteristik dari transformator dan isolasinya sendiri. Akibat pemakaian pada kondisi 100% secara terus menerus, maka pada transformator tersebut akan timbul panas pada daerah atau bagian internal dari transformator atau bisa disebut sebagai temperatur hot-spot yang bila dibiarkan akan menyebabkan degradasi pada isolasi transformator tersebut, terutama pada isolasi cair yang berupa minyak yang biasa di sebut sebagai minyak transformator. Temperatur yang besar dapat mengakibatkan transformator menjadi panas dan bisa mengurangi keandalan dari transformator tersebut.Keberadaan isolasi sangat penting karena selain berfungsi sebagai pemisah antara inti transformator tesebut, isolasi ini juga befungsi sebagai pendingin transformator sehingga mampu meminimalisir panas yang timbul pada transformator tersebut. Karena miyak transformator tersebut berada dalam keadaan panas selama beberapa waktu, maka akan mendidih dan akan menghasilkan uap air pada bagian langit-langit dari transformator ini dan nantinya uap air yang timbul akan jatuh kedalam minyak transformator dan akan mengendap pada isolasi antar inti dan pada bagian inti itu sendiri. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan tegangan tembus dari minyak transformator akan semakin berkurang karena minyak tersebut sudah tidak murni lagi

Page 1 of 1 | Total Record : 7