cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2022)" : 15 Documents clear
PENGARUH HUKUMAN (PUNISHMENT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI MTS NAHDLATUL ARIFIN SUMBEREJO AMBULU NUR MUHAMAD IKBALILMAROM
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1326

Abstract

The application of punishment (punishment) at MTs Nahdlatul Arifin is still the main reference for controlling student attitudes at school. This has a lot of influence on the students themselves and can even affect student learning outcomes, especially in social studies subjects. This study uses a quantitative approach with the type or design of research ex post facto (from after the fact). The population in this study were students at MTs Nahdlatul Arifin Sumberejo Ambulu. In the sampling using the formula of Issaq and Michel. Meanwhile, the data collection method used a questionnaire, observation, documentation and legger of students' PAT scores. The data obtained were then carried out descriptive tests and statistical tests using "T test" and "F test". The result of the research is that the data obtained by Fcount < F table is 2.064 < 3.92 and Tcount < T table is -1.437 < 1.658, it means Ho is accepted and Ha is rejected. With these calculations, it can be concluded that punishment does not affect student learning outcomes in social studies subjects at MTs Nahdlatul Arifin Sumberejo Ambulu. ABSTRAKPenerapan hukuman (punishment) di MTs Nahdlatul Arifin masih menjadi acuan utama untuk pengendalian sikap siswa di sekolah. Hal ini memeliki banyak pengaruh kepada diri siswa itu sendiri bahkan dapat mempengaruhi hasil belajar siswa terkhusus pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis atau desain penelitian ex post facto (dari setelah fakta). Populasi dalam penelitian ini yakni siswa di MTs Nahdlatul Arifin Sumberejo Ambulu. Dalam pengambil sampel menggunakan rumus dari Issaq dan Michel. Sedangkan metode pengumpulan datanya menggunakan angket, observasi, dokumentasi dan legger nilai PAT siswa. Data yang diperoleh kemudian dilakukan uji deskripstif dan uji statistik menggunakan “uji T” dan “Uji F”. Hasil penelitiannya adalah bahwa data yang diperoleh Fhitung < Ftabel yaitu 2,064 < 3,92 dan Thitung < Ttabel yaitu -1,437<1,658 maka artinya Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan perhitungan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa hukuman (punishment) tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di MTs Nahdlatul Arifin Sumberejo Ambulu.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI LISTRIK DINAMIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE TALKING STICK SISWA KELAS IX.2 MTSN 5 SOLOK SELATAN FATIMAH FATIMAH
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1359

Abstract

Students The purpose of this classroom action research is to improve the science learning outcomes of class IX.2 students in Semester I at MTsN 5 Solok Selatan. This type of research is action research with two rounds. Each round goes through stages, namely: planning, implementation, data collection, and reflection. The research subjects were students of class IX.2 in Semester I at MTsN 5 Solok Selatan with 33 students and teachers in charge of these subjects. The data obtained in the form of formative test results and observation sheets of teaching and learning activities. From the results of classroom action research that has been carried out on class IX.2 students in Semester I at MTsN 5 Solok Selatan about the application of the Talking Stick learning model in the learning process IPA student class IX.2 in Semester at MTsN 5 Solok Selatan 2019/2020 academic year. So it can be concluded that learning achievement which is also a manifestation of student process skills in learning in class IX.2 students shows that from 33 students in the first cycle, 45% mastery increases in the second cycle to 88%. Based on the results of cycle I and cycle II, it can be concluded that the Talking Stick learning model can improve students' science learning outcomes. The application of the Talking Stick learning model can improve students' science learning outcomes. The number of students who achieved completeness in two cycles carried out in accordance with the KKM was determined by the achievement, which was 88%. ABSTRAKTujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IX.2 pada Semester I di MTsN 5 Solok Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran melalui tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengumpulan data, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX.2 pada Semester I di MTsN 5 Solok Selatan dengan jumlah siswa 33 dan guru yang mengampu mata pelajaran tersebut. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif dan lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan pada siswa kelas IX.2 pada Semester I di MTsN 5 Solok Selatan tentang penerapan model pembelajaran Talking Stick dalam proses pelajaran IPA siawa kelas IX.2 pada Semester di MTsN 5 Solok Selatan Tahun Pelajaran 2019/2020. Maka dapat disimpulkan prestasi belajar yang juga merupakan perwujudan dari keterampilan proses siswa dalam belajar pada siswa kelas IX.2 menunjukkan dari 33 siswa pada siklus I ketuntansan 45% meningkat pada siklus II menjadi 88%. Berdasarkan hasil siklus I dan siklus II tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Penerapan model pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan pada dua siklus yang dilaksanakan sesuai dengan KKM ditetapkan dengan pencapaian, yaitu 88%.
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KUSMINI KUSMINI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1360

Abstract

This research is a dilator behind the low student achievement which can be seen from the test results (daily tests). Based on this, it can also be identified several problems that cause low student achievement, which can be formulated as follows "How to Improve Student Achievement Through the Application of the Search, Solve, Create, and Share (SSCS) Learning Model. The purpose of this research is to find a learning model that is effective, liked by students and can improve their learning achievement. The procedure adopted in this research, begins with reflecting on the learning process and results. Furthermore, discussions were held with colleagues about the shortcomings in the learning process that needed to be improved. The results of the discussion are in the form of suggestions for learning improvements that become a reference in implementing learning improvement programs through Classroom Action Research (CAR). The implementation of the improvements was carried out in 2 learning cycles on mathematics subjects. ABSTRAKPenelitian ini dilator belakangi rendahnya prestasi belajar siswa yang dapat dilihat dari hasil tes (ulangan harian). Berdasarkan hal tersebut dapat pula diidentifikasi beberapa permasalahan yang menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa, yang dapat dirumuskan sebagai berikut “Bagaimana Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS). Adapun tujuan penelitian ini adalah menemukan suatu model pembelajaran yang efektif, disenangi siswa dan dapat meningkatan prestasi belajarnya. Prosedur yang ditempuh dalam penelitian ini, diawali dengan melakukan refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran. Selanjutnya dilakukan diskusi dengan teman sejawat mengenai kekurangan-kekurangan dalam proses pembelajaran yang perlu dilakukan perbaikan. Hasil diskusi dalam bentuk saran perbaikan pembelajaran yang menjadi acuan dalam melaksanakan program perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelaksanaan perbaikan dilakukan dalam 2 siklus pembelajaran pada mata pelajaran matematika.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN LIVEWORKSHEETS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA PADA MATERI KONSEP MOL SUCI NOVI ARISANDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1361

Abstract

This study aims to determine whether there is an increase in student learning outcomes using live worksheets learning media during the Covid pandemic; This research is a classroom action research. The research was carried out in two cycles with each cycle consisting of 2 meetings by going through the stages of planning, implementing actions, observing and reflecting. The subjects of this study were students of class X MIPA 3 SMAN Terpadu Unggul 1 Tana Tidung in the 2020/2021 academic year, totaling 28 students. The results showed that the chemistry learning outcomes of X MIPA 3 students at SMAN Terpadu Unggul 1 Tana Tidung experienced an increase after the implementation of live worksheets learning media during the Covid 19 pandemic. These results were shown by an increase in student learning outcomes in each cycle. Improving student learning outcomes is seen from two aspects, namely based on student attendance and student learning outcomes. Student learning outcomes have increased as indicated by the increase in the average score of students from cycle I to an increase in cycle II, from an average of 46.85% in cycle I teaching meeting 1 to 92.86% in cycle II teaching meeting 4. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran liveworksheets pada masa pandemi Covid;. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan setiap siklus terdiri atas 2 kali pertemuan dengan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 3 SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung Tahun Pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 28 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kimia siswa X MIPA 3 SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung mengalami peningkatan setelah di terapkannya media pembelajaran liveworksheets pada masa pandemi Covid 19. Hasil ini di tunjukkan dengan adanya peningkatan peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklusnya. Peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari dua aspek yaitu berdasarkan kehadiran siswa dan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa dari siklus I hingga mengalami peningkatan pada siklus II, yakni dari rata-rata 46.85% pada siklus I pertemuan mengajar 1 menjadi 92.86 % pada siklus II pertemuan mengajar 4.
PENERAPAN AKSI LINGKUNGAN MELALUI OPTIMALISASI TRIPUSAT BELAJAR GUNA MENINGKATKAN KARAKTER SISWA PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN ARSITI ARSITI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1362

Abstract

The principal as a manager has a function to be able to influence, mobilize, empower and develop educational components to create progress for the school they lead. The problems at SMP Negeri 2 Baturraden related to the low environmental care character were overcome by environmental actions by optimizing the learning center consisting of parents, teachers and the community. Stages of School Action Research which include planning, implementation, observation and reflection resulted in significant changes. After optimizing the learning tri-center through environmental action, it resulted in real changes in increasing the caring and cultured character of the environment. Therefore the research hypothesis has been proven. Environmental Action in the form of the BER-6 Movement (Greet, Clap, Shake, Make Friends, Class, Go to School) which was carried out after 30 minutes of class hours was proven to be able to create a clean, beautiful, safe, and comfortable school environment for learning. ABSTRAKKepala sekolah sebagai manajer memiliki fungsi untuk dapat menmpengaruhi, menggerakan, memberdayakan dan mengembangkan komponen-komponen pendidikan untuk menciptakan kemajuan bagi sekolah yang dipimpin. Pemasalahan di SMP Negeri 2 Baturraden berkaitan dengan karakter peduli lingkungan lingkungan yang masih rendah diatasi dengan aksi-aksi lingkungan dengan mengoptimalkan tripusat belajar yang terdiri dari orangtua, guru dan masyarakat. Tahapan Penelitian Tindakan Sekolah yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi menghasilkan perubahan yang signifikan. Setelah mengoptimalkan tripusat belajar melalui aksi lingkungan menghasilkan perubahan yang nyata pada peningkatan karakter peduli dan berbudaya lingkungan. Oleh karena itu hipotesis penelitian telah terbukti. Aksi Lingkungan berupa Gerakan BER-6 (Bersapa, Bertepuk, Berjabat, Berteman, Berkelas, Bersekolah ) yang dilaksanakan setelah selasai jam pelajaran selama 30 menit terbukti mampu menciptakan lingkungann sekolah menjadi bersih, indah, aman, dan nyaman untuk belajar.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING MENGENAI SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA YUYU IIS
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1363

Abstract

Based on observations in Class VIII-H of MTs Negeri 3 Bandung that the Integrated Science learning process has not used a learning model that is in accordance with the characteristics of students, thus causing the value of science subjects is still low. The value obtained by students is below the standard value, namely 68, while the standard value is 72, it can be said that the implementation of the teaching and learning process is less than optimal. This requires learning improvements that are supported by learning models that are in accordance with teaching and learning activities. One learning model that allows students to learn optimally is the Quantum teaching learning model. The general research objective to be achieved in this study is to improve student learning outcomes through quantum teaching learning about the human excretory system in Class VIII-H MTs Negeri 3 Bandung. The method that will be used in this research is classroom action research (CAR). The considerations that underlie this research method, because the research steps are quite simple, so they are easily understood and implemented by researchers. The results showed that: Learning planning in improving student learning outcomes through quantum teaching learning about the excretory system in humans in Class VIII-H MTs Negeri 3 Bandung, in the first cycle got an average score of 2.71 or 67.85% and the second cycle obtained an average score of 3.57 or 89.28%. Implementation of learning in improving student learning outcomes through quantum teaching learning about the excretory system in humans in Class VIII-H MTs Negeri 3 Bandung: Teacher activity in the first cycle with an average score of 2.81 or 70.45%, and the second cycle with a score an average of 3.54 or 88.63%, student activities in the first cycle got an average score of 2.75 or 68.75% and the second cycle got an average score of 3.25 or 81.25%. Student learning outcomes through quantum teaching learning about the excretory system in humans in Class VIII-H MTs Negeri 3 Bandung have increased, namely, in the first cycle the average value is 71, in the second cycle the average value is 81. ABSTRAKBerdasarkan hasil pengamatan di Kelas VIII-H MTs Negeri 3 Bandung bahwa proses pembelajaran IPA Terpadu belum menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga menyebabkan nilai mata pelajaran IPA masih rendah. Adapun nilai yang diperoleh siswa di bawah nilai standar yaitu 68, sedangkan nilai standar yaitu 72 maka dapat dikatakan bahwa dalam pelaksanaan proses belajar mengajar kurang optimal. Hal ini, diperlukan perbaikan pembelajaran yang ditunjang oleh model pembelajaran yang sesuai dengan kegiatan belajar mengajar. Salah satu model pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar secara optimal adalah model pembelajaran Quantum teaching. Tujuan penelitian secara umum yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran quantum teaching mengenai sistem ekskresi pada manusia di Kelas VIII-H MTs Negeri 3 Bandung. Metode yang akan digunakan dalam penelitian adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Pertimbangan yang mendasari penelitian metode ini, karena langkah-langkah penelitian cukup sederhana, sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Perencanaan pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran quantum teaching mengenai sistem ekskresi pada manusia di Kelas VIII-H MTs Negeri 3 Bandung, pada siklus I mendapat skor rata-rata 2,71 atau 67,85% dan siklus II memperolah skor rata-rata 3,57 atau 89,28%. Pelaksanaan pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran quantum teaching mengenai sistem ekskresi pada manusia di Kelas VIII-H MTs Negeri 3 Bandung: Aktivitas guru pada siklus I dengan skor rata-rata 2,81 atau 70,45%, dan siklus II dengan skor rata-rata 3,54 atau 88,63%, aktivitas siswa pada siklus I mendapat skor rata-rata 2,75 atau 68,75% dan siklus II mendapat skor rata-rata 3,25 atau 81,25%. Hasil belajar siswa melalui pembelajaran quantum teaching mengenai sistem ekskresi pada manusia di Kelas VIII-H MTs Negeri 3 Bandung mengalami peningkatan yaitu, pada siklus I nilai rata-rata sebesar 71, pada siklus II nilai rata-rata sebesar 81.
BENTUK DAN GAYA BAHASA PANTUN PADA LIRIK LAGU CILOKAQ SASAK PEPAO-JANEPRIE DALAM ALBUM “SAQTEKANGEN” SERTA KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA MUHAMMAD RIANDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1389

Abstract

There are two problems in this research. First, what is the form and style of the rhyme language in the lyrics of the song Cilokaq Sasak Pepao-Janeprie in the album “Saqtekangen”; second, how it relates to literary learning. The purpose of this study is to describe the form and style of the rhyme language in the lyrics of the song Cilokaq Sasak Pepao-Janeprie in the album "Saqtekangen" and its relation to literary learning. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The technique of collecting data in this study used a listening and note-taking technique. The research subjects were four songs in the album "Saqtekangen" in the form of rhymes. After analyzing the data, it was found that (1) the form of the rhyme in the lyrics of the cilokaq song Sasak Pepao-Janeprie in the album "Saqtekangen" includes (a) the rhyme stanza consists of four lines in each stanza, (b) the number of words in each rhyme line consists of 4- 6 words or 8-12 syllables, and (c) the final rhyme of the rhyme with a cross pattern of a-b-a-b, (2) The use of rhyme language styles include: imagery, repetition, onomatopoeia hyperbole, irony, and litotes. (3) In relation to literature learning, the form and style of the rhyme language can be used as a medium for learning Indonesian Language and Literature which is innovative and creative at the junior high school level in accordance with the Basic Competence (KD) class VII semester I, namely identifying and studying the linguistic structure of local folk poetry (rhymes) that are read and heard. ABSTRAKAda dua permasalahan dalam penelitian ini. Pertama, bagaimana bentuk dan gaya bahasa pantun pada lirik  lagu Cilokaq Sasak Pepao-Janeprie dalam album “Saqtekangen”; kedua, bagaimana kaitannya dengan pembelajaran sastra. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan gaya bahasa pantun pada lirik lagu Cilokaq Sasak Pepao-Janeprie dalam album “Saqtekangen” serta kaitannya dengan pembelajaran sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan  data penelitian ini menggunakan teknik simak dan  catat. Subjek penelitian berupa empat buah lagu dalam album “Saqtekangen” yang berbentuk pantun. Setelah dilakukan analisis data ditemukan bahwa (1) Bentuk pantun pada lirik lagu cilokaq Sasak Pepao-Janeprie dalam album “Saqtekangen” meliputi (a) bait pantun terdiri atas empat larik pada setiap baitnya, (b) jumlah kata setiap larik pantun terdiri atas 4-6 kata atau 8-12 suku kata, dan (c) sajak akhir pantun dengan pola silang a-b-a-b, (2) Pemakaian gaya bahasa pantun meliputi: citraan (imagery), gaya bahasa repetisi, onomatope hiperbola, ironi, dan litotes. (3) Kaitannya dengan pembelajaran sastra, bentuk dan gaya bahasa pantun dapat dijadikan sebagai media pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang inovatif dan kreatif pada jenjang SMP sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) kelas VII semester I, yaitu mengidentifikasi dan menelaah struktur kebahasaan puisi rakyat setempat (pantun) yang dibaca dan didengar.
PEMANFAATAN GOOGLE FORM UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS VII MTS ASY-SYAFI’IYYAH JATIBARANG WAWAN ERAWAN
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1399

Abstract

This Best Practice was prepared to find out the increase in students' understanding and ability in learning English subjects for Class VII MTs Asy-syafi, Iyyah Jatibarang, Brebes Regency during the period from the Covid-19 pandemic to the epidemic. This Best Practice is implemented in the even semester of the 2021/2022 academic year, namely January-June 2021. This Best Practice describes the learning process using Google Form media to support limited face-to-face learning. It is expected that students can improve their learning competencies than before. By using google form media supported by videos and images, it is hoped that the learning will be interesting and can motivate students. Student learning outcomes previously under the Minimum Completeness Criteria (KKM) became even better above the KKM. Before Google Form was applied, 60.6% of students were good at it. After Google Form was applied, the achievement of students' competence in English lessons increased to 80.6% or 20% of completeness. ABSTRAKBest Practice ini disusun untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta didik dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa Inggris Kelas VII MTs Asy-syafi,iyyah Jatibarang Kabupaten Brebes selama masa dari Pandemi Covid-19 ke edemi. Best Practice  ini dilaksanakan pada semester genap  tahun pelajaran 2021/2022 yaitu bulan Januari-Juni 2021. Best Practice ini menggambarkan tentang proses pembelajaran dengan menggunakan media Google Form mendukung pembelajaran tatap muka terbatas. Diharapkan siswa dapat meningkatkan kompetensi pembelajaranya dari pada sebelumnya  Dengan menggunakan media google form didukung video dan gambar diharapkan pembelajaran tersebut menjadi mertarik dan dapat memotifasi siswa. Hasil belajar siswa yang sebelumnya dibawah Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM) menjadi lebih baik lagi diatas KKM. Sebelu diterapkan media google form siswa yang tuntar 60,6 %, setelah diterapkan media google form, pencapaian kompetensi siswa dalam pelajaran Bahasa Inggris meningkat menjadi 80,6 % atau meningkat 20 % ketuntasannya.
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IX SMPN 9 KONAWE SELATAN MELALUI METODE TUTOR SEBAYA PADA MATERI NARRATIVE TEXT ALFIAH ALFIAH
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1400

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of peer tutoring learning model on improving English learning activities of class IX A students of SMPN 9 Konawe Selatan in learning activities of narrative text materials. The research was conducted at SMP Negeri 9 Konawe Selatan, Konawe Selatan Regency, class IX A with 26 students. The research was carried out in semester 2 (Even) of the 2021/2022 Academic Year from January to February 2022. The classroom action research design was planned to consist of two cycles. In the first cycle, class IX A students of SMP Negeri 9 Konawe Selatan carried out PBM activities with peer tutor learning methods to read the mouse deer and crocodile fairy tale in English at the first meeting and read the wolf and the lamb fairy tale at the second meeting. The second cycle activities of class IX A students of SMP Negeri 9 Konawe Selatan carried out PBM activities with the English peer tutor learning method by reading the fairy tale of the lake Toba at the first meeting, and at the second meeting the students reading the snow white fairy tale. For data collection Classroom Action Research (CAR) are as follows, (1) observation and (2) student learning activity questionnaire. The conclusion of the study is that peer tutoring methods are used as a reference for implementing an independent curriculum (IKM) in schools because it involves students significantly and can increase student learning activities in PBM. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model belajar tutor sebaya terhadap peningkatan aktivitas belajar bahasa Inggris siswa kelas IX A SMPN 9 Konawe Selatan pada kegiatan pembelajaran materi narrative text. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 9 Konawe Selatan Kabupaten Konawe Selatan, kelas IX A dengan jumlah siswa 26 orang. Penelitian dilaksanakan pada semester 2 (Genap) Tahun Pelajaran 2021/2022 pada bulan Januari sampai bulan Februari tahun 2022. Desain penelitian tindakan kelas direncanakan terdiri dari dua siklus. Siklus pertama siswa kelas IX A SMP Negeri 9 Konawe Selatan melaksanakan kegiatan PBM dengan metode belajar tutor sebaya membaca dongeng mouse deer and crocodile dalam bahasa Inggris pada pertemuan pertama dan membaca dongeng the wolf and the lamb pada pertemuan kedua. Kegiatan siklus kedua siswa kelas IX A SMP Negeri 9 Konawe Selatan melaksanakan kegiatan PBM dengan metode belajar tutor sebaya bahasa Inggris dengan membaca dongeng the lake Toba pada pertemuan pertama, dan pada pertemuan kedua siswa membaca dongeng snow white. Untuk pengumpulan data Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah sebagai berikut, (1) observasi dan (2) angket aktivitas belajar siswa. Kesimpulan penelitian adalah metode belajar tutor sebaya dijadikan referensi implementasi kurikulum merdeka (IKM) di sekolah karena melibatkan siswa secara nyata dan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam PBM.
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT PERI-URBAN SERTA POTENSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA/MA DESTARIO SAGITA FAHMI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1410

Abstract

This study aims to examine the social changes of the Kunciran community of Tangerang City caused by the development of the Alam Sutera area of ??Tangerang while at the same time trying to explain its potential as a sociological learning material in the classroom on social change material. This study uses a qualitative approach with data collection through observation, interviews, and literature study. The results showed that there were social changes in the community in the form of 1) changes in community occupation from agriculture to non-agriculture, 2) changes in the land tenure system, 3) changes in the system of social relations. Social change in the people of Tangerang City can be used as a sociological learning material for social change material that includes cognitive, affective, and psychomotor aspects. In the cognitive aspect, students can understand and explain the material of social change in theory, form, and impact of social change. In the affective aspect, students can respond to various social changes that occur in society. In the psychomotor aspect, students can make simple scientific writings from the results of simple research on social changes that occur in the surrounding environment and discuss the results of their research in front of the class. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan sosial masyarakat Kunciran Kota Tangerang yang disebabkan karena adanya pembangunan kawasan Alam Sutera Tangerang sekaligus mencoba menjelaskan potensinya sebagai bahan pembelajaran sosiologi di kelas pada materi perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan sosial pada masyarakat berupa 1) berubahnya okupasi masyarakat dari pertanian ke non-pertanian, 2) perubahan pada sistem kepemilikan lahan, 3) perubahan pada sistem relasi sosial. Perubahan sosial masyarakat di Kota Tangerang bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sosiologi pada materi perubahan sosial yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pada aspek kognitif, peserta didik dapat memahami dan menjelaskan materi perubahan sosial secara teoritis, bentuk, dan dampak perubahan sosial. Pada aspek afektif, peserta didik dapat menyikapi berbagai perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Pada aspek psikomotorik, peserta didik dapat membuat tulisan ilmiah sederhana dari hasil penelitian sederhana mengenai perubahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitarnya serta mendiskusikan hasil penelitiannya di depan kelas.

Page 1 of 2 | Total Record : 15