cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 43 Documents clear
IMPLIKASI UANG JAPUIK DALAM KEHARMONISAN BERUMAH TANGGA Haq, Phadilal; Abdullah, Muhammad Wahid
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9345

Abstract

The tradition of Uang Japuik in Padang Pariaman is philosophically a form of respect for the groom within the matrilineal system. However, contemporary phenomena indicate a shift in the meaning of this tradition into an instrument of social prestige, triggering economic and psychosocial burdens for the bride's family. This study aims to analyze the implications of the shifting meaning of the Uang Japuik tradition on marital harmony amidst the high divorce rates in the region. The method used is descriptive qualitative with a literature study approach, synthesizing sociocultural literature and statistical data from the Pariaman Religious Court. The results show that high nominal expectations based on social status often become a source of internal conflict and a trigger for post-marital disharmony. Statistical trends over the last five years (2019-2023) recorded a total of 5,483 divorce cases at the Pariaman Religious Court, where continuous disputes were the dominant factor. The conclusion of this study emphasizes that to realize a harmonious family (sakinah) in accordance with the mandate of Law Number 1 of 1974, a renegotiation of the meaning of Uang Japuik is required to return it to its original function as a symbol of appreciation and strengthening kinship, rather than a financial burden that undermines domestic stability. ABSTRAK Tradisi Uang Japuik di Padang Pariaman secara filosofis merupakan bentuk penghormatan terhadap mempelai laki-laki dalam sistem matrilineal. Namun, fenomena kontemporer menunjukkan adanya pergeseran makna tradisi ini menjadi instrumen prestise sosial yang memicu beban ekonomi dan psikososial bagi keluarga perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi pergeseran makna tradisi Uang Japuik terhadap keharmonisan rumah tangga di tengah tingginya angka perceraian di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, menyintesis literatur sosiokultural serta data statistik dari Pengadilan Agama Pariaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi nominal yang tinggi berdasarkan status sosial sering kali menjadi sumber konflik internal dan pemicu ketidakharmonisan pasangan pasca-pernikahan. Data tren lima tahun terakhir (2019-2023) mencatat total 5.483 kasus perceraian di PA Pariaman, di mana perselisihan terus-menerus menjadi faktor dominan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa untuk mewujudkan keluarga yang sakinah sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, diperlukan renegosiasi pemaknaan Uang Japuik agar kembali pada fungsi asalnya sebagai simbol penghargaan dan penguat kekerabatan, bukan beban finansial yang mencederai stabilitas domestik.
PENGARUH BIG DATA ANALYTICS, DATA GOVERNANCE, DAN ANALYTICAL CAPABILITY TERHADAP KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP DETEKSI FRAUD PADA BANK X DI INDONESIA Sianturi, Murdan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9346

Abstract

Digital transformation in the banking sector demands optimization of data management to mitigate fraud risks, but its success is highly dependent on the integration of technology, governance, and human resource capabilities. This study aims to analyze the influence of Big Data Analytics, Data Governance, and Analytical Capability on Accounting Information Quality and its impact on Fraud Detection at Bank X. Using an explanatory quantitative approach, data were collected through questionnaires to employees of related units and analyzed using the SEM-PLS method. The test results show that Big Data Analytics (path coefficient 0.45), Data Governance (0.42), and Analytical Capability (0.40) have a positive and significant effect on Accounting Information Quality, with a determination value (R-Square) of 0.65. Furthermore, Accounting Information Quality is proven to have a significant impact on Fraud Detection (coefficient 0.50) and mediates the relationship between variables with a model influence contribution of 60%. It is concluded that improving the quality of accounting information through the synergy of sophisticated data analytics, disciplined governance, and HR analytical competency is the main foundation in strengthening the effectiveness of the banking fraud detection system. ABSTRAK Transformasi digital di sektor perbankan menuntut optimalisasi pengelolaan data untuk memitigasi risiko kecurangan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada integrasi teknologi, tata kelola, dan kapabilitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Big Data Analytics, Data Governance, dan Analytical Capability terhadap Kualitas Informasi Akuntansi serta dampaknya pada Deteksi Fraud di Bank X. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpulkan melalui kuesioner kepada karyawan unit terkait dan dianalisis menggunakan metode SEM-PLS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Big Data Analytics (koefisien jalur 0,45), Data Governance (0,42), dan Analytical Capability (0,40) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Informasi Akuntansi, dengan nilai determinasi (R-Square) sebesar 0,65. Lebih lanjut, Kualitas Informasi Akuntansi terbukti berdampak signifikan terhadap Deteksi Fraud (koefisien 0,50) serta memediasi hubungan antarvariabel dengan kontribusi pengaruh model sebesar 60%. Disimpulkan bahwa peningkatan kualitas informasi akuntansi melalui sinergi analitik data yang canggih, tata kelola yang disiplin, dan kompetensi analitik SDM merupakan fondasi utama dalam memperkuat efektivitas sistem deteksi fraud perbankan.
POLA PEMANFAATAN AIR SUNGAI DARI DAM ALAMI WAE ELA UNTUK MASYARAKAT Patty, Farhani Amalia; Nanlohy, W. D.; Ruman, Rifyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9347

Abstract

The availability of clean water following the Wae Ela natural dam landslide disaster has become a crucial challenge for the people of Negeri Lima due to the damage to vital infrastructure. This study aims to analyze the water utilization patterns of the Wae Ela river and its determinants using qualitative methods with an exploratory case study design. Through in-depth interviews and observations, it was found that the utilization patterns are adaptive but very limited, where 100% of the community only uses water for non-consumptive domestic needs such as bathing and washing. Quantitative data shows an average usage volume of 130 liters per individual per visit with a dominant frequency of 2-3 times a week, concentrated in the morning (46.6%) and afternoon (33.3%). This pattern is hierarchically influenced by five main factors: the lack of adequate infrastructure, physical accessibility constraints, competition with alternative water sources, socio-economic stratification, and institutional gaps. It is concluded that current water utilization is highly dependent on individual physical and economic access without an equitable distribution mechanism, thus urgently requiring sustainable water governance policy interventions. ABSTRAK Ketersediaan air bersih pascabencana longsor bendungan alami Wae Ela menjadi tantangan krusial bagi masyarakat Negeri Lima akibat kerusakan infrastruktur vital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pemanfaatan air sungai aliran Wae Ela dan faktor determinannya menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Melalui wawancara mendalam dan observasi, ditemukan bahwa pola pemanfaatan bersifat adaptif namun sangat terbatas, di mana 100% masyarakat hanya menggunakan air untuk kebutuhan domestik non-konsumsi seperti mandi dan mencuci. Data kuantitatif menunjukkan rata-rata volume penggunaan sebesar 130 liter per individu per kunjungan dengan frekuensi dominan 2-3 kali seminggu, yang terkonsentrasi pada waktu pagi (46,6%) dan sore hari (33,3%). Pola ini dipengaruhi secara hierarkis oleh lima faktor utama, yaitu ketiadaan infrastruktur memadai, kendala aksesibilitas fisik, kompetisi dengan sumber air alternatif, stratifikasi sosial-ekonomi, serta kekosongan kelembagaan. Disimpulkan bahwa pemanfaatan air saat ini sangat bergantung pada kemampuan akses fisik dan ekonomi individu tanpa mekanisme pemerataan, sehingga mendesak perlunya intervensi kebijakan tata kelola air yang berkelanjutan.