cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 4 (2021)" : 11 Documents clear
PENGGUNAAN PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 4 SD PADA MATA PELAJARAN PAI KHOLIS ANJALEKA
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i4.574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 4 SD Negeri 2 Kalibagor Situbondo dengan penggunaan media pembelajaran puzzle. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, dimana tiap siklusnya dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri 2 Kalibagor Situbondo semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 9 anak, 6 laki-laki dan 3 perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dengan penggunaan media pembelajaran puzzle secara klasikal terjadi peningkatan dari 5 anak (56%) pada siklus 1 menjadi 8 anak (89%) pada siklus 2. Tingginya motivasi belajar siswa mempengaruhi peningkatan ketuntasan belajar siswa, yaitu dari 4 anak (44%) pada siklus 1 menjadi 8 anak (89%) pada siklus 2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan puzzle dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 4 SD Negeri 2 Kalibagor Situbondo tahun pelajaran 2021/2022 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MODEL MAKE A MATCH MATERI MENGENAL MALAIKAT ALLAH DAN TUGASNYA KELAS IV SDN MUKA SUNGAI KURUK SERUWAY SAMSUL BAHRI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i4.575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada materi Mengenal Malaikat Allah dan Tugasnya bagi siswa kelas IV SD Negeri Muka Sungai Kuruk Kecamatan Seruway melalui penggunaan model make a match (mencari pasangan). Prosedur penelitian yang dilaksanakan peneliti dengan menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (action research). Jenis penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam dua siklus. Siklus I merupakan tindakan melalui model make a match (mencari pasangan). Pada siklus II merupakan perbaikan pembelajaran melalui model make a match (mencari pasangan) untuk meningkatkan hasil belajar dan meningkatkan aktivitas belajar siswa (activ learning). Data-data yang diperoleh setelah pelaksanaan tindakan selanjutnya dianalisis dengan analisis deskripsi komparatif. Dari hasil analis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu pada siklus I siswa yang tuntas sebesar 63,33 % menjadi 90,00 % pada siklus II dari jumlah siswa 30 orang. Rata-rata hasil tes belajar pada siklus I dari 72,67 menjadi 87,00 pada siklus II. Sedangkan keaktifan belajar siswa meningkat yaitu pada siklus I siswa yang aktif sebesar 60.00% atau sebanyak 18 orang, menjadi 86.67% atau sebanyak 26 orang pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model make a match (mencari pasangan) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat berpengaruh positif terhadap aktifitas belajar siswa bagi kelas IV SD Negeri Muka Sungai Kuruk Kecamatan Seruway tahun pelajaran 2018-2019, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA LEWAT METODE PEMBELAJARAN MODEL KONTEKSTUAL BERBASIS MASALAH SUGIATI SUGIATI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i4.583

Abstract

Bagaimanakah caranya agar siswa tidak melupakan materi pelajaran yang telah diterimanya agar siswa nantinya siap menghadapi ujian kenaikan kelas yang siap atau tidak siap harus mereka hadapi. Bagaimanakah membuat suatu materi ajar agar agar tidak terlupakan oleh anak didik. Dalam hal ini guru harus mencari metode untuk mengingatkan segala memori di benak siswa yang telah mereka terima. Guru harus bisa membangkitkan kembali memori itu. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 015 Petala Bumi, Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (66,67%), siklus II (76,19%), siklus III (90,48%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode kontekstual berbasis masalah materi pelajaran dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas VI SD Negeri 015 Petala Bumi serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Matematika.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS II DI SD NEGERI 011 TITIAN RESAK SUSIYANTI SUSIYANTI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i4.604

Abstract

Bagaimanakah cara agar peserta didik aktif dalam proses pembelajaran dan berfikir kritis dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran apakah, selain ceramah dan metode penugasan yang bersifat teoritis dan hanya menyalin dari buku teks dalam hal ini hingga terwujud kegiatan pembelajaran yang lebih bermakna. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga siklus. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri 011 Titian Resak, Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan pembelajaran. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (66,67%), siklus II (76,19%), siklus III (90,48%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar siswa terlihat pada proses pembelajaran pada setiap siklus dengan menggunakan metode Discovery Learning melalui pendekatan saintifik.. Diharapkan siswa kelas II SD Negeri 011 Titian Resak dapat memahami materi kalimat ajakan dengan berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/ HOTS). Dengan menggunakan model dan pendekatan pembelajaran tersebut dapat digunakan sebagai salah satu motivasi peserta didik aktif dalam proses pembelajaran.
PENINGKATAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG BILANGAN CACAH DENGAN MODEL PERMAINAN LACAK KARTU BILANGAN PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 011 TITIAN RESAK SRI LESTARI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i4.610

Abstract

Untuk dapat mempelajari sesuatu dengan baik, kita perlu mendengar, melihat, bertanya, dan mendiskusikannya dengan orang lain. Tidak hanya itu, siswa perlu "melakukannya", yang menggambarkan sesuatu dengan caranya sendiri, menunjukkan misalnya, mencoba untuk mempraktikkan keterampilan dan tugas yang membutuhkan pengetahuan yang telah mereka peroleh. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin tahu seberapa besar pemahaman dan penguasaan mata pelajaran MATEMATIKA setelah penerapan permainan lacak kartu bilangan. (b)Ingin tahu pengaruh motivasi siswa setelah penerapan permainan lacak kartu bilangan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat fase: desain, aktivitas dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas III. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari analis ditemukan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, yaitu siklus pertama (42,85%), siklus kedua (89,28%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pengajaran berbasis permainan lacak kartu bilangan dapat memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar kelas III, dan model ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran matematika.
MENINGKATKAN KINERJA KEPALA MIN 6 SEMARANG MELALUI METODE SELF ASSESMENT NUR SA’IDU
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i4.615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Kinerja Kepala MIN 6 Semarang melalui Metode Self Assesment (Penilaian Diri Sendiri). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kepengawasan yang dilakukan secara kolaboratif partisipatif antara Kepala MIN 6 Semarang sebagai Subyek Penelitian dengan Pengawas Sekolah pada Madrasah sebagai Peneliti. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis data. Analisis data dilakukan dalam 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) penggunaan metode Self Assesment (Penilaian Diri Sendiri) dapat meningkatkan kinerja Kepala MIN 6 Semarang . Peningkatan Kinerja Kepala MIN 6 Semarang dapat dilihat dari komponen Standar Kepribadian pada siklus 1 sebesar 80% meningkat menjadi sebesar 90,5% pada siklus 2 atau naik sebesar 10,5%. Standar Kompetensi Manajerial pada siklus 1 sebesar 76,4% meningkat menjadi sebesar 89,3% pada siklus 2 atau naik sebesar 12,3%. Standar Kompetensi Kewirausahaan pada siklus 1 sebesar 76,25% meningkat menjadi sebesar 91,25% pada siklus 2 atau naik sebesar 15%. Standar Kompetensi Supervisi pada siklus 1 sebesar 78% meningkat menjadi sebesar 86% pada siklus 2 atau naik sebesar 8%. Standar Kompetensi Sosial pada siklus 1 sebesar 63,3% meningkat menjadi sebesar 76% pada siklus 2 atau naik sebesar 12,6%. (b) Penggunaan Self Assesment (Penilaian Diri Sendiri) dapat meningkatkan Kinerja Kepala MIN 6 Semarang dengan rata-rata pada siklus 1 sebesar 74,8% meningkat menjadi 86,6% pada siklus 2 atau mengalami peningkatan sebesar 11,8%.
PENGGUNAAN MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENDESKRIPSIKAN BAGI SISWA KELAS VI SDN 015/VIII SUNGAI BENGKAL SUSMARNI SUSMARNI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i4.634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media buku cerita bergambar untuk meningkatkan keterampilan mendeskripsikan siswa kelas VI SD Negeri 015/VIII Sungai Bengkal Kabupaten Tebo Provinsi Jambi Tahun Pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas kolaborasi yang dilakukan sebanyak dua siklus. Desain penelitian menggunakan model Kemmis dan Taggart dengan subjek penelitian siswa kelas VI yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan 1) tes mendeskripsikan lisan dan tes tertulis, 2) observasi, dan 3) dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Indikator keberhasilan siswa yang harus dicapai dengan rata-rata kelas 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran mendeskripsikan dengan menggunakan media buku cerita bergambar dapat meningkatkan keterampilan mendeskripsikan siswa kelas VI SD Negeri 015/VIII Sungai Bengkal Kabupaten Tebo. Berdasarkan hasil kemampuan mendeskripsikan siswa dengan menggunakan media buku cerita bergambar pada siklus 1 pertemuan 1 diperoleh data 62,35%, pada siklus 1 pertemuan 2 diperoleh hasil 63,3%. Target pencapaian dari penelitian ini adalah 75%. Maka berdasarkan data pada siklus 1 baik pertemuan 1 dan 2 belum mencapai 75%. Oleh sebab itu, penelitian ini berlanjut pada siklus 2. Selanjutnya pada siklus 2 pertemuan 1 diperoleh 83,3% dan pada siklus 2 pertemuan 2 mencapai 85,5%. Berdasarkan analisis pada siklus 2 maka nilai yang diharapkan telah tercapai. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar dapat meningkatkan keterampilan mendeskripsikan siswa kelas VI SD Negeri 015/VIII Sungai Bengkal Kabupaten Tebo.
MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN PEMBIASAAN DI SD NEGERI 2 TAMBAKAN KECAMATAN GUBUG KABUPATEN GROBOGAN JASMANA JASMANA
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i4.653

Abstract

Habituation activities are a process of forming attitudes and behaviors that are relatively permanent and automatically through a learning process that is repeated and carried out outside of class hours. Habituation is part of character education from character education which is carried out repeatedly in response to the same stimulus. The purpose of writing the article is to describe the habituation program carried out at SD Negeri 2 Tambakan, Gubug District, Grobogan Regency by guiding to shape the character of students. The research method used is descriptive qualitative research method, so the results of this study are: 1) The habituation program of SD Negeri 2 Tambakan, Gubug District, Grobogan Regency consists of 4 activities, namely routine activities, spontaneous activities, programmed activities and exemplary activities. 2) Character values ??that are applied and shown are religious, care for the environment, responsibility, honesty, and tolerance. 3). The obstacles in implementing character education in SD Negeri 2 Tambakan, Gubug District, Grobogan Regency are environmental factors, student factors, family factors and teacher factors. ABSTRAKKegiatan pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan secara otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang dan dilaksanakan di luar jam pelajaran. Pembiasaan merupakan bagian pendidikan budi pekerti dari pendidikan berkarakter yang dilaksanakan secara berulang sebagai respon terhadap stimulus yang sama. Tujuan penulisan artikel adalah untuk mendeskripsikan program pembiasaan yang dilakukan di SD Negeri 2 Tambakan Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan dengan cara membimbing untuk membentuk karakter siswa. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, sehingga hasil penelitian ini adalah: 1) Program pembiasaan SD Negeri 2 Tambakan Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan terdiri atas 4 kegiatan yaitu kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan terprogram dan kegiatan keteladanan. 2) Nilai karakter yang diterapkan dan ditunjukan yaitu religius, peduli lingkungan, tanggung jawab, jujur, dan toleransi. 3). Hambatan dalam penerpan pendidikan karakter di SD Negeri 2 Tambakan Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan adalah faktor lingkungan, faktor peserta didik, faktor keluarga dan faktor guru.
PROBLEM BASED LEARNING SOLUSI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN TOPIK KPK & FPB DI KELAS IV SDI RAMAH ANAK CILODONG DEPOK IIN QURAISIN
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i4.708

Abstract

Learning mathematics on the topic of KPK and FPB is one of the materials considered "difficult" by students. Because of this material, students are required to be able to understand multiplication and division very well. If a student's understanding is proficient in multiplication and division, it will automatically be very easy for them to solve questions related to the KPK and FPB. And usually the teacher to deliver this material more often/generally uses classical learning models or lectures. Because this learning model is considered to be the most "correct" in providing understanding to students. But in reality, students are becoming less and less interested and add the label "very difficult" to learning mathematics. From here, the research was conducted by providing a different learning model, namely using the PBL (Problem Based Learning) learning model or also known as PBM (Problem Based Learning). The basis of this learning model is that students are invited to find solutions in solving story problems related to KPK and FPB questions in their respective group discussions, so that students are interested and challenged in solving these problems. This research was conducted through classroom action research (CAR) with 3 stages/cycles (Pre-Cycle, Cycle I, and Cycle II) in it. Problem-Based Learning Model is used in cycles I and II. Based on the research results obtained in the pre-cycle and cycle I, there was an increase in student learning outcomes from only 33% of students who scored above the KKM to 52% of students who completed the KKM. After improving learning in cycle I to cycle II, there was an increase again in student acquisition scores, from 52% of students who completed the KKM to 95% of students who completed the KKM. From the results of this study, it can be concluded that the mathematics learning outcomes given the Problem Based Learning model or PBL (Problem Based Learning) are better than the students' mathematics learning outcomes without using the Problem Based Learning model. ABSTRAKPembelajaran matematika pada topik KPK dan FPB merupakan salah satu materi yang dianggap “sulit” oleh siswa. Karena materi ini siswa dituntut harus sudah mampu memahami perkalian dan pembagian dengan sangat baik. Jika pemahaman seorang siswa sudah mahir di perkalian dan pembagiannya, maka secara otomatis akan sangat mudah bagi mereka untuk menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan KPK dan FPB. Dan biasanya guru untuk menyampaikan materi ini lebih sering/pada umumnya menggunakan model pembelajaran klasik atau ceramah. Karena model pembelajaran ini dianggap paling “jitu” dalam memberikan pemahaman kepada siswa. Namun kenyataannya, siswa menjadi semakin kurang tertarik dan menambahkan label “sulit sekali” terhadap pembelajaran matematika. Dari sinilah, penelitian dilakukan dengan memberikan model pembelajaran yang berbeda, yaitu menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) atau disebut juga dengan PBM (Pembelajaran Berbasis Masalah). Dasar model pembelajaran ini yaitu siswa diajak untuk menemukan solusi dalam menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan soal-soal KPK dan FPB dalam diskusi kelompoknya masing-masing, agar siswa tertarik dan tertantang dalam menyelesaikan soal tersebut. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 3 tahapan/siklus (Pra-Siklus, Siklus I, dan Siklus II) didalamnya. Model Pembelajaran Berbasis Masalah digunakan pada siklus I dan II. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan pada pra-siklus dan siklus I, yaitu terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari hanya terdapat 33% siswa yang mendapat nilai di atas KKM menjadi 52% siswa yang tuntas KKM. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus I menuju siklus II, terjadi peningkatan kembali pada nilai perolehan siswa yaitu dari 52% siswa tuntas KKM menjadi 95% siswa tuntas KKM. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika yang diberi model Pembelajaran Berbasis Masalah atau PBL (Problem Based Learning) lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa tanpa menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK MATEMATIKA SISWA KELAS V SD BERBASIS BUDAYA ENDAH SULISTYORINI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i4.711

Abstract

This research is aiming for design learning media that can increase students ' interest in learning mathematics and help learners understand math problems in the form of story problems. This Learning media product contains material that covers the standards of competency to understand the material of class V SD. The research method used is ASSURE, consisting of: (1) Analyze learner characteristics; (2) State performance objectives; (3) Select, modify or design media, (4) Utilize Technology, Media, and Material; (5) Require learner response; and (6) Evaluate and revision. The subject in this study was a student of class V elementary School 16 Pondok Labu, the respondent in this study of 20 Students for field trials on comic media mathematics. Data collection instrument in the form of validation sheet for field experts (practitioners), linguists, material experts, media experts, development experts, and student field test results of class V elementary School. The results of this study indicate that: (1) The resulting comic media Based on the Math learning Class V Elementary School; (2) Mathematics comic Media developed very good category for use by students in class V, and (3) learning with the Learning Media Mathematics comic can make it easier for learners to understand the story and can Motivation to learn learners ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendesain media pembelajaran yang dapat meningkatkan minat peserta didik dalam belajar matematika dan membantu peserta didik dalam memahami soal matematika dalam bentuk soal cerita. Produk media pembelajaran ini memuat materi yang mencangkup dalam standar kompetensi untuk memahami materi kelas V SD. Metode Penelitian yang digunakan adalah ASSURE, yang terdiri dari : (1) Menganalisis Karakteristik Pembelajaran; (2) Menentukan Standard dan Tujuan; (3) Memilih Strategi, Teknologi, Media dan Bahan ajar, (4) Menggunakan Teknologi, Media dan Bahan Ajar; (5) Mengembangkan Partisipasi Peserta Didik; dan (6) Mengevaluasi dan Merevisi. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD Negeri 16 Pondok Labu, responden dalam penelitian ini sebanyak 20 peserta didik untuk uji coba lapangan terhadap media komik matematika. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi untuk ahli bidang studi (praktisi), ahli bahasa, ahli materi, ahli media, ahli pengembangan, dan hasil uji lapangan peserta didik kelas V SD. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Dihasilkan media komik berbasis Budaya pada pembelajaran matematika kelas V SD; (2) Media komik matematika yang dikembangkan berkategori sangat baik untuk digunakan oleh peserta didik SD kelas V, dan (3) pembelajaran dengan media pembelajaran komik matematika dapat mempermudah peserta didik dalam memahami soal cerita serta dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Page 1 of 2 | Total Record : 11