cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026)" : 23 Documents clear
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS MATERI EKOSISTEM MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING BERBANTU CANVA PADA SISWA KELAS V SDN CIJELER III Maulianni, Eka; Tarida, Pratiwi; So’adah, Hadissah Jamiatus; Fauzan, Muhamad Riva; Nurizki, Nita; Nugraha, Rana Gustian
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.9222

Abstract

The limited utilization of interactive learning media in the IPAS subject serves as the foundation for this research. The study seeks to elucidate the use of the Cooperative Learning model facilitated by Canva media to enhance the academic performance of fifth-grade students in IPAS content concerning ecosystems, as well as to assess the advancement in learning outcomes post-intervention. The employed methodology is Classroom Action Research (CAR) utilizing the Kemmis and McTaggart model, encompassing the steps of preparation, execution, observation, and reflection. The research participants comprised 15 fifth-grade children from SDN Cijeler III who engaged in two cycles of activity. The research findings indicate a progression in learning mastery from the pre-test to cycle I and subsequently to cycle II. The percentage of learning mastery rose from an initial 0% to 26.6% in cycle I, and subsequently reached 86.6% in cycle II. The attainment of mastery in cycle II has surpassed the predetermined success markers, so the research was deemed successful in cycle II. Consequently, it can be inferred that the implementation of the Canva-assisted Cooperative Learning approach is successful in enhancing the learning outcomes of IPAS material on ecosystems among fifth-grade students at SDN Cijeler III. ABSTRAK Pemanfaatan media pembelajaran interaktif yang terbatas dalam mata pelajaran IPAS menjadi dasar penelitian ini. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan model Cooperative Learning yang difasilitasi oleh media Canva untuk meningkatkan prestasi akademik siswa kelas V pada materi IPAS tentang ekosistem, serta untuk menilai peningkatan hasil belajar pasca intervensi. Metodologi yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart, yang mencakup langkah-langkah persiapan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Peserta penelitian terdiri dari 15 siswa kelas V dari SDN Cijeler III yang mengikuti 2 siklus kegiatan. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan penguasaan pembelajaran dari pre-test ke siklus I dan selanjutnya ke siklus II. Persentase penguasaan belajar meningkat dari 0% pada awalnya menjadi 26,6% pada siklus I, dan selanjutnya mencapai 86,6% pada siklus II. Pencapaian penguasaan dalam siklus II telah melampaui penanda keberhasilan yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga penelitian dianggap berhasil dalam siklus II. Akibatnya, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Pembelajaran Kooperatif berbantu Canva berhasil meningkatkan hasil belajar materi IPAS tentang ekosistem pada siswa kelas V di SDN Cijeler III.  
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI DISIPLIN POSITIF: STUDI KUALITATIF DI SDN 02 CIKAWUNG KABUPATEN BANYUMAS Istiqomah, Isna Nur; Siswadi, Siswadi
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.9223

Abstract

The shift in educational paradigms from punitive to positive discipline requires a strategic role for principals in managing changes in school culture toward a more humanistic and educative one. This study aims to analyze the principal's leadership strategies in implementing positive discipline for teachers and students at SDN 02 Cikawung, Banyumas Regency, which integrates local wisdom values. Using qualitative descriptive methods, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The results revealed that the principal fulfills his role as educator, manager, and supervisor through three key strategies: internalizing values ​​through role models, strengthening teacher capacity through reflective coaching, and creating a child-friendly school ecosystem. A unique finding of this study is the application of the "School Community Consultation" approach as an effective conflict resolution mechanism in building mutual understanding. The study's conclusions confirm that the successful implementation of positive discipline is highly dependent on the consistent leadership of the principal in facilitating the transformation of the school community's mindset from external control to intrinsic awareness and motivation. ABSTRAK Pergeseran paradigma pendidikan dari pendekatan disiplin punitif menuju disiplin positif menuntut peran strategis kepala sekolah dalam mengelola perubahan budaya sekolah yang lebih humanis dan edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengimplementasikan disiplin positif pada guru dan siswa di SDN 02 Cikawung, Kabupaten Banyumas, yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepala sekolah menjalankan peran sebagai edukator, manajer, dan supervisor melalui tiga strategi kunci: internalisasi nilai melalui keteladanan, penguatan kapasitas guru berbasis coaching reflektif, dan penciptaan ekosistem sekolah yang ramah anak. Temuan unik dari studi ini adalah penerapan pendekatan "Rembug Warga Sekolah" sebagai mekanisme resolusi konflik yang efektif dalam membangun kesepahaman bersama. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan implementasi disiplin positif sangat bergantung pada konsistensi kepemimpinan kepala sekolah dalam memfasilitasi transformasi pola pikir warga sekolah dari kontrol eksternal menuju kesadaran dan motivasi intrinsik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 3 Agustin, Clara Rizkina; Legowo, Yogi Ageng Sri
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.9307

Abstract

Mathematics instruction at the elementary school level often encounters obstacles related to limited student involvement, underdeveloped teamwork skills, and inadequate critical thinking abilities, which ultimately affect learning achievement. These challenges were observed among third-grade students at Batursari 5 Elementary School. To address this situation, the Student Team Achievement Divisions (STAD) Cooperative Learning model was applied, emphasizing structured collaboration within diverse student groups. This study aimed to investigate the impact of the STAD model on students’ mathematics learning outcomes. An experimental approach with a one-group pretest–posttest design was employed. The participants consisted of 25 students from class IIIA. Data were obtained through a 20-item mathematics achievement test. Data analysis involved descriptive statistical techniques and inferential analysis using a paired sample t-test. The results indicated an improvement in the average score from 71.20 prior to treatment to 80.56 after the implementation of the STAD model. Statistical testing yielded a significance value of 0.000 at the 0.05 level, confirming a significant difference between pretest and posttest results. These findings suggest that the application of the STAD Cooperative Learning model effectively enhances students’ mathematics learning outcomes. ABSTRAKPembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait partisipasi siswa yang belum optimal, kemampuan kolaborasi yang kurang terasah, serta rendahnya pengembangan berpikir kritis dan sikap ilmiah. Kondisi tersebut ditemukan pada siswa kelas III SD Negeri Batursari 5 dan berdampak pada capaian hasil belajar matematika. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan model Cooperative Learning tipe Student Team Achievement Divisions (STAD), yang menekankan pembelajaran melalui kerja kelompok heterogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan model STAD terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan eksperimen menggunakan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas IIIA. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar matematika sebanyak 20 soal. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji inferensial berupa paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata siswa dari 71,20 sebelum perlakuan menjadi 80,56 setelah penerapan model STAD. Pengujian hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,000 pada taraf 0,05, yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran STAD memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas III.

Page 3 of 3 | Total Record : 23