Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL LEARNING CYCLE BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL Sri Legowo, Purnomo, Yogi Ageng
Joyful Learning Journal Vol 3 No 2 (2014): Joyful Learning Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jlj.v3i2.5903

Abstract

Abstrak___________________________________________________________________Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kualitas pembelajaran IPA, yang meliputi keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa kelas VA SDN Purwoyoso 03 Semarang melalui model Learning Cycle berbantuan media Audiovisual. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterampilan guru pada siklus I memperoleh skor 24 dengan kriteria baik meningkat pada siklus II menjadi 31 dengan kriteria sangat baik. (2) aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor 18,68 dengan kriteria cukup meningkat pada siklus II menjadi 26,31 dengan kriteria baik. (3) Hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal pada siklus I 76.93% meningkat pada siklus II menjadi 92.31%. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model Learning Cycle berbantuan media Audiovisual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA yang meliputi keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Sehingga sebaiknya guru menerapkan model Learning Cycle berbantuan media Audiovisual dalam pembelajaran IPA.The aim of the research was to increase the quality of science learning, which included teacher skills, studentsactivities, and students learning outcomes of grade VA SDN Purwoyoso 03, Semarang through learning Cyclemodel using audio visual media. The research used classrooom action research in two cycles. Data collectiontechniques used tests and nontest. Data were analyzed using quantitative and qualitative descriptive analysistechniques. The results showed that: (1) Teacher skills in the first cycle scored 24 with good criteria. It increasedin the second cycle to 31 with very good criteria. (2) Students activity in first cycle got score 18.68 with enoughcriteria, increased in the second cycle became 26.31 with good criteria. (3) Students learning outcomes withclassical completeness in the first cycle scored 76.93%. It increased in the second cycle became 92.31%. Conclusionof the research was that the application of learning cycle model using audiovisual increased the quality of sciencelearning that included teacher skills, students activities and students, learning outcomes. Thus, the teacher wassuggested to apply the learning cycle model using audio visual media for science teaching.
Hubungan keaktifan siswa dalam permainan tabung bintang dengan hasil belajar matematika siswa kelas 3 SD Yogi Ageng Sri Legowo; Jupriyanto Jupriyanto; Kusuma Permatasari
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v13i2.12681

Abstract

Pengintegrasian unsur permainan dalam pembelajaran menjadi salah satu kajian yang menarik saat ini. Bermain yang merupakan aktifitas dari dalam siswa dalam perspektif pembelajaran tentu saja harus berdampak positif dalam hasil belajar siswa. Sehingga tujuan dalam penelitian ini adalah menguji hubungan keaktifan siswa dalam permainan Tabung Bintang dengan hasil belajar matematika pada siswa kelas 3 SD. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional (Correlational Studies). Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh yaitu menggunakan seluruh populasi sebagai sampel, dengan sampling sebanyak 29 siswa. Analisis data dilakukan dengan analisis korelasi rank spearman yang tidak membutuhkan asumsi data berdistribusi normal. Berdasarkan uji korelasi Rank Spearman diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara keaktifan siswa dalam permainan tabung bintang terhadap hasil belajar matematika siswa.
Gamifikasi: identifikasi jenis permainan siswa sekolah dasar Yogi Ageng Sri Legowo; Nimas Puspitasari; Yolla Shintya; Lilies Nur Alimatul Baligh; Jodi Nugroho Setiyawan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pendas.10.1.1-11

Abstract

Pengembangan gamifikasi dalam pembelajaran di sekolah dasar tidak lepas dari identifikasi karakter permainan siswa sekolah dasar. Pemilihan jenis, unsur dan elemen permainan dalam gamifikasi lebih sering didasari oleh asumsi pengembang, atau guru bukan siswa. Hal ini tentu saja kurang tepat, mengingat penerapan unsur game ini diharapkan dapat memunculkan motivasi dari dalam siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik permainan siswa di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian diskripsi kuantitatif dengan melibatkan 155 siswa sebagai sampel dari kelas 3 dan kelas 5 SD di 3 (tiga) sekolah dasar yang berbeda. Teknik sampling yang dipilih adalah teknik Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) jenis permainan yang dimain siswa sekolah dasar adalah game dengan aturan, bermain peran, fungsional, dramatis konstruktif, dan memanipulasi objek; (2) Jumlah permainan yang dimainkan siswa sebanyak 80 jenis permainan, 46 jenis permainan berbasis android, 32 jenis permainan berbasis non-android dan non elektronik, dan 2 jenis lainnya menggunakan media elektronik non android; (3) mayoritas siswa (96 siswa) tertarik dengan permainan berbasis android dengan alasan menggunakan multimedia yang menarik dan seru, Interaktif, dapat dimainkan banyak orang dan komunikatif.
Analisis Kesulitan Belajar pada Siswa Kelas IV dalam Menentukan Ide Pokok Bacaan Naratif Teks di Mi Ma’arif Beji Iskhaqy, Fath Yusuf; Wijayanti, Atrianing Yessy; Sri Legowo, Yogi Ageng
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 12, No 2 (2024): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v12i2.603

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya beberapa siswa yang mengalami kesulitan belajardalam menentukan ide pokok bacaan naratif teks. Fokus penelitiannya yaitu menganalisis faktor kesulitanbelajar siswa kelas IV dalam menentukan ide pokok bacaan naratif teks di MI Ma’arif Beji. Tujuanpenelitian ini untuk mendeskripsikan faktor kesulitan belajar siswa kelas IV dalam menentukan ide pokokbacaan naratif teks.Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian iniyaitu Guru kelas IV dan siswa kelas IV MI Ma’arif Beji yang berjumlah 11 siswa. Teknik penelitian yangdigunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data hasil penelitian tersebut dianalisismenggunakan pendekatan analisis deskriptif dengan menggunakan metode Triangulasi teknik. Penelitianini dilaksanakan pada tanggal 15 November 2023.Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitanbelajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal (kurang minat membaca, kurangnyamotivasi, perbedaan kemampuan membaca, latar belakang pengetahuan, dan faktor eksternal (kondisi ruangkelas, rasa bosan, dan gangguan dari teman).Kata kunci: Kesulitan belajar siswa, Ide Pokok Bacaan Naratif Teks
Analisis Keterampilan Guru Kelas V Mengadakan Variasi dalam Pembelajaran Tematik di SDN Ngargoloka Hermayani, Nitasari Septi; Winarti, Puji; Sri Legowo, Yogi Ageng
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 12, No 1 (2024): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v12i1.541

Abstract

Variation skills in teaching are important for teachers. Therefore, the focus of this research is to analyze the skills of teachers to make variations which include variations in teaching styles, media variations, and variations in interaction patterns in class V in thematic learning at SDN Ngargoloka, Gladagsari District, Boyolali Regency. The type of research used is qualitative and the research data is analyzed descriptively. From the data analysis, it was found that the fifth grade teacher already had the skills to make variations in learning. The variety of teaching styles of fifth grade teachers is said to be good and varied, because almost all indicators of teaching style variations have been implemented. The teacher's skills in making variations that have been owned such as voice variations, silence, gestures, concentration of attention, eye contact, and the help of learning media tools used such as maps, globes, source books, LCD, and HandPhone and interaction patterns. The obstacles experienced by teachers in applying the skills of making variations are that teachers experience confusion in explaining thematic material that combines several materials at one time, besides that the character of different students, such as when the teacher gives time for discussion, only a few students do it and the others are busy themselves. this happens because schools have limited facilities and infrastructure such as teaching aids and learning media, so this limitation makes teachers when explaining thematic material without the help of media become abstract for students and it is easier to understand the material presented by the teacher if the teacher explains the material using tools. This will certainly hinder learning.Keywords: analysis, teacher skills, teacher variation, thematic learning thematic learning
Peningkatan Hasil Belajar Matematika menggunakan Model Pembelajaran Make a Match Berbantuan Media Magic Ball Sari, Anita; Widayati, Sri; Sri Legowo, Yogi Ageng
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 12, No 1 (2024): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v12i1.536

Abstract

To improve students' mathematics learning outcomes in building materials, teachers require the application of interesting learning models and media. In an effort to achieve this goal, researchers will apply the Make a Match learning model assisted by Magic Ball Learning Media so that students are more interested in learning activities. The type of research used by researchers is classroom action research (PTK) which consists of 2 cycles with data collection techniques through test results. The results of the research through the application of the Make A Match learning model assisted by Magic Ball Learning Media showed an increase in classical achievement of KKM (70) by 94% in cycle 2, which means this research was declared successful.Keywords: learning outcomes, Make A Match, Magic Ball
Etnopedagogi: Potensi Story Telling dengan Tema Pahlawan dalam Pengembangan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Indonesia Legowo, Yogi Ageng Sri
Academy of Education Journal Vol. 15 No. 1 (2024): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aoej.v15i1.2002

Abstract

Masih Proses
Pengaruh Peningkatan Keaktifan Siswa terhadap Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa SD dalam Pembelajaran dengan Media Audiovisual Yoga Adistya Sri Lesmoyo; Nur Fajrie; Sri Surachmi; Yogi Ageng Sri Legowo
Journal on Teacher Education Vol. 4 No. 3 (2023): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v4i3.11323

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan keaktifan siswa terhadap peningkatan hasil belajar IPA siswa SD N Sampangan 01 Semarang. Jenis penelian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Adapun teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi dengan harapan dapat menggambarkan pengaruh peningkatan keaktifan siswa terhadap peningkatan hasil belajar ipa siswa sd dalam pembelajaran dengan media audiovisual. Berdasarkan uji SPSS 26, dapat disimpulkan ada pengaruh variabel peningkatan keaktifan siswa terhadap variabel peningkatan hasil belajar IPA siswa SD dalam pembelajaran dengan media audiovisual dengan nilai signifikan 0,001<0,05; pengaruh variabel peningkatan keaktifan siswa terhadap variabel hasil belajar adalah sebesar 24,3%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel yang lain; dan besar pengaruh variabel peningkatan keaktifan siswa terhadap hasil belajar IPA siswa SD dalam pembelajaran dengan media audiovisual dapat dirumukan dalam bersamaan Y=-0,107+1,06 X.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PELAKSANAAN INDEKS TATA KELOLA POLRI BERBASIS ONLINE (ITK-O) PADA POLRES SEMARANG Karim, Abdul; Tohari, Mohamad; Sri Legowo, Yogi Ageng
JPeHI (Jurnal Penelitian Hukum Indonesia) Vol 3, No 02 (2022): Jurnal Penelitian Hukum Indonesia (JPeHI)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jpehi.v3i02.385

Abstract

ABSTRAK Institusi Kepolisian Republik Indonesia sedang melakukan reformasi birokrasi menuju prinsip good governance yang memenuhi unsur: kompeten, responsive, perilaku (manner), transparan, keadilan, efektivitas dan akuntabel. Namun salam melayani masyarakat masih lambat,  masih terjadi praktik korupsi,  kurang ramah dan masih membedakan antara yang satu dengan yang lainya.         Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan doktrinal dengan pendekatan non doktinal (sociolegal research), selanjutnya data dianalisis secara kualitatif deskriptif dan kuantitatif baik data internal maupun eksternal. Responden internal sebanyak 51 personil Polres dari  17 satuan dan responden ekternal sebanyak 51 orang.Hasil penelitian dari faktor internal Polres, bahwa  kondisi sosial politik wilayah Polres Semarang relatif aman dan sangat jarang terjadi koflik. Dalam mengelola sumber daya manusia dilakukan secara terbuka, dan hampir tidak ada gratifikasi, dan  dalam pendampingan hukum bagi yang bermasalah  dilakukan secara adil. Pembinaan terhadap fungsi, perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan capaian kinerja seluruh satfung dilakukan dengan baik dan adil. Gratifikasi/korupsi tidak pernah terjadi dan telah dilakukan upaya  pencegahan dan pemberansan korupsi secara optimal. Kemudian dari faktor eksternal, bahwa masyarakat Kabupaten Semarang tahun 2022 telah memanfaatkan layanan dari Polres, keberadaan FKPM cukup efektif. Babinkamtibmas berinisiaptif dalam penyuluhan dan menegakkan hukum dilakukan cukup tinggi. Bersikap baik  dalam melayani masyarkat. Cukup cepat dalam melayani pembuatan SIM, SKCK, namun masih ada praktik korupsi dalam mengusus SIM dan proses lidik-sidik serta praktik percaloan SIM. Cukup optimal dalam mengendalikan gratifikasi/korupsi, adil dalam melayani masyarakat dan jarang terjadi konflik dalam masyarakat, kalaupun terjadi konflik pada saat pemilu masih bisa terkendali. Kemudian dalam skala penilaian Indeks Tata Kelola Online secara kuantitatif diperoleh nilai 7,88 dalam hal ini temasuk kriteria “Baik”Kata kunci: Indeks Tata Kelola, Berbasis Online, Polri Polres Semarang
Pelatihan Tari Dongklak Guna Meningkatkan Wawasan Kebangsaan Siswa di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Aziza, Ayu; Nabila, Jihan; Legowo , Yogi Ageng Sri; Utami, Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1936

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) melalui pelatihan Tari Dongklak, tari tradisional Indonesia. Anak-anak di SIKL menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitas budaya Indonesia di tengah dominasi budaya asing. Pelatihan ini mencakup pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa, sesi ceramah tentang nilai-nilai kebangsaan, demonstrasi Tari Dongklak, latihan rutin, pementasan di hadapan orang tua siswa dan post-test. Penilaian efektivitas program dilakukan melalui uji T berpasangan untuk menguji hipotesis tentang perbedaan skor pre-test dan post-test.Hasil analisis menunjukkan rata-rata skor pre-test sebesar 53,5 meningkat menjadi 78,14 pada post-test II, dengan selisih rata-rata 20,14. Uji T menghasilkan nilai t sebesar 6,92 dan signifikansi p = 0,000, yang berarti p < 0,05. Oleh karena itu, H₀ ditolak, menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test.Hasil ini mengindikasikan bahwa pelatihan Tari Dongklak secara signifikan meningkatkan wawasan kebangsaan siswa. Pendekatan komprehensif yang melibatkan pengenalan sejarah, demonstrasi, latihan rutin, dan refleksi efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada siswa. Kesimpulannya, pelatihan Tari Dongklak terbukti sebagai media yang potensial dalam melestarikan budaya Indonesia sekaligus memperkuat identitas nasional generasi muda, terutama di lingkungan internasional. Program ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan variasi pendekatan untuk meningkatkan hasil yang lebih maksimal.